<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Postingan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/postingan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Oct 2023 10:09:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Postingan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanggapan Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong terkait Viralnya Postingan Foto Habib Alex</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapan-pengasuh-ponpes-zainul-hasan-genggong-terkait-viralnya-postingan-foto-habib-alex</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[genggong]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapan]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[viralnya]]></category>
		<category><![CDATA[zainul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199409</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Viralnya postingan foto Habib Muhammad Alex atau yang akrab disapa Habib Alex di media sosial (Medsos), menuai tanggapan salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri Romly. Permintaan foto Habib Muhammad Alex agar diviralkan, menurutnya adalah perilaku yang sudah lumrah. Terlebih lagi, Habib Alex juga merupakan keturunan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Viralnya postingan foto Habib Muhammad Alex atau yang akrab disapa Habib Alex di media sosial (Medsos), menuai tanggapan salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri Romly.</p>



<p>Permintaan foto Habib Muhammad Alex agar diviralkan, menurutnya adalah perilaku yang sudah lumrah. Terlebih lagi, Habib Alex juga merupakan keturunan dari waliyullah, yang terkenal dengan dimakbulkan doa dan ucapannya.</p>



<p>&#8220;Beliau (Habib Alex, red) adalah keluarga pesantren di Desa Brani. Beliau juga keturunan wali dan memang dikenal dengan doa-doanya yang dianggap makbul,&#8221; kata Gus Haris, Sabtu (07/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, tambahnya, Habib Alex yang terkenal dengan membagi-bagikan uangnya kepada warga, juga sudah tidak asing bagi masyarakat Probolinggo. Selain itu, perilaku nyeleneh serta ucapan dan doanya yang dianggap mempunyai isyarat tertentu.</p>



<p>&#8220;Tentunya, menyikapi hal begini perlu kiranya kita semua belajar untuk husnudzon (berprasangka baik). Bagi yang percaya, silahkan dan yang tidak pun boleh. Berpositif saja tidak perlu disikapi berlebihan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Habib Alex sendiri memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat probolinggo, sehingga tidak butuh waktu lama, foto Habib Alex banyak diposting warganet di beberapa Medsos. Habib Alex sendiri, juga kemudian mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memposting fotonya lewat video berdurasi sekitar 22 detik dan diteruskan warganet melalui postingan Story di beberapa Medsos.</p>



<p>&#8220;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih kepada semua yang mengupload foto saya. Mudah-mudahan mendapat barokah. Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh,&#8221; ucapnya dalam video yang beredar di media sosial. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199409</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Oknum Kades di Trenggalek Dilurug Seniman Lintas Wilayah Gara-gara Postingan Tak Pantas</title>
		<link>https://memontum.com/oknum-kades-di-trenggalek-dilurug-seniman-lintas-wilayah-gara-gara-postingan-tak-pantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 14:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[oknum kades]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Postingan oknum Kepala Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, menuai kontra di kalangan pelaku seni. Itu karena, dalam postingan tersebut disertai kata &#8211; kata tak pantas yang dinilai melukai profesi seniman di Indonesia. Kepala Desa Depok itu, tak lain adalah Bayu Indra Nurdiansyah. Saat dilurug alias didatangi para pelaku seni antar wilayah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Postingan oknum Kepala Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, menuai kontra di kalangan pelaku seni. Itu karena, dalam postingan tersebut disertai kata &#8211; kata tak pantas yang dinilai melukai profesi seniman di Indonesia.</p>



<p>Kepala Desa Depok itu, tak lain adalah Bayu Indra Nurdiansyah. Saat dilurug alias didatangi para pelaku seni antar wilayah, Bayu mengakui jika perbuatan yang dilakukannya itu tidak pantas.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/plh-bupati-trenggalek-penyampaian-jawaban-pu-fraksi-atas-raperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">Plh Bupati Trenggalek Penyampaian Jawaban PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
</ul>


<p>Dalam postingan yang diunggah di media sosial Facebook (FB), Bayu menyebut jika para pelaku seni terlalu mempersoalkan kebijakan pemerintah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski postingan itu kemudian telah dihapus, namun tangkapan layar postingannya sudah viral dan beredar luas di media sosial lain seperti grub WhatsApp, Instagram dan lain sebagainya.</p>



<p>&#8220;Saya mengakui, jika postingan itu adalah benar saya sendiri yang membuat. Tapi, saya tidak menyangka itu akan direspon para pekerja seni yang ada,&#8221; ucap Bayu seusai melakukan audiensi dengan pelaku seni di Paringgitan Pendopo Trenggalek, Selasa (27/07) tadi.</p>



<p>Seperti yang diketahui, Bupati Trenggalek bersama jajaran sudah memfasilitasi proses tabbayun (audiensi) antar keduanya itu. &#8220;Awalnya, postingan itu ditujukan untuk para seniman yang biasanya bekerja saat hajatan di sekitar saya. Karena ada banyak masyarakat yang bertanya, soal aturan-aturan saat PPKM berlangsung,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Oleh karena itu, dihadapan perwakilan pelaku seni yang hadir, Bayu menyesali perbuatannya dan meminta maaf atas postingan yang tidak mengenakkan para pelaku seni baik di Trenggalek, Jawa Timur maupun di Indonesia.</p>



<p>Sementara itu, salah satu perwakilan seniman asal Ngawi Yudho Bakiak alias Cak Yudho, menyampaikan jika tulisan yang diposting oknum kades ini sangat menciderai pelaku seni se Indonesia.</p>



<p>&#8220;Postingan itu benar-benar melukai teman-teman pelaku seni. Dan sangat tidak pantas untuk diposting di media sosial, karena kata-katanya tidak mendidik sama sekali,&#8221; terang Yudho.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menuntut agar oknum Kades meminta maaf secara terbuka kepada para seniman di seluruh Indonesia. Serta, mempertanggungjawabkan perbuatan.</p>



<p>&#8220;Untuk permintaan maaf yang sudah disampaikan, secara pribadi saya sudah menerima dan memaafkan. Akan tetapi, kami sepakat untuk membawa kasus dugaan hate speech ini ke pihak berwajib. Jadi proses hukum akan tetap berjalan,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149064</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
