<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek panggul &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-panggul/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2021 12:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek panggul &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usai Terjatuh dan Alami Pusing, Pelaku Pembacokan Ayah Kandung di Trenggalek Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/usai-terjatuh-dan-alami-pusing-pelaku-pembacokan-ayah-kandung-di-trenggalek-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 12:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[polsek panggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pelaku pembacokan ayah kandung di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pelaku yakni Fera Setyadi (27) sempat terjatuh hingga mengalami sakit kepala (pusing). Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Tatar Hernawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. &#8220;Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-trenggalek">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Pelaku pembacokan ayah kandung di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek meninggal dunia.</p>



<p>Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pelaku yakni Fera Setyadi (27) sempat terjatuh hingga mengalami sakit kepala (pusing).</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Tatar Hernawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. </p>



<p>&#8220;Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr Soedomo Trenggalek,&#8221; ungkap Tatar, Senin (01/03/2021) sore.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/134714-cekcok-saat-sahur-seorang-anak-di-trenggalek-tega-bacok-bapak-sendiri">Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri</a></strong></p>



<p>Dijelaskan Tatar, pelaku Fera sempat menjalani tes kesehatan jiwa serta observasi di RSUD dr Soedomo selama 14 hari.</p>



<p>Hingga akhirnya, yang bersangkutan ditahan di Polres Trenggalek Minggu (28/02) atau sehari sebelum meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Kronologinya, usai sholat subuh pelaku Fera terjatuh. Setelah ditolong rekannya, ia dilaporkan ke petugas piket dan mengeluh sakit kepala,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kemudian, lanjut Tatar, petugas piket memanggil tim kesehatan Polres Trenggalek untuk memeriksa pelaku Fera.</p>



<p>Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, akhirnya petugas membawanya ke RSUD dr Soedomo Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Di RSUD dr Soedomo Trenggalek itu, yang bersangkutan masuk ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Akan tetapi, selang 1 jam kemudian yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,&#8221; kata Tatar.</p>



<p>Atas kematian pelaku Fera, petugas sudah melakukan visum luar, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.</p>



<p>&#8220;Hanya dilakukan visum luar, dan tidak melakukan autopsi. Karena pihak keluarga menolak untuk itu, dan menerima dengan ikhlas kematian Fera,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fera Setyadi ditangkap pihak kepolisian lantaran melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri.</p>



<p>Kejadian tersebut terjadi didepan rumahnya, di Desa Kertosono Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Aksi pembunuhan dengan menggunakan sabit itu berawal saat pelaku hendak makan sahur. Dan merasa sayur yang dimasak ibunya keasinan.</p>



<p><strong>Selebihnya Kabupaten Trenggalek, <a href="https://trenggalek.memontum.com/"><em>KLIK DISINI…</em></a></strong></p>



<p>Pelaku menilai ibunya hendak meracuninya dengan menyuguhkan sayur yang asin rasanya. Saat itu, korban yakni ayah pelaku berusaha membela istrinya. Sampai akhirnya, perang mulut antara pelaku dan korban terjadi hingga berakhir pembunuhan.</p>



<p>Kematian korban saat itu, karena mendapat serangan senjata tajam berupa sabit yang dilayangkan di kepala korban. Dan korban pun meninggal dunia karena mengalami luka parah.<strong> (mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri</title>
		<link>https://memontum.com/cekcok-saat-sahur-seorang-anak-di-trenggalek-tega-bacok-bapak-sendiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2021 08:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[polsek panggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134714</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Lantaran terlibat perselisihan saat makan sahur, seorang anak di Kota Keripik Tempe tega habisi nyawa ayah kandungnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala hingga merenggut nyawanya. Baca: Usai Kabur Bawa Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas di Ladang Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang tak lain adalah Wahib [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-trenggalek">Memontum Trenggalek</a> </strong>&#8211; Lantaran terlibat perselisihan saat makan sahur, seorang anak di Kota Keripik Tempe tega habisi nyawa ayah kandungnya.</p>



<p>Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala hingga merenggut nyawanya.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134627-usai-kabur-bawa-istri-orang-pria-tulungagung-ditemukan-tewas-di-ladang">Usai Kabur Bawa Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas di Ladang</a></strong></p>



<p>Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang tak lain adalah Wahib (52) meninggal dunia (terbunuh) oleh anaknya sendiri yakni Feri Setyadi (27) di jalan depan rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kertosono Kecamatan Panggul.</p>



<p>&#8220;Kejadian itu terjadi pada Senin 15 Februari pagi, sekitar pukul 03.00 WIB. Berawal saat pelaku hendak makan sahur. Namun saat memakan sayur yang dimasak ibunya, ia merasa sayur itu keasinan. Dan menuding jika ibunya hendak meracuninya,&#8221; ungkap Kapolsek Panggul AKP Budi Hartoyo saat dikonfirmasi, Senin (15/02/2021) siang.</p>



<p>Tak tinggal diam, melihat pelaku terus menyalahkan ibunya, korban melakukan pembelaan kepada sang istri. Disitulah, cekcok antara pelaku dan korban dimulai.</p>



<p>&#8220;Setelah terjadi perselisihan, korban sempat menjemput salah seorang warga untuk diajak kerumahnya. Sementara menunggu korban datang, pelaku tampak mondar &#8211; mandir dan menggerutu sambil membawa celurit, palu dan pisau,&#8221; terangnya.</p>



<p>Melihat korban lewat didepan rumah, pelaku langsung memukul dan membacok kepala korban dengan sabit.</p>



<p>Salah seorang yang melihat kejadian itu terlihat melerai keduanya, berharap perselisihan itu bisa diakhiri. Akan tetapi, orang tersebut juga hampir mendapat serangan dari pelaku.</p>



<p>&#8220;Karena merasa takut, orang tersebut lari dan meninggalkan korban juga pelaku,&#8221; kata Budi.</p>



<p>Masih terang Kapolsek, akibat pembacokan itu korban roboh dengan luka serius di bagian kepala.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134604-modus-gandakan-uang-pakai-gentong-pria-asal-malang-diringkus-polisi">Modus Gandakan Uang Pakai Gentong, Pria Asal Malang Diringkus Polisi</a></strong></p>



<p>Usai menghabisi nyawa ayahnya, pelaku langsung bersembunyi di dalam rumah. Hingga pada akhirnya jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengamankan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>



<p>&#8220;Untuk jenazah korban, saat ini masih dilakukan otopsi di RSUD dr Soedomo Trenggalek,&#8221; pungkasnya. <strong>(mil/syn)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134714</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
