<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Oct 2022 15:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Jombang Pecahkan Rekor MURI untuk Pagelaran Tari Remo Boletan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jombang-pecahkan-rekor-muri-untuk-pagelaran-tari-remo-boletan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemkab Jombang berhasil pecahkan Rekor MURI Pagelaran Tari Remo Boletan dengan peserta sebanyak 41.112 orang. Sejumlah penari yang tampil, berasal dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK serta instansi pemerintahan. Turut hadir dalam kesempatan itu, pejabat MURI, Sri Widayati, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Jombang, Sumrambah beserta segenap Forkopimda Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemkab Jombang berhasil pecahkan Rekor MURI Pagelaran Tari Remo Boletan dengan peserta sebanyak 41.112 orang. Sejumlah penari yang tampil, berasal dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK serta instansi pemerintahan.</p>



<p>Turut hadir dalam kesempatan itu, pejabat MURI, Sri Widayati, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Jombang, Sumrambah beserta segenap Forkopimda Kabupaten Jombang, Perwakilan Segenap Kepala OPD Kabupaten Jombang. Kegiatan sendiri, berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Jombang, Selasa (11/10/2022) tadi.</p>



<p>Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih untuk perhatian serta dukungan semua pihak, terutama seluruh peserta pagelaran Tari Remo Boletan. &#8220;Kegiatan ini dipersiapkan selama sebulan. Atas kerja sama ini, mudah-mudahan Allah SWT, memberikan kemudahan kepada kita semua,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati menjelaskan, Kesenian Remo Boletan merupakan kesenian daerah asli Jombang, yang harus dipertahankan. Kegiatan pemecahan rekor MURI Pagelaran Tari Remo Boletan dengan peserta sebanyak 41.112 orang, ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-112 Kabupaten Jombang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Terima kasih kepada MURI yang nanti akan mencatat bahwa di Kabupaten Jombang tahun 2022, telah mendapatkan Rekor MURI yaitu Remo Boletan terbesar di tingkat Nasional. Semoga, ini bermanfaat serta menjadi suatu kegiatan positif. Sehingga, dapat mencetak anak-anak yang cerdas, berkualitas, sholeh, sholehah, bermanfaat serta berguna bagi agama, nusa dan bangsa untuk menyongsong Indonesia Maju. Masa depan bangsa dan negara ini terletak di pundak anak-anak muda saat ini,&#8221; tuturnya</p>



<p>Di tempat sama, pejabat MURI Indonesia, Sri Widayati, juga menyampaikan selamat ulang tahun Ke-112 untuk Kabupaten Jombang. Semoga semakin jaya, semakin maju serta masyarakatnya semakin sejahtera. Karya serta prestasi, ini akan diabadikan dalam Museum Rekor Dunia Indonesia</p>



<p>&#8220;Kami bersyukur dan bangga untuk kembali mencatat prestasi dari Kabupaten Jombang. Prestasi kali ini merupakan yang ke 14, sebab sebelumnya ada sebanyak 13 prestasi dari Kabupaten Jombang, yang sudah diabadikan di Museum Rekor Dunia Indonesia. Kali ini Kabupaten Jombang menggelar Pagelaran Tari Remo Boletan dengan peserta terbanyak yaitu 41.112 Penari Remo,&#8221; paparnya.</p>



<p>Semarak Pagelaran Tari Remo Boletan, merupakan budaya kearifan lokal yang harus terus di hidupkan dan jangan sampai melupakan jati diri bangsa. Spirit ini yang ingin ditanamkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang</p>



<p>&#8220;MURI memberikan apresiasi sebesar-besarnya dengan mengumumkan serta mengesahkan bahwa Pagelaran Tari Remo Boletan dengan penari terbanyak 41.112 peserta resmi tercatat di Museum Rekor MURI Indonesia sebagai rekor ke 10.603,&#8221; ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ontalan, Tradisi Masyarakat Lumajang Keturunan Madura</title>
		<link>https://memontum.com/ontalan-tradisi-masyarakat-lumajang-keturunan-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 11:12:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135080</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ontalan adalah sebuah tradisi masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi ini telah turun temurun selalu dilakukan pada saat acara pertunangan atau perkawinan khususnya bagi masyarakat Suku Madura. Seperti di Kampung Jatilan, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah. Sebuah acara pertunangan dirumah salah seorang warga yang lagi ramai melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ontalan adalah sebuah tradisi masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi ini telah turun temurun selalu dilakukan pada saat acara pertunangan atau perkawinan khususnya bagi masyarakat Suku Madura.</p>



