<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>PJT I &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pjt-i/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Dec 2022 08:56:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>PJT I &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Gandeng Perum Jasa Tirta I untuk Cukupi Kebutuhan Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-gandeng-perum-jasa-tirta-i-untuk-cukupi-kebutuhan-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda Tugu Tirta]]></category>
		<category><![CDATA[PJT I]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180800</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU), mengenai Penyediaan Air Bersih, di Ruang Rapat, Kantor PJT I, Kota Malang, Sabtu (31/12/2022) tadi. Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika hal tersebut tentunya upaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat. Selain itu, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU), mengenai Penyediaan Air Bersih, di Ruang Rapat, Kantor PJT I, Kota Malang, Sabtu (31/12/2022) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika hal tersebut tentunya upaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat. Selain itu, juga untuk menuju kemandirian air baku dan air bersih di Kota Malang.</p>



<p>“Alhamdulillah, kita diberikan penguatan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tugu Tirta Kota Malang. Saya kira, ini merupakan suatu keberanian dan upaya untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat kita,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika pasca kesepakatan bersama tersebut, nantinya akan dilakukan percepatan hal-hal teknis. Seperti yang segera dilakukan, yakni lewat skema Business to Business (B2B) antara Perumda Tugu Tirta dengan Perum Jasa Tirta I.</p>



<p>“Nanti, B2Bnya tergantung bahwa kami sepakat bekerjasama untuk menyiapkan bahwa masyarakat kita ke depan itu akan ada keterjaminan kebutuhan air,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk menuju kemandirian air baku tersebut, paparnya, akan terus dikuatkan. Sebab, hal itu menjadi keinginan Pemkot Malang sejak lama. Sehingga, dirinya berharap agar kedepan masalah kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pekalongan-dua-periode-terjaring-ott-kpk">Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/stabilkan-harga-dan-ketersediaan-bahan-pokok-pemkab-lumajang-gelar-pasar-ramadan">Stabilkan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok, Pemkab Lumajang Gelar Pasar Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-banyuwangi-dukung-penuh-pembangunan-spbn-untuk-aktivasi-melaut-nelayan">Bupati Banyuwangi Dukung Penuh Pembangunan SPBN untuk Aktivasi Melaut Nelayan</a></li>
</ul>


<p>“Karena masih ada masyarakat kita yang masih belum teraliri PDAM, maka dengan hal ini kita kuatkan. Nanti juga kita harapkan adanya stimulasi di lain hal. Terus berkembang baik investasi, atau lainnya, dan seterusnya,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, mengatakan jika pengolahan air tersebut nantinya akan memanfaatkan Sungai Bango, yang berada di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Itu dipilih, karena menurutnya kualitas air lebih jernih.</p>



<p>“Kita pilih Sungai Bango, itu karena kualitas airnya lebih jernih. Nanti juga akan kita lakukan di sungai lainnya, seperti Sungai Metro. Untuk penjernihannya, pun lebih murah dan kualitasnya baik. Kita memakai sistem filtrasi dan kualitas airnya nanti sesuai standar permenkes,” ujar Raymond.&nbsp;</p>



<p>Untuk kapasitas Water Treatment Plant itu, yakni sekitar 200 liter perdetik. Namun, untuk targetnya hingga 500 liter perdetik. Hal itu dilakukan, secara bertahap. Kemudian, untuk di tahun 2024 nanti juga akan ditingkatkan sampai 1500, bahkan 2000 liter perdetik.</p>



<p>“Nanti di awal kapasitasnya, 200 liter perdetik. Itu langsung masuk ke sistemnya perumda tugu tirta, untuk mencegah kekurangan air, yang selama ini banyak di rasakan masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Direktur Utama PDAM Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas, mengatakan jika yang menjadi fokus dalam pengaliran dan pemanfaatan WTP tersebut yakni nantinya di daerah Buring, Kota Malang. “Yang menjadi fokus kita di daerah Buring. Karena di situ, yang selama ini memang agak terganggu dengan menurunnya debit air, yang dikeluarkan oleh kabupaten, yang dari Sumber Pitu,” jelasnya.</p>



<p>WTP tersebut, ujarnya, juga sebagai cadangan untuk pemenuhan air dari kebutuhan selama ini. Ketika ada persoalan atau gangguan dan sebagainya WTP dapat dipilih untuk penyimpanan.</p>



<p>“Ketika ada persoalan, gangguan dan sebagainya. Kita masih punya saving. Nah sementara saat ini kita ndak punya. Ada pelanggan 175 ribu, tapi yang kita sediakan airnya cuma sekitar 158 ribu. Ini hanya untuk semacam cadangan dari kebutuhan selama ini,” imbuh Muhlas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180800</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Obyek Wisata Selorejo Kembali Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/obyek-wisata-selorejo-kembali-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2020 07:55:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Perum Jasa Tirta I]]></category>
		<category><![CDATA[PJT I]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Selorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128032</guid>

					<description><![CDATA[Lima Bulan &#8216;Mati Suri&#8217; Sejak Covid 19 Memontum Malang &#8211; Setelah lima bulan lamanya &#8216;mati suri&#8217; akibat pandemi Covid-19, obyek Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, akhirnya kembali dibuka untuk umum. Pembukaan tersebut, akan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat dan juga pemberlakuan pembatasan jumlah wisatanya. &#8220;Kita sudah uji coba, buka pada bulan September [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Lima Bulan &#8216;Mati Suri&#8217; Sejak Covid 19</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Setelah lima bulan lamanya &#8216;mati suri&#8217; akibat pandemi Covid-19, obyek Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, akhirnya kembali dibuka untuk umum.</p>
<p>Pembukaan tersebut, akan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat dan juga pemberlakuan pembatasan jumlah wisatanya.</p>
<p>&#8220;Kita sudah uji coba, buka pada bulan September lalu. Dan akhirnya, sekarang resmi akan kembali dibuka. Peraturan standart protokol kesehatannya bagaimana, pengunjung diharapkan bisa mengikuti dan mentaati dengan baik,&#8221; ujar Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya, Minggu (22/11).</p>
<p>Obyek wisata tersebut, dikelola langsung oleh Perum Jasa Tirta I (PJT I) yang dalam hal ini juga menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB). Harapannya, dengan telah dibuka kembali, harapannya sektor wisata utamanya Selorejo, bisa kembali bangkit.</p>
<p>&#8220;Selama mati suri itu, kita sama sekali tidak ada pendapatan. Kami harap, sekarang setelah dibuka bisa menaikan intensitas masyarakat untuk berkunjung kesini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, tambahnya, masyakarat lebih memilih berkunjung ke tempat wisata tanpa menginap. &#8220;Untuk pengunjung wisata mulai pulih. Tetapi untuk hotel dan villa, masih belum normal. Dari situ kita adakan juga promo-promo yang menarik perhatian para pengunjung wisata. Seperti paket camping, paket perahu hingga paket sekolah berkuda,&#8221; ujarnya.<strong> (riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128032</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
