<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tanah ambles &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tanah-ambles/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jun 2021 13:49:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tanah ambles &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemukiman di RW 01 Kelurahan Sisir Batu Alami Tanah Ambles</title>
		<link>https://memontum.com/pemukiman-di-rw-01-kelurahan-sisir-batu-alami-tanah-ambles</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2021 13:49:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ambles]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145284</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Kota Batu &#8211; Tanah ambles kembali terjadi di lingkungan Rt 02 Rw 01, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Rumah di sebuah lorong sempit yang dikontrak Sayek (49) bersama istri dan kedua anaknya itu, mengalami retak-retak pada lantai sejak adanya gempa beberapa waktu lalu. Akibatnya, tanah pun menjadi ambles. &#8220;Kira-kira saat menjelang Subuh, istri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Momentum Kota Batu </strong>&#8211; Tanah ambles kembali terjadi di lingkungan Rt 02 Rw 01, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Rumah di sebuah lorong sempit yang dikontrak Sayek (49) bersama istri dan kedua anaknya itu, mengalami retak-retak pada lantai sejak adanya gempa beberapa waktu lalu. Akibatnya, tanah pun menjadi ambles.</p>



<p>&#8220;Kira-kira saat menjelang Subuh, istri saya mau ambil wudhu. Secara tiba-tiba, tanah langsung ambles. Beruntung, tidak sampai terinjak sehingga tidak sampai terjadi apa-apa,&#8221; cerita Sayek, Selasa (15/06) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan pula, memang dilingkungan tempat tinggalnya itu, sering terjadi tanah ambles. &#8220;Di lingkungan sini memang sering terjadi tanah ambles, terakhir kejadian sekitar dua tahun lalu tak jauh dari tempat tinggal saya,” tutur Sayek, sambil menunjuk rumah yang pernah ambles.</p>



<p>Selain itu menurut ceritanya, dahulu wilayah ini banyak sekali tempat galian pasir. Sehingga, kendaraan truk pun bisa masuk ke gua tempat penambangan tersebut.</p>



<p>&#8220;Katanya dulu truk juga bisa masuk untuk mengambil pasir, karena pada waktu itu masyarakat sini belum ada pekerjaan tetap dan kebetulan sebelah barat dari kampung ini sedang ada pembangunan stadion, dan masyarakat mencari pasir untuk dijual pada proyek tersebut,&#8221; jelas Sayek.</p>



<p>Kabid Pemadam, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKPK Kota Batu, Santoso Wardoyo menuturkan, pihaknya mengerahkan 15 personel untuk melakukan penanganan jangka pendek.</p>



<p>&#8220;Lubang ini kita uruk material pasir dan batu, nanti akan ditambah air sehingga bisa lebih padat untuk meminimalisir bencana susulan. Tentu analisisnya perlu dikaji lebih dalam terutama masalah mapingnya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>&#8220;Jadi sejauh mana luasan rongga yang ada juga disekitar sini, kedalaman nya seberapa. Sehingga kajian ini bisa digunakan untuk analisa lebih dalam. Ini harus ditindak lanjuti untuk dianalisa dan dilakukan mitigasi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Kota Batu, Eko K, memaparkan tanah yang ambrol tersebut mengakibatkan lubang sedalam 8 meter. Namun pihaknnya belum bisa menganalisa secara pasti luasan lubang didalamnya.</p>



<p>Dia memperkirakan luasnya lebih dari 5 meter persegi. Untuk menutup lubang tersebut, pihaknya telah menyiapkan pasir sebanyak 4 dump truck.</p>



<p>&#8220;Dulu memang ada penambangan galian pasir disini. Jadi beberapa puluh tahun yang lalu, kita kehilangan jejak untuk menganalisa karena pelaku penambang sudah tidak ada,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya akan melakukan pemetaan secara geologis. Sehingga solusi penanganan yang tepat dapat ditemukan dan tak ada lagi bencana tanah ambrol di wilayah tersebut. <strong>(bir/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145284</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemilik Warung di Kawasan Payung 1 Batu Siap Direlokasi</title>
		<link>https://memontum.com/pemilik-warung-di-kawasan-payung-1-batu-siap-direlokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2021 09:10:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Payung 1]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ambles]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134940</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sekitar 14 pemilik warung atau tempat usaha di kawasan Payung 1, menerima dan legowo rencana evakuasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Batu. Langkah ini dilakukan, guna mengantisipasi tanah ambles, yang berlangsung di kawasan itu. Ketua Paguyuban Jagung Bakar, Ani Wahyu Wijayanti, mengatakan bahwa semua pemilik warung sudah legawa dievakuasi. Bahkan, tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-batu">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Sekitar 14 pemilik warung atau tempat usaha di kawasan Payung 1, menerima dan legowo rencana evakuasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Batu. Langkah ini dilakukan, guna mengantisipasi tanah ambles, yang berlangsung di kawasan itu.</p>



