<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Seni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/seni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Jul 2023 09:00:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Seni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gandeng Panitia Bersih Desa Kurungrejo Ngajuk, Kemenkominfo Diskusi Literasi Pengembangan Seni Budaya di Medsos</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-panitia-bersih-desa-kurungrejo-ngajuk-kemenkominfo-diskusi-literasi-pengembangan-seni-budaya-di-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kurungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[ngajuk]]></category>
		<category><![CDATA[panitia]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194510</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Kebudayaan dan kesenian tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tradisional dan kuno. Hal itu, kontras dengan kemajuan teknologi era digital, yang padahal jika keduanya disatukan, akan menjadi karya inovasi menarik yang saling mendukung dan menguntungkan. Untuk mendorong pengembangan seni budaya tradisional Indonesia di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Kebudayaan dan kesenian tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tradisional dan kuno. Hal itu, kontras dengan kemajuan teknologi era digital, yang padahal jika keduanya disatukan, akan menjadi karya inovasi menarik yang saling mendukung dan menguntungkan.</p>



<p>Untuk mendorong pengembangan seni budaya tradisional Indonesia di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan panitia Bersih Desa Dusun Ngetrep, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Minggu (30/07/2023) besok siang sekitar pukul 12.00 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Pengembangan Budaya dan Seni Indonesia di Media Sosial&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Prasnowo, business enthusiast, Sandra Sabellina, entrepreneur, Wina Aulia Putri Kinanti dan Yuris Sabrina selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Sabtu (29/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, arus kemajuan era globalisasi yang dipacu oleh teknologi informasi dan komunikasi digital, menimbulkan kesan yang saling berlawanan antara budaya dengan kemajuan teknologi. &#8220;Kemajuan teknologi sebagai sebuah hasil inovasi perkembangan kecerdasan manusia mestinya harus ditanggapi dan dimanfaatkan secara baik. Jika tidak, justru akan menimbulkan permasalahan sosial yang akan merambah pada jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang berbudaya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Menurut Kemenkominfo, promosi kebudayaan yang selama ini terbatas pada penggunaan media-media konvensional, seharusnya segera diubah. Keberadaan teknologi informasi dan perkembangannya harus ditanggapi cepat dengan memunculkan terobosan-terobosan baru dalam promosi kebudayaan.</p>



<p>”Penggunaan internet (media sosial) menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan, di samping penggunaan media-media konvensional dalam pertujukan seni maupun kegiatan pertukaran budaya,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Selain itu, maraknya penggunaan media jejaring sosial juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan budaya-budaya nusantara. Apalagi, saat ini pengguna muda mendominasi penggunaan internet di Indonesia, utamanya media jejaring sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Hal ini dapat menjadi kekuatan yang besar untuk peningkatan promosi seni kebudayaan nusantara. Untuk menarik minat pengguna muda, diperlukan kreativitas dan kemasan promosi yang menarik dengan tetap mengedepankan unsur budaya tradisional,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa itu juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni jaranan, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa diharapkan mampu berperan dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di masyarakat.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194510</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Gandeng Katar Blendis Tulungagung Gelar Pengembangan Seni Budaya di Media Digital</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gandeng-katar-blendis-tulungagung-gelar-pengembangan-seni-budaya-di-media-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[blendis]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi digital telah menyusup masuk ke seluruh sendi kehidupan manusia. Bahkan, tidak satupun aspek kehidupan manusia dapat menghindari derasnya serbuan teknologi informasi dan telekomunikasi, termasuk bidang seni dan budaya. Adaptasi bidang seni dan budaya, pun perlu dilakukan agar tidak makin tergilas roda zaman. Menyadari pentingnya adaptasi dan pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Tulungagung</strong> &#8211; Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi digital telah menyusup masuk ke seluruh sendi kehidupan manusia. Bahkan, tidak satupun aspek kehidupan manusia dapat menghindari derasnya serbuan teknologi informasi dan telekomunikasi, termasuk bidang seni dan budaya. Adaptasi bidang seni dan budaya, pun perlu dilakukan agar tidak makin tergilas roda zaman.</p>



