<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Situs Purbakala &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/situs-purbakala/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 May 2021 10:53:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Situs Purbakala &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wisata Desa Kamal Jember, Wisata Desa Batu Purba Era Megalitikum</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-desa-kamal-jember-wisata-desa-batu-purba-era-megalitikum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2021 10:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141742</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Kabupaten Jember banyak ditemukan bebatuan hasil karya manusia purba. Salah satu kawasan yang kaya dengan penemuan bebatuan dengan berbagai bentuk itu adalah Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. Untuk berkunjung ke desa ini, tidaklah sulit. Karena, Desa Kamal berjarak sekitar kurang lebih 15 km dari pusat kota. Desa ini, dapat dicapai dengan mudah oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Kabupaten Jember banyak ditemukan bebatuan hasil karya manusia purba. Salah satu kawasan yang kaya dengan penemuan bebatuan dengan berbagai bentuk itu adalah Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.</p>



<p>Untuk berkunjung ke desa ini, tidaklah sulit. Karena, Desa Kamal berjarak sekitar kurang lebih 15 km dari pusat kota. Desa ini, dapat dicapai dengan mudah oleh semua jenis kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
</ul>


<p>Saat berkunjung ke Desa Kamal, wisatawan dapat melihat bebatuan berupa menhir, peti kubur batu atau sarkofagus, batu kenong (mirip kenong alat musik gamelan jawa), batu lumpang hingga batu kilis. Bahkan, ada dua situs purba di sana, yakni situs Duplang dan Klanceng.</p>



<p>Batu-batu bersejarah itu, awalnya tidak dihiraukan oleh masyarakat. Padahal, dari warisan tak ternilai itu dapat dipelajari bagaimana peradaban manusia, yang hidup di masa ratusan ribu tahun lalu.</p>



<p>Menurut salah satu kuncen atau juru pelihara Situs Klanceng, Wahyudi, di Situs Klanceng ini tidak kurang ada 60 bebatuan bersejarah.</p>



<p>“Semuanya (ada) 59 sampai di balai desa (satu) batu lumpang jadi 60 batu,” kata Wahyudi, saat ditemui di sekitar situs, Minggu (02/05) tadi.</p>



<p>Dahulu, batu-batu peninggalan peradapan purba itu, berserakan di jalan, di sawah dan bisa ditemukan di mana-mana. Bahkan, hingga kini pun masih banyak berserakan di lahan milik warga.</p>



<p>Demi keamanan, sekitar tahun 2000 oleh petugas dari kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB), beberapa buah batu dikumpulkan menjadi satu di tanah milik Wahyudi.</p>



<p>&#8220;Dahulunya aman dibiarkan di insitunya. Ini yang mudah diambil orang dikumpulkan jadi satu,” kata Wahyudi sembari menunjuk kumpulan batu berbentuk kenong.</p>



<p>Kedua situs tersebut selama ini sering dikunjungi oleh sebagian masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa. Sembari belajar mereka juga berwisata. &#8220;Banyak yang kesini terutama pelajar dan mahasiswa,” sebut Wahyudi.</p>



<p>Selain tanahnya ditempati bebatuan pra sejarah, Wahyudi juga mendapat tugas untuk menjaga dan merawatnya.</p>



<p>Kedua situs warisan nenek moyang itu, tambah Wahyudi selama ini seolah belum &#8216;tergali&#8217;. Seperti bebatuan purba itu sendiri, elama ini tidak ada pengelolaan secara profesional sebagai kawasan wisata sejarah dan edukasi.</p>



