<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sinema Budaya Nusantara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sinema-budaya-nusantara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2022 12:08:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sinema Budaya Nusantara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Situbondo Ethnic Festival Suguhkan Sejumlah Seni Tari dan Budaya Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/situbondo-ethnic-festival-suguhkan-sejumlah-seni-tari-dan-budaya-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2022 11:56:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Budaya Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178901</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Beragam karya seni tari dari berbagai belahan nusantara, mengikuti ajang Situbondo Ethnic Festival, Sabtu (26/11/2022) tadi. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, sukses menyedot animo dan perhatian masyarakat. Kegiatan spektakuler yang dikonsentrasikan di depan Pendopo Kabupaten Situbondo, pun sontak membuat ribuan masyarakat rela berpanas-panasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Beragam karya seni tari dari berbagai belahan nusantara, mengikuti ajang Situbondo Ethnic Festival, Sabtu (26/11/2022) tadi. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, sukses menyedot animo dan perhatian masyarakat.</p>



<p>Kegiatan spektakuler yang dikonsentrasikan di depan Pendopo Kabupaten Situbondo, pun sontak membuat ribuan masyarakat rela berpanas-panasan untuk melihat langsung kreasi seni tari-tarian dari berbagai daerah. Seni tari lokal dari berbagai daerah yang tampil pada ajang Situbondo Ethnik Festival ini, diantaranya tari khas Situbondo Landung, Putri Bambu dan Kencak dari Bali, Tebu Kawin dari Kecamatan Panji, Tari Nyonteng dari Kecamatan Besuki hingga Tari Gamyong dari Jawa Tengah. Termasuk, Tari Bajidor, Rampak Bedana, Tari Sarung Goyor dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Tari Blekok, Tari Rong Tek, Tari Topeng dan tari-tarian lain yang ada belahan nusantara.</p>



<p>Gelaran Situbondo Ethnik Festival ini, juga dipandu oleh artis ibu kota, yakni Bedu dan Daus, sebagai pembawa acara. Kedua pembawa acara ini, juga mendapat perhatian dari ribuan penonton karena penampilannya yang kocak.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan event yang akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. &#8220;Tujuannya, untuk menumbuh kembangkan dan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya lokal Kabupaten Situbondo,” ujar Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-sanusi-bersama-sekda-dampingi-pelaksanaan-pekan-islami-di-33-kecamatan-di-kabupaten-malang">Bupati Sanusi bersama Sekda Dampingi Pelaksanaan Pekan Islami di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/rakor-operasi-ketupat-semeru-2026-masyarakat-lumajang-harus-rayakan-lebaran-dengan-aman-dan-nyaman">Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Masyarakat Lumajang Harus Rayakan Lebaran dengan Aman dan Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-terkait-suap-proyek-bupati-dan-wabup-rejang-lebong-serta-3-asn-terjaring-ott-kpk">Diduga Terkait Suap Proyek, Bupati dan Wabup Rejang Lebong serta 3 ASN Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sidak-relokasi-pasar-gadang-komisi-b-dprd-kota-malang-temukan-ketidaksesuaian-skema-pembangunan">Sidak Relokasi Pasar Gadang, Komisi B DPRD Kota Malang Temukan Ketidaksesuaian Skema Pembangunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-percepat-pembangunan-tps3r-karetan">Pemkab Banyuwangi Percepat Pembangunan TPS3R Karetan</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Situbondo Ethnic Festival Suguhkan Sejumlah Seni Tari dan Budaya Nusantara" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qSqfXn8Na3c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ethnic Festival ini, sambung Bupati Situbondo, merupakan bentuk gabungan budaya dan seni, karena ajang Situbondo Ethnik Festival ini meliputi seni tari, fashion dan karnaval. “Ajang Situbondo Ethnik Festival ini, tidak terpusat di depan pendopo saja. Namun, masyarakat bisa menyaksikan di sepanjang Jalan Diponogoro hingga Jalan Pemuda Situbondo,” jelasnya.</p>



<p>Pria kelahiran Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa ini juga mengatakan, pihaknya berharap event Situbondo Ethnik Festival ini, nantinya bisa menjadi kota tujuan masyarakat dari luar kabupaten. “Alhamdulillah peserta yang mengikuti ajang Situbondo Ethnik Festival datang dari Malang, Pemalang Jawa Tengah, Bali, Kalimantan dan berbagai daerah lain. Semoga ke depan kegiatan ini bisa menjadi daya ungkit prekonomian masyarakat,” jelas Bupati Situbondo.</p>



<p>Lebih lanjut Bung Karna mengatakan, berdasarkan laporan, dengan adanya event ini hotel di Situbondo, menjadi penuh. Sehingga diharapkan, perputaran uang di Kabupaten Situbondo, menjadi lebih banyak. “Semakin banyak perputaran uang di Kabupaten Situbondo, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat dengan baik,” jelasnya.</p>



