<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pelaku Seni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pelaku-seni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Aug 2022 05:20:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pelaku Seni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terima Masukan Focus Group Discussion, Bupati Kediri Siap Beri Diskon Pelaku Seni Berbasis Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/terima-masukan-focus-group-discussion-bupati-kediri-siap-beri-diskon-pelaku-seni-berbasis-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2022 05:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Focus Group Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, akan memberikan diskon pajak bagi pelaku seni yang bergelut dengan kegiatan yang berbasis budaya. Hal itu, disampaikan bupati yang akrab disapa Mas Dhito, seusai menerima masukan dari Butet Kartaradjasa dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Sendang Tirto Kamandanu, Selasa (16/08/2022) tadi. Disampaikan Butet, dalam konteks kebudayaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, akan memberikan diskon pajak bagi pelaku seni yang bergelut dengan kegiatan yang berbasis budaya. Hal itu, disampaikan bupati yang akrab disapa Mas Dhito, seusai menerima masukan dari Butet Kartaradjasa dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Sendang Tirto Kamandanu, Selasa (16/08/2022) tadi.</p>



<p>Disampaikan Butet, dalam konteks kebudayaan, pemerintah yang mengurusi persoalan pajak harus bisa membedakan antara produk industri entertainment berbasis budaya dengan karya berbasis budaya. Dirinya mencontohkan, ketika Sujiwo Tejo main dalang, mengartikulasikan pikiran melalui kekuatan seni, yang berarti Sujiwo Tejo tengah berkarya. Membagi pengetahuan dan mendidik masyarakat berbasis budaya, bukan untuk kepentingan hiburan semata.</p>



<p>Berbeda cerita, ujarnya, ketika ada seorang artis melakukan konser dangdut. Hal itu, masuk industri hiburan berbasis seni. Meski seni masuk dalam kategori budaya, hal itu tetap harus membayar pajak tontonan atau hiburan.</p>



<p>&#8220;Saya menghimbau teman-teman di birokrat. Saya membenarkan semangat Dispenda (dinas pendapatan daerah) untuk menggeber pendapatan dari pajak, tapi tolong dibedakan,&#8221; katanya.</p>



<p>Butet menceritakan, berdasarkan pengalamannya di Yogyakarta, sesuai aturan yang ada pajak tontonan sebesar 10 persen. Para pekerja seni pun mengikuti aturan itu, tetap membayar pajak sebagaimana aturan yang berlaku.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Pun begitu, lanjutnya, karena pertunjukan yang digelar tidak bersifat komersil, para pelaku seni mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah hingga akhirnya 8 persen pajak yang disetorkan dikembalikan. &#8220;Sebagai warga kota, kewajiban tetap dilakukan tapi di diskon yang sangat besar. Saya pikir, ini satu keadilan yang sangat baik,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Masukan itu, pun langsung ditanggapi Mas Dhito. Dihadapan nara sumber dan masyarakat yang hadir, Mas Dhito mengatakan akan memberikan diskon 8 persen bagi pelaku seni, sebagaimana yang dijelaskan Butet Kartaradjasa.</p>



<p>&#8220;Tolong, nanti sebagaimana rumus yang disampaikan Pak Butet, bahwa pajak 10 persen itu tetap wajib. Tetapi, nanti kita beri keringanan 8 persen,&#8221; tegas Mas Dhito.</p>



<p>Mendengar masukannya langsung ditanggapi Mas Dhito, Butet pun mengaku senang. Sebab, dua usulannya terkait festival Panji maupun pajak langsung, mendapat tanggapan dari bupati. Menurutnya, soal perpajakan yang memetik manfaat adalah seluruh masyarakat kebudayaan di Kediri.</p>