<p>&#8220;Seharusnya, agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan pemerintah, serta menjadi daya tarik, fasilitas pendukung diberikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wahyudi berharap, Desa Kamal akan dikenal sebagai desa purba dan menjadi salah satu lokasi wisata unggulan milik Kabupaten Jember yang banyak dikunjungi wisatawan.<strong> (rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141742</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bondowoso Sajikan Destinasi Wisata Jejak Ular Purba</title>
		<link>https://memontum.com/bondowoso-sajikan-destinasi-wisata-jejak-ular-purba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 05:06:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cangkring]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak Ular Purba]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[lampetah olar tapa]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132719</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Destinasi wisata lampetah olar tapa (jejak Ular Purba raksasa) di Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, bisa menjadi salah satu jujugan wisata saat berlibur di Bondowoso. Destinasi ini, menyajikan wisata jejak ular purba raksasa yang melingkar, dengan didukung sejumlah gazebo di sekitarnya. Tidak hanya itu, panorama perbukitan yang cukup indah dan memanjang dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Destinasi wisata lampetah olar tapa (jejak Ular Purba raksasa) di Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, bisa menjadi salah satu jujugan wisata saat berlibur di Bondowoso.</p>



<p>Destinasi ini, menyajikan wisata jejak ular purba raksasa yang melingkar, dengan didukung sejumlah gazebo di sekitarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, panorama perbukitan yang cukup indah dan memanjang dari Utara ke Selatan, turut mendukung wisata tersebut. Sehingga, kesejukan alam Bondowoso, pun tersaji di destinasi wisata yang cukup indah.</p>



<p>Menurut legenda, seperti yang disampaikan Kades Cangkring, Ismaryono, bahwa konon dahulu kala ada ular purba raksasa yang sedang melakukan tapa yang cukup lama. Sehingga, bekas pertapaan ular purba raksasa ini membekas sampai saat ini.</p>



<p>&#8220;Menurut cerita orang tua terdahulu yang melegenda, bahwa dulunya ada ular raksasa yang melakukan Tapa Brata yang cukup lama di desa ini. Tapa dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Sehingga, tempat pertapaannya sampai membekas dan membatu,&#8221; kata Ismaryono menceritakan legenda jejak ular purba raksasa, Kamis (21/01) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Ismaryono kepada memontum.com mengatakan, agar objek wisata ini kian menarik, secara pelan-pelan akan terus dipercantik. Sehingga, mampu menjadi daya tarik yang maksimal untuk lokasi jejak ular purba raksasa (lampetah olar tapa).</p>



