<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sumber Air &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sumber-air/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Apr 2023 13:28:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sumber Air &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Memprihatinkan, Sumber Mata Air Umbul Gemulo di Bumiaji Kota Batu Dirawat Mandiri</title>
		<link>https://memontum.com/memprihatinkan-sumber-mata-air-umbul-gemulo-di-bumiaji-kota-batu-dirawat-mandiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiaji]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Mata Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=186684</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan sumber Mata Air Umbul Gemulo di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, butuh perhatian. Itu karena, sumber mata air yang dikenal dengan kejernihannya ini, masih ditemukan sampah plastik dari pengunjung serta dicemari oleh sabun cuci pakaian. Menurut salah seorang juru pemelihara Sumber Mata Air Umbul Gemulo, Sulikana, bahwa sebenarnya beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan sumber Mata Air Umbul Gemulo di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, butuh perhatian. Itu karena, sumber mata air yang dikenal dengan kejernihannya ini, masih ditemukan sampah plastik dari pengunjung serta dicemari oleh sabun cuci pakaian.</p>



<p>Menurut salah seorang juru pemelihara Sumber Mata Air Umbul Gemulo, Sulikana, bahwa sebenarnya beberapa tahun lalu sumber mata air itu sudah dikenal banyak orang. Bahkan, orang dari Sidoarjo dan Malang, pun pernah menjadikan tempat ini sebagai jujugan wisata.</p>



<p>&#8220;Sumber Mata Air Umbul Gemulo, itu sebenarnya sudah dikenal banyak orang. Hanya saja, butuh banyak sentuhan. Seperti, akses jalan masuk ke sumber mata air, yang semakin lama semakin sulit. Padahal, lokasinya di pinggir jalan,&#8221; terangnya, saat ditemui di rumahnya di kawasan luar Sumber Mata Air Umbul Gemulo, Rabu (12/04/2023) tadi.</p>



<p>Seminggu yang lalu, tambahnya, saat dilakukan pembersihan, ditemukan banyak sampah plastik makanan. Datangnya sampah itu berasal dari pengunjung, juga sebagian dari hotel. &#8220;Satu minggu yang lalu, saat saya bersihkan mata air, itu masih ada sampah plastik. Dan, meskipun sudah diberi tulisan larangan membuang sampah, masih ada yang bandel,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Perempuan yang berusia 58 tahun ini menegaskan, seharusnya sumber air ini mendapat perhatian lebih dari masyarakat hingga Pemerintah Kota Batu. Karena, sumber mata air adalah sumber penghidupan.</p>



<p>&#8220;Sangat disayangkan, seperti tembok-tembok juga dicoret. Padahal, di sini gratis. Rumput dan tanaman di depan, pun tidak terpelihara dengan baik. Bahkan, sekarang malah dipakai cuci pakaian,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, untuk perawatan Sumber Air Gemulo, Sulikana, menggunakan biaya mandiri dan tidak pernah menerima honor dari pihak manapun. Padahal, sumber air adalah aset penting bagi keberlangsungan hidup.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Aktivis Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) Kota Batu, Doddy Eko, menjelaskan bahwa Sumber Air Gemulo atau Umbul dimanfaatkan oleh PDAM Among Tirto Kota Batu. &#8220;Jadi, air yang terlihat adalah air permukaan sisa dari tandon yang mengairi sungai. Memang oleh masyarakat, itu digunakan untuk mandi,&#8221; ungkapnya, saat dihubungi lewat ponselnya.</p>



<p>Sumber Air Gemulo sendiri, ujarnya, itu berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat wisata. &#8220;Lebihan airnya sangat bagus. Akan tetapi, tinggal bagaimana kebijakan Pemerintah Kota Batu ke depannya,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186684</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korsupgah KPK Tengahi Penyelesaian Pemanfaatan Sumber Air Sumberpitu antara Perumda Tugu Tirta dan Tirta Kanjuruhan Malang</title>
		<link>https://memontum.com/korsupgah-kpk-tengahi-penyelesaian-pemanfaatan-sumber-air-sumberpitu-antara-perumda-tugu-tirta-dan-tirta-kanjuruhan-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2022 16:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[air minum]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Korsupgah]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda Tirta Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda Tugu Tirta]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180789</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surakarta &#8211; Permasalahan sumber mata air antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang, mencapai klimaks di penghujung tahun 2022. Problem krusial tersebut, menemui titik terang seiring dilakukannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang tentang Pemanfaatan Sumber Air, yang terletak di wilayah Sumberpitu, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surakarta</strong> &#8211; Permasalahan sumber mata air antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang, mencapai klimaks di penghujung tahun 2022. Problem krusial tersebut, menemui titik terang seiring dilakukannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang tentang Pemanfaatan Sumber Air, yang terletak di wilayah Sumberpitu, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (30/12/222) tadi.</p>