<p>Menyadari pentingnya adaptasi dan pengembangan seni dan budaya dengan teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) Desa Blendis akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Blendis, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (25/07/2023) besok malam, pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Pengembangan Budaya dan Seni Indonesia di Media Digital&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, Pelatih Pusdikatcab Tulungagung, Mohamad Subaweh, konsultan IT, Ary Sunaryo dan Ari Utami, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/DaftarTulungagung2507" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/DaftarTulungagung2507</a>. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat telah memudarkan nilai-nilai kultural seni dan budaya Indonesia. Media digital pembawa nilai identitas asing mampu menggeser nilai identitas kultural Indonesia yang sebelumnya dipegang masyarakat dengan sangat kuat.</p>



<p>”Kemajuan teknologi digital membuat nilai-nilai identitas asing dengan mudah dan cepat masuk ke rumah-rumah penduduk melalui transformasi informasi. Sehingga, nilai-nilai identitas kultural Indonesia tampak makin terkikis,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk itu, lanjut Kemenkominfo, agar seni dan budaya Indonesia tetap dapat dipertahankan maka dibutuhkan pengelolaan, pendokumentasian dan penyebarluasan informasi dan pengetahuan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi atau media digital.</p>



<p>”Agar tidak punah, nilai-nilai luhur seni budaya lokal dan nasional harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Dengan cara itu, seni dan budaya dari setiap suku bangsa dapat diwariskan ke setiap generasi agar tetap mempertahankan budaya,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni Wayang Kulit, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa itu, diharapkan mampu berperan dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di masyarakat.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website <a href="http://info.literasidigital.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">info.literasidigital.id</a>. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Batu Meriahkan Gelaran APEKSI Makassar dengan Suguhan UMKM, Wisata hingga Pawai Seni</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-batu-meriahkan-gelaran-apeksi-makassar-dengan-suguhan-umkm-wisata-hingga-pawai-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[suguhan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193051</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVI 2023 yang berlangsung di Makassar, juga diikuti oleh Pemerintah Kota Batu. Dalam pelaksanaan yang dibuka mulai hari hingga Jumat (14/07/2023) mendatang itu, sebanyak tiga stan yang diisi Pemkot dalam arena pameran yang menyuguhkan produk UMKM serta pariwisata yang diantaranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVI 2023 yang berlangsung di Makassar, juga diikuti oleh Pemerintah Kota Batu. Dalam pelaksanaan yang dibuka mulai hari hingga Jumat (14/07/2023) mendatang itu, sebanyak tiga stan yang diisi Pemkot dalam arena pameran yang menyuguhkan produk UMKM serta pariwisata yang diantaranya diwakili Selecta dan JTP Grup.</p>



<p>Bahkan, perwakilan Kecamatan Junrejo, juga tampil pada pawai seni budaya di Rakernas APEKSI Makasar. Di mana, kegiatan tersebut diikuti oleh 88 wali kota dan pemerintah daerah.</p>



<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa dalam Rakernas APEKSI yang diresmikan hari ini, Pemkot Batu turut berpartisipasi mengikuti pameran yang juga diikuti seluruh pemerintah kota di Indonesia. &#8220;Hari ini, Pemerintah Kota Batu mengikuti pameran dalam pelaksanaan APEKSI 2023 yang digelar di Makasar dengan mengisi tiga stan yang disediakan,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (12/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dalam pameran itu, tambahnya, disuguhkan produk unggulan UMKM serta pariwisata yang diwakili oleh Selecta dan JTP Grup. Hal ini, sebagai leading sektor adalah Dinas Perizinan karena yang bergerak dalam investasi.</p>



<p>&#8220;APEKSI di Makasar itu, nantinya akan ditutup pada Jumat (14/07/2023) mendatang. Selain pameran, nanti malam juga digelar pawai seni budaya yang diwakili oleh Kecamatan Junrejo,&#8221; terangnya.</p>



<p>Camat Junrejo, Dian Saraswati, dikonfirmasi terpisah mengatakan untuk seni budaya yang ditampilkan di APEKSI, pihaknya mengambil tema Dewi Sri. Adapun pesertanya, diikuti oleh 40 orang yang terdiri atas 20 orang dari Kecamatan Junrejo ditambah 20 orang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>



<p>&#8220;Di Kecamatan Junrejo memperoleh tugas untuk pawai sini budaya. Di sini, kita membawa batik Dadaprejo dan anggrek juga kerajinan produk desa di Kecamatan Junrejo,&#8221; terangnya.</p>



