<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Puskesmas Jatiroto &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/puskesmas-jatiroto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2020 04:13:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Puskesmas Jatiroto &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Perawat Hajar Dokter di Lumajang, Korban Diperiksa Inspektorat 2 Kali, Proses Hukum Berlanjut</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-perawat-hajar-dokter-di-lumajang-korban-diperiksa-inspektorat-2-kali-proses-hukum-berlanjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2020 04:13:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=112278</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kasus pemukulan oleh oknum perawat pada dokter di Puskesmas Jatiroto Lumajang Jawa Timur masih terus bergulir. Kamis (16/4/2020) siang, korban dr SL dipanggil Inspektorat. Pada awak media usai diperiksa inspektorat dr SL mengatakan bahwa dirinya memenuhi panggilan inspektorat untuk yang kedua kalinya. Ini terkait kronologi penganiayaan, pemukulan terhadap dirinya oleh salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan oleh oknum perawat pada dokter di Puskesmas Jatiroto Lumajang Jawa Timur masih terus bergulir. Kamis (16/4/2020) siang, korban dr SL dipanggil Inspektorat. Pada awak media usai diperiksa inspektorat dr SL mengatakan bahwa dirinya memenuhi panggilan inspektorat untuk yang kedua kalinya. Ini terkait kronologi penganiayaan, pemukulan terhadap dirinya oleh salah satu oknum perawat inisial Rrk yang terjadi pada bulan maret di Puskesmas Jatiroto waktu ia sedang pelayanan.</p>
<p>&#8220;Ini saya dipanggil untuk yang kedua kalinya, dimintai keterangan terkait kronologi kejadian itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112280" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dr SL juga mengatakan, terkait Kepala Puskesmas (Kapus), dia sudah menyampaikan pada inspektorat bahwa ada saksi mata yang mengatakan waktu dirinya dipukul, saksi memanggil kapus.</p>
<p>&#8220;Ada saksi waktu saya dipukul. Dia memberitahukan pada kapus, tapi bilangnya biarkan. Itu setelah satu minggu kejadian baru bilang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai korban, pihaknya akan menuntut keadilan yang seadil adilnya. Katanya, untuk pemanggilan inspektorat hari ini itu adalah kedinasan, sementara proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>&#8220;Jika untuk terkait inspektorat itu memanggil saya terkait kedinasan. Untuk pelaporan di Polres tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Sejauh ini oknum perawat tersebut sampai sekarang belum meminta maaf secara terbuka. Itu saya sudah bilang sama inspektoratnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, petugas yang memeriksa dari Inspektorat A&#8217;an yang merupakan inspektur pembantu 1. Dia menjelaskan jika kasus ini masih dalam penanganan. Semua saksi-saksi, pelapor dan korban sudah dipanggil, pihaknya tinggal menganalisa dan membuat laporan.</p>
<p>&#8220;Yang bersangkutan itu pelapor ya tetap akan menempuh jalur hukum sehingga kami juga menunggu penyelesaian prosedur hukum. Untuk sangsi nantinya ya sesuai pelanggaran,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://memontum.com/110245-sebelum-aksi-pemukulan-oknum-perawat-lumajang-teror-rumah-dokter-bawa-skd" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sebelum Aksi Pemukulan, Oknum Perawat Lumajang ‘Teror’ Rumah Dokter Bawa SKD</a></li>
<li><a href="https://memontum.com/109974-kapus-jatiroto-lumajang-bantah-ada-oknum-perawat-pukul-dokter-korban-tak-ada-kata-damai" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kapus Jatiroto Lumajang Bantah Ada Oknum Perawat Pukul Dokter, Korban: Tak Ada Kata Damai</a></li>
<li><a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></li>
</ul>
<p>Dijelaskan, kalau untuk sanksi itu ada beberapa kategori, jika absolut sudah di atur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sanksinya nanti, menurutnya, akan dilihat seberapa berdampak pada unit kerja, instansi atau pada Pemerintahan.</p>
<p>&#8220;Sanksi nanti lihat dampak, yaitu berdampak negatif terhadap unit kerja, instansi atau pemerintah. Kalau berdampak negatif ke unit kerja itu sanksinya ringan, kalau ke instansi itu sedang, kalau ke Pemerintah atau negara itu berat. Untuk korban sudah dua kali diperiksa, kalau pelaku pemeriksaaan sudah dianggap cukup,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112278</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Oknum Perawat Dilaporkan Hajar Dokter di Lumajang, Kadinkes: Kalau dr SL Melanjutkan ke Ranah Hukum Itu Haknya</title>