<p>&#8220;Saya merasa kehadiran saya di sini, tidak sia-sia karena langsung mendapat tanggapan dari yang paling berkuasa di Kabupaten Kediri,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dewan Kesenian bersama Bupati Situbondo beri Penghargaan Pelaku Seni dan Sejarawan</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-kesenian-bersama-bupati-situbondo-beri-penghargaan-pelaku-seni-dan-sejarawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 11:44:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna Suswandi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Kesenian Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Karna Suswandi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarawan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dewan Kesenian Situbondo (DKS) menggelar launching buku ensiklopedia cagar budaya Situbondo dan pemberian penghargaan seniman serta pemenang LCLS (Lomba Cipta Lagu Situbondoan), Selasa (18/01/2022). Kegiatan yang digelar di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, dihadiri langsung Bupati bersama Wakil Bupati Situbondo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dewan Kesenian Situbondo (DKS) menggelar launching buku ensiklopedia cagar budaya Situbondo dan pemberian penghargaan seniman serta pemenang LCLS (Lomba Cipta Lagu Situbondoan), Selasa (18/01/2022). Kegiatan yang digelar di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, dihadiri langsung Bupati bersama Wakil Bupati Situbondo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga-red), Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta anggota dan pengurus Dewan Kesenian Situbondo.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh Dewan Kesenian Situbondo. Terutama, berbagai atensi dari Ketua DKS terkait dengan berbagai kegiatan DKS yang dapat menunjang kunjungan wisata yang ada di Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo ini menyampaikan, sebagus apapun pariwisata kita tanpa ada atraksi teman-teman DKS, maka dirasa masih kurang menarik. Sebaliknya, ketika disuguhi teman-teman DKS, maka akan dapat betah dan menginap di sana dengan disuguhi penampilan kesenian dan budaya daerah.</p>



<p>Oleh karena itu, sambung Bung Karna, Pemerintah Kabupaten Situbondo merangkul DKS untuk bersinergi membangun Situbondo. &#8220;Tujuannya, agar semakin berjaya melalui kreatifitas dari teman-teman DKS,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Situbondo, Edy Supriono, mengatakan bahwa pemberian penghargaan pada pelaku seni dan sejarahwan merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah melalui DKS atas dedikasinya yang telah mengembangkan seni dan budaya di Kabupaten Situbondo. &#8220;Selain itu, kami mengucapkan banyak terima kasih pada Bupati dan Wabup Situbondo, yang telah mendukung dan memberikan tempat hingga even ini terlaksana dengan lancar,&#8221; kata Edy.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pihaknya hari ini bersama Bupati dan Wabup, menyerahkan penghargaan kepada sepuluh orang pencipta lagu khas Situbondo, dengan versi madura.</p>



<p>&#8220;Sekian lama para bupati yang menjabat di Kabupaten Situbondo, tidak pernah kami saksikan bisa bernyanyi. Baru Bung Karna (Bupati Situbondo, red) yang bisa bernyanyi. Jadi kami mohon, kesediaannya untuk menjadi bapak musik Situbondo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain penyerahan penghargaan kepada sepuluh pencipta lagu, dalam kesempatan itu juga memberikan penghargaan kepada tiga orang sejarawan Situbondo. Salah satunya, pada Agus Rajana. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resah PPKM Diperpanjang, Pelaku Seni di Trenggalek Jual Alat Manggung</title>
		<link>https://memontum.com/resah-ppkm-diperpanjang-pelaku-seni-di-trenggalek-jual-alat-manggung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2021 06:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Alat Manggung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM diperpanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sebagai aksi penolakan lantaran penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 terus diperpanjang. Sejumlah pelaku seni di Kabupaten Trenggalek rela menjual semua perlengkapan saat masih menerima tawaran manggung. Seperti yang diketahui selama pandemi Covid-19, hampir 2 tahun lamanya mereka tak pernah mendapat pekerjaan (job). Tak heran, hal itu membuat mereka kesal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sebagai aksi penolakan lantaran penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 terus diperpanjang. Sejumlah pelaku seni di Kabupaten Trenggalek rela menjual semua perlengkapan saat masih menerima tawaran manggung.</p>



<p>Seperti yang diketahui selama pandemi Covid-19, hampir 2 tahun lamanya mereka tak pernah mendapat pekerjaan (job). Tak heran, hal itu membuat mereka kesal dan berinisiatif menjual semua perlengkapan saat manggung demi menyambung hidup.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kita tau mulai awal pandemi tepatnya tahun 2019, semua acara yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan. Baik hajatan maupun event. Dan sudah selama itu kami semua tidak bekerja,&#8221; ungkap salah satu pekerja seni, Sugeng Kuncahyo saat dikonfirmasi, Senin (23/08) tadi.</p>



<p>Adapun peralatan yang dijualnya meliputi, kamera, barongan, kendang, sepatu, pakaian hingga aksesoris lainnya.</p>



<p>Bertempat di trotoar seputaran Alun-Alun Trenggalek, para pekerja seni ini nampak antusias menjual barang-barangnya.</p>



