<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peluang usaha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peluang-usaha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2022 12:31:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peluang usaha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bisnis Kopi di Kota Malang Jadi Peluang, Ini Kiat Sukses Kata Pakar</title>
		<link>https://memontum.com/bisnis-kopi-di-kota-malang-jadi-peluang-ini-kiat-sukses-kata-pakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bisnis kopi bagi anak muda kini sudah tidak asing lagi. Apalagi seperti di Kota Malang, bisnis perkopian tersebut sudah menjamur di mana-mana. Sebagai salah satu pakar kopi dunia, Moelyono Soesillo, menyampaikan jika usaha kopi saat ini berpeluang dan berpotensi untuk ke depan. Karena, Indonesia termasuk negara penghasil kopi keempat di dunia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bisnis kopi bagi anak muda kini sudah tidak asing lagi. Apalagi seperti di Kota Malang, bisnis perkopian tersebut sudah menjamur di mana-mana.</p>



<p>Sebagai salah satu pakar kopi dunia, Moelyono Soesillo, menyampaikan jika usaha kopi saat ini berpeluang dan berpotensi untuk ke depan. Karena, Indonesia termasuk negara penghasil kopi keempat di dunia.</p>



<p>Moel-sapaannya juga meyakini, jika pengonsumsi kopi di Indonesia telah mengalami peningkatan. Hal itu dibuktikan di dunia, para penghasil kopi dari tahun 2010 hingga 2022, mengalami peningkatan 10 persen.</p>



<p>“Di seluruh dunia, negara penghasil kopi mengalami peningkatan 10 persen. Seperti Vietnam, Brazil dan India. Untuk Indonesia sendiri, di tahun 2015 mengalami peningkatan dengan ditandai banyaknya kedai kopi di seluruh penjuru negeri,” jelas Moel, saat melakukan talkshow di salah satu kampus swasta Kota Malang, Jumat (11/11/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Menurutnya, dalam bisnis kopi itu menarik untuk dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya, yakni harus memperhatikan harga komoditi. Karena menurutnya, kopi cukup sensitif dalam pergerakan dollar.</p>



<p>“Semua bisa membuka kedai kopi, tapi mereka tidak memperhatikan pengaruh harga kopi seperti kapan waktunya bergejolak. Akhirnya terjadi downgrade pada bisnis kopinya. Jika ini terjadi, maka pebisnis akan mengalami penurunan,” ujarnya.</p>



<p>Salah satu trainer bisnis, Tanadi Santoso, membagikan kiat-kiat sukses untuk menjanlakan bisnis kopi. Menurutnya, ada enam elemen masive action (aksi besar) yang harus dilakukan. “Berlakulah seperti orang gila ini maksudnya, memiliki mobilitas yang tinggi,” ucap Tanadi.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, selalu memiliki gairah dan cinta untuk melakukan sesuatu yang dikerjakan. Lalu, mampu memiliki ide yang out of the box (diluar ekspetasi). Perlu menjadi orang penuntut, dan orang yang tanpa memiliki logika.</p>



<p>“Jadi bos itu harus workaholic (gila kerja). Tapi perlu diingat untuk memiliki usaha bisnis itu tidak bisa langsung melejit, ada zig zagnya. Tapi tetap harus dilakukan dengan menumbuhkan inovasi terbaru,” imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sulap Celana Jeans Jadi Tas, Arek Manyar Kebanjiran Order</title>
		<link>https://memontum.com/sulap-celana-jeans-jadi-tas-arek-manyar-kebanjiran-order</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 12:14:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[jeans]]></category>
		<category><![CDATA[peluang usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35321-sulap-celana-jeans-jadi-tas-arek-manyar-kebanjiran-order</guid>

					<description><![CDATA[MeMontum Gresik &#8212; Ide kreatif bisa datang dari mana saja termasuk dari barang bekas yang tidak terpakai oleh kita, di Gresik, seorang pemuda kebajiran order membuat jasa pembuatan tas dari bahan celana Jeans. Uniknya, bahan celana jeans tersebut harus merupakan celana bekas milik dari si pemesan sendiri. Abdul Qodir (32), pemuda kreatif asal Desa Peganden [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MeMontum Gresik</strong> &#8212; Ide kreatif bisa datang dari mana saja termasuk dari barang bekas yang tidak terpakai oleh kita, di Gresik, seorang pemuda kebajiran order membuat jasa pembuatan tas dari bahan celana Jeans. Uniknya, bahan celana jeans tersebut harus merupakan celana bekas milik dari si pemesan sendiri.</p>
<p>Abdul Qodir (32), pemuda kreatif asal Desa Peganden RT-14, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, inilah yang memiliki ide pertama kali menyulap celana jeans bekas menjadi tas  bernilai seni tinggi. Karyawan yang bekerja disebuah industri tas ini mempunyai ide pembuatan tas dari bahan baku celana jeans itu berawal dari banyaknya celana bekas yang hanya dibuang lalu di bakar.</p>
<p>&#8220;Karena dulu kerja di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) banyak sampah celana jeans yang dibuang oleh pemiliknya. Dari itu saya mencoba berinovasi,&#8221; kata Abdul Qodir, Rabu (4/4/2018).</p>
<p>Pemanfaatan celana jeans menjadi tas terlihat jelas pada setiap detailnya seperti pada kantung tas yang ternyata berasal dari kantung celana belakang. Selain itu juga, bagian resleting, kancing, label, dan pernak pernik celana jeans  dimanfaatkan habis habisan untuk mempercantik tas dari celana jeans bekas ini.</p>
<p>Qodir mengaku, untuk bisa menyelesaikan satu tas, hanya membutuhkan waktu satu jam. Berbagai macam tas dihasilkan, mulai dari tas selempangan, ransel atau tas punggung hingga tas wanita.</p>
<p>“yang pasti modelnya berbeda beda tiap pesanan alias limited edition lantaran tiap celana yang dibawa pemesan pasti tidak sama merk dan bentuknya , selain itu pemesan juga bisa request bentuk, ukuran, maupun variasi dari tas bikinan saya” ujarnya.</p>
<p>Qodir mengatakan bahwa dalam memproduksi tas inovasinya ini terkendala  dalam jumlah pemesanan alias tidak bisa menerima pesanan banyak karena terkendala waktu dan juga hanya dirinya saja yang mengerjakan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35321</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