<p>Bupati Karna juga menjelaskan, bahwa seni tari yang ditonjolkan oleh Kabupaten Situbondo, yakni Tari Landung, tari Khas Kabupaten Situbondo. “Kenapa saat pembukaan ajang Situbondo Ethnik Festival ini menampilkan Tari Landhung, karena Tari Landhung merupakan salah satu tari khas Kabupaten Situbondo,” jelas Bupati Situbondo.</p>



<p>Salah satu penonton, Fanty (24), memberikan apresiasi kegiatan ini. Dirinya juga sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang melaksanakan kegiatan seni budaya tari. Sebab, budaya tari-tarian merupakan tradisi peninggalan leluhur yang harus dijaga kelestariannya.</p>



<p>“Situbondo Ethnik Festival ini bisa dijadikan edukasi bagi generasi muda penerus bangsa. Karena, seni tari dan budaya merupakan warisan dari leluhur kita yang harus di jaga kelestariannya. Di belahan nusantara ini banyak sekali berbagai seni dan budaya yang diwariskan leluhur kita untuk di jaga kelestariannya,” ujar warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, saat menonton pertunjukan seni tari di depan Pendopo Aryo Situbondo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178901</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Perfilman di Malang, Segera Produksi Film Layar Lebar Misteri Gunung Arjuno</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-perfilman-di-malang-segera-produksi-film-layar-lebar-misteri-gunung-arjuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2020 13:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Gunung Arjuno]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Budaya Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130203</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Membangkitkan perfilman di Malang Raya, Sinema Budaya Nusantara mengelar diskusi film pendek di RM Kartangera, Kamis (17/12/2020) siang. Dalam diskusi ini mendorong penggarapan film-film pendek yang bisa diterima oleh masyarakat tidak hanya di Malang Raya saja namun juga dapat diterima di seluruh Indonesia. Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Membangkitkan perfilman di Malang Raya, Sinema Budaya Nusantara mengelar diskusi film pendek di RM Kartangera, Kamis (17/12/2020) siang.</p>
<p>Dalam diskusi ini mendorong penggarapan film-film pendek yang bisa diterima oleh masyarakat tidak hanya di Malang Raya saja namun juga dapat diterima di seluruh Indonesia.</p>
<p>Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang saat ini sedang menggarap film pendek berjudul &#8216;Koncoku Dulurku&#8217; yang sudah memasuki proses pembuatan episode 4.</p>
<p>Produksi film digarap langsung oleh anak jalanan binaan mereka, mulai dari produser, sutradara, hingga kru film.</p>
<p>Film pendek ini mengambil tema sosial yang terjadi saat ini seperti imbas dari pandemi Covid-19 di kehidupan masyarakat.</p>
<p>Seperti halnya dalam episode 1 mengajarkan untuk saling berbagi. Dimana sosok gadis kecil yang diperankan oleh Vita, membelikan ponsel kepada temannya.</p>
<p>Dimana temannya itu tidak memiliki ponsel untuk belajar daring sehingga tidak bisa mengerjakan tugas dari sekolah.</p>
<p>Menghadirkan narasumber pegiat film nasional ternama. Mulai Ade Sabana (Senior Kaifang), Achmad Syaiful (DOP), Harry Soeharyadi (Sutradara).</p>
<p>Lalu, ada Budhi Wibawa (Dosen Perfilman IKJ), Kelvin Nugroho (Editor) hingga Yussy Poerwati (Pemeran Film Cut Nyak Dhien).</p>
<p>Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana mengatakan langkah ini untuk menyemangati anak jalanan. “Agar mereka tetap semangat dan produktif dalam berkarya, khususnya dalam dunia seni peran dan film,” ujar AG Tedja.</p>
<p>Pihaknya yang saat ini sedang menggeluti film pendek akan mengarah ke film layar lebar. &#8220;Saya tidak main-main, untuk menyemangati anak-anak yang nantinya akan didukung oleh artis-artis. Mewadahi semangat rekan-rekan dalam mengeluti seni peran,&#8221; ujar Tedja.</p>
<p>Pihaknya bertekad membangkitkan perfilman di Kota Malang. &#8220;Memunculkan karya-karya diawali dengan keberanian untuk Go Up. Melatih anak-anak untuk menekuni perfilman. Film pendek Koncoku Dulurku semua episodenya kita angkat dari kasus sosial di masyarakat di fase pandemi. Seperti mengangkat pendidikan dan dampak sosial. Nantinya harus ditangani secara profesional,&#8221; ujar Tedja.</p>
<p>Sementara itu sesepuh budayawan Kota Malang, Ki Jati Kusumo dalam waktu dekat pihaknya akan mengarap film layar lebar.</p>
<p>&#8220;Malang ini adalah fundamen start peradaban dunia. Kita sebut peradaban dunia karena di Malang ini banyak hal yang patut ditawarkan ke dunia. Skenario yang saat ini sedang kita garap adalah Misteris Gunung Arjuno. Target kita manusia di dunia ini jangan cepat mati sebelum datang ke wilayah Malang. Target kita layar lebar. Disini mas Ipunk sudah merapat dan mas Tedja mondorong semangat yang luar biasa,&#8221; ujar Ki Jati. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130203</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