<p>&#8220;Setau saya, PPKM level 4 ini diperpanjang lagi sampai 23 Agustus. Bahkan kita juga tidak tau bakal ada PPKM level 5,6,7 atau tidak. Padahal kami semua ini bisa makan kalau ada job. Sedangkan ini sama sekali tidak ada,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Cak Kun sapaan akrabnya menjelaskan karena semua peralatan yang digunakan saat bekerja tidak bisa lagi memberikan pemasukan. Akhirnya mereka lebih memilih menjual semua barang-barang itu demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari.</p>



<p>&#8220;Kalau saya dalam kelompok kesenian ini bergerak di bidang dokumentasi, jadi yang saya jual kamera ini yang hampir 2 tahun tidak digunakan,&#8221; kata Cak Kun.</p>



<p>Dalam aksinya itu, para pekerja seni juga tampak menjual peralatan sesuai profesi seni masing-masing. Misalnya pemain kendang, yang menjual kendangnya. Juga artis atau penyanyi yang menjual pakaian, sepatu (high heels) dan juga aksesoris lain. Pihaknya berharap agar Pemerintah bisa memberikan solusi atas pekerjaan yang selama ini dijalani para pelaku seni. &#8220;Kita hanya ingin pekerjaan kami kembali bisa dilakukan. Meski harus dengan aturan atau kebijakan yang ada, itu saja,&#8221; harap Cak Kun. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan untuk Pelaku Seni</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lamongan-salurkan-bantuan-untuk-pelaku-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 13:25:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan sosial berupa beras 2,5 ton dan telor sebanyak 2 ribu butir kepada perwakilan seniman di Kabupaten Lamongan yang terdampak PPKM, Selasa (27/07) tadi. Penyaluran bantuan tersebut, dilakukan di Sanggar Seni Taruna Budaya, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, oleh Bupati Lamongan, Yuhromur Efendi bersama Kapolres Lamongan, AKBP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan sosial berupa beras 2,5 ton dan telor sebanyak 2 ribu butir kepada perwakilan seniman di Kabupaten Lamongan yang terdampak PPKM, Selasa (27/07) tadi. Penyaluran bantuan tersebut, dilakukan di Sanggar Seni Taruna Budaya, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, oleh Bupati Lamongan, Yuhromur Efendi bersama Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Infantri Sidik Wiyono.</p>



<p>Bupati Yuhronur dalam kesempatan itu meminta, agar pelaku seni tetap bersabar dan tidak lupa menerapkan protokol kesehatan, karena kondisi pandemi dan aturan PPKM yang berlaku dalam bulan ini. Sehingga, memaksa kegiatan seni budaya sebagai mata pencaharian, harus ditutup sementara.</p>



<p>Baca juga: </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wakil-presiden-ke-6-meninggal-pemkot-malang-kibarkan-bendera-setengah-tiang">Wakil Presiden Ke 6 Meninggal, Pemkot Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/19-pasar-takjil-di-kota-malang-disampling-dinkes-temukan-99-persen-sampel-terkontaminasi-bakteri">19 Pasar Takjil di Kota Malang Disampling, Dinkes Temukan 9,9 Persen Sampel Terkontaminasi Bakteri</a></li>
</ul>


<p>“Intinya semua terdampak, pesan saya, sabar! Mari bergandeng tangan, bahu membahu supaya angka penularan turun, prokesnya jangan lupa! Ketika latihan juga tetap memakai masker! Sosialisasikan prokes ke masyarakat, anda punya komunitas dapat mempengaruhi masyarakat. Ini semua agar Lamongan dapat turun level, sehingga kita dapat menyaksikan kembali gelar seni yang ada di Lamongan,” pesannya.</p>



<p>Sekitar 500 pekerja seni yang tergabung dalam paguyuban seniman tradisi MAS LA (Manunggaling Abdi Seni Lamongan Asli), SENDAKALA (Seniman Muda Kabupaten Lamongan), PSL (Paguyuban Sound System Lamongan) dan IDEAL (Insan Dangdut dan Entertainment Lamongan), yang sementara ini tidak dapat bekerja. Itu karena, dalam instruksi Bupati terbaru, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokal seni, budaya, sarana olah raga dan kegiatan social yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.</p>