<p>Mengapa mengambil tema Dewi Sri, tegas Saraswati, karena di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, merupakan sentra penghasil padi terutama produk unggulan padi organik. &#8220;Tentunya, kami berharap dengan pawai seni budaya yang juga menampilkan produk unggulan, bisa mengangkat potensi Kota Batu, terutama Kecamatan Junrejo di hadapan seluruh pemerintah kota seluruh Indonesia,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Sebut Gelaran One Zero Nine Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-sebut-gelaran-one-zero-nine-bakal-pengaruhi-pertumbuhan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[one zero nine]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Panggung kolaborasi penggiat seni Kota Malang, bakal meriahkan gelaran HUT Ke-109 Kota Malang di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (28/05/2023) mendatang. Pelaksanaan itu, dinilai akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Malang. Dalam rilis Malang One Zero Nine, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika dengan diadakan gelaran tersebut, tentu akan melibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Panggung kolaborasi penggiat seni Kota Malang, bakal meriahkan gelaran HUT Ke-109 Kota Malang di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (28/05/2023) mendatang. Pelaksanaan itu, dinilai akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Dalam rilis Malang One Zero Nine, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika dengan diadakan gelaran tersebut, tentu akan melibatkan banyak pihak. Terutama, para pelaku ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan juga para pengunjung yang turut hadir akan memeriahkan.</p>



<p>“Tentu gelaran ini nanti akan melibatkan ribuan pengunjung yang hadir dan perputaran uang itu akan ada. Kalau satu orang bawa uang Rp 50 ribu dan diperkiran pengunjung itu ada 20 ribu orang, maka sudah kelihatan berapa perputarannya. Diperkirakan, tahun ini juga lebih dari itu dan apalagi juga bertepatan dengan Forda 1 Jatim yang tuan rumahnya di Kota Malang, maka perputarannya akan lebih banyak,” jelas Wali Kota Sutiaji, Jumat (26/05/2023) pagi.</p>



<p>Kemudian, tambah Wali Kota, jika nantinya pelaksanaan itu akan melibatkan sebanyak 25 UMKM, yang ada di sekitar Kayutangan Heritage. Yaitu, dengan menyajikan makanan khas Malang, pengrajin khas Malang dan sebagainya.</p>



<p>“Nanti akan melibatkan para UMKM yang ada di sekitar Kayutangan Heritage, terutama juga mereka yang berada di dalam kampung akan mengisi stand dan biaya sewa akan digratiskan. Sehingga, masyarakat bisa menikmati bersama,” lanjutnya.</p>



<p>Baca Juga :</p>





<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu berharap, jika gelaran tersebut nantinya akan populer di kalangan masyarakat. Sehingga, bisa membawa nama baik Kota Malang hingga ke kancah internasional.</p>



<p>“Malang one zero nine ini diusulkan menjadi event nasional karena sudah diapresiasi oleh Kementerian Pariwisata. Melihat yang tahun lalu ke 108 saja sudah takjub. Mudah-mudahan ini bisa booming dan membawa Kota Malang ke kancah Internasional,” ujar Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Salah satu panitia one zero nine, Rockmad Dyan, mengatakan jika gelaran tersebut nantinya akan dimulai dari pagi hingga malam. Untuk konsepnya sendiri, tentu akan berbeda dari tahun lalu di gelaran 108 Kota Malang.</p>



<p>“Kita mulai pagi ada kegiatan sampai malam, nanti di malam hari akan ada acara inti seremonial dari Pak Wali Kota Malang yang akan berkenan untuk membuka. Konsep kita besok panggung di tengah jalan, memanjang 40 meter. Kita semua nanti akan berfokus di tengah jalan raya, makanya kita ijin untuk menutup jalan. Beliau sangat mendukung kegiatan komunitas sampai detik ini,” kata Rockhmad. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189373</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngobrol Nasional Presiden di Mata Seniman, Penggiat Seni Malang Inginkan Sosok Pemimpin Miliki Jiwa Artistik</title>
		<link>https://memontum.com/ngobrol-nasional-presiden-di-mata-seniman-penggiat-seni-malang-inginkan-sosok-pemimpin-miliki-jiwa-artistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185251</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi seorang seniman tidak harus bergulat dengan kanvas dan cat minyak semata. Namun, juga harus bisa menyuarakan aspirasi dalam berpolitik. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang seniman Jupri Abdullah, dalam helatan ‘Ngobrol Nasional Presiden di Mata Seniman,’ di Dewan Kesenian Malang (DKM), Sabtu (18/03/2023) sore. Jupri Abdullah berpendapat, jika sosok presiden [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi seorang seniman tidak harus bergulat dengan kanvas dan cat minyak semata. Namun, juga harus bisa menyuarakan aspirasi dalam berpolitik.</p>



