<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perahu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perahu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Dec 2024 16:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perahu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pj Bupati Pasuruan Dorong Optimalisasi Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari Mangrove Penunggul Park</title>
		<link>https://memontum.com/pj-bupati-pasuruan-dorong-optimalisasi-pondok-kuliner-dan-perahu-wisata-dewi-bahari-mangrove-penunggul-park</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[penunggul]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mendorong pengelola Mangrove Penunggul Park agar terus mengoptimalkan Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari, yang telah resmikan, Jumat (27/12/2024) tadi. Dirinya mentargetkan, ke depan akan menjelma menjadi objek ekowisata andalan. Tidak hanya kebanggaan Kabupaten Pasuruan, melainkan juga skala regional. Ditambahkannya, eksplorasi pengelolaan objek wisata dapat dilakukan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mendorong pengelola Mangrove Penunggul Park agar terus mengoptimalkan Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari, yang telah resmikan, Jumat (27/12/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya mentargetkan, ke depan akan menjelma menjadi objek ekowisata andalan. Tidak hanya kebanggaan Kabupaten Pasuruan, melainkan juga skala regional.</p>



<p>Ditambahkannya, eksplorasi pengelolaan objek wisata dapat dilakukan dengan menyediakan fasilitas tambahan menarik. Diantaranya, menyediakan spot swafoto yang nantinya dapat dimanfaatkan para pengunjung untuk mengabadikan momen berharganya disana bersama keluarga tercinta dan kolega.</p>



<p>&#8220;Titip kepada para penerima manfaat dan Pokdarwis untuk merawat potensi Mangrove. Sehingga bisa mendatangkan wisatawan. Nanti ke depannya, bisa dibuatkan spot-spot foto tematik supaya tampilannya lebih menarik. Terutama untuk anak muda, sehingga menarik untuk dipakai swafoto,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, potensi vegetasi Mangrove di kawasan Desa Penunggul, Kecamatan Nguling sangat berpeluang untuk digali lagi. Sedikitnya, sekitar 20 hektar lagi yang masih dapat dikembangkan. Terlebih dari sekian banyak jenis Mangrove yang ada, masih terdapat 4 jenis yang ditanam disana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Mudah-mudahan jenis Mangrove lainnya bisa ditanam lagi sehingga menambah wawasan dan tempat edukasi kepada anak-anak. Jadi mari kita buat sebagus-bagusnya kawasan Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari Penunggul Mangrove Park ini. Apalagi Kabupaten Pasuruan terdapat banyak mangrove. Artinya, Mangrove menjadi sesuatu yang luar biasa. Tidak hanya meredam CO2 saja, tapi juga akan mendatangkan PAD untuk kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pj Bupati Nurkholis menambahkan, keberadaan Mangrove mendukung sektor pariwisata di kawasan pesisir Kabupaten Pasuruan. Dengan potensi wisata yang dimiliki, sudah barang tentu membutuhkan pengelolaan wisata secara berkelanjutan. Oleh karenanya, dibutuhkan dukungan dari beberapa pihak, khususnya dari para investor.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan dukungan dari DPRD Kabupaten Pasuruan, maka kita buat Hutan Mangrove supaya lebih bagus lagi. Hanya saja memang perlu adanya investor. Karena kemampuan APBD kita terbatas. Sehingga ke depannya dibutuhkan ada intervensi dari penanam modal supaya bisa lebih bagus lagi. Termasuk infrastruktur jalan harus lebih baik lagi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di penghujung arahan singkatnya, Pj Bupati Nurkholis tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI). Juga semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung keberadaan Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari Mangrove Penunggul Park.</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Kelautan Perikanan atas bantuan perahu dan gazebo yang dimanfaatkan untuk Pondok Kuliner dan Perahu Wisata Dewi Bahari. Kami akan bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai instansi dan stakeholders untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Sehingga bisa mewujudkan Desa Penunggul menjadi Desa Wisata Bahari yang akan menjadi icon destinasi wisata bahari di Kabupaten Pasuruan,&#8221; tambahnya. <strong>(pro/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Korban Banjir dengan Perahu Karet, Bupati Jember Pastikan Kebutuhan Dasar Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-korban-banjir-dengan-perahu-karet-bupati-jember-pastikan-kebutuhan-dasar-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[karet,]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217884</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengunjungi Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, atau wilayah yang terendam banjir, Senin (23/12/2024) tadi. Dengan menaiki perahu karet, Bupati Hendy mengunjungi warga yang sedang ditimpa musibah. Kedatangan Bupati Hendy itu, salah satunya untuk memastikan warganya dalam keadaan baik dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Terlihat, beberapa kali Bupati Hendy memberikan dukungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengunjungi Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, atau wilayah yang terendam banjir, Senin (23/12/2024) tadi. Dengan menaiki perahu karet, Bupati Hendy mengunjungi warga yang sedang ditimpa musibah.</p>