<p>Dalam kesempatan tatap muka itu, keluh kesah disampaikan perwakilan pekerja seni. Cak Narto yang sebelumnya mengucapan terima kasih, berharap juga bisa membuka terop lagi.</p>



<p>Menjawab keinginan pekerja seni untuk dapat tampil kembali, Dandim 0812, Letkol Infantri Sidik, mengungkapkan keinginannya untuk melihat hiburan kembali setelah selama satu tahun lebih, berkutat dengan angka penularan dan dampak akibat penyebaran Covid-19. Dirinya juga berpesan kepada mereka, untuk segera ikut melaksanakan vaksinasi.</p>



<p>“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kesehatan adalah karunia yang luar biasa. Kami pun butuh hiburan. Kami semua terdampak. Pesan saya selain bersabar, kita semua harus berdisplin untuk mentaati Prokes. Jika tren penularan menurun, maka nantinya kita semua dapat menggelar hiburan kembali. Jika ada tawaran vaksinasi, mohon untuk segera dapat divaksinasi. Secara teori, Prokes dan vaksinasi yang dapat mengatasi selain berdoa,” ungkapnya.</p>



<p>Menambahkan pesan Dandim, Kapolres AKBP Miko Indrayana, menjelaskan bahwa tentang vaksinasi, agar pelaku seni tidak termakan berita hoax yang beredar. &#8220;Lamongan saat ini di Level 4. Salah satu dampaknya, seni budaya masih ditiadakan. Sekiranya sampai di Level 3, maka akan dilonggarkan perlahan dan dapat dilaksanakan seperti pemain dan penonton kita atur sesuai dengan Prokes. Kerja sama pemerintah dan masyarakat sangat menentukan. Jangan sampai di desa ini termakan isu-isu hoax tentang vaksinasi. Mohon dukungannnya teman-teman semua,” tuturnya. <strong>(fjr/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenbudur Wadahi Pelaku Seni dari Lintas Genre</title>
		<link>https://memontum.com/kemenbudur-wadahi-pelaku-seni-dari-lintas-genre</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 11:35:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[kemenbudur]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kemajuan kreasi dan naluri liar anak muda Malang, sedang mengalami masa berapi-api. Beragam wadah dan seniman, muncul untuk unjuk gigi agar bisa dikenal masyarakat luas. Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) pun hadir guna membawa nyawa spirit yang bisa membentuk sebuah ekosistem untuk menjadi wadah pertemuan para pelaku seni dari lintas genre. &#8220;Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kemajuan kreasi dan naluri liar anak muda Malang, sedang mengalami masa berapi-api. Beragam wadah dan seniman, muncul untuk unjuk gigi agar bisa dikenal masyarakat luas.</p>
<p>Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) pun hadir guna membawa nyawa spirit yang bisa membentuk sebuah ekosistem untuk menjadi wadah pertemuan para pelaku seni dari lintas genre. &#8220;Kita bergerak mulai 2018, ada tiga anggota salah satunya saya. Kami ini ingin membentuk sebuah kolektif senang-senang yang menyatukan segala genre yang ada,&#8221; ujar Oneding, Senin (22/11).</p>
<p>Neding-sapaan akrabnya, menyebutkan dalam kurun waktu dua tahun ini, Kemenbudur telah menghelat event yang lumayan besar. Seperti konser musik, workshop tie dye, pop up market dan bincang antar pelaku seni lintas genre.</p>
<p>&#8220;Satu yang berkesan buat saya, pas event musik Roman Urban tahun lalu. Itu pecah banget. Apalagi musik disko, ska dan koplo kita kolaborasikan dan membludak banget,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu personel SATCF ini juga menjelaskan, di Malang sendiri banyak sekali pelaku seni kreatif yang karyanya belum sempat di ekspos oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kemenbudur ini hadir untuk memberikan panggung kepada mereka (pelaku seni), agar masyarakat bisa melihat karya-karya para pemuda Malang yang sebenarnya sangat bernilai tinggi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dirinya berharap agar Malang bisa kembali lagi menjadi trend ceter untuk masyarakat Indonesia dan para pelaku seni ini bisa bergerak bersama-sama tanpa memandang genre apapun.</p>
<p>&#8220;Kemenbudur ini bergerak bareng, bukan atasnama uang. Tapi kita ingin sesuatu yang ada di Malang bisa menjadi signature nya sendiri. Kamu bisa lihat acara ini dan Malang memilikinya,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128126</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
