<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rapid tes antigen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rapid-tes-antigen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Jan 2022 13:39:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rapid tes antigen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tidak Mau Ngurus Izin, Dinkes Banyuwangi Tutup Paksa Gerai Rapid Test Antigen di Pelabuhan Ketapang</title>
		<link>https://memontum.com/tidak-mau-ngurus-izin-dinkes-banyuwangi-tutup-paksa-gerai-rapid-test-antigen-di-pelabuhan-ketapang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2022 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[izin]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[rapid antigen]]></category>
		<category><![CDATA[rapid tes antigen]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid Test]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=162413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, bersikap tegas dengan menutup gerai rapid test yang tidak memenuhi standar kelayakan beroperasi yang ada di area Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Rabu (26/01/2022) siang. Sebelum dilakukan penutupan paksa, terlebih dahulu gerai diberi kesempatan untuk mengurus izin atau rekomendasi di Dinkes. Namun, karena batas toleransi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, bersikap tegas dengan menutup gerai rapid test yang tidak memenuhi standar kelayakan beroperasi yang ada di area Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Rabu (26/01/2022) siang.</p>



<p>Sebelum dilakukan penutupan paksa, terlebih dahulu gerai diberi kesempatan untuk mengurus izin atau rekomendasi di Dinkes. Namun, karena batas toleransi yang diberikan Dinkes kepada pemilik gerai rapid test antigen terkesan diremehkan, tindakan tegas dilakukan.</p>



<p>Plt Kadinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan bahwa sebelum pihaknya mengambil tindakan tegas, terlebih dahulu membuat kesepakatan dengan pemilik gerai rapid test antigen yang belum berizin untuk mengurus izin atau rekomendasi ke Dinkes. Ternyata, kesepakatan itu diindakan oleh pemilik gerai rapid test.</p>



<p>Lebih lanjut Amir mengatakan, saat pertemuan dengan pengelola atau pemilik gerai, pihaknya bersama bersama pemilik gerai membuat kesepakatan. Dalam kesepakatan tersebut, isinya pemilik gerai akan memenuhi persyaratan secara sukarela, jika pemilik tidak bisa memenuhi kesepakatan itu akan menutup gerainya secara sukarela.</p>



<p>&#8220;Sebagian ada yang menutup gerainya secara sukarela dan pengelola yang bandel, ya diterbitkan oleh Satpol PP,&#8221; kata Amir Hidayat.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Disepanjang kawasan Pelabuhan Ketapang, terdapat 48 gerai rapid test antigen. Setelah dilakukan penertiban, kini tinggal 20 gerai.</p>



<p>&#8220;20 layanan rapid test yang saat ini beroperasi itu gerai yang beritikad baik, mereka mau memenuhi kelengkapan izin beroperasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Plt Kadinkes Banyuwangi menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi yakni, harus ada toilet, drainase, ruang tunggu, pengelolaan limbah, pencahayaan, tempat yang representatif, hingga peralatan kesehatan dan SDM gerai rapid test antigen yang kompeten. &#8220;Untuk gerai yang sekarang ini buka layanan, gerai yang beritikad baik, dan akan kami terbitkan surat rekomendasi. Gerai yang buka ini nantinya yang akan memberikan layanan rapid test antigen sesuai standar operasional prosedur (SOP),&#8221; paparnya.</p>



<p>Amir Hidayat mengingatkan, kepada pemilik gerai yang saat ditutup dan kedapatan membuka praktik, pihaknya akan menutup kembali. &#8220;Kalau gerai yang saat ini ditutup buka lagi, ya akan kami tutup kembali oleh Satpol PP. Dan Satpol PP akan terus melakukan operasi, tidak hanya kali ini saja,&#8221; tegasnya. <strong>(aar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dapat Program Asimilasi, 37 Napi Lapas Klas 1 Malang Sujud Syukur</title>
		<link>https://memontum.com/dapat-program-asimilasi-37-napi-lapas-klas-1-malang-sujud-syukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 07:34:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[rapid tes antigen]]></category>
		<category><![CDATA[WBP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132325</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 37 warga binaan Lapas Klas 1 Malang/Lowokwaru sujud syukur mendapatkan program asimilasi, Senin (18/01/2021) pagi. Percepatan program asimilasi di rumah ini sesuai dengan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020. Ke 37 warga binaan yang memenuhi syarat, dikeluarkan untuk menjalani asimilasi di rumah. Sebelum melaksanakan program asimilasi, ke 37 WBP (Warga Binaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 37 warga binaan Lapas Klas 1 Malang/Lowokwaru sujud syukur mendapatkan program asimilasi, Senin (18/01/2021) pagi.</p>



<p>Percepatan program asimilasi di rumah ini sesuai dengan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020. Ke 37 warga binaan yang memenuhi syarat, dikeluarkan untuk menjalani asimilasi di rumah.</p>



<p>Sebelum melaksanakan program asimilasi, ke 37 WBP (Warga Binaan Kemasyarakatan) ini dipastikan dalam kondisi sehat. Mereka lolos tracking dan tes rapid antigen.</p>



