<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ranu Klakah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ranu-klakah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2020 05:18:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ranu Klakah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ranu Klakah Danau Surga di Lumajang, Butuh Perhatian</title>
		<link>https://memontum.com/ranu-klakah-danau-surga-di-lumajang-butuh-perhatian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 05:18:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Danau]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Klakah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118988-ranu-klakah-danau-surga-di-lumajang-butuh-perhatian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ranu Klakah merupakan salah satu danau di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tepatnya di Desa Tegal Randu. Danau seluas kurang lebih Dua puluhan hektar itu pemandangannya sangat menarik. Dari pinggir danau kita bisa melihat Gunung Lemongan dan kawasan sekitar danau yang dikelilingi hutan nan asri. Danau itu merupakan danau maar yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ranu Klakah merupakan salah satu danau di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tepatnya di Desa Tegal Randu. Danau seluas kurang lebih Dua puluhan hektar itu pemandangannya sangat menarik. Dari pinggir danau kita bisa melihat Gunung Lemongan dan kawasan sekitar danau yang dikelilingi hutan nan asri.</p>
<p>Danau itu merupakan danau maar yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Di sekitar Ranu Klakah terdapat danau maar lainnya. Seluruhnya ialah maar yang terisi air dan terbentuk karena aktivitas vulkanis Gunung Lemongan. Di Ranu Klakah beragam jenis ikan, seperti mujair, gabus dan ikan lainnya bisa menjadi dayatarik bagi para pemancing mania.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118989" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0033-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0033-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0033-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0033-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0033-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Hermanto, salah seorang pengunjung yang mengaku sering melakukan aktifitas memancing di Ranu Klakah pada wartawan memontum.com Minggu (12/7/2020) pagi. Menceritakan jika dirinya merasa nyaman dan mendapat ketenangan saat memancing di Ranu Klakah.</p>
<p>&#8220;Hampir setiap hari libur saya ke ranu klakah, disini saya mendapatkan ketenangan untuk sejenak menghilangkan rasa jenuh dari aktifitas kerja se hari-hari karena ikannya banyak,&#8221; kata Hermanto.</p>
<p>Menurutnya di Ranu Klakah selain banyak ikan, pemandangannya juga bisa membuat pikiran dan hati bisa merasakan kepuasan tersendiri. Mulai dari pemandangan air danau, persekitaran alamnya nan hijau serta Gunung Lemongan yang terlihat tinggi menjulang membuat hati lapang mengucap syukur akan anugerah Tuhan yang Maha Kuasa.</p>
<p>&#8220;Ranu Klakah anugrah tuhan yang patut kita syukuri, dan kita jaga kelestariannya&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sayangnya, kata Hermanto, air danau ranu klakah makin turun beberapa meter akhir-akhir tahun ini, mungkin penurunan permukaan air ini terjadi karena matinya sejumlah sumber mata air di sekeliling Ranu Klakah. Perlu kesadaran semua pihak agar hutan tetap lestari dan sumber mata air tidak mati.</p>
<p>&#8220;Hutan kita memang tak selebat dulu, itu jelas mempengaruhi sumber mata air,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan, objek wisata di Kabupaten Lumajang sangat banyak dan beragam, banyak pilihannya mulai pegunungan, laut, danau, sungai serta alamnya nan indah semua ada.</p>
<p>&#8220;Lumajang memang kaya pesona, sayangnya anugerah tuhan berbagai kekayaan alam yang ada belum dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah,&#8221; guraunya mengakhiri pembicaraan. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ayo Liburan Ke Segitiga Ranu Lumajang!</title>
		<link>https://memontum.com/ayo-liburan-ke-segitiga-ranu-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2019 11:16:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102759-ayo-liburan-ke-segitiga-ranu-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Musim liburan menjadi momen yang ditunggu banyak orang pastinya dan Jika anda berencana untuk berlibur, ada satu daerah yang memiliki banyak tempat wisata pilihan untuk anda kunjungi mulai dari wisata alam, pegunungan, danau, air terjun, situs budaya nan bersejarah hingga Pantai serta banyak lagi obyek wisata yang dijamin bisa memanjakan mata anda. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Musim liburan menjadi momen yang ditunggu banyak orang pastinya dan Jika anda berencana untuk berlibur, ada satu daerah yang memiliki banyak tempat wisata pilihan untuk anda kunjungi mulai dari wisata alam, pegunungan, danau, air terjun, situs budaya nan bersejarah hingga Pantai serta banyak lagi obyek wisata yang dijamin bisa memanjakan mata anda.</p>