<p>Bertempat di Surakarta, Jawa Tengah, atau Solo, pertemuan yang diinisiasi Tim Korsupgah KPK dengan melibatkan Bupati Malang, HM Sanusi serta Wali Kota Malang, Sutiaji, membahas penyelesaian pemanfaatan air. Bupati Sanusi, hadir bersama jajaran perangkat daerah terkait. Begitu pula Wali Kota Sutiaji, juga didampingi Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala OPD dan Direksi Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang.</p>



<p>Dari banyak hal yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama, telah disepakati mengenai mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber mata air diantaranya Sumberpitu dan Sumber Wendit. Termasuk di dalamnya, mengatur mengenai beban pengusahaan sumber daya mata air yang dimanfaatkan dan tarif kompensasinya. Lalu, tanggungan antara pihak ke satu dan ke dua juga masuk klausul untuk kemudian menjadi kewajiban yang harus diselesaikan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sedianya, perjanjian ini berjalan selama lima tahun. Hanya saja, pembaruan bisa dilakukan tiga bulan sebelum tenggat waktu kadaluwarsa.</p>



<p>Kesepakatan ini, disambut positif Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas. Dikatakannya, bahwa hal ini menjadi kabar baik demi terjaminnya suplai layanan yang memanfaatkan sumber-sumber mata air dari wilayah Kabupaten Malang. &#8220;Tentu saja dengan adanya perjanjian kerja sama ini membuat kami bisa fokus bekerja lebih optimal tanpa dihantui kekhawatiran atas polemik-polemik terkait sumber mata air,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pihaknya meyakini, kesepakatan kedua pemerintah daerah adalah keputusan terbaik yang harus dihormati. Muhlas berharap, semua klausul bisa dijalankan sebaik mungkin, utamanya antara dua BUMD Air Minum terkait yakni Tirta Kanjuruhan dan Perumda Tugu Tirta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dandim 0821 Lumajang Minta Masyarakat Jaga dan Lestarikan Sumber Air</title>
		<link>https://memontum.com/dandim-0821-lumajang-minta-masyarakat-jaga-dan-lestarikan-sumber-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2022 15:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165478</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Czi Gunawan Indra, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan sumber air yang ada, agar terus dapat memberikan manfaat sampai anak cucu kelak. “Air adalah sumber kehidupan, untuk itu mari jaga dan lestarikan sumber air yang ada di sekitar kita. Agar dapat selalu memberikan manfaat sampai anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Czi Gunawan Indra, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan sumber air yang ada, agar terus dapat memberikan manfaat sampai anak cucu kelak.</p>



<p>“Air adalah sumber kehidupan, untuk itu mari jaga dan lestarikan sumber air yang ada di sekitar kita. Agar dapat selalu memberikan manfaat sampai anak cucu kita kelak,” ujarnya saat melaksanakan kegiatan karya bakti TNI Manunggal Membangun Air, yang dilaksanakan di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (11/03/2022).</p>



<p>Letkol Czi Gunawan juga menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjaga keberadaan sumber air dan menjaga kebersihan sungai, agar kelestariannya dapat selalu terjaga. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaga sumber air dan kebersihan sungai, agar kelestarian sumber air dapat terjaga dan selalu memberi manfaat kepada kita,” ujar dia.</p>



<p>Lebih lanjut Gunawan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program komando atas, yang akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat dan berkesinambungan di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dia berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut secara rutin dan berkesinambungan, kelestarian sumber air dapat terjaga, serta dapat menunjang terwujudnya Lumajang yang lebih bersih, indah dan nyaman.</p>



<p>“Kegiatan ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga dapat menunjang terwujudnya Kabupaten Lumajang yang lebih bersih, lebih indah dan lebih nyaman,” ujarnya.</p>



