<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Psikolog &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/psikolog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Dec 2023 14:53:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Psikolog &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanggapi Peristiwa Bunuh Diri, Psikolog: Pentingnya Kesehatan Mental</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-peristiwa-bunuh-diri-psikolog-pentingnya-kesehatan-mental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mental,]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kabar peristiwa bunuh diri belakangan ini telah menjadi sorotan. Psikolog dan Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Fuji Astutik M.Psi, memberikan pandangannya atas kejadian tersebut. Apalagi, menurutnya itu sesuatu yang bisa mempengaruhi orang lain. Perempuan yang kerap disapa Fuji, itu menyampaikan bahwa kejadian bunuh diri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kabar peristiwa bunuh diri belakangan ini telah menjadi sorotan. Psikolog dan Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Fuji Astutik M.Psi, memberikan pandangannya atas kejadian tersebut. Apalagi, menurutnya itu sesuatu yang bisa mempengaruhi orang lain.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Fuji, itu menyampaikan bahwa kejadian bunuh diri itu bukanlah sesuatu yang baik dan benar untuk dilakukan. Karena mati dengan bunuh diri, bukan penyelesaian masalah. Namun menjadi awal dari munculnya masalah baru.</p>



<p>“Ini harus hati-hati banget. Bagi semua orang, ini bukan sesuatu hal yang baik dan benar untuk dilakukan. Karena menyelesaikan masalah bukan dengan mati, tapi kita memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya,” ungkap Fuji, saat dikonfimasi, Sabtu (16/12/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika diagnosa terhadap individu yang memiliki keinginan untuk bunuh diri harus dilakukan secara menyeluruh, untuk memahami masalah psikologis yang mendasarinya. Apalagi orang yang melakukan hal tersebut merasa bahwa tidak mempunyai penyelesaian masalah dan mengakhiri hidup adalah satu-satunya cara.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau dari sisi permasalahannya apa, bisa karena faktor kepribadian dia, latar belakang keluarga dan pengasuhan, karakteristik tempramen dan kepribadian dia. Bisa juga karena kemampuan dia menyelesaikan masalah atau strategi coping. Orang yang menyelesaikan masalah dengan bunuh diri itu biasanya mereka memiliki strategi penyelesaian masalah yang tidak bagus. Sehingga karena masalah tidak selesai, menumpuk, munculah bunuh diri,” jelasnya.</p>



<p>Apalagi jika seseorang telah melakukan sayatan pada tangan, itu juga dianggap sebagai mekanisme coping yang menunjukkan bahwa seseorang sudah memiliki cara untuk mengakhiri hidup. Namun, Fuji menekankan bahwa setiap perilaku tertentu memiliki motif dan perubahan perilaku seseorang dapat menjadi tanda peringatan.</p>



<p>“Artinya di sini entah secara regulasi emosi tidak bagus, atau mekanisme coping strategi penyelesaian masalahnya tidak bagus. Secara karakteristik kepribadian bisa juga dia tidak bagus, kemudian kemampuan dia menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya juga tidak bagus. Bisa jadi sekompleks itu,” tambahnya.</p>



<p>Diakhir, pihaknya juga mengimbau pada masyarakat agar lebih peduli pada perbaikan mental dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Peristiwa tersebut menurutnya, harus dijadikan pembelajaran agar lebih aware (peduli, red) pada kesehatan mental. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikolog Sebut Kesadaran, Trauma hingga Lingkungan Jadi Faktor Penyebab Bunuh Diri</title>
		<link>https://memontum.com/psikolog-sebut-kesadaran-trauma-hingga-lingkungan-jadi-faktor-penyebab-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan.  Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan. </p>



<p>Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma yang pernah dialami. Seperti perundungan, keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah yang belum berkembang dengan optimal dan karena perasaan rendah diri yang dimiliki begitu kuat.</p>



<p>“Banyak faktor penyebab itu bisa terjadi. Bisa saja dia merasa sendiri, sehingga menganggap bahwa masalahnya terlalu berat dan tidak mampu menyelesaikannya. Kemudian lingkungan sekitar, dirasa sudah tidak mampu lagi untuk membantu dirinya,” jelas Fuji, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (30/05/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkanbya, jika upaya preventif untuk mencegah tindakan seseorang melakukan bunuh diri itu sangat diperlukan. Seperti, melibatkan orang sekelilingnya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.</p>



<p>“Misalnya, dia itu kalau ada masalah selalu menyalahkan dirinya sendiri. Nah, itu bisa dibantu dengan mengajak berbicara secara halus, menjalin komunikasi dengan teman-temannya, bagaimana caranya berteman dengan orang lain, jadi diberikan keterampilan sesuai dengan dirinya sendiri,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, Fuji juga menegaskan, bahwa mengakhiri hidup itu bukan penyelesaian sebuah masalah. Namun, akan menambah luka bagi orang-orang sekitarnya, yang peduli dan mencintai individu tersebut. Sehingga, itu bukanlah sesuatu yang baik.</p>