<p>Kedatangan Bupati Hendy itu, salah satunya untuk memastikan warganya dalam keadaan baik dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Terlihat, beberapa kali Bupati Hendy memberikan dukungan moril secara langsung kepada warga yang terdampak musibah banjir.</p>



<p>Di samping itu, Bupati Hendy juga mengevaluasi langkah-langkah penanganan banjir yang telah dilakukan. &#8220;Banjir yang terjadi di Kecamatan Tempurejo, itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Mengakibatkan sungai meluap dan merendam pemukiman warga. Banyak rumah yang terendam air. Mari kita doakan agar warga terdampak segera pulih dari musibah ini,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berpesan kepada BPBD Jember dan para relawan kebencanaan, untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri dan warga terdampak bencana ini. Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak dalam menghadapi bencana.</p>



<p>Bupati Hendy menyebut, banjir tahun ini di Kecamatan Tempurejo lebih besar dari banjir yang terjadi pada 3 tahun lalu. Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang ada di Kecamatan Tempurejo. Hal ini, bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.</p>



<p>“Kita akan melakukan upaya perbaikan dan peningkatan infrastruktur agar masyarakat lebih aman dan nyaman. Itu juga sebagai langkah pencegahan agar bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Dihantam Ombak, Dua ABK Asal Sampang dan Pamekasan Hilang di Pantai Muara Tamberu Agung</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-dihantam-ombak-dua-abk-asal-sampang-dan-pamekasan-hilang-di-pantai-muara-tamberu-agung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[dihantam]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[tamberu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Perahu nelayan di Pantai Muara Tamberu Agung, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan terbalik, Rabu (14/03/2024) malam. Bahkan hingga Kamis (14/03/2024) tadi, sebanyak dua Anak Buah Kapal (ABK) belum berhasil ditemukan. Pemilik perahu, Hasin (47), asal Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, menceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Perahu nelayan di Pantai Muara Tamberu Agung, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan terbalik, Rabu (14/03/2024) malam. Bahkan hingga Kamis (14/03/2024) tadi, sebanyak dua Anak Buah Kapal (ABK) belum berhasil ditemukan.</p>



<p>Pemilik perahu, Hasin (47), asal Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, menceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Saat itu, dirinya bersama empat orang temannya, berangkat ke tengah laut untuk menangkap ikan.</p>



<p>&#8220;Setelah menebar jaring pukul 22.30, saya berniat untuk kembali. Namun pada saat hampir di pinggir laut, saya mengarahkan perahu ke sebelah Timur,&#8221; katanya, Kamis (14/3/2024) tadi.</p>