<p>Selain personel TNI dari Kodim 0821 dan Yonif 527/BY, kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Polsek Lumajang, UPT Pengairan dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. <strong>(hms/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165478</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Sumber Mata Air Wendit dari Eksploitasi, Warga Mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/selamatkan-sumber-mata-air-wendit-dari-eksploitasi-warga-mengadu-ke-lbh-prodeo-ismaya-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2020 04:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Prodeo]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116630</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Eksploitasi sumber mata air wendit membuat resah sebagaian warga terdampak. Diantaranya warga yang tinggal Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, khususnya warga RW 05 dan RW 06. Pasalnya saat ini telah terjadi pemasangan Brom Captering milik Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang di sumber mata air wendit, area [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Eksploitasi sumber mata air wendit membuat resah sebagaian warga terdampak. Diantaranya warga yang tinggal Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, khususnya warga RW 05 dan RW 06. Pasalnya saat ini telah terjadi pemasangan Brom Captering milik Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang di sumber mata air wendit, area pemandian wendit.</p>
<p>Salah satu perwakilan warga Teguh P (50) warga RW 06, Senin (15/6/2020) siang, meminta bantuan hukum ke kantor LBH Prodeo Ismaya Indonesia di Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Saat bertemu wartawan, bahwa selama ini debit air yang keluar dari Wendit sebesar 3.000 liter per detik.</p>
<p><div id="attachment_116632" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-116632" decoding="async" class="size-full wp-image-116632" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Teguh saat mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-116632" class="wp-caption-text">Teguh saat mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia. (gie)</p></div></p>
<p>&#8220;Saya sebagai warga terdampak eksploitasi oleh PDAM Kabupaten Malang. Kondisi air di Wendit selama ini sudah diamnil PDAM Kota Malang 1.520 liter perdetik. Saat ini PDAM berencana mengeksploitasi 210 liter per detik. Saat ini proyek dari PDAM Kabupaten Malang sudah berjalan. Sudah ada pemasangan Brom Captering di sumber mata air. Kami butuh keadilan. Karena ini akan sangat berdampak kepada warga sekitar,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Mata pencaharian warga akan terancam apalagi yang setiap harinya mencari nafkah di Wendit.</p>
<p>&#8220;Wilayah mata air Wendit masuk sebagai tanah adat dan memiliki hak tradisional. Ada 5 komponen, mata air, kayu jati yang berusia lebih dari 100 tahun, satwa kera, punden dan sumber nafkah turun temurun. Masyarakat bukannya gak boleh. Tapi caranya. Ngambinya jangan seperti itu. Misalnya ngambil dari bawah jarak 200 mater kan bisa. Gak ngecop dari mata airnya langsung yang ad di kolam besar,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Pihaknya juga mengatakan adanya kejanggalan dari ijin Kemantrian PUPR.</p>
<p>&#8220;Pertimbangan teknis semestinya yang boleh diambil dari 3000 liter air itu sepertiganya. Selama ini pengambilan air sudah lebih dari sepertiganya. Kok malah mau diambil PDAM Kabupaten Malang 210 liter per detik. Juga disitu yang dibuat pertimbangan administrasinya berdasarkan Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis. Ini kan aneh,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Ketua Dewan Pembina LBH Prodeo Ismaya Indonesia, Yayan Riyanto, SH, MH mengatakan bahwa warga mengadu karena sumber air Wendit semakin berkurang.</p>
<p>&#8221; Harapannya warga bahwa sumber mata air Wendit harus selalu ada. Janganlah diambil dari mata airnya langsung. Saat ini mereka mendatangi kami karena perjuangan dan keluhan masyarakat sekitar wisata Wendit tidak pernah ditanggapi. Harapannya kami dari LBH Prodeo Ismaya Indonesia bisa membantu mereka menfasilitasi mediasi bersama Perumda Tirta Kanjuruhan, Bupati dan juga DPR,&#8221; ujar Yayan.</p>
<p>Ketua LBH Prodeo Ismaya Indonesia, Bales P Suharsono SH menambahkan bahwa pengambilan sumber air sangat membebani air asli wisata Wendit.</p>
<p>&#8220;Ini bisa berpotensi mematikan lahan ekonomi warga sekitar. Misalkan duku ada wisata prau, kini airnya sudah tidak bisa dilalui perahu lagi. Budidaya keramba ikan juga sudah mati, pedagang terkesan sepi namun keluhan warga ini sepertinya tisak sampai ke pemerintah Kabupaten Malang. Harapannya warga Brom Captering yang menutup sumber mata air supaya digeser. Jangan di sumber maya airnya langsung. Supaya fungsi Wendit bisa kembali seperti semula,&#8221; ujar Bales.</p>
<p>Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi saat dikonfirmasi salah satu wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah sesaui prosedur dan ijin.</p>
<p>&#8220;Aspirasi masyarakat sudah ditampung kepala desa. Sudah ada komunikasi dengan kita melalui surat tertulis kepada Bupati dan sudah dijawab. Sumber Wendit kapasitasnya 3000 liter perdetik. Sudah diambil kota Malang 3 titik sebesar 1500 liter perdetik. Sisanya masih 1500 liter. Kita sudah punya ijin Kementrian PUPR. Mendapat ijin untuk mengambil 210 liter per detik. Sekarang yang sudah dikerjakan 50 liter perdetik. Terdampaknya dimana. Kami sudah sesuai prosedur dan ijin. Perlu diketahui bahwa Lahan Wendit adalah milik Pemda Kabupaten Malang,&#8221; ujar Syamsul. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumber Air Warga Kering,  PDAM Dituntut Penuhi Kesepakatan Awal</title>