		<link>https://memontum.com/oknum-perawat-dilaporkan-hajar-dokter-di-lumajang-kadinkes-kalau-dr-sl-melanjutkan-ke-ranah-hukum-itu-haknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2020 03:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Kesehatan Lumajang sudah memanggil para pihak terkait kasus dugaan pemukulan oknum perawat (Rrk) pada dr SL Puskesmas Jatiroro yang sudah dilaporkan ke Polres Lumajang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Bayu Wibowo Ignasius pada memontum.com. Kamis (2/4/2020) siang, di kantornya. &#8220;Saya bilang kalau pihak dokter mau melanjutkan kasus ini sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan Lumajang sudah memanggil para pihak terkait kasus dugaan pemukulan oknum perawat (Rrk) pada dr SL Puskesmas Jatiroro yang sudah dilaporkan ke Polres Lumajang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Bayu Wibowo Ignasius pada memontum.com. Kamis (2/4/2020) siang, di kantornya.</p>
<p>&#8220;Saya bilang kalau pihak dokter mau melanjutkan kasus ini sebagai ranah pengaduan ke aparat penegak hukum itu menjadi hak yang bersangkutan, saya tidak menghalangi, namun karena sama-sama staf saya ya kalau bisa saling memaafkanlah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dijelaskan olehnya, jika masalah di Puskesmas Jatiroto mulai dari awal yang bersangkutan (dr. SL) sudah lapor ke dinkes atas kejadian itu kemudian pihaknya menerima segala kejadian yang diceritakan. &#8220;Karena itu ya kami terima laporan, saya minta maaf atas kejadian itu. Yang semestinya tidak perlu terjadi,&#8221; ungkap Bayu.</p>
<p>Setelah memanggil kedua belah pihak, terang Bayu, tindakan dari dinkes, karena itu terkait kewenangannya, adalah memanggil semua pihak yang mengetahui kejadian itu. Namun menurutnya itu tidak ada hubungannya dengan kode etik profesi.</p>
<p><strong>BACA : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></li>
<li><a href="https://memontum.com/110245-sebelum-aksi-pemukulan-oknum-perawat-lumajang-teror-rumah-dokter-bawa-skd" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sebelum Aksi Pemukulan, Oknum Perawat Lumajang ‘Teror’ Rumah Dokter Bawa SKD</a></li>
</ul>
<p>&#8220;Dari sisi kewenangan saya karena ada perselisihan dan ada pengaduan kemudian kami panggil termasuk perawat yang mengetahui kejadian itu, ada dua orang kalau ngak salah, kemudian kapus, terus yang bersangkutan kita panggil diwaktu yang berbeda,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Ndak ada hubungannya dengan kode etik profesi, ini pertengkaran biasa, kalau ada mungkin ada perkataan dan perbuatan tidak menyenangkan, mungkin, tapi tidak ada hubungannya dengan kode etik profesi, kalau dari sangsi kepegawaian ya inspektorat yang menjatuhkan ya,&#8221; jelas Bayu.<strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Aksi Pemukulan, Oknum Perawat Lumajang &#8216;Teror&#8217; Rumah Dokter Bawa SKD</title>
		<link>https://memontum.com/sebelum-aksi-pemukulan-oknum-perawat-lumajang-teror-rumah-dokter-bawa-skd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 11:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[oknum]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Seperti diberitakan sebelumnya kepala puskesmas (Kapus) Jatiroto Lumajang membantah adanya pemukulan yang dilakukan oknum perawat pada dokternya. Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan korban, yakni dr SL, bahwa pemukulan oleh oknum perawat inisial Rrk tersebut dilakukan pada saat dirinya sedang melayani pasien di ruang kerjanya di Puskesmas Jatiroto. Bahkan sang dokter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Seperti diberitakan sebelumnya kepala puskesmas (Kapus) Jatiroto Lumajang membantah adanya pemukulan yang dilakukan oknum perawat pada dokternya.</p>
<p>Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan korban, yakni dr SL, bahwa pemukulan oleh oknum perawat inisial Rrk tersebut dilakukan pada saat dirinya sedang melayani pasien di ruang kerjanya di Puskesmas Jatiroto.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-110247" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bahkan sang dokter menunjukkan fakta jika sebelum ada aksi pemukulan, oknum perawat tersebut malam harinya mendatangi rumahnya dengan membawa beberapa orang laki-laki.</p>
<p>Dua orang dikenali olehnya bahwa mereka anggota satgas keamanan desa Kaliboto Lor kabupaten Lumajang. Sementara rumah dr SL berada di Dusun krajan kidul Desa Yosorati Kabupaten Jember.</p>