<p>Hasin menambahkan, saat mengarahkan perahu ke sebelah Timur, bersamaan dengan itu muncul ombak besar dari arah Barat daya. Akibatnya, perahu menjadi terhempas dan mengakibatkan terbalik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Seketika itu saya berteriak memanggil-manggil ABK yang lain. Saya sudah tidak menghiraukan perahu. Namun, dari beberapa orang yang saya panggil, hanya satu orang yang menjawab yakni Iyan. Dia kemudian menepi bersama saya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Hasin, beberapa menit kemudian atau tepatnya Kamis l14/03/2024) sekitar pukul 00.15, ABK atas nama Mat Saleh berjalan terhuyung huyung dari arah Timur datang menghampiri. &#8220;Namun, untuk dua ABK atas nama Abduh dan H Alwi, masih belum kunjung ke tepian. Sehingga, saya memperkirakan hilang dan melaporkan kejadian ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemangku Sementara (PS) Kasat Polair Polres Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. &#8220;Benar, bahwa di TKP telah terjadi Laka Laut yang mengakibatkan perahu tenggelam,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, sampai saat ini kedua ABK bernama Abduh (50) warga Alamat Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dan H Alwi (60) alamat Dusun Paddeg, Desa Tlontorajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. &#8220;Kami dibantu beberapa warga masih tetap melakukan pencarian,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Karam Diterjang Ombak, Tiga Nelayan Situbondo Berhasil Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-karam-diterjang-ombak-tiga-nelayan-situbondo-berhasil-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 21:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207542</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT. Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, merupakan nelayan asal Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Dijelaskan Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, bahwa ketiganya berangkat melaut pukul 05.00. Ketiga korban itu, berangkat melaut di Perairan Situbondo menggunakan perahu kayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saat akan kembali pulang, perahu yang berjarak sekitar 700 meter dari bibir pantai, dihantam ombak dari sisi kanan. Kejadian itu, mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan karam. Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi hujan disertai angin kencang dan ombak tinggi,” jelasnya.</p>



<p>Mendengar kabar ada perahu nelayan karam akibat di hantam ombak, paparnya, petugas Satpolairud Polres Situbondo langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi yang dibantu oleh masyarakat Pesisir Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>“Ketiga nelayan itu dapat dievakuasi dan dibawa menuju rumahnya masing-masing, dalam keadaan selamat dan sehat. Sedangkan, nelayan atas nama Sadun, dibawa ke Puskesmas Mangaran untuk dilakukan penanganan medis. Itu karena, korban sempat muntah-muntah karena diduga banyak minum air laut,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207542</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Perpanjang Pencarian Delapan Nelayan Perahu Slerek Mandala di Perairan Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-perpanjang-pencarian-delapan-nelayan-perahu-slerek-mandala-di-perairan-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 10:57:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[mandala]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[slerek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Tim SAR gabungan memperpanjang masa pencarian delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala, yang tenggelam di Perairan Pantai Gayasan, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Adapun delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala tersebut, yaitu Asrofi, Dio Wisnu S, Djuki, Anggur Sutrisno, Ali Rahmat, Suprianto, Didik Irwanto dan Imam Sahroni. Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Blitar</strong> &#8211; Tim SAR gabungan memperpanjang masa pencarian delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala, yang tenggelam di Perairan Pantai Gayasan, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Adapun delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala tersebut, yaitu Asrofi, Dio Wisnu S, Djuki, Anggur Sutrisno, Ali Rahmat, Suprianto, Didik Irwanto dan Imam Sahroni.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, yang juga selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR ini mengatakan, bahwa perpanjangan masa pencarian ini untuk memenuhi permintaan pihak keluarga kedelapan korban. Hal itu disampaikan melalui Kepala Desa Tasikmadu, agar Tim SAR gabungan menambah waktu pencarian delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala.</p>



<p>Hariyadi menambahkan, menjawab permintaan Kades Tasikmadu tersebut, Kantor Pusat Basarnas pun memberikan persetujuan agar operasi SAR terhadap delapan orang nelayan Perahu Slerek Mandala, diperpanjang selama dua hari. &#8220;Pada hari kedelapan pencarian ini, Kamis (14/09/2023) tadi, ada sebanyak dua SRU air yang dikerahkan untuk menyisir dua area pencarian di perairan Pantai Gayasan dengan menggunakan dua perahu jukung nelayan,&#8221; ujarnya, Kamis (14/09/2023) tadi.</p>