<p>“Seberat apapun masalah itu kita harus punya pilihan. Dengan masalah yang berat ini saya harus seperti apa, akan ngapain. Nah, saya akan ngapain ini perlu dicari hal-hal yang sifatnya adaptif, baik dan positif. Pada dasarnya, setiap permasalahan itu ada solusinya dan setiap orang yang bermasalah, itu masih punya hak untuk bertahan hidup, dan memilih kehidupan yang seperti apa,” tambahnya.</p>



<p>Sehingga, kesadaran dari dalam diri dan kehendak untuk berubah, dinilai begitu penting dalam mengatasi sebuah masalah. Itu dapat dibangun melalui lingkungan sekitar yang mendukung. Seperti memberikan dukungan emosional, pemahaman, dorongan untuk berubah dan keinginan melakukan perubahan yang positif.</p>



<p>“Harus bertekad untuk menyelesaikan masalahnya, kalau berhasil dan kemudian dia sounding ke orang-orang yang mengalami masalah yang sama bahwa dia berhasil menghadapi masalah itu, malah akan lebih bagus, dia menjadi contoh yang baik dan berguna bagi orang lain. Jadi memang kesadaran dari dalam diri kita, dan kehendak untuk berubah begitu penting. Kalau itu tidak ada, ya susah,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menekankan bahwa lembaga pendidikan, pemerintahan, psikolog dan psikiater perlu adanya kerjasama dalam memberikan sosialiasi kepada remaja di Kota Malang. Sebab, di dalam hidup ini menurutnya yang dihadapi bukan hanya tugas-tugas akademik saja, melainkan juga tugas-tugas kehidupan.</p>



<p>“Jadi bagaimana menghadapi masalah, pengambilan keputusannya, itu perlu digalakkan lagi, terlebih sekarang ini referensi orang bunuh diri diberitakan, jadi semua orang tahu kalau punya masalah berat bunuh diri saja, nah dikhawatirkan nanti akan menjadi trigger (pemicu) bagi orang-orang yang depresi. Jadi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menko PMK Minta Tim Trauma Support Mobility Tidak Berlebihan dalam Penanganan Psikologis Tragedi Kanjuruhan</title>
		<link>https://memontum.com/menko-pmk-minta-tim-trauma-support-mobility-tidak-berlebihan-dalam-penanganan-psikologis-tragedi-kanjuruhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[PMK Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, memberikan pembekalan kepada Tim Trauma Support Mobility di Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (06/10/2022) tadi. Hal tersebut dilakukan, guna untuk memberikan pemulihan kepada para korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Pria yang akrab disapa Muhadjir ini, menyampaikan bahwa dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, memberikan pembekalan kepada Tim Trauma Support Mobility di Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (06/10/2022) tadi.</p>



<p>Hal tersebut dilakukan, guna untuk memberikan pemulihan kepada para korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Pria yang akrab disapa Muhadjir ini, menyampaikan bahwa dalam proses tersebut, nantinya tim psikolog harus berhati-hati dan tidak berlebihan untuk penanganannya.</p>



<p>“Jadi, dalam trauma healing ini untuk perkembangan anak harus hati-hati. Jangan sampai over healing, karena itu juga akan berdampak. Konsekuensinya, ini juga tidak baik dalam perkembangan psikologisnya,” jelas Muhadjir saat memberikan pembekalan.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga berterima kasih terhadap kinerja dan respon cepat dari berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan psikis terhadap korban tragedi. Menurutnya, dampak psikologi yang harus diterima oleh korban, lebih sulit untuk tingkat pemulihannya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>“Kalau cidera fisik, bisa diukur seberapa besar dan tingkat pemulihannya seperti apa. Masalahnya, kalau cidera mental tidak seperti itu. Untuk itu, terima kasih atas respon cepat dari semua jajaran, dalam menangani tragedi yang jumlah korbannya tidak masuk akal ini,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa setelah pembekalan tersebut dilakukan, tim Trauma Support Mobility akan segera bergerak cepat dimulai dari hari ini. “Pagi ini mereka sudah bergerak, tinggal bagaimana merapikan dan memperluas pihak-pihak yang terlibat. Kemudian jangan hanya mereka yang ditetapkan sebagai korban, tetapi mereka yang tidak korban harus ditelisik juga,” lanjutnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga sempat melihat secara langsung bagaimana keluarga yang tidak menonton juga mengalami trauma berat. Sehingga harapannya, selain korban, keluarga korban juga mendapatkan trauma healing.</p>