<p>&#8220;Sebelum pemukulan itu terjadi, malamnya Rrk mendatangi rumah saya bersama beberapa orang laki-laki. Tapi tidak saya bukakan pintu, ada dua orang yang saya kenali. Sepertinya anggota SKD kaliboto lor dan itu terekam di cctv,&#8221; terang dr SL pada memontum.com, Senin (30/3/2020).</p>
<p>Meski tidak dibukakan pintu, dr SL masih mengangkat telepon dari oknum perawat itu. Dalam percakapan telepon oknum perawat menyuruh sang dokter untuk keluar rumah menemui dirinya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></p>
<p>Tapi karena waktu sudah malam sang dokter menyampaikan jika besok saja bertemu di Puskesmas. Namun, oknum perawat berusaha memaksa bahkan lewat telepon itu dia mengancam sang dokter dan setelah itu pergi meninggalkan rumahnya.</p>
<p>Sementara itu hingga saat ini, oknum Perawat Puskesmas Jariroto (Rrk) Ketika dihubungi lewat telepon hendak dikonfirmasi. Sepertinya belum berkenan.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapus Jatiroto Lumajang Bantah Ada Oknum Perawat Pukul Dokter, Korban: Tak Ada Kata Damai</title>
		<link>https://memontum.com/kapus-jatiroto-lumajang-bantah-ada-oknum-perawat-pukul-dokter-korban-tak-ada-kata-damai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 11:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oknum perawat di Puskesmas Jatiroto Lumajang kepada salah seorang dokter dibantah oleh kepala puskesmas (Kapus) drg HT, menurutnya tidak ada pemukulan yang ada hanya keributan biasa yang berawal dari sang dokter yang menuduh perawat tersebut sebagai provokator menanggapi kebijakannya terkait kebijakan Kabid P2M Dinas Kesehatan Kab Lumajang. &#8220;Semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oknum perawat di Puskesmas Jatiroto Lumajang kepada salah seorang dokter dibantah oleh kepala puskesmas (Kapus) drg HT, menurutnya tidak ada pemukulan yang ada hanya keributan biasa yang berawal dari sang dokter yang menuduh perawat tersebut sebagai provokator menanggapi kebijakannya terkait kebijakan Kabid P2M Dinas Kesehatan Kab Lumajang.</p>
<p>&#8220;Semua berita diatas tidak benar yang benar hanya keributan, Tidak ada pemukulan, tapi keributan memang ada, hal ini diawali dengan komen dokternya menuduh perawat sebagai profokator disaat menanggapi kebijakan saya yang melanjutkan kebijakan kabid P2M Dinas Kesehatan kabupaten lumajang, si perawat yang istrinya drh Rifky dinas di jember, ingin mengklarifikasi tuduhan profokator, ke dokter yang menuduh, tapi tidak ditanggapi dan mengelak, akhirnya ribut. Kebijakan tentang APD yang dipakai ketika mengunjungi ODR,&#8221; ungkapnya via WhatsApp pada wartawan memontum.com. Kamis (26/3/2020) sore.</p>
<p>Dijelaskan, jika dia tahu kejadian tersebut karena ia juga merangkap pada pelayanan poli gigi dan setelah kejadian tersebut dokter serta staf PKM menemui dirinya di Poli gigi. Bahkan kata dia saat berhadapan kala itu tidak ada memar atau luka pada diri sang dokter. Pihaknya juga sudah menasehati untuk tidak membawa persoalan itu kemana-mana. Namun sang dokter menjawab, apa kata orang tuanya.</p>
<p>&#8220;Saat kejadian sy tahu krn sekarang sy merangkap pelayanan di poli gigi krn dokter giginya hanya satu. Setelah kejadian dr shopi dn staf pkm menemui sy di poli gigi menyampaikan kejadian itu, kalau ada pemukulan/penganiayaan pasti ada luka tp ketika menemui sy dn sy berhadaphadapan tdk ada luka stau memar, saya nasehati tdk usah dibawa kemana mana dia hny menjawab apa katanya abanya dn izin melanjutkan pelayanan di bp sy jg melanjutkan pelayanan di poli gigi sedangkan perawatnya melakukan pe di nyeoran, kejadian sy tdk tahu,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></p>
<p>Sementara itu dr SL ditemui memontom.com, Kamis (26/3/2020) malam. Ketika dikonfirmasi langsung hanya menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum pernah mencabut laporan dan tidak pernah membuat pernyataan damai atau kesepakatan damai.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mengklarifikasi masalah perdamaian, dalam hal ini saya masih melanjutkan dan saya belum mencabut laporan saya. Dalam hal ini saya tidak pernah membikin kesepakatan berdamai, dalam hal ini juga saya sebagai pelapor tidak pernah memberikan keterangan berdamai dan saya belum membikin surat kesepakatan perdamaian, selebihnya apabila kurang jelas silahkan hubungi lawyer saya Suto Wijoyo SH,&#8221; jelas dr SL.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109974</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