<p>Saat penyisiran dilakukan, kedua SRU air tersebut menghadapi kendala cuaca yang tidak bersahabat. Dimana ombak tinggi dan angin yang bertiup cukup kencang. Selain itu, di beberapa wilayah di area pencarian juga turun hujan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memaksimalkan upaya pencarian, lanjut Hariyadi, sebanyak tiga SRU darat dikerahkan untuk melakukan pemantauan di tiga lokasi berbeda. Yaitu di Pantai Gayasan, Pantai Pacar dan Pantai Gladak.</p>



<p>Tim SAR gabungan juga terus berkomunikasi dengan para nelayan, warga dan relawan SAR yang ada di kawasan Pantai Selatan. &#8220;Jika ada yang melihat tanda-tanda keberadaan para korban, agar melaporkannya kepada tim SAR gabungan untuk ditindaklanjuti,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam upaya pencarian 8 orang nelayan tersebut, Tim Operasi Pos SAR Trenggalek yang dikerahkan Kantor SAR Surabaya bekerjasama dengan personel gabungan dari Pos Kamladu Tambakrejo, Satpolairud BKO Polres Blitar dan Polres Trenggalek, Pos TNI AL Tambakrejo dan Prigi, Polres Blitar, BPBD kabupaten Blitar, Polsek Tambakrejo, Koramil Tambakrejo, RESOB, PPN Prigi, Paguyuban Pursain Prigi, ORARI Blitar, Agen Bencana Jatim, nelayan sekitar dan unsur SAR lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini dikabarkan, Tim SAR gabungan masih berupaya mencari keberadaan delapan nelayan tersebut di perairan Pantai Gayasan. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tabrakan Dua Perahu di Pantai Gladak Tulungagung, Empat Korban Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tabrakan-dua-perahu-di-pantai-gladak-tulungagung-empat-korban-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 10:07:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gladak]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[tabrakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan empat korban tenggelam di Pantai Gladak Tulungagung, Rabu (09/08/2023) siang. Saat ditemukan, keempatnya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Perlu diketahui, bahwa sejumlah korban adalah ABK korban dari kecelakaan dua kapal yang bertabrakan akibat terkena ombak saat mencari ikan di Pantai Gladak Tulungagung, Senin (07/08/2023) malam. “Masing-masing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Tulungagung</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan empat korban tenggelam di Pantai Gladak Tulungagung, Rabu (09/08/2023) siang. Saat ditemukan, keempatnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa sejumlah korban adalah ABK korban dari kecelakaan dua kapal yang bertabrakan akibat terkena ombak saat mencari ikan di Pantai Gladak Tulungagung, Senin (07/08/2023) malam. “Masing-masing perahu memuat empat orang ABK,&#8221; ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, M Hariyadi, yang sekaligus menjadi SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR ini.</p>



<p>Pasca terjadinya laka laut ini, dua ABK dari Perahu Exel dan dua ABK dari Perahu Wilwo, berhasil selamat. &#8220;Dimana dua ABK dari masing masing perahu ditemukan dalam keadaan selamat. Sehingga, tim SAR gabungan lakukan pencarian terhadap empat orang lain yang dilaporkan hilang,” ujar Hariyadi.</p>



<p>Data ABK yang ditemukan selamat dari perahu Exel milik Hendy warga Trenggalek yakni Imam dan Rokhim. Sementara dua orang selamat dari perahu Wilwo milik Supar warga Trenggalek adalah Abu Siswoyo dan Aris.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap empat ABK yang tenggelam. Pencarian dilakukan dengan penyisiran laut dan juga daratan di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Pada pencarian hari kedua ini, Yim SAR gabungan menemukan seluruh korban. Dua korban atas nama Hendy Purnomo, ABK Perahu Exel, dan Mukono, ABK Perahu Wilwo, ditemukan sekitar pukul 11.30.</p>