		<link>https://memontum.com/sumber-air-warga-kering-pdam-dituntut-penuhi-kesepakatan-awal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2020 15:39:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106601-sumber-air-warga-kering-pdam-dituntut-penuhi-kesepakatan-awal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Masyarakat Desa Tambegan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan menuntut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melakukan kesepakatan awal tentang pipa air di &#8216;9 duwek di desa setempat. Warga meminta pihak PDAM memberikan solusi atas mengeringnya sumber air saat musim kemarau yang disebabkan oleh banyaknya pipa saluran milik PDAM yang menggunakan air dari sumber tersebut. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Masyarakat Desa Tambegan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan menuntut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melakukan kesepakatan awal tentang pipa air di &#8216;9 duwek di desa setempat. Warga meminta pihak PDAM memberikan solusi atas mengeringnya sumber air saat musim kemarau yang disebabkan oleh banyaknya pipa saluran milik PDAM yang menggunakan air dari sumber tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Tambegan, Raden Sajirin menyampaikan bahwa kekeringan yang terjadi pada musim kemarau merupakan hal baru bagi desa tersebut. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya, ketika musim kemarau tiba, sumber tersebut tetap mengeluarkan air meski dalam jumlah yang tidak banyak.</p>
<p>&#8220;Dari dulu, yang namanya sumber duwek itu gak pernah habis airnya. Kalau kemarau memang surut. Namun ahir tahun 2019 kemarin itu sungguh sangat parah. Sampai air itu habis,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dikatakan, tahun 2020 ini pihaknya telah merencanakan untuk membangun sumber tersebut agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Dari pemerintahan desa sudah menganggarkan tahun 2020 ini akan melakukan pembangunan untuk sumber air itu agar lebih mudah untuk dimanfaatkan masyarakat sekitar. Namun jika debit airnya menurun bahkan kering, itu justru akan lebih menyulitkan masyarakat kami,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Tak hanya itu, perwakilan pemuda setempat Husin Amin juga meminta pertanggungjawaban pihak PDAM pada kesepakatan awal. Sebelumnya, pihak PDAM sepakat akan menutup saluran air tersebut jika suplai air bagi warga sekitar sumber minim.</p>
<p>&#8220;Dulu kepemimpinan direktur sebelumnya menyepakati itu, lalu kenapa ketika saat ini kami kesulitan air di musim kemarau kemarin, saluran PDAM tidak diputus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Beberapa warga juga nampak memberikan keluhan serupa. Bahkan, warga meminta ketersediaan air di sumber tersebut kembali seperti semula. Mereka memperkirakan, jika sumber air tersebut terus dikuras setiap hari untuk disalurkan ke luar desa, maka ketersediaan air dalam jangka panjang juga akan habis.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Bangkalan Abdul Rasyid mengatakan akan mempelajari perhitungan suplai air secara teknis. Ia juga sepakat akan menurunkan suplai air yang semula 15 liter per detik menjadi 7 hingga 10 liter perdetik.</p>
<p>&#8220;Akan kami turunkan debit airnya untuk ke Pejeran supaya ketersediaan air di sumber ini masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari di musim kemarau nanti, kami upayakan tidak akan ada lagi kekeringan di sumber ini pada kemarau nanti&#8221;ucapnya.</p>
<p>Ia juga berencana akan membangun jaringan air di tiga titik di wilayah Desa Glagga untuk menutupi kebutuhan air masyarakat. Di targetkan bulan Maret nanti pengerjaan sudah bisa dilakukan.</p>
<p>&#8220;Sudah di anggarkan dan nanti akan ada proses lelang. Mungkin nanti bulan maret bisa dimulai. Insyaallah jika itu berjalan, tidak akan lagi kami mengambil dari sumber disini,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Tak hanya itu, atas usulan masyarakat setempat ia juga akan mengajukan perubahan harga air perkubik pada DPRD Bangkalan. Ia berharap segera ada Perda baru untuk hal tersebut.</p>
<p>Disisi lain, Kasi Pelayanan Kecamatan Arosbaya, Mustain meminta pihak PDAM menuangkan seluruh keputusan dalam audiensi tersebut dalam sebuah berita acara. Hal itu dianggap perlu, agar sewaktu-waktu direksi PDAM mengalami perubahan, kesepakatan yang ada harus tetap dijalankan.</p>
<p>&#8220;Saya minta hitam di atas putih mungkin bisa berupa BAP agar memiliki kekuatan hukum jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak selaras dengan kesepakatan yang ada sekarang,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pihak PDAM pun menyepakati dan segera membuat printout tersebut agar ditandatangani oleh pihak-pihak terkait. Ia mengatakan, kontribusi dari PDAM untuk masyarakat yakni terbukti dengan adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disumbangkan PDAM pada pemkab dan digunakan sebagai perbaikan infrastruktur dan bangunan.</p>
<p>Diketahui, dari sumber duwek tersebut PDAM bisa mengaliri air sebanyak 591 keluarga. Dikatakan, saat ini pihaknya juga melakukan penggratisan air pada sejumlah masjid dan mushala.<strong> (Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Njagong Sumber Air, Cara Unik Perumdam Among Tirto Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/njagong-sumber-air-cara-unik-perumdam-among-tirto-ajak-masyarakat-lestarikan-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 11:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Njagong]]></category>
		<category><![CDATA[Perumdam Among Tirto]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100319-njagong-sumber-air-cara-unik-perumdam-among-tirto-ajak-masyarakat-lestarikan-lingkungan</guid>

