<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pendaki &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pendaki/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 14:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pendaki &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Pendaki yang Terjebak di Ranu Kumbolo Paska APG Gunung Semeru Turun dengan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pendaki-yang-terjebak-di-ranu-kumbolo-paska-apg-gunung-semeru-turun-dengan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 14:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kepala Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, mengatakan bahwa proses evaluasi dan pemantauan dilakukan oleh tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama unsur SAR gabungan setelah aktivitas vulkanik gunung Semeru meningkat. “Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” ujar Nanang, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Selain pemantauan di jalur pendakian, tambahnya, tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah yang terdampak erupsi gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Tim SAR gabungan juga memastikan, bahwa tidak ada korban jiwa di wilayah tersebut.</p>



<p>“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, sebab sebelumnya warga telah melakukan evakuasi mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” ujar Nanang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sedikitnya dua kecamatan terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Sementara itu, ada total 956 warga mengungsi dan pendataan masih berlangsung.</p>



<p>Pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman,</p>



<p>SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan dampak erupsi ini, diantaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, unsur TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa terdampak, serta relawan berbagai unsur.</p>



<p>PVMBG mengimbau masyarakat, agar tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak. Kemudian, tidak berada dalam radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai berhulu di puncak Semeru. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Orang dari Kementerian Pariwisata Terjebak bersama 172 Pendaki di Ranu Kumbolo</title>
		<link>https://memontum.com/enam-orang-dari-kementerian-pariwisata-terjebak-bersama-172-pendaki-di-ranu-kumbolo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang.</p>



<p>Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, memastikan bahwa semua pihak yang berada di Ranu Kumbolo, tetap dalam kondisi aman. “Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo sebanyak 178 orang. Mereka terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 PPGST, 15 porter dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Rabu (19/11/2025) malam.</p>



<p>Untuk alasan keselamatan, tambahnya, evakuasi malam tidak direkomendasikan karena kondisi jalur yang gelap, licin dan rawan longsor. Tim TNBTS memastikan, seluruh pendaki tetap bertahan di Ranu Kumbolo sambil siap siaga jika situasi mengharuskan turun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski berada di area rawan, tim penyelamat dan petugas terlatih terus memantau kondisi secara real-time. Termasuk, memastikan setiap pendaki memperoleh arahan, pengawasan dan dukungan logistik yang memadai.</p>



<p>Pendaki juga dihimbau tetap tenang, mematuhi instruksi petugas dan menjaga jarak aman satu sama lain untuk mengurangi risiko. “Keputusan untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo adalah langkah paling aman saat ini. Kami prioritaskan keselamatan jiwa dan akan melakukan evakuasi segera ketika kondisi memungkinkan,” ujar Septi Eka Wardhani.</p>



<p>Koordinasi antara BB TNBTS, relawan, dan aparat terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan pendaki. Langkah-langkah mitigasi bencana yang sistematis dan disiplin menunjukkan bahwa penanganan Semeru bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif dan terencana, sehingga risiko dapat diminimalkan tanpa menimbulkan kepanikan.</p>



<p>Pendaki dan masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Kesadaran dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dari keselamatan bersama di tengah kondisi Gunung Semeru. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Lonjakan Pendaki, Perum Perhutani KPH Malang Tinjau Basecamp Omah Tepoes</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-lonjakan-pendaki-perum-perhutani-kph-malang-tinjau-basecamp-omah-tepoes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[basecamp]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[tepoes]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224512</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia. Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.</p>



<p>Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, Kelik Djatmiko, didampingi Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Warno Setyobudi, Asper/KBKPH Ngantang, Pramudianto, Chief Executive Officer (CEO) Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi beserta jajaran.</p>



<p>Sekedar diketahui, Omah Tepoes merupakan basecamp pendakian menuju Gunung Kelud, Gunung Puncak Kawinajang dan Gunung Selokurung. Dalam hal pengelolaan Omah Tepoes, pihak tiket pendakian bersama Perum Perhutani dan PT Banuraya Mitsuhita Sejahtera, telah melakukan kerja sama dalam hal pengelolaan sistem pendakian yang reliable, real time dan aplikatif.</p>