<p>&#8220;Tempat jejak ular purba raksasa ini memiliki potensi destinasi wisata yang cukup menarik, unik dan khas. Maka dari itu, ke depan akan saya kembangkan menjadi destinasi wisata yang cukup menarik untuk disajikan kepada wisatawan,&#8221; ujarnya. <strong>(dul)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Basara Dorong Desa Pendem Jadi Destinasi Budaya Bangsa, Pasca Temuan Situs Candi Pendem Jayanti</title>
		<link>https://memontum.com/basara-dorong-desa-pendem-jadi-destinasi-budaya-bangsa-pasca-temuan-situs-candi-pendem-jayanti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2020 12:09:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Pendem Jayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pendem]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Bashara kunjungi situs purbakala yang ditemukan di Desa Pendem yaitu situs Candi Pendem Jayanti (Candi Mananjung). Ia berharap temuan ini bisa menjadi awal pembangunan wisata berbasis nilai luhur budaya bangsa yang pernah hidup di era dulu. Menurut politisi Partai PDI Perjuangan ini, temuan ini akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Bashara kunjungi situs purbakala yang ditemukan di Desa Pendem yaitu situs Candi Pendem Jayanti (Candi Mananjung). Ia berharap temuan ini bisa menjadi awal pembangunan wisata berbasis nilai luhur budaya bangsa yang pernah hidup di era dulu.</p>
<p>Menurut politisi Partai PDI Perjuangan ini, temuan ini akan melengkapi data otentik arkeologis bagaimana peradaban bangsa ini terbangun mulai Mataram Kuno, Majapahit, dan lainnya.</p>
<p><div id="attachment_108592" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108592" decoding="async" class="size-full wp-image-108592" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0018-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Basara saat mengunjungi penemuan situs Candi Pendem Jayanti, Minggu (15/3/2020), didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan OPD" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0018-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0018-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0018-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0018-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108592" class="wp-caption-text">Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Basara saat mengunjungi penemuan situs Candi Pendem Jayanti, Minggu (15/3/2020), didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan OPD</p></div></p>
<p>&#8220;Sebab ini tidak boleh dilupakan bangsa sendiri. Dengan temuan situs bersejarah yang membuktikan adanya kerajaan masa lalu adalah bagian dari proses tumbuhnya peradaban bangsa Indonesia,&#8221; kata Bashara.</p>
<p>Untuk itu, ia berjanji akan mengkomunikasikan dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Pendidikan agar bisa menjadi bagian dari pengembangan pariwisata bangsa Indonesia dan bidang pendidikan untuk melengkapi sejarah peradaban.</p>
<p>&#8220;Saya akan komunikasikan dengan Kementerian Pariwisata dan Pendidikan. Temuan ini sangat berarti dan bisa dikembangkan menjadi pariwisata yang berimbas positif pada masyarakat sekitar,&#8221; ucap dia kembali.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, dengan temuan ini membuktikan jika Kota Batu memang dulunya ditempati kerajaan yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Batu bahkan Indonesia.Makanya, pemkot berkomitmen untuk melestarikan temuan ini.</p>
<p>&#8220;Kita harus lestarikan sebagai pengetahuan dan budaya generasi penerus bangsa. Karena tanpa beliau-beliau dulu tidak ada artinya,&#8221; ujar Punjul.</p>
<p>Untuk lahan, Punjul menambahkan jika pemkot bakal bekerjasama dengan Pemdes Pendem untuk pembebasan lahan. Pasalnya lahan tersebut milik warga setempat.</p>
<p>&#8220;Kita bebaskan, pemkot sudah komunikasi dengan pemerintah desa. Luas lahan kurang lebih 1500 meter persegi. Kedepan ini akan menjadi pusat cagar budaya, tapi juga berimplikasi dengan masyarakat di sekitar sini. Jadi perekonomian diharapkan bisa tumbuh dengan temuan cagar budaya ini,&#8221; kata Punjul.</p>
<p>Lalu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menuturkan jika sejak penemuan, penggalian, penelusuran, dan rencana kedepan tentang keberadaan situs terus diseriusi oleh pihaknya.</p>
<p>&#8220;Langkah pertama yaitu pembebasan lahan dahulu dengan berkoordinasi untuk membebaskan lahan milik Bapak Sutrisno. Baru nanti kita akan melangkah lagi untuk hal lainnya,&#8221; tutupnya. <strong>(lih/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108590</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Situs &#8220;Dawuhan Boto&#8221; di Kencong, Bekas Istana Kerajaan Yang Kini Hilang Tanpa Bekas</title>