<p>Seperti di Kampung Jatilan, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah. Sebuah acara pertunangan dirumah salah seorang warga yang lagi ramai melakukan tradisi Ontalan, Sabtu (20/02) sore.</p>



<p>&#8220;Kita dari Desa Mlawang mas, bersama rombongan mengantar keluarga wanita ke rumah calon atau tunangan pria. Beberapa waktu lalu keponakan saya dilamar, jadi sekarang kita gantian kesini,&#8221; kata Karto.</p>



<p>Dia menceritakan, di Klakah sudah lazim setiap acara pertunangan ataupun pernikahan tradisi Ontalan selalu dilakukan. Hari ini ada acara pertunangan, yang menggunakan tradisi Ontalan. “Untuk itu tradisi ini perlu dilestarikan, karena tidak semua daerah ada. Ini warisan leluhur,&#8221; ungkap Karto.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/02/VID-20210220-WA0038.mp4"></video></figure>



<p><strong>Baca juga : </strong><a href="https://memontum.com/132195-proses-14-tahun-lahirkan-buku-tentang-budaya-topeng-malang" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132195-proses-14-tahun-lahirkan-buku-tentang-budaya-topeng-malang" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Proses 14 Tahun, Lahirkan Buku Tentang Budaya Topeng Malang</a></p>



<p>Kata Ontalan dari bahasa Madura yang berarti melempar, dilakukan oleh sanak saudara dan handai taulan ketika pengantin atau tunangan wanita datang ke rumah si pria.</p>



<p>Pasca keluarga pria menyambut kedatangan rombongan keluarga wanita, dengan didahului dengan serah terima atau sambutan dari kedua belah pihak dan terkadang juga ada ceramah agama dari alim ulama. Setelah acara makan bersama kedua mempelai dipersilahkan untuk duduk berdua di kursi depan rumah atau teras.</p>



<p>Di depan kedua mempelai ditaruh sebuah nampan atau wadah. Pada saat itu semua kerabat dan handai taulan dari keluarga pria memberikan uang secara bergantian dengan menaruh pada sebuah wadah yang telah dipersiapkan. Bahkan ada yang menghias uang lalu mengalungkannya pada si wanita.</p>



<p>Setelah semua orang selesai melakukan Ontalan, uang tersebut dihitung ramai-ramai lalu dibungkus dan diberikan pada mempelai wanita. Acara tersebut sangat unik, maka bagi anda para wanita yang mendapatkan tunangan atau suami orang Lumajang. Jangan kaget jika nanti disambut dengan tradisi Ontalan. (adi/ed2)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/02/VID-20210220-WA0038.mp4" length="218" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Haryanti Sutrisno Ikuti Tari Gemu Fa Mi Re</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-haryanti-sutrisno-ikuti-tari-gemu-fa-mi-re</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2018 15:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=54472</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Tari kolosal Gemu Famire yang diikuti sekitar 4.000 orang, yang digelar dikawasan monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri memecahkan rekor Muri Selasa (4/9/2018). Tari Gemu Fa Mi Re itu digelar secara masal dalam rangka memperingati HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73. Hadir dalam tari itu, Danrem 082/CPYJ Kolonel Arm Budi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Tari kolosal Gemu Famire yang diikuti sekitar 4.000 orang, yang digelar dikawasan monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri memecahkan rekor Muri Selasa (4/9/2018). Tari Gemu Fa Mi Re itu digelar secara masal  dalam rangka memperingati  HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73.  Hadir dalam tari itu, Danrem 082/CPYJ Kolonel Arm Budi Suwanto, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan jajaran Forkopimda Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.</p>
<p>    Danrem 082/CPYJ Kolonel Arm Budi Suwanto mengatakan, tarian Gemu Fa Mi Re ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia yang melibatkan 300.000 peserta. &#8221; Ini dilakukan di Seluruh Indonesia, di Jawa Timur melibatkan 23.000 peserta yang tersebar di Malang, Surabaya, Kediri dan Madiun, yang dilakukan secara serentak untuk Wib pukul 07.00, Wita pukul 08.00 dan Wit pukul 09.00,” katanya.</p>
<p>     Lebih lanjut Kolonel Arm Budi Suwanto menambahkan, pemecahan rekor MURI Tarian Gemu Fa Mi Re ini petunjuk dari pusat untuk memeriahkan HUT TNI ke-73. “Intinya bagaimana kita bisa membangun kebersamaan dilingkungan masyarakat kita, dan ini salah satu media TNI dan masyarakat bisa bersama-sama dalam Tarian Gemu Fa Mi Re ini,” tegasnya.</p>
<p>     Sementara itu Bupati Kediri dr.Haryanti Sutrisno mengaku senang bisa ikut menari dan berolahraga bersama TNI-Polri pada pagi hari ini. &#8220;Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, selain berolahraga kita sama-sama pecahkan rekor tari gemu Fa Mi Re bersama TNI &#8211; Polri, &#8221; tegasnya.</p>
<p>     Dalam kesempatan tersebut Haryanti berharap dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan solidaritas dan kerukunan antar instansi melalui kegiatan Tari Gemu Famire. &#8221; Mudah-mudahan pemecahkan rekor ini dapat dijadikan inspirasi kita bagi TNI-Polri dan masyarakat untuk menjaga silahrutahmi serta menjaga kesatuan dan persatuan,&#8221; kata Bupati.</p>
<p>     Dalam Tarian Gemu Fa Mi Re juga melibatkan TNI, Polri, Ibu ibu  Persit Cadrakirana, beserta para pelajar dan masyarakat umum se Kota/Kabupaten Kediri.<strong>(aji/mid/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tari Rejang Renteng di atas Kabut Gunung Kawi</title>
		<link>https://memontum.com/tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2018 13:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pura Giri Kawijayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53811</guid>