<p>Kurang lebih 1 jam kemudian, korban ketiga ditemukan atas nama Kukuh yang merupakan ABK Perahu Exel. Selanjutnya sekitar pukul 13.20, korban terakhir ditemukan yakni Suparni yang merupakan ABK Perahu Wilwo. “Keempat korban ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi menuju Pantai Prigi untuk diserahkan ke pihak Keluarga Korban,&#8221; terang Hariyadi.</p>



<p>Setelah ditemukannya seluruh korban, tim SAR gabungan menutup operasi SAR hari ini. Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Trenggalek, BPBD Tulungagung, DitPolAir Pos BKO Polres Trenggalek, Syahbandar Pantai Prigi, Pos TNI AL Pantai Popoh Tulungagung, Pos TNI AL Pantai Prigi Trenggalek.</p>



<p>Selanjutnya, juga ada PSDKP Pantai Prigi Trenggalek, paguyupan nelayan, BPBD Trenggalek, Polsek Tanggung Gunung Tulungagung, Koramil Tanggung Gunung Tulungagung, Resob Blitar, Damkar Tulungagung, BP 1303 Trenggalek, Orari Lokal Trenggalek, Rapi Lokal Watulimo, Damkar Kab. Trenggalek, Pemdes Tasikmadu, Dinas Sosial Trenggalek, Dinas Perikanan Trenggalek, Koramil Watulimo, Polsek Watulimo dan nelayan sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Korban Perahu Sampan yang Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-korban-perahu-sampan-yang-tenggelam-di-bengawan-solo-lamongan-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[sampan]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194572</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/07/2023) pagi. Saat ditemukan ketiga korban yakni Zd (17), Rl (17) dan Marco (18), sudah dalam kondisi meninggal. &#8220;Korban Zd ditemukan sekitar pukul 08.05, Rl ditemukan satu jam kemudian dan sedangkan Marco [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/07/2023) pagi. Saat ditemukan ketiga korban yakni Zd (17), Rl (17) dan Marco (18), sudah dalam kondisi meninggal.</p>



<p>&#8220;Korban Zd ditemukan sekitar pukul 08.05, Rl ditemukan satu jam kemudian dan sedangkan Marco ditemukan pukul 09.45. Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, ketiganya sudah dalam konfisi meninggal dunia. Ketiga korban dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Karang Kembang Lamongan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, Muhamad Hariyadi, yang sekaligus menjadi SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Perlu diketahui, bahwa musibah kejadian ini bermula ketika empat remaja asal Kecamatan Babat, mengoperasikan perahu sampan yang sedang sandar di pinggir Sungai Bungawan Solo, Sabtu (29/07/2023). Namun, beberapa saat kemudian, perahu yang dipakai itu mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam.</p>



<p>Satu korban yakni Nn (17), berhasil selamat setelah berhasil berenang ke tepian. Sedangkan ketiga temannya tenggelam. &#8220;Korban yang selamat meminta tolong pada warga setempat, karena tidak melihat keberadaan ketiga temannya,” tambah Hariyadi.</p>



<p>Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian setempat hingga diteruskan ke pihak SAR. Sebanyak 1 tim rescue Basarnas Surabaya dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian bersama tim SAR gabungan setelah mendapatkan laporan tentang tenggelamnya perahu sampan di Sungai Bengawan Solo Lamongan.</p>



<p>Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR terhadap tiga korban tenggelam yang merupakan warga Kecamatan Babat Lamongan, ini ditutup. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Basarnas Surabaya, BPBD Lamongan, BPBD Bojonegoro, BPBD Tuban, Koramil Babat, Polsek Babat, Polairud Lamongan, Polres Lamongan, Damkar Bojonegoro, SAR Surabaya, SAR MTA, SAR Senkom, PMI, MDMC serta masyarakat sekitar. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Terbalik, Dua Orang Tenggelam di Bendungan Karangkates Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-terbalik-dua-orang-tenggelam-di-bendungan-karangkates-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[terbalik,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami kejadian terbalik setelah diterjang angin kencang.</p>