					<description><![CDATA[MEMONTUM KOTA BATU &#8211; Masih dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Batu ke 18, Perusahaan umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu mengadakan acara njagong sumber dan pemilihan putra putri Air di Sumber Mata Air Binangun, Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sabtu (23/11/2019). Direktur PERUMDAM Among Tirto Kota Batu Eddy Sunaedi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMONTUM KOTA BATU</strong> &#8211; Masih dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Batu ke 18, Perusahaan umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu mengadakan acara njagong sumber dan pemilihan putra putri Air di Sumber Mata Air Binangun, Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sabtu (23/11/2019).</p>
<p>Direktur PERUMDAM Among Tirto Kota Batu Eddy Sunaedi mengatakan, kegiatan yang mengambil tema &#8220;Hormati Bumi Kejarlah Langit&#8221; ini bertujuan sebagai wadah edukasi untuk mencetak generasi milenial yang peduli dalam menjaga kelestarian sumber mata air dan ekosistemnya untuk Indonesia khususnya di Kota Batu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100320" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191123104002-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191123104002-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191123104002-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191123104002-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191123104002-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kegiatan ini diawali dengan pemilihan Putra dan Putri Air yang dimulai pada Rabu(20/11) sampai Sabtu(23/11) . Tujuannya untuk mencetak generasi milenial yang &#8220;Melek&#8221; lingkungan. Artinya generasi yang memiliki dedikasi untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian sumber mata air dan ekosistem pada lingkungannya masing masing,&#8221; ujarnya dalam sambutan.</p>
<p>Sokeh sapaan akrabnya juga mengatakan, mengingat Kota Batu ini memiliki 111 titik sumber mata air namun hampir 4 tahun ini Kota Batu mengalami penurunan volume air akibat beberapa hal, seperti anomali cuaca yang tidak menentu, banyaknya sumur bor di beberapa wilayah Kota Batu, pembangunan yang tidak ramah lingkungan, dan kesadaran publik yang belum tumbuh untuk menjaga ekosistem.</p>
<p>&#8220;Disini kami bersama dengan generasi milenial untuk melakukan gerakan riil dalam rangka menjaga ekosistem di Kota Batu. Salah satunya dengan melakukan gerakan menabung air. Nah ini merupakan salah satu cara untuk menjaga stabilitas air yang ada di seluruh wilayah Kota Batu,&#8221; tuturnya kembali.</p>
<p>Menurut Eddy, dalam tatakelola air seharusnya sumber air bawah dibiarkan utuh dan tidak boleh di eksploitasi. Yang boleh dimanfaatkan adalah sumber air yang ada dipermukaan. Hal ini dilakukan karena sumber air bawah tanah ini berfungsi untuk &#8220;Ninggali&#8221; buat generasi kedepannya.</p>
<p>&#8220;Mengenai hal ini, bagaimana kedepannya pemerintah hadir didalam regulasinya untuk membatasi penggunaan sumur bor yang ada di Kota Batu. Sehingga keberadaan sumur atesis bawah tanah ini bisa terjaga betul guna &#8216;ninggali&#8217; untuk anak cucu kita nanti,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Eddy juga menambahkan, upaya lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air yang ada di Kota Batu yakni dengan rutin melakukan reboisasi atau penghijauan, rutin membuat sumur resapan, dan rutin mengadakan gerakan menabung air. Semua itu dilakukan untuk menjaga stabilitas air di Kota Batu.</p>
<p>&#8220;Minimal warga atau masyarakat punya kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon sembarangan. Ini hal kecil yang kita harus taati dan patuhi bersama sama. Sehingga kita bisa mewarisi anak cucu kita dengan mata air, bukan air mata,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Perlu diketahui, rangkaian kegiatan pada hari ini diawali dengan tumpengan selamatan sumber, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan putra dan putri air yang dalam hal ini terpilih putra Arka Almahera dengan 500 point dan Yezzi Dhea Ravica dengan 560 point.</p>
<p>Setelah itu, dilanjutkan dengan njagong/diskusi tentang sumber mata air dengan 4 pemateri yakni ir.Bambang irianto (Penggagas Gerakan Menabung Air), ir.Lukman Hakim M.Sc (Penyuluh Tanah dan Air dari Universitas Brawijaya Malang), Mierel (Pemerhati Lingkungan) dan Eddy Sunaedi (Direktur Utama Perumdam Kota Batu). <strong>(bir/yan )</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gawat!!! Sumber Air Kian Turun!!! Perumdam Among Tirto Kota Batu Adakan Pemilihan Putra Putri Air</title>
		<link>https://memontum.com/gawat-sumber-air-kian-turun-perumdam-among-tirto-kota-batu-adakan-pemilihan-putra-putri-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2019 02:20:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Perumdam Among Tirto]]></category>
		<category><![CDATA[Putra Putri Air]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100242-gawat-sumber-air-kian-turun-perumdam-among-tirto-kota-batu-adakan-pemilihan-putra-putri-air</guid>