<p>“Jangan sampai mereka yang tidak nonton juga ada trauma psikologis. Kemarin sudah terbukti banyak sekali, anak-anaknya meninggal, orang tuanya meninggal, mereka trauma,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk layanan tersebut juga disiapkan dengan jemput bola kepada korban, hingga keluarga korban. Untuk saat ini, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, juga berusaha mendata agar bisa mendeteksi siapa saja yang memerlukan trauma healing. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikolog YKMS Bantu Relawan Pendamping RSLKI untuk Pasien Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/psikolog-ykms-bantu-relawan-pendamping-rslki-untuk-pasien-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 12:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146750</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Psikolog dan konselor profesional yang tergabung dalam Yayasan Kreatifitas Membangun Se-Indonesia (YKMS), memberikan bantuan 11 orang psikolog dan dua orang konselor kepada Relawan Pendamping Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI) untuk para pasien Covid-19. Ketua YKMS, yang juga dosen di UINSA Surabaya, Soffy Balgies, menjelaskan bahwa kerjasama ini sebagai wujud kepedulian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Psikolog dan konselor profesional yang tergabung dalam Yayasan Kreatifitas Membangun Se-Indonesia (YKMS), memberikan bantuan 11 orang psikolog dan dua orang konselor kepada Relawan Pendamping Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI) untuk para pasien Covid-19.</p>



<p>Ketua YKMS, yang juga dosen di UINSA Surabaya, Soffy Balgies, menjelaskan bahwa kerjasama ini sebagai wujud kepedulian YKMS untuk bisa berkontribusi terhadap penanganan Covid-19. Khususnya, dalam hal psikologi para penderita Covid-19.</p>



<p><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-pasuruan-bersama-kapolda-jatim-tanam-jagung-serentak">Dukung Swasembada Pangan, Bupati Pasuruan bersama Kapolda Jatim Tanam Jagung Serentak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tekan-balap-liar-kapolres-situbondo-tantang-pemuda-adu-cepat-di-lomba-lari-100-meter">Tekan Balap Liar, Kapolres Situbondo Tantang Pemuda Adu Cepat di Lomba Lari 100 Meter</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, tambahnya, melalui program &#8216;Teman Curhat&#8217; untuk pasien RSLKI akan didampingi para psikolog dan konselor untuk konseling masalah psikis mereka dan menjadi teman curhat online via WA. Konseling tersebut, akan disediakan penjadwalan sehari tiga kali.</p>



<p>&#8220;Kepedulian relawan psikolog dan konselor &#8216;Teman Curhat&#8217; yang digalang YKMS ini, tidak saja berasal dari Surabaya. Tetapi, juga berasal dari jejaring para profesional dari penjuru tanah air, yakni Kupang, Riau, Papua. Ini sebuah kepedulian yang luar biasa atas keprihatinan melihat perkembangan melonjaknya Covid-19 beserta dampaknya di Jawa Timur,&#8221; kata Soffy Rabu (30/06) tadi.</p>



<p>Soffy mengapresiasi, atas apa yang sudah disumbangkan melalui kesediaan waktu disela-sela kesibukannya dari kawan-kawan psikolog dan konselor. Untuk tahap awal program &#8216;Teman Curhat&#8217; Relawan Pendampingan Psikososial bagi Pasien Covid-19 di RSLKI akan dijadwalkan pada 30 Juni sampai 30 Juli 2021, pada pukul 08.00-10.00. Lalu, 13.00 sampai 15.00 dan 19.00 sampai 21.00.</p>



<p>Relawan pendampingan psikologi ini, tambah Soffy, memiliki kemampuan sebagai psikolog dan konselor. Lalu, memiliki sertifikat pelatihan kesehatan mental dan atau penanganan psikososial pada penyintas serta memiliki dasar PFA (psychology first aid).</p>



<p>Tidak hanya itu, beberapa diantaranya memiliki pengalaman sebagai konselor program SEJIWA 119, penanganan trauma healing di daerah kebencanaan, dan terapi untuk anak korban kekerasan seksual. Hingga, sebelum menangani pasien RSLKI, mereka sudah dibekali pemahaman tentang kondisi RSLKI.<br>Sehingga, dalam penanganan pasien RSLKI dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan kondisi yang ada.</p>



<p>Sementara itu, salah satu Relawan Pendamping PPKPC-RSLKI, Sita Pramesthi, mengaku selama ini mengomandani penanganan psikologis pasien, merasa sangat senang dan terbantukan dengan adanya program kerjasama ini.</p>