<p>Dari ketiganya, Yudi berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang pencari ikan, Supriono. Namun, naas menimpa kedua temannya yang tenggelam dan masih dalam pencarian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa ketiganya mencari biawak di pinggiran aliran Sungai Brantas sejak pukul 09.00. Sekitar pukul 12.00, mereka tiba di Bendungan Sutami Karangkates. Kemudian, mereka menyeberang bendungan ke arah Kalipare dengan menaiki perahu kayu bermesin (perahu motor tempel) milik Wadri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Awalnya, Yudi sempat menolak. Namun, karena kedua temannya tetap mengajaknya menyebrang, maka mereka pun menyebrang. Saat itu, awalnya perahu yang dinaiki baik-baik saja. Sesampainya di tengah atau berjarak sekitar 100 meter, tiba-tiba angin kencang menerjang sehingga perahu pun terbalik.</p>



<p>Kejadian itu, sontak membuat ketiganya berteriak minta tolong. Seorang pencari ikan yang kebetulan melihat, langsung mencari pelampung dari pohon kelapa untuk berenang dan menolong. Saat itu, Yudi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepian. Sedangkan dua korban lainnya, dilaporkan belum ditemukan. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.</p>



<p>Kapolsek Sumberpucung, AKP Lukman Hudi, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya sekitar pukul 15.03, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya juga masih berkonsentrasi dan fokus dalam pencarian para korban.  &#8220;Betul. Saat ini masih dalam proses pencarian,&#8221; ungkap AKP Lukman Hudi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Meregang Nyawa dan Dua Selamat saat Perahu Pemancing di Situbondo Diterjang Gelombang</title>
		<link>https://memontum.com/satu-meregang-nyawa-dan-dua-selamat-saat-perahu-pemancing-di-situbondo-diterjang-gelombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 13:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Diterjang Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Meregang Nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170496</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemancing bernama Wahyu (32) warga Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Kamis (09/06/2022) tadi, meregang nyawa setelah perahu yang dinaikinya diterjang gelombang laut. Sementara dua rekannya, Dani (34) dan Hendrik Yulianto, berhasil selamat, dengan memegang styrofoam atau tempat ikan yang digunakannya sebagai pelampung saat perahunya tenggelam. Insiden tenggelamnya perahu pemancing itu, terjadi sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemancing bernama Wahyu (32) warga Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Kamis (09/06/2022) tadi, meregang nyawa setelah perahu yang dinaikinya diterjang gelombang laut. Sementara dua rekannya, Dani (34) dan Hendrik Yulianto, berhasil selamat, dengan memegang styrofoam atau tempat ikan yang digunakannya sebagai pelampung saat perahunya tenggelam.</p>



<p>Insiden tenggelamnya perahu pemancing itu, terjadi sekitar pukul 06.00, saat ketiga warga itu menaiki perahu untuk memancing ikan di laut. Namun saat sedang asyik memancing, tiba tiba perahu yang dinaikinya oleng setelah diterjang gelombang besar.</p>



<p>Akibat hilang keseimbangan, perahu fiber langsung terbalik dan tenggelam ke dasar laut. Beruntung, selang beberapa menit kedua korban berhasil diselamatkan pemancing yang tengah melintas tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, kedua korban langsung dievakusi ke atas perahu.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Salah seorang pemancing yang menyelematkan korban berusaha berenang untuk mencari keberadaan Wahyu. &#8220;Korban berhasil ditemukan sudah dalam kondisi memgambang, jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi dua rekannya yang berhasil diselamatkan pemancing itu,&#8221; ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.</p>



<p>Berdasarkan keterangan korban selamat, kejadian itu bermula saat mereka duduk di bagian kanan perahu hingga kondisi perahunya miring karena bebannya tidak imbang. &#8220;Jadi saat diterjang gelombang, perahunya yang miring langsung terbalik,&#8221; kata Puriyono</p>



<p>Selanjutnya, para korban dievakuasi ke pinggir pantai dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. &#8220;Dari tiga pemancing itu, satu orang meninggal dan dua selamat,&#8221; ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170496</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