<p>Hal inilah yang dilakukan oleh seorang seniman Jupri Abdullah, dalam helatan ‘Ngobrol Nasional Presiden di Mata Seniman,’ di Dewan Kesenian Malang (DKM), Sabtu (18/03/2023) sore. Jupri Abdullah berpendapat, jika sosok presiden di mata seniman itu harus memiliki jiwa artistik, yang juga melekat dengan dunia seni. Seperti memiliki sifat kesederhanaan dan peduli dengan rakyatnya.</p>



<p>&#8220;Jiwa artistik ini harus dimiliki seorang pemimpin negara. Seperti yang memiliki sikap kesederhanaan, kepedulian, memikirkan masalah kerakyatan, masalah kebudayaan dan tidak selalu birokratis. Terlebih, juga merangkul para penggiat seni,” ujar Jupri.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dikatakannya, jika peran dari seorang seniman dalam negara juga sangat dibutuhkan, karena juga termasuk sebagai pemikir bangsa. Terlebih, menurutnya, seniman menjadi aset dari negara.</p>



<p>“Kalau tidak seniman, tentu kita juga tidak bisa memakai baju, tidak bisa makan dan sebagainya. Seniman sangat dibutuhkan karena termasuk pemikir. Harapan saya, para seniman ini harus terus dilibatkan,” katanya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menginginkan jika ke depan sosok pemimpin negara, bisa memberikan wadah bagi para penggiat seni yang ada di Indonesia. Sebab, menurut Jupri hingga saat ini presiden yang memimpin Indonesia belum bisa menyentuh sosok seniman.</p>



<p>“Di Indonesia seniman itu banyak, sampai berjuta-juta. Namun, belum ada Presiden yang mampu membuatkan wadah untuk menjadi sentra bereskpresi bagi seniman seni rupa. Melalui konteks ngobrol nasional presiden di mata seniman, menurut saya itu hal yang penting,” imbuh Jupri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185251</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peter Wang Tampilkan 36 Karya Seni Fotografi Silang Budaya di Lasem</title>
		<link>https://memontum.com/peter-wang-tampilkan-36-karya-seni-fotografi-silang-budaya-di-lasem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran dua etnis, yakni Jawa dan Tionghoa. &#8220;Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa Kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di Pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah dan sangat eksotik,” ungkap Peter Wang, Selasa (14/02/2023) tadi.</p>



<p>Peter mengaku, jika pihaknya datang ke Kota Lasem di tahun 2005 hingga 2014. Dalam mengabadikan momen tersebut, dirinya tak sendiri, melainkan bersama dengan tim yang terdiri dari delapan orang. Sehingga, banyak sekali jepretan foto yang dihasilkan.</p>



<p>“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Yang kami tampilkan hanya ada 36 foto, karena ni kami kerucutkan hanya di persilangan budayanya saja,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, Peter juga menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran tersebut. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurutnya, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa di sana.</p>



<p>“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” katanya.</p>



<p>Sementara, potret keharmonisan dua suku juga dipamerkan dalam satu foto, yang mana digambarkan dengan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.</p>