<p>“Program ini menjawab kebutuhan pasien akan pendampingan secara psikologis yang nantinya dikemas dalam program teman curhat agar pasien bisa mengungkapkan jika ada hal yang mengganjal pikirannya sehingga pasien tidak lagi cemas dan panik. Kondisi pasien yang gelisah bisa mengganggu imunitas sehingga memperlambat proses penyembuhan,&#8221; ungkap Sita.</p>



<p>Sebab, tambahnya, selama ini banyak pasien yang mengalami kendala dan gangguan psikologis pasca terpapar Covid-19. Apalagi, diantara keluarganya ada yang sampai parah atau meninggal. Hingga, penolakan dan stigma dari lingkungan sekitar juga banyak dijumpai. Mereka juga sangat membutuhkan teman curhat, dan juga dampingan psikologis untuk mengurangi beban mereka pada masa penyembuhan.</p>



<p>“Ini merupakan bukti bahwa masih ada masyarakat yang peduli dan ingin berperan aktif dalam upaya mengatasi pandemi,” papar Sita, yang juga relawan yang sudah mendampingi pasien sejak awal pendirinya RS Lapangan Kogawabwilhan II Indrapura.</p>



<p>Hal yang sama juga diungkapkan oleh Penanggung jawab Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI), Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh relawan pendamping PPKPC-RSLKI dengan profesional psikolog dan konselor yang tergabung dalam YKMS melalui program &#8216;Teman Curhat&#8217;.</p>



<p>&#8220;Terobosan seperti ini sangat membantu RSLKI dalam memberikan layanan bagi pasien covid-19. Alhamdullilah , dengan bantuan penanganan psikologis bagi para pasien, ini makin mempercepat proses kesembuhan,&#8221; harap dr Nalendra. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Gandeng Psikolog Atasi Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-gandeng-psikolog-atasi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 09:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115503-bupati-jember-gandeng-psikolog-atasi-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Jember Memontum &#8211; World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat yaitu sehat fisik, psikis, ekonomi dan sosial. Sehingga diperlukan psikolog untuk mendampingi masyarakat akibat pandemi Covid-19 pada segi kejiwaan. Dan para psikolog ini tergabung dalam sebuah Tim dengan nama HIMPSI. HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia. Sebagai organisasi profesi, HIMPSI merupakan wadah berhimpunnya profesional Psikologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember Memontum</strong> &#8211; World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat yaitu sehat fisik, psikis, ekonomi dan sosial. Sehingga diperlukan psikolog untuk mendampingi masyarakat akibat pandemi Covid-19 pada segi kejiwaan. Dan para psikolog ini tergabung dalam sebuah Tim dengan nama HIMPSI.</p>
<p>HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia. Sebagai organisasi profesi, HIMPSI merupakan wadah berhimpunnya profesional Psikologi (Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Doktor Psikologi dan Psikolog).</p>
<p>Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Jember menggelar apel bersama para psikolog, penceramah dan guru ngaji di halaman Mapolres, dihadiri oleh Bupati Faida, MMR, Kapolres, AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si dan Dandim 0824/Jember, Letkol Inf. La Ode M. Nurdin, hari ini, Selasa, 2 Juni 2020.</p>
<p>Dalam sambutannya, Faida mengapresiasi para psikolog di Sekarkijang, di Kabupaten Jember dan sekitarnya, para penceramah dan guru ngaji. Ketiga profesi itu terkait erat dengan faktor kejiwaan masyarakat yang terdampak.</p>
<p>&#8220;Kita tugaskan untuk memberikan terapi healing dan mengajari masyarakat menejemen emosi menghadapi situasi yang memang memerlukan adaptasi lebih,&#8221; kata Faida.</p>
<p>Ketua satgas melengkapi SOP yang ada di kampung tangguh Covid19. &#8220;Gugus Covid Kabupaten menfasilitasi kader kampung Covid ini untuk IT dan layanan online lainnya seperti internet gratis,&#8221; kata Faida.</p>
<p>Sementara itu ketua HIMPSI Sekarkijang, Muhid Alwi mengatakan siap membantu satgas Covid19.</p>
<p>&#8220;Secara teknis kita akan bersama-sama dengan tim satgas dari Kabupaten dan akan ada pembagian tugas sesuai apa yang bisa kita lakukan dibidang psikologi,&#8221; katanya.</p>
<p>Seperti trauma healing kepada masyarakat secara umum maupun kepada mereka yang ditetapkan dengan status ODR, ODP dan PDP.</p>
<p>Dijelaskan oleh Muhid, di setiap lokasi kampung tangguh akan ada 2 sampai 3 orang tenaga psikologi. Di Jember ada 45 orang yang bergabung dengan HIMPSI siap membantu satgas.<strong> (bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115503</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