<p>Sementara mengenai daya tarik yang ditawarkan dari masing-masing pegunungan, memiliki ciri khas berbeda. Pendakian Gunung Kelud via Ngantang, mempunyai daya tarik berupa puncak sejati dan kawah Gunung Kelud. Pendakian Gunung Kawinajang, mempunyai daya tarik berupa kawah purba serta medan pendakian yang menantang. Kemudian pendakian Gunung Selokurung, mempunyai daya tarik yaitu pemandangan waduk diatas gunung serta view sunrise dan sunset yang menawan.</p>



<p>Dalam hal tinjauan kesiapan sistem pendakian tersebut, KKPH Malang Kelik Djatmiko beserta jajaran melakukan pengecekan terhadap regulasi yang ada di pendakian yang dikelola operator tiket pendakian. Yakni, dengan mencoba sebagai pendaki yang datang di Omah Tepoes.</p>



<p>“Pengecekan ini harus dilakukan mulai dari proses registrasi pendaki, melalui aplikasi tiket pendakian, pengecekan logistik pendaki, pengecekan kesehatan pendaki, proses check in pendaki, proses briefing pendaki sekaligus proses check out pendaki,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kelik menegaskan, keamanan pendakian harus diperhatikan. &#8220;Keamanan pendakian merupakan faktor penting. Mengingat, wisata pendakian merupakan wisata minat khusus yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Kami juga mencoba bagaimana langkah-langkah yang diberikan oleh operator ketika pendaki itu datang ke Omah Tepoes ini,” ujar Kelik.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kesiapan terkait sarana dan prasarana yang ada di Omah Tepoes, juga harus dikawal mulai dari lokasi istirahat pendaki, lokasi breafing pendaki, lokasi loket, lokasi musala dan toilet. &#8220;Hal ini merupakan bentuk pelayanan kita sebagai operator kepada para pendaki yang datang,” tambahnya.</p>



<p>Langkah Administratur KPH Malang merupakan langkah konkrit dalam bentuk kolaborasi dan sinergi Perhutani dengan mitra, untuk memberikan pelayanan aman dan nyaman dalam hal wisata di Perhutani khususnya wilayah Malang.</p>



<p>Sementara itu, CEO Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Administratur KPH Malang, merupakan suatu bentuk nyata untuk mengelola pendakian yang lebih aman dan nyaman. Pihaknya sebagai operator, mengucapkan terima kasih kepada Administratur KPH Malang yang telah membimbing, membina dan memfasilitasi tiket pendakian untuk mengelola pendakian yang aman dan nyaman di tiga gunung pendakian yang dikelola selama ini.</p>



<p>&#8220;Kesiapan kami menyambut lonjakan pendaki telah siap 100 persen. Memberikan pelayanan terbaik untuk para pendaki yang akan datang,&#8221; ujar Hario.</p>



<p>Dengan adanya pengecekan kesiapan lonjakan pendaki ini diharapkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi yang nyata antara Perum Perhutani KPH Malang bersama mitra untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pendaki yang akan datang di Omah Tepoes. <strong>(hms/kph/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224512</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Dilaporkan Hilang, Tiga Pendaki Gunung Arjuno Berhasil Ditemukan Tim SAR</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-dilaporkan-hilang-tiga-pendaki-gunung-arjuno-berhasil-ditemukan-tim-sar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[arjuno]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga orang remaja pendaki Gunung Arjuna, yang sempat dilaporkan hilang, Selasa (25/03/2025) kemarin. Setelah proses pencarian, Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang dan personel Tim SAR gabungan yang lain, berhasil menemukan tiga pendaki tersebut dalam kondisi selamat, Rabu (26/03/2025) sekitar pukuk 07.45. Koordinator Unit Siaga SAR [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga orang remaja pendaki Gunung Arjuna, yang sempat dilaporkan hilang, Selasa (25/03/2025) kemarin. Setelah proses pencarian, Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang dan personel Tim SAR gabungan yang lain, berhasil menemukan tiga pendaki tersebut dalam kondisi selamat, Rabu (26/03/2025) sekitar pukuk 07.45.</p>