		<link>https://memontum.com/situs-dawuhan-boto-di-kencong-bekas-istana-kerajaan-yang-kini-hilang-tanpa-bekas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2019 10:02:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Dawuhan Boto]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=88677</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dawuhan Boto adalah nama sebuah Situs purbakala yang telah Hilang,situs tersebut terletak di Dusun Krajan, Desa Kraton Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember Konong, merupakan peninggalan dari Kerajaan Sadeng yang hidup pada zaman Kerajaan Majapahit , namun jejak peninggalannya kini telah sirna tidak membekas. &#8220;Dulunya ada batu cadas dan bata merah ukuran besar-besar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Dawuhan Boto adalah nama sebuah Situs purbakala yang telah Hilang,situs tersebut terletak di Dusun Krajan, Desa Kraton Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember Konong, merupakan peninggalan dari Kerajaan Sadeng yang hidup pada zaman Kerajaan Majapahit , namun jejak peninggalannya kini telah sirna tidak membekas.</p>
<p>&#8220;Dulunya ada batu cadas dan bata merah ukuran besar-besar di sini, sisa peninggalannya. Tapi, semenjak dibangun Musholla, batunya tersebut juga ikut tersingkir,&#8221; ujar Aris, warga yang tinggal di daerah Dawuhan Boto, Senin (22/7/2019) malam.</p>
<p>Saat wartawan Memontum.com berkunjung ke lokasi, tampak sudah tidak ada jejak peninggalannya. Hanya berdiri sebuah musholla yang disampingnya ada lapangan dan persawahan. Warga sekitar percaya, bila di lokasi tersebut orang bisa melihat hal gaib, di lapangan tersebut berdiri sebuah istana yang megah dan besar.</p>
<p>Kata Aris, jika pada malam Jum&#8217;at legi, ada saja orang dari luar kota yang datang berkunjung sekedar untuk mengaji dan melakukan ritual tertentu di musholla ini, mereka bermaksud agar tujuanya tercapai, selain itu mereka percaya, jika di lokasi situs Dawuhan Boto ini ada istana yang besar namun tidak bisa dilihat dengan kasat mata.</p>
<p>Persisnya Aris mengaku tidak mengetahui kapan batu cadas dan batu merah tersebut disingkirkan, sebab ia hanya mendengar cerita dari para orang tua.</p>
<p>&#8220;Kata orang tua ku,di sini dulu banyak batu cadas dan bata merah berukuran besar berserakan, namun saat itu oleh masyarakat sekitar batu tersebut diambil untuk bangunan dan sebagian ada yang hancur karena tidak di rawat di biarkan begitu saja,&#8221; katanya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88677</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Situs Purbakala Di Kawasan Tol Mapan Diekskavasi</title>
		<link>https://memontum.com/situs-purbakala-di-kawasan-tol-mapan-diekskavasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 12:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Mapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80877-situs-purbakala-di-kawasan-tol-mapan-diekskavasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penemuan purbakala peninggalan kerajaan Majapahit di area pembangunan jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, sempat menghebohkan warga sekitar, pasalnya warga sekitar sempat berburu harta karun peninggalan kerajaan Majapahit tersebut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, penemuan situs purbakala peninggalan kerajaan Majapahit ini memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penemuan purbakala peninggalan kerajaan Majapahit di area pembangunan jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, sempat menghebohkan warga sekitar, pasalnya warga sekitar sempat berburu harta karun peninggalan kerajaan Majapahit tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, penemuan situs purbakala peninggalan kerajaan Majapahit ini memang sempat menghebohkan, untuk itu pihaknya langsung melakukan tindakan untuk mengamankan situs tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sementara hanya melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur untuk melakukan pengamanan,&#8221; ungkapnya singkat.</p>
<p>Sementara itu, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, Selasa (12/3/2019) &#8211; Sabtu (16/3/2019) besok, pihaknya melakukan penggalian atau ekskavasi untuk meneliti dan mengumpulkan data terkait potensi cagar budaya dari situs yang ditemukan.</p>
<p>&#8220;Kita lihat dulu, selama lima hari kedepan. Kemungkinan pra atau sebelum Majapahit. Tapi kita lihat dari hasil temuan dari teman-teman, konteks fragmen porselin terus mata uang dan segala macam lainnya batu bisa ditentukan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Wicaksono menjelaskan, ekskavasi yang dilakukan selama lima hari ini ditargetkan mampu merekonstruksi bentuk situs purbakala tersebut. Nantinya, hasil dari ekskavasi diharapkan menjadi dasar untuk melestarikan situs yang ditemukan di dusun Sekaran Desa Sekarpuro, Pakis.</p>
<p>&#8220;Hasilnya nanti berupa rekomendasi terkait apa yang akan dilakukan untuk melestarikan situs Sekaran ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, tambah Wicaksono, BPCB juga akan mencari benda purbakala yang ditemukan oleh warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Kami akan menelusuri temuan-temuan lepas yang sudah diambil oleh warga. Rencananya nanti sore sekitar pukul 16.00 atau 17.00 kami akan mengumpulkan warga yang telah menemukan benda-benda purbakala di Kantor Desa Sekarpuro,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Perlu diketahui, situs purbakala ini terletak di kilometer 37 atau area pembangunan seksi lima tol Malang-Pandaan. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80877</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