<p>Daerah tersebut adalah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Lumajang merupakan sebuah daerah yang berada dikaki Gunung Semeru, Kabupaten ini memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan serta masih alami.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102761" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0048-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0048-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0048-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0048-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0048-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Salah satunya yaitu Danau Klakah atau masyarakat sekitar menyebutnya Ranu Klakah. Sebuah danau yang terletak di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah. Obyek wisata ini menyuguhkan panorama alam Danau dan Gunung Lemongan untuk daya tarik wisatanya. Letaknya sekitar 10 km di sebelah utara kota Lumajang.</p>
<p>Danau ini berada pada ketinggian 900 meter dari permukaan laut, dengan luas 22 hektare dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian sekitar 1.668 m dari permukaan laut, serta didukung oleh udara sejuk nan segar.</p>
<p>Ranu Klakah oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai tempat budidaya ikan mujair dan ikan nila. Di dekat Ranu Klakah masih ada dua danau lain, yaitu Ranu Bedali dan Ranu Pakis. Karena itu daerah ini dikenal dengan nama segitiga ranu.</p>
<p>Danau ini tempatnya mudah dijangkau dengan berbagai macam kendaraan pribadi, tidak terlalu ramai pemandangannya indah cocok bagi anda sekeluarga.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102760" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0049-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0049-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0049-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0049-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191224-WA0049-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bagi yang hobi memancing ikan, disini sangat nyaman serta pasti bisa memberikan ketenangan untuk sejenak membuat pikiran, perasaan dapat merasakan kepuasan mulai dari pemandangan air danau yang jernih yang didalamnya banyak ikan berseliweran.</p>
<p>Jika anda dari arah Probolinggo, setelah memasuki pintu gerbang Kabupaten Lumajang. Kalau pagi hari anda akan melihat hiruk pikuk masyarakat yang menjajakan hasil bumi mulai dari pisang, alpukat, kelapa muda serta buah mangga dan lainnya di pasar wates wetan kecamatan Ranuyoso. Setelah itu anda akan disuguhi pemandangan yang sama di Pasar Ranuyoso.</p>
<p>Baru setelah itu masuk kecamatan klakah, anda akan melihat sederet penjual berbagai macam buah dari hasil bumi masyarakat sekitar seperti buah nangka, buah durian, rambutan, labu, pete dll. Danau Ranu Klakah berjarak kurang lebih 1km dari Jalan Probolinggo &#8211; Lumajang. Tepat di daerah pasar klakah anda belok kiri menuju tempat yang indah itu.<strong>(adi/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ular Raksasa Mabuk Saat &#8216;Koyo&#8217; di Ranu Klakah Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ular-raksasa-mabuk-saat-koyo-di-ranu-klakah-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 12:02:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Klakah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=88450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Disaat warga tengah berlomba &#8211; lomba menangkapi ikan di Ranu Klakah pada saat &#8216;Koyo&#8217;. Istilah warga setempat lantaran keluarnya gas belerang dari dasar Gunung Lemongan yang membuat ikan-ikan pada mabuk dan naik ke permukaan, tiba &#8211; tiba dikejutkan oleh munculnya ular berukuran besar. Supi&#8217;i (43) warga Dusun Tambak Boyo Desa Klakah Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Disaat warga tengah berlomba &#8211; lomba menangkapi ikan di Ranu Klakah pada saat &#8216;Koyo&#8217;. Istilah warga setempat lantaran keluarnya gas belerang dari dasar Gunung Lemongan yang membuat ikan-ikan pada mabuk dan naik ke permukaan, tiba &#8211; tiba dikejutkan oleh munculnya ular berukuran besar.</p>
<p>Supi&#8217;i (43) warga Dusun Tambak Boyo Desa Klakah Kecamatan Klakah, sang penangkap ular &#8216;raksasa&#8217; tersebut mengatakan pada media ini, kamis (18/7/2019). Saat itu ia bersama anaknya datang ke Ranu untuk turut serta bersama &#8211; sama warga yang lain menangkap ikan.</p>
<div class="video-container"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/ZeGQDswgoJ0" width="100%" height="100%" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></div>
<p>&#8220;Bersama warga yang lain, saya bersama anak saya menjaring ikan di danau, tiba-tiba ada teman yang jaringnya tersangkut sesuatu yang besar, dikira ikan, namun waktu ditarik ternyata se ekor ular besar, sehingga yang lain ikut berlarian,&#8221; terangnya</p>