<p>Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa ketiga pendaki ditemukan saat Tim SAR melakukan pencarian di jalur pendakian non resmi Gunung Mujur, Desa Tawangrejo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. “Alhamdulilah, ketiganya ditemukan selamat meskipun dalam keadaan kelelahan dan lapar,” kata Yoni.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya pada Selasa (25/03/2025) kemarin, mendapatkan laporan adanya empat pendaki yang belum kembali setelah berangkat ke Gunung Arjuna sejak Minggu (23/03/2025)aku, melalui Gunung Mujur yang bukan merupakan pos pendakian resmi. Namun setelah dilakukan penggalian data lebih lanjut dengan petugas dan tempat penitipan sepeda, pendaki diketahui berjumlah tiga orang yakni Rizki Rona (18), MM (17), dan Gl (15).</p>



<p>&#8220;Setelah ditemukan, survivor dibawa ke posko dan akan pulang bersama keluarga. Selanjutnya, Tim SAR gabungan mendaki menuju lokasi keluarga survivor yang sempat memutuskan untuk naik melakukan pencarian terhadap survivor secara mandiri. Kemudian kami lanjut untuk menjemput keluarga korban yang melaporkan saat ini kehabisan logistik, namun keadaan mereka diinformasikan dalam keadaan baik-baik saja,&#8221; ungkap Yoni.</p>



<p>Menanggapi kejadian ini, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya mendaki melalui jalur pendakian yang resmi. “Demi keselamatan, pendaki harusnya mematuhi aturan yang ada, mulai dari pendataan di pos resmi, penggunaan jalur pendakian resmi, hingga mempersiapkan pendakian dengan matang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang bersama TNBTS Evaluasi Tarif Jasa Pendamping Pendaki Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-bersama-tnbts-evaluasi-tarif-jasa-pendamping-pendaki-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[pendamping]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219270</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendukung langkah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dalam mengevaluasi kebijakan jasa pendamping bagi pendaki Gunung Semeru. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat memberikan solusi terbaik agar pendakian tetap aman sekaligus memberikan pengalaman yang lebih bernilai bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendukung langkah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dalam mengevaluasi kebijakan jasa pendamping bagi pendaki Gunung Semeru. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat memberikan solusi terbaik agar pendakian tetap aman sekaligus memberikan pengalaman yang lebih bernilai bagi wisatawan.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menjelaskan bahwa peran pendamping seharusnya tidak hanya mengawal batas pendakian, tetapi juga memberikan edukasi kepada pendaki. “Pendamping itu bisa diibaratkan sebagai pemandu wisata yang memiliki tugas lebih luas, termasuk memberikan edukasi tentang konservasi lingkungan. Dengan begitu, pendakian tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga pengalaman belajar tentang kelestarian alam,” katanya, Jumat (14/02/2025) tadi.</p>



<p>Saat ini, ujarnya, tarif jasa pendamping yang mencapai Rp 300 ribu perpendaki, masih menjadi perdebatan di kalangan wisatawan. Oleh karena itu, evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah ada perubahan pada besaran tarif atau perluasan tugas pendamping di lapangan.</p>



<p>&#8220;Masih menunggu hasil evaluasi dari manajemen pendakian. Bisa saja, nanti ada penyesuaian harga atau peningkatan layanan agar lebih seimbang dengan tarif yang dikenakan,&#8221; tambah Yuli.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, akses pendakian Gunung Semeru hingga batas Ranu Kumbolo, hingga sekarang masih ditutup karena faktor cuaca ekstrem. BB-TNBTS mempertimbangkan keselamatan pendaki sebelum membuka kembali jalur pendakian.</p>



<p>“Keputusan penutupan ini untuk mencegah risiko akibat hujan deras dan angin kencang. Keamanan pendaki menjadi prioritas utama,” tegasnya.</p>



<p>Pemkab Lumajang berharap, hasil evaluasi yang sedang berjalan dapat memberikan solusi terbaik bagi semua pihak. Baik wisatawan, pelaku jasa pendamping, maupun pengelola taman nasional.</p>