<p>“Di sisi kiri itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan tertawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata di sana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui dokumentasi foto tersebut, Peter berharap, agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan Kota Lasem. Selain itu, juga menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang menampilkan sisi keunikan antar dua ragam budaya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jombang Terima Penyerahan Instalasi Seni Kampanye 3M dari Anak Desa Tanjung Wadung</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jombang-terima-penyerahan-instalasi-seni-kampanye-3m-dari-anak-desa-tanjung-wadung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 11:06:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanjung Wadung]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Sebanyak 35 anak dari Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, menyerahkan Instalasi Seni Kampanye 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) di masa Pandemi Covid-19, Minggu (03/10/2021). Penyerahan itu, diberikan langsung kepada Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, di Pendopo Pemkab Jombang.Bupati Jombang dalam.kesempatan itu memberikan dukungannya dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Sebanyak 35 anak dari Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, menyerahkan Instalasi Seni Kampanye 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) di masa Pandemi Covid-19, Minggu (03/10/2021). Penyerahan itu, diberikan langsung kepada Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, di Pendopo Pemkab Jombang.<br>Bupati Jombang dalam.kesempatan itu memberikan dukungannya dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Akatara JSA dan Unicef bersama Pemerintah Kabupaten Jombang, yang menginisiasi kegiatan ini. Sehingga, anak-anak bisa berkolaborasi melalui karya seni dari sampah untuk kampanye 3 M bersama Badala Nusantara Jombang dan Sanggar Hijau Indonesia.<br>Badala Nusantara sendiri, adalah komunitas di Kabupaten Jombang, yang bertujuan untuk membangun ruang belajar alternatif bagi anak. Di komunitas ini, anak-anak didampingi untuk memanfaatkan sampah-sampah plastik untuk diolah menjadi produk permainan anak. Mereka juga diedukasi untuk memproses sampah dan mempelajari permainan tradisional, diajak berkegiatan dialam bebas, seperti di sawah, di bantaran sungai, di kebun dan dibawah rindang pepohonan lahan kosong milik warga.<br>Bupati Jombang menilai, bahwa kegiatan positif ini juga mengkampanyekan 3 M dilingkungan keluarganya. Anak anak menurutnya memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk berekspresi dan berkreasi dibidang seni.<br>Masih menurut bupati, bahwa pendidikan anak yang terbaik dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Oleh karenanya, di Kabupaten Jombang ini, ada sekolah keluarga (Segara Samawa) untuk mendidik para calon orang tua, para calon pengantin.<br>&#8220;Untuk melahirkan generasi yang baik, juga harus di mulai dengan pernikahan yang baik juga,&#8221; terang Bupati Mundjidah Wahab.<br>Masa pandemi Covid-19 ini, tambahnya, adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar blBangsa Indonesia. Baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.<br>&#8220;Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak Indonesia, secara optimal,&#8221; papar Bupati Jombang.<br>Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF di Surabaya, Ermi Ndoen, PhD, juga mengapresiasi positif kegiatan anak-anak Desa Tanjung Wadung Kabuh, yang tetap kreatif berkreasi dibidang seni. Meski pun, saat itu berada di tengah pandemi Covid-19.<br>&#8220;Terlebih lagi, mereka memanfaatkan sampah untuk berkreasi dalam mengkampanyekan 3M,&#8221; ujarnya.<br>Disampaikan Ermi Ndoen, bahwa kegiatan Pemasangan dan Publikasi Seni Instalasi 3M, ini merupakan pembuka dari Road To Child Universal Day yang jatuh pada tanggal 20 November 2021. Dan pihaknya, mengajak anak-anak Jombang khususnya yang ada di Desa Tanjung Wadung Kabuh, untuk turut mengkampanyekan 3 M melalui karya seni mereka yang luar biasa dengan memanfaatkan sampah.<br>&#8220;Ini menjadikan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mampu mengedukasi,&#8221; tuturnya.<br>Untuk itu, Ermi Ndoen berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Akan tetapi, juga diikuti oleh anak anak desa lain yang ada di Kabupaten Jombang.<br>Anak Anak Tanjung Wadung Kecamatan Kabuh pada acara tersebut menampilkan kemampuan mereka dalam Orasi Kampanye 3 M dan melindungi Bumi dari Sampah sebagai bagian dari menuju Hari Anak Dunia 20 November 2021 yang dibawakan oleh Anggi Eka Pratiwi dan Puisi 3 M oleh Alya. Mereka dengan riang gembira dan penuh percaya diri menyampaikan yel yel, serta tepuk Corona bersama tamu undangan yang hadir.<br>Hadir pada acara tersebut, Plh Sekretaris Daerah, Senen, MKP, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ilham Hero Koentjoro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Purnomo, Kepala DPPKB-PPPA, Nur Kamalia, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Miftahul Ulum. <strong>(kom/azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155033</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