<p>Ketua Paguyuban Jagung Bakar, Ani Wahyu Wijayanti, mengatakan bahwa semua pemilik warung sudah legawa dievakuasi. Bahkan, tidak ada pemilik warung yang menolak untuk dievakuasi.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134850-pasar-sayur-batu-nasib-mu-kini-sepi-gebyar-mu-tak-seirama-asa-mu">Pasar Sayur Batu, Nasib Mu Kini Sepi, Gebyar Mu Tak Seirama Asa Mu</a></strong></p>



<p>&#8220;Mereka dievakuasi diberbagai tempat. Ada yang sementara kembali ke rumahnya dan ke rumah keluarganya. Tapi, ada satu yang harus dievakuasi ke Kantor Pusdalops BPBD Kota Batu,&#8221; jelas Yanti, sapaan akrabnya.</p>



<p>Seluruh pedagang, menurut penjelasan Yanti, telah menjadikan warungnya sebagai tempat tinggal. Sementara proses evakuasi yang dilakukan, berkisar selama satu bulan hingga Jalan Brigjen Moh Manan, selesai dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Provinsi.</p>



<p>&#8220;Demi kebutuhan hidup, kami mendapatkan bantuan sembako dari BPBD Kota Batu. Selain itu, retibusi tempat dari Perhutani, juga ditiadakan selama evakuasi ini,&#8221; papar dia.</p>



<p>Setiap kepala keluarga, tambahnya, dijanjikan mendapatkan bantuan satu paket sembako yang tiap paketnya berisi 50 kg beras, 6 dus mie instan, 5 kg gula pasir serta bumbu dapur dan lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/131930-pedagang-buah-jadi-korban-gendam-merugi-sekitar-rp-3-juta">Pedagang Buah Jadi Korban Gendam, Merugi Sekitar Rp 3 Juta</a></strong></p>



<p>Yanti mengatakan, bahwa pihaknya saat ini masih mengajukan untuk ditiadakannya tanggungan membayar listrik. Karena, selama proses evakuasi, tempat usaha tidak aktif alias tutup. Sehingga, tidak menggunakan aliran listrik.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, pengangkutan evakuasi ini dilakukan oleh BPBD Kota Batu dan DPUPR Kota Batu. Mereka yang dievakuasi hanya membawa barang berharga dan pakaian mereka. <strong>(bir/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawasan Meduran Batu Tanahnya Ambles</title>
		<link>https://memontum.com/kawasan-meduran-batu-tanahnya-ambles</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2017 04:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[galian C]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ambles]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/8474-kawasan-meduran-batu-tanahnya-ambles</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Batu &#8212; Tanah ambles kembali terjadi di kawasan Kampung Meduran Kelurahan Sisir Kota Batu, Sabtu (25/11/2017). Kali ini terjadi di rumah Juari warga Jalan Diran Gg II RT 04/02 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. &#8220;Saya sempat kaget di dalam rumah saya tiba-tiba ambles. Banyak barang seperti televisi dan barang lainnya pecah. Kejadiannya sekitar pukul 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Batu</strong> &#8212; Tanah ambles kembali terjadi di kawasan Kampung Meduran Kelurahan Sisir Kota Batu, Sabtu (25/11/2017). Kali ini terjadi di rumah Juari warga Jalan Diran Gg II RT 04/02 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. </p>
<p>&#8220;Saya sempat kaget di dalam rumah saya tiba-tiba ambles. Banyak barang seperti televisi dan barang lainnya pecah. Kejadiannya sekitar pukul 3 pagi,&#8221; kata Juari. </p>
<p>Ia lanjutkan, beruntung tidak ada korban jiwa. Seluruh keluarga pada saat itu sedang tidur di kamar. </p>
<p>Kejadian tanah ambles ini berukuran 250 cm x 230 cm dengan kedalaman sekitar 1 meter. Terjadi di ruang tengah rumah milik Juari. </p>
<p>Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu kejadian ini bukan yang pertama di kawasan ini. Sebelumnya sudah pernah terjadi di rumah beberapa warga lainnya. </p>
<p>&#8220;Kejadian ini karena adanya aktifitas galian C yang dilakukan oleh warga beberapa tahun sebelumnya. Sehingga terdapat ruang-ruang kosong di bawah permukaan tanah, dan menyebabkan permukaan tanah ambles,&#8221; kata Rochim, salah satu tim BPBD Kota Batu. </p>
<p>Kejadian seperti ini, lanjut dia, bisa saja terjadi lahi. Oleh karena itu masyarakat diminta waspada dan segera melaporkan ke BPBD ketika ada hal yang mencurigakan. <strong>(lih/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8474</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