<p>Dengan kebijakan yang tepat, pendakian Gunung Semeru dapat menjadi pengalaman yang lebih nyaman, aman, dan edukatif bagi para pencinta alam. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219270</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Dilaporkan Hilang, Empat Pendaki Gunung Kelud Asal Kabupaten Malang Ditemukan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-dilaporkan-hilang-empat-pendaki-gunung-kelud-asal-kabupaten-malang-ditemukan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2022 03:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175755</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang, empat orang pendaki Gunung Kelud asal Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto, mengatakan bahwa empat pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian ke Gunung Kelud, Sabtu (24/09/2022) lalu. Mereka diantaranya, Edi Muhammad Sedayu (22), Faris (22), Andi Akbar (21), dan Eka Candra (21). Keempat orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang, empat orang pendaki Gunung Kelud asal Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto, mengatakan bahwa empat pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian ke Gunung Kelud, Sabtu (24/09/2022) lalu.</p>



<p>Mereka diantaranya, Edi Muhammad Sedayu (22), Faris (22), Andi Akbar (21), dan Eka Candra (21). Keempat orang itu, merupakan warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. &#8220;Rombongan empat orang ini mendaki Gunung Kelud melalui jalur pintu masuk Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Mereka, dilaporkan tersesat sekitar kawasan pukul 18.00,&#8221; kata Ivong Bertyanto, Senin (26/09/2022) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
</ul>


<p>Ivong menambahkan, mereka diduga tersesat karena salah ambil jalur dan kehabisan logistik. &#8220;Rombongan pendaki Gunung Kelud yang hilang ini, diduga karena salah mengambil jalur. Saat ini, mereka sudah ditemukan dengan selamat pada Minggu (25/09/2022),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ivong menjelaskan, selama tersesat mereka sempat bertahan hidup dengan memakan tanaman mentah yang ada di sekitarnya. Setelah koordinasi antar instansi terkait, akhirnya keempat pemuda ini berhasil ditemukan dan dievakuasi melalui jalur pendakian Gunung Kelud Karangrejo, Kecamatan Garum. &#8220;Mereka ditemukan dalam kondisi sehat dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing,&#8221; ujar Ivong.<strong> (jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Hilang di Gunung Arjuno, Pendaki Asal Pasuruan Turut Partisipasi Pencarian Peserta Mantra Summits</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-hilang-di-gunung-arjuno-pendaki-asal-pasuruan-turut-partisipasi-pencarian-peserta-mantra-summits</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 12:38:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Arjuno]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Muhammad Naam Kurniawan, seorang pendaki asal Pasuruan, menjadi salah satu relawan dalam proses pencarian Yurbianto Basri (46) atau peserta lari maraton Mantra Summits Challenge tahun 2022, yang sempat hilang di Gunung Arjuno, sejak Sabtu (02/07/2022) lalu. Naam sengaja ikut dalam proses pencarian, karena menurutnya adalah suatu panggilan hati. Kedatangannya ke Pos Perijinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Muhammad Naam Kurniawan, seorang pendaki asal Pasuruan, menjadi salah satu relawan dalam proses pencarian Yurbianto Basri (46) atau peserta lari maraton Mantra Summits Challenge tahun 2022, yang sempat hilang di Gunung Arjuno, sejak Sabtu (02/07/2022) lalu.</p>



<p>Naam sengaja ikut dalam proses pencarian, karena menurutnya adalah suatu panggilan hati. Kedatangannya ke Pos Perijinan Pendakian Gunung Arjuno, Desa Wonorejo, Lawang, Kabupaten Malang, untuk membantu proses pencarian merupakan keinginan dirinya sendiri.</p>



<p>Siapa sangka, Naam sengaja melibatkan diri, karena ia juga pernah mengalami hal serupa. Yakni, hilang di Gunung Arjuno. Dia pernah hilang di Gunung Arjuno selama empat hari tiga malam, yakni pada Sabtu (19/03/2022) hingga ditemukan warga di Singosari, Rabu (23/03/2022) lalu.</p>