					<description><![CDATA[MEMONTUM KOTA BATU &#8211; Terus menurunnya sumber air di Kota Batu membuat Perumdam (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Among Tirto Kota Batu, berpikir keras bagaimana caranya memberikan kesadaran kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan yang pada akhirnya bisa berdampak baik kepada keberadaan sumber mata air yang melimpah. Untuk itu direktur perumdam bersama tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMONTUM KOTA BATU </strong>&#8211; Terus menurunnya sumber air di Kota Batu membuat Perumdam (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Among Tirto Kota Batu, berpikir keras bagaimana caranya memberikan kesadaran kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan yang pada akhirnya bisa berdampak baik kepada keberadaan sumber mata air yang melimpah.</p>
<p>Untuk itu direktur perumdam bersama tim menggagas kegiatan pemilihan Putra dan Putri Air Kota Batu tahun 2019, dengan sasaran anak usia SMA/SMK/MA se-kota Batu. Kegiatan ini di ikuti oleh 18 siswa dari 9 SMA sederajat di kota batu. Direktur Perumdam Eddy Sunaedi menjelaskan, dipilihnya peserta dari kalangan siswa sma ini karena beberapa alasan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100244" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0007-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0007-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0007-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0007-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0007-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Sengaja kami mengundang kalangan siswa, karena mereka masih fresh dan bisa menjadi duta air, kami bertujuan dengan menggandeng para siswa ke depan kami bisa mengkampanyekan pentingnya melindungi Ekosistem agar pelestarian lingkungan semakin terjaga,&#8221; urai Eddy Sunaedi.</p>
<p>Ditambahkan pula oleh Sokeh panggilan akrab direktur perumdam bahwa para pelajar boleh menjadi generasi milenial akan tetapi kesadaran terhadap lingkungan juga harus ditekankan agar kemajuan teknologi dapat seimbang dengan kebutuhan lingkungan khususnya kesadaran generasi milenial untuk menjaga pelestarian lingkungan.</p>
<p>Untuk itu, sebanyak 18 siswa dan siswi dari 9 SMA dan SMK se-Kota Batu, Rabu (20/11/2019) siang, diundang ke kantor perumdam among tirto jalan Kartini guna memperoleh materi awal untuk mengikuti pemilihan putra dan putri air yang nantinya juga akan tampil pada Selamatan Sumber Binangun pada 23 November ke depan.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kita tahu debit air di kota Batu memang banyak sekali penurunan pada tahun 2017 debit air masih sekitar 235 liter perdetik dan menjadi 227 liter perdetik pada tahun 2018 dari 6 sumber yang ada di Kota Batu,&#8221; papar Eddy Sunaedi kepada wartawan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100243" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0003-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0003-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0003-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0003-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191122-WA0003-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ia juga menambahkan pada tahun 2019 debit air kembali menurun menjadi 211 liter per detik.</p>
<p>Sokeh membeberkan pula bahwa menurunnya debit air dikarenakan oleh beberapa faktor seperti tidak dijaganya kondisi alam termasuk pembuatan sumur bor secara ilegal.</p>
<p>Sokeh juga mengungkapkan di kota Batu sendiri saat ini terdata telah memiliki 55 sumur bor dan itupun masih belum terdata secara menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Seperti peraturan dari perhutani yang mengungkapkan bahwa 200 meter di area sumber air dan 500 m di area Das Brantas tidak boleh dilakukan aktivitas apapun baik penanaman pohon maupun penebangan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Oleh sebab itu dengan adanya putra dan putri air di kota Batu diharapkan pihak PDAM dan Pemkot bisa membantu untuk menyentuh masyarakat guna menaati peraturan yang ada serta menjaga debit air di Kota Batu.</p>