<p>&#8220;Ada hampir 200 WBP yang telah diusulkan untuk mendapatkan hak integrasi dan asimilasi di rumah. Sebanyak 37 ini mereka telah selesai pemberkasannya dan juga dalam keadaan sehat atau bebas Covid-19,&#8221; ujar Kalapas Klas 1 Malang Anak Agung Gde Krisna.</p>



<p>Tentunya program asimilasi ini membuat WBP merasa bahagia karena bisa berkumpul kembali bersama keluarga di rumah. Mereka pun sujud sykur karena bisa menjalani sisa masa tahanan di rumah. Sujud syukur itu dilakukan saat mereka hendak keluar dari lapas.</p>



<p>&#8220;Setelah teman-teman keluar dari sini, pengawasan berada dibawah Bapas Malang. Maka dari itu ikuti arahan dan aturan Bapas dengan baik. Jangan sampai ada yang melanggar. Karena sewaktu-waktu hak asimilasi di rumah bisa kami cabut bila kami memndapat laporan dari Bapas bahwa teman-teman melanggar aturan,&#8221; ujar Agung saat memberikan arahan.</p>



<p>Tak hanya itu, Kalapas Klas 1 Malang ini juga peduli dengan kesehatan warga binaaanya yang mendapat program asimilasi. Agar selalu menjaga protokol kesehatan saat menjalani asimilasi di rumah.</p>



<p>&#8220;Diluar nanti teman-teman harus sangat berhati-hati karena virus Covid-19 ada dimana-mana. Jaga diri sendiri, disiplin protokol kesehatan. Selalu memekai masker, sering cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Kalau di sini, para petugas selalu siap mengingatkan. Bilamana sakit, poliklinik Lapas siap membantu dan merawat. Namun setelah diluar nanti, teman-teman harus jaga diri masing-masing,&#8221; ujar Agung.</p>



<p>Setelah bebas, 37 WBP ini diserahkan langsung ke Bapas Kelas I Malang demi menyelesaikan administrasi. Para Petugas Kemasyarakatan Bapas nantinya yang akan bertugas memantau perkembangan para warga binaan yang menjalani asimilasi di rumah. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132325</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Covid-19, Probolinggo Berlakukan Hasil Negatif Rapid Antigen hingga Sebar Alat Tes Rapid Antigen</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-covid-19-probolinggo-berlakukan-hasil-negatif-rapid-antigen-hingga-sebar-alat-tes-rapid-antigen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2021 13:15:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil Gending]]></category>
		<category><![CDATA[rapid tes antigen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131328</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Berbagai cara dan inovasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, untuk memutus penyebaran Covid-19. Hanya saja, hasil signifikan pemutusan mata rantai, belum menunjukkan angka yang begitu menggembirakan. Kali ini, Pemkab Probolinggo melalui Kecamatan Gending, melaksanakan rapat koordinasi rencana pelaksanaan testing rapid antigen di Pendopo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/01) tadi. Hadir dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Berbagai cara dan inovasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, untuk memutus penyebaran Covid-19. Hanya saja, hasil signifikan pemutusan mata rantai, belum menunjukkan angka yang begitu menggembirakan.</p>
<p>Kali ini, Pemkab Probolinggo melalui Kecamatan Gending, melaksanakan rapat koordinasi rencana pelaksanaan testing rapid antigen di Pendopo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/01) tadi.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Camat Gending, Rr. Deny Kartikasari, Kapuskesmas Gending, Dr Syaiful Bahri, Batuud Koramil 0820/19 Gending, Pelda Roni, Kapolsek Gending, AKP Ohim, hingga Kepala Desa se Kecamatan Gending, tenaga medis Puskesmas Gending, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Batuud Koramil 0820/19 Gending, mengatakan untuk warga luar Probolinggo, yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Probolinggo, wajib membawa hasil rapid antigen. Apabila tidak bisa menunjukkan hasil rapidnya, maka akan dilakukan rapid di tempat.</p>
<p>Untuk menjangkau seluruh tempat, Kabupaten Probolinggo sudah menyebar sebanyak 15 ribu alat tes rapid antigen. Di antaranya, tiga titik pos perbatasan, yaitu, di Pos Rest Area Tongas, Pos exit tol Leces dan Pos Masjid Bohay Paiton.</p>
<p>Selain itu, alat tes rapid antigen itu juga disebar di puskesmas yang berada di wilayah zona merah. Termasuk salah satunya, di Kecamatan Gending. Jadi, apabila masyarakat ingin bepergian tidak terlalu penting, lebih baik ditunda dulu,</p>
<p>“Semua itu demi kesehatan masyarakat itu sendiri. Tetapi apabila warga tetap ingin bepergian, maka siap siap akan dilaksanan rapid. Jika hasil tes rapid antigen reaktif, maka akan langsung ditindaklanjuti yaitu dengan tes swab dan menjalani karantina di rumah isolasi,&#8221; tegasnya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131328</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