<p>&#8220;Panggilan jiwalah, mas. Tentunya, untuk membantu proses pencarian,&#8221; kata Muhammad Naam Kurniawan kepada Memontum.com, Rabu (06/07/2022) tadi.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa saat dirinya tersesat di Gunung Arjuno kala itu, ia merasa adanya ketidakwajaran. &#8220;Saat itu memang merasa tidak wajar, karena saya merasa berada di dua alam. Antara dunia mereka dan dunia manusia. Saat itu, saya hanya fokus supaya selamat saja,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
</ul>


<p>Naam juga menjelaskan, jika saat kita berbeda alam, maka saat itu yang dirasakannya sangat mudah. Seperti jika di hutan, maka daun-daun terlihat bergerak. Namun di alam mereka, berbeda. &#8220;Kehidupan mereka juga kelihatan, yakni seperti orang-orang zaman dahulu. Kehidupannya ya sama seperti manusia, hanya gaya hidupnya dan cara pakaiannya seperti orang zaman dahulu. Kalau diibaratkan seperti film &#8216;Tutur tinular&#8217; lah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Suasana yang dialami Naam tersebut terkadang dirasakan seolah-olah berada di pasar, bahkan terkadang juga terlihat barisan prajurit sedang melintas. &#8220;Tapi saya hanya diam. Mulai tampak gambaran suasana tersebut biasanya menjelang Magrib, terus tiba-tiba hilang, gelap,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Naam juga menjelaskan jika saat dirinya tersesat selama 4 hari 3 malam itu, dirinya tidak membawa perbekalan apapun. Hanya tekad untuk terus hidup yang kuat. &#8220;Intinya saya fokuskan bagaimana cara keluar menemukan warga. Jadi, untuk bertahan hidup, saya teringat pesan teman saya yang sempat tersesat juga di Arjuno dulu. Saat itu dia tidak bawa apa-apa, untuk bertahan hidup ya cari bekas aliran air yang ada,&#8221; bebernya.</p>



<p>Pemuda asal Pasuruan tersebut juga menceritakan, awal mula dirinya akhirnya ketemu dengan warga, pada Rabu (23/03/2022) pagi lalu. Dirinya yang setengah sadar, tiba-tiba mendengar suara seperti orang sedang berbincang-bincang. &#8220;Masih di hutan, Rabu pagi saat itu saya dengar orang ngobrol dan saya lihat daun-daun bergerak. Saya pastikan dahulu itu suara manusia, baru kemudian setelahnya saya berteriak minta tolong. Pertama, tidak digubris, tapi yang kedua ada jawaban dan saya disuruh naik dengan dibantu oleh warga,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendaki Kawah Ijen Ditemukan di Jurang Kedalaman 25 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/pendaki-kawah-ijen-ditemukan-di-jurang-kedalaman-25-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2022 13:13:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kawah ijen]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168725</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Setelah sempat dinyatakan hilang saat mendaki ke Kawah Ijen, Gafila Dabi Ardriani (19) warga Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (08/05/2022) tadi. Korban ditemukan di jurang dengan kedalamam 25 meter dari jalan menuju Kawah Ijen. &#8220;Setelah ditemukan titiknya, tim gabungan turun untuk melakukan evakuasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Setelah sempat dinyatakan hilang saat mendaki ke Kawah Ijen, Gafila Dabi Ardriani (19) warga Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (08/05/2022) tadi.</p>



<p>Korban ditemukan di jurang dengan kedalamam 25 meter dari jalan menuju Kawah Ijen. &#8220;Setelah ditemukan titiknya, tim gabungan turun untuk melakukan evakuasi korban menggunakan troli penambang belerang,&#8221; ujar Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko.</p>



<p>Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sempol untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. &#8220;Korban pada saat ditemukan dalam kondisi lemas. Tidak ada  patah tulang atau luka-luka berat. Kondisinya lemas karena sudah tidak makan sejak hilang,&#8221; jelasnnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
</ul>