<p>Tentu saja hal tersebut kata Supi&#8217;i, membuat suasana menjadi tegang dan warga yang berada di lokasi saling berteriak hingga sejumlah orang berhamburan. Setelah itu, ia dibantu teman yang lain dengan menggunakan bambu yang diberi tali pengikat. Menjepit ular tersebut, dan akhirnya berhasil ditangkap.</p>
<p>&#8220;Dibantu warga lain saya berusaha menangkap ular besar tersebut, Setelah ditangkap, saya masukkan karung dan saya bawa pulang. Saya masukkan ke tempat yang aman,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://memontum.com/88315-banjir-ikan-ibu-ibu-serbu-ranu-klakah-lumajang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Banjir Ikan, ibu-ibu ‘Serbu’ Ranu Klakah Lumajang</a></p>
<p>Ular yang berhasil ditangkap tersebut adalah jenis ular piton, diperkirakan, ular tersebut berukuran panjang kurang lebih 7 meter. Dan lebar badan sekira paha orang dewasa. Untuk memastikan, Supi&#8217;i mengaku takut mengeluarkan ular tersebut setelah dimasukkan kedalam sebuah kotak kayu. Ia pun mengaku bingung akan dikenanakan ular tangkapannya itu.</p>
<p>&#8221; Saya juga bingung, tidak tau mau dikemanakan. Besok saya akan bertanya pada yang berpengalaman. Kemungkinan juga ular ini akan saya lepas kembali ke alam&#8221; pungkasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir Ikan, ibu-ibu &#8216;Serbu&#8217; Ranu Klakah Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-ikan-ibu-ibu-serbu-ranu-klakah-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 06:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Klakah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=88315</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ranu Klakah adalah sebuah Danau yang berada di kaki Gunung Lemongan tepatnya berada di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Dalam tiap tahunnya terjadi sebuah fenomena alam yang disebut oleh masyarakat sekitar dengan istilah &#8216;Koyo&#8217;, dimana saat itu ikan yang berada di danau mabuk dan mengapung ke permukaan. Seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ranu Klakah adalah sebuah Danau yang berada di kaki Gunung Lemongan tepatnya berada di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Dalam tiap tahunnya terjadi sebuah fenomena alam yang disebut oleh masyarakat sekitar dengan istilah &#8216;Koyo&#8217;, dimana saat itu ikan yang berada di danau mabuk dan mengapung ke permukaan.</p>
<p>Seperti pada Rabu (17/7/2019). Ranu Klakah dipadati Ribuan pengunjung, utamanya ibu-ibu warga sekitar juga masyarakat dari Lumajang bahkan luar daerah berbondong &#8211; bondong ke Ranu Klakah guna membeli ikan, pasalnya saat fenomena &#8216;koyo&#8217; terjadi harga ikan turun drastis.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88318" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0081-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Ikan yang biasanya di jual dengan harga Rp 35 ribu perkilo bisa turun sampai RP 15 ribu. Sementara udang yang biasa dijual Rp 40 ribu dijual 20 ribu sampai 25 ribu bahkan untuk ikan yang ukuran kecil dijual 5 ribu, hal ini terjadi karena saat fenomena itu terjadi, di Ranu Klakah &#8216; Banjir Ikan &#8216;.</p>
<p>Warga sekitar mempercayai fenomena &#8216;koyo&#8217; ini sebagai peristiwa naiknya belerang yang berada di dasar danau ke permukaan sehingga meracuni ikan yang hidup di danau tersebut, Fenomena ini juga menjadi penanda akan datangnya musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Dulunya fenomena ini sebagai penanda datangnya musim kemarau. Tapi saat ini hujan terkadang juga masih turun, Warna air danau agak berubah keabu-abuan. Bau belerang juga terasa di danau,&#8221; kata Hermanto Warga Klakah.</p>
<p>Masih kata Hermanto, peristiwa semacam ini biasanya berlangsung hingga beberapa hari, pernah kejadian koyo dimana hujan tidak kunjung turun sehingga dampaknya bertahan lama bisa sampai delapan hari. &#8220;Kadang koyo ini bisa sampai delapan hari mas&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Heny warga Tanggul Jember sengaja datang ke ranu klakah untuk melihat fenomena koyo ini juga sekaligus beli ikan, ia mengetahui hal ini dari media sosial.</p>
<p>&#8220;Saya mengetahui dari media sosial lalu saya mengajak teman-teman kesini, untuk melihat langsung sekalian beli ikan mumpung harganya murah&#8221;, terang Heny.</p>
<p>Penjaga Loket Ranu Klakah, Sawir, menceritatan pengunjung Danau kali ini cukup ramai dibanding hari biasa dan menurutnya pada setiap fenomena koyo pengunjung memang selalu ramai, utamanya ibu-ibu yang mau membeli ikan.</p>
<p>&#8220;Kalau pas koyo memang selalu ramai mas, utamanya ibu-ibu yang mau membeli ikan, mumpung harganya murah meriah&#8221; ungkapnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88315</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