<p>Sokeh juga berujar 18 peserta yang mengikuti putra dan putri air nantinya akan terus diberikan edukasi dari PDAM setiap tiga bulan sekali sehingga kompetisi putra dan putri air tidak berhenti dengan berakhirnya even selamatan sumber Binangun.</p>
<p>&#8220;Untuk pemenang akan mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta, namun untuk peserta lainnya akan terus mendapatkan bimbingan dari PDAM dan Pemkot untuk membantu Kota Batu menjaga kestabilan debit air,&#8221; tukasnya. <strong>(bir/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Tirta Baluran Situbondo Alami Penyusutan</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-sumber-air-pdam-tirta-baluran-situbondo-alami-penyusutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2019 06:47:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM Tirta Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95725-kemarau-panjang-sumber-air-pdam-tirta-baluran-situbondo-alami-penyusutan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baluran Situbondo alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut mengakibatkan aliran air ke pelanggan mengecil. Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Tirta Baluran Situbondo Asy&#8217;ari saat dikonfirmasi Wartawan Memontum.com, Kamis (3/10/2019) sore menyebutkan, ada beberapa sumber air milik PDAM Tirta Baluran Situbondo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo </strong>&#8211; Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baluran Situbondo alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut mengakibatkan aliran air ke pelanggan mengecil.</p>
<p>Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Tirta Baluran Situbondo Asy&#8217;ari saat dikonfirmasi Wartawan Memontum.com, Kamis (3/10/2019) sore menyebutkan, ada beberapa sumber air milik PDAM Tirta Baluran Situbondo yang mengalami penurunan bahkan hingga mencapai 10%.</p>
<p><div id="attachment_95726" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-95726" decoding="async" class="size-full wp-image-95726" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0031-copy.jpg?resize=740%2C422" alt="DIGANTI: Petugas PDAM Tirta Baluran Situbondo sedang mengganti pompa di sumur bor Sumberkolak Kecamatan Panarukan. (imam)" width="740" height="422" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0031-copy.jpg?w=740&amp;ssl=1 740w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0031-copy.jpg?resize=300%2C171&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-95726" class="wp-caption-text">DIGANTI: Petugas PDAM Tirta Baluran Situbondo sedang mengganti pompa di sumur bor Sumberkolak Kecamatan Panarukan. (imam)</p></div></p>
<p>“Untuk wilayah tengah di Kecamatan Kota ini sumber 2 sudah 10%, sedangkan sumber 1 masih sekitar 20%, ” ungkapnya.</p>
<p>Sambung dia, penyusutan debit air juga disebabkan dengan adanya kebocoran sambungan pipa yang diakibatkan oleh alat pengerukan proyek pekerjaan, yaitu perbaikan drainase di sepanjang jalan PB Sudirman, jalan A Yani dan jalan Basuki Rahmad.</p>
<p>&#8220;Pipa saluran air milik PDAM sering terputus dan bocor, akibat terkena alat berat proyek perbaikan drainase di sepanjang jalan wilayah Kecamatan kota, &#8221; terangnya.</p>
<p>Kemudian Asy&#8217;ari menyebutkan, bahwa tidak hanya di wilayah Kecamatan Kota yang mengalami penyusutan debit air, hal yang sama juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya yang juga termasuk sumber air milik PDAM Tirta Baluran Situbondo.</p>
<p>&#8220;Yang mengalami penyusutan debit air dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Situbondo yang paling parah wilayah barat yaitu di Kecamatan Jatibanteng, hingga menyusut mencapai 30%, ” imbuhnya.</p>
<p>Langkah untuk mengatasi hal tersebut, Asy&#8217;ari menjelaskan akan memperkecil daya sedot air dengan tujuan untuk menjaga pompa air tidak terbakar.</p>