<p>Proses pencarian melibatkan tim dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Sar TWA Gunung Ijen, serta masyarakat sekitar. &#8220;Tadi pencarian dibagi menjadi empat tim. Jumlah per timnya beragam, dari lima orang sampai ada yang 12 orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diduga sebelum hilang, korban terperosok karena tidak mengetahui medan. &#8220;Karena kejadiannya pada malam hari dan korban bukan orang sini. Jadi tidak tahu medan yang dihadapi sehingga tersesat. Pada saat ditemukan, survivor dalam kondisi duduk menggunakan sarung,&#8221; urainya.</p>



<p>Kapolres mengimbau kepada seluruh wisatawan yang hendak mendaki ke Kawah Ijen, harus mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola. &#8220;Kawah Ijen aman, asal pendakiannya mengikuti aturan dari pemandu wilayah sini. Ya ssal mengikuti aturan pemandu,&#8221; ujarnya. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168725</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terpisah dari Rombongan, Seorang Pendaki Kawah Ijen Dilaporkan Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/terpisah-dari-rombongan-seorang-pendaki-kawah-ijen-dilaporkan-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2022 10:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kawah ijen]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Seorang pendaki dilaporkan hilang di jalur pendakian Kawah Ijen, Minggu (08/05/2022) tadi. Adalah Gafila Dabi Ardriani (19) warga Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, yang dilaporkan hilang kontak sesaat setelah akan turun dari puncak. Hilangnya Dabi di jalur pendakian, diterima petugas dari masyarakat dan keluarga korban. Remaja itu dilaporkan hilang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Seorang pendaki dilaporkan hilang di jalur pendakian Kawah Ijen, Minggu (08/05/2022) tadi. Adalah Gafila Dabi Ardriani (19) warga Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, yang dilaporkan hilang kontak sesaat setelah akan turun dari puncak.</p>



<p>Hilangnya Dabi di jalur pendakian, diterima petugas dari masyarakat dan keluarga korban. Remaja itu dilaporkan hilang, di pos penjagaan di Paltuding Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, langsung menuju TKP.</p>



<p>Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko bersama TNI serta didampingi Kapolsek Sempol, pun tidak ketinggalan meluncur ke Kecamatan Ijen, untuk membantu petugas lainnya mencari korban.</p>



<p>&#8220;Kapolres bersama rombongan menuju ke titik pencarian korban hilang di Kawah Ijen bersama TNI, BPBD dan Basarnas,&#8221; kata Ipda Boby Dwi Siswanto, Kasubbag Humas Polres Bondowoso, Minggu (08/05/2022) pagi.</p>



<p>Diperoleh informasi, Dabi sebetulnya tidak sendirian ketika menuju jalur pendakian TWA Kawah Ijen. Korban bersama rombongan atau sekitar 13 temannya yang lain. Mereka, naik ke Kawah Ijen sekitar jam 02.00, Sabtu (07/05/2022) dini hari.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
</ul>


<p>Sesampai di puncak Kawah Ijen, rombongan kira-kira jam 04.00. Lalu, mereka berpisah dan korban Dabi bersama seorang temannya, yang diketahui bernama Febri Radiansyah (18).</p>



<p>Sekitar jam 05.00, temannya tersebut mengajak korban untuk turun menuju Paltuding. Namun, karena tidak kuat menahan dingin atau baru sekitar 500 meter perjalanan menuju Paltuding, korban mengeluh sakit perut.</p>



<p>Hingga akhirnya, diputuskan temannya tersebut turun untuk mencari bantuan menuju ke Paltuding. Setelah sampai di Paltuding, Febri pun menghubungi korban melalui telepon dan dijawab sudah pulang sampai di rumah.</p>



<p>Jam 09.00, teman korban atau Febri, akhirnya memutuskan untuk pulang ke Dusun Blawan, Desa Kalianyar. Namun, sekitar jam 10.00, Febri dibuat kaget karena orang tua korban, justru mengabarkan bahwa Dabi belum pulang.</p>



<p>Sementara itu, HP korban yang terus dicoba hubungi, masih aktif walau tidak ada jawaban. Keluarga korban didampingi Febri, akhirnya melaporkan pada petugas jaga Paltuding TWA Kawah Ijen. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168716</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