					<description><![CDATA[* Piodalan Pura Giri Kawijayan 2018 &#160; Memontum Malang &#8211; Tari khas spiritual rejang rentang (dewa) diperagakan 27 perempuan, Kamis (30/8/2018) jelang sore, mengiringi Piodalan Pura Giri Kawijayan di Gunung Kawi. Umat Hindu, sejak siang melaksanakan giat dengan antusias. Dijelaskan Wadi, selaku ketua pelaksana kegiatan, ada sejumlah tahap yang terlaksana. Acara dimulai pukul 12.00 secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Piodalan Pura Giri Kawijayan 2018</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tari khas spiritual rejang rentang (dewa) diperagakan 27 perempuan, Kamis (30/8/2018) jelang sore, mengiringi Piodalan Pura Giri Kawijayan di Gunung Kawi. Umat Hindu, sejak siang melaksanakan giat dengan antusias.</p>
<p>Dijelaskan Wadi, selaku ketua pelaksana kegiatan, ada sejumlah tahap yang terlaksana. Acara dimulai pukul 12.00 secara bertahap hingga malam atau selesai perkiraan pukul 20.00. Puncak acara Piodalan pada sore hari.</p>
<p><a href="https://memontum.com/53811-tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi/img_20180830_134527-copy" rel="attachment wp-att-53814"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-53814" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Rangkaiannya bertahap, Piodalan, bahasa awamnya merayakan ulang tahun pura. Secara spirit mensucikan lagi, baik itu lingkungannya dan manusianya, &#8221; terang Wadi, Kamis (30/8/2018) siang, saat ditemui di halaman Pura Giri Kawijayan.</p>
<p>&#8220;Inti dari acara ini, ibarat baterai yang low, penuh kembali, aura positif, semangat terbangun, &#8221; urai Wadi kepada Memontum.com, Kamis (30/8/2018) siang.</p>
<p><a href="https://memontum.com/53811-tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi/img_20180830_143033-copy" rel="attachment wp-att-53815"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-53815" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Dijelaskan Wadi, kegiatan serangkaian tahapan dimaksudkan supaya tempat mengeluarkan energi positif. Berkumpulnya energi positif, meningkatkan aura ibadah.</p>
<p>Pura Giri Kawijayan, tengah dibangun di tempat baru. Awalnya, pura berada di latar bawah. Kini bergeser ke permukaan yang lebih tinggi atau berjarak beberapa meter saja. Menuju pura, ada undakan. Proses pembangunan telah berlangsung 4 tahunan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53811</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