<p>“Pompanya akan dirubah dengan yang kecil, soalnya kalau pompanya besar dan debit airnya habis maka pompanya akan terbakar, ” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Asy&#8217;ari menambahkan, langkah selanjutnya PDAM Tirta Baluran Situbondo yaitu melakukan pengiriman air pada penduduk dengan memakai tangki ke wilayah tersebut dan menambah jam operasi 24 jam non stop.</p>
<p>Kata dia, apabila aliran listrik PLN mengalami pemadaman sementara, maka PDAM menggunakan genset.</p>
<p>&#8220;Namun, genset milik PDAM Tirta Baluran Situbondo sangat terbatas dan hanya mempunyai 5 genset dari 37 sumur yang ada di Kabupaten Situbondo, &#8221; pungkasnya. <strong>(imam/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95725</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upaya UMM Jaga Sumber Mata Air Terakhir di Desa Kucur Dau</title>
		<link>https://memontum.com/upaya-umm-jaga-sumber-mata-air-terakhir-di-desa-kucur-dau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2018 17:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45079-upaya-umm-jaga-sumber-mata-air-terakhir-di-desa-kucur-dau</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan jumlah populasi manusia yang meningkat, kebutuhan akan air juga terus bertambah pula. Tentunya diperlukan upaya pelestarian kawasan sumber mata air untuk memastikan ketersediaan air di masa depan. Menyadari hal itu, sekaligus bentuk pengaplikasian ilmu pengetahuan bagi masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan jumlah populasi manusia yang meningkat, kebutuhan akan air juga terus bertambah pula. Tentunya diperlukan upaya pelestarian kawasan sumber mata air untuk memastikan ketersediaan air di masa depan.</p>
<p>Menyadari hal itu, sekaligus bentuk pengaplikasian ilmu pengetahuan bagi masyarakat sekitar, Program Studi Kehutanan Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut serta dalam melestarikan kawasan sumber mata air yakni melalui penanaman bambu di sekitar sumber mata air Desa Kucur, Dau, kabupaten Malang, sebagai mata air terakhir di daerah tersebut.</p>
<p><div id="attachment_2352" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-2352" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180622-WA0210-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Civitas akademik Prodi Kehutanan UMM di Desa Kucur" width="650" height="333" class="size-full wp-image-45080" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180622-WA0210-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180622-WA0210-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-2352" class="wp-caption-text"><em><strong>Civitas akademik Prodi Kehutanan UMM di Desa Kucur</strong></em></p></div></p>
<p>Tanaman bambu dianggap mampu menyimpan air dalam jumlah besar, meski di musim kemarau. Sehingga, tanaman bambu diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan debit air di sumber mata air Desa Kucur. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Prodi Kehutanan UMM untuk pelestarian lingkungan.</p>
<p>&#8220;Bisa dibilang air dibutuhkan hampir semua aktivitas manusia. Saat ini, banyak daerah yang beralih fungsi jadi pemukiman. Bambu bisa menyimpan air banyak, sehingga kami berharap dengan semakin banyaknya bambu di sekitar mata air, ketersediaan air dapat terjaga, bahkan meningkatkan debitnya,&#8221; jelas Agus Firmansyah, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan UMM.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Program Studi Kehutanan, Tatag Muttaqin, S. Hut, M.Sc, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terkait pengabdian dan penelitian. &#8220;Bersama masyarakat setempat, kami dosen dan mahasiswa bergotong royong untuk menjaga lingkungan khususnya disekitar kawasan mata air Desa Kucur,&#8221; tegasnya. </p>
<p>Kedepannya, kegiatan serupa diagendakan akan terus dilakukan. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, mahasiswa juga bisa merasakan bagaimana praktek langsung di lapangan. &#8220;Dibandingkan sekedar teori, pengalaman di lapangan akan lebih bisa dirasakan oleh mahasiswa, karena pada akhirnya semua ilmu tersebut akan dipraktekkan di kehidupan,&#8221; tukas Tatag. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45079</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
