<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tempe &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tempe/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jun 2024 11:46:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tempe &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kendala Pengusaha Keripik Tempe, Pemkot Malang Diminta Beri Dukungan Pemasaran dan Harga Kedelai</title>
		<link>https://memontum.com/kendala-pengusaha-keripik-tempe-pemkot-malang-diminta-beri-dukungan-pemasaran-dan-harga-kedelai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali. Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali.</p>



<p>Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga, itu sedikit merepotkan.</p>



<p>“Kalau kami, untuk pemasaran itu hanya melalui sales dan distribusinya hanya ke Kota Batu dan ke Kalimantan. Itu aja,” kata Imam, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, Imam berharap agar ke depan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, nantinya dapat membantu mengenai pemasaran produk UMKM. Terutama, di Sentra Industri Keripik Sanan tersebut.</p>



<p>“Harapan kami setelah ada kunjungan dari Pj Wali Kota Malang ini, ke depan nantinya dapat dibantu mengenai pemasarannya. Karena itu yang menurut kami sedikit agak repot,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, untuk menyikapi kenaikan harga kedelai, Imam mengaku jika harga keripik tempe juga akan dinaikkan. Sebab, jika itu tidak dilakukan, maka dia mengalami kerugian dan tidak balik modal.</p>



<p>“Paling tinggi harga kedelai bisa sampai Rp 15 ribu, padahal biasanya Rp 10 ribu. Nah kalau harga kedelai pas lagi mahal, mau tidak mau harga keripik tempe juga kita naikkan Rp 100 rupiah,” ucapnya.</p>



<p>Padahal dalam satu kali produksi keripik tempe dia bisa menghabiskan sampai dengan 1 ton kedelai. Sedangkan untuk jumlah tempe bisa menghabiskan 50 lonjor tempe.</p>



<p>“Tapi kalau penjualan saat ini sudah stabil, alhamdulillah dan harga kedalai sekarang Rp 10.500. Untuk harga jual kami per pack nya Rp 7.500. Di sini ramai kalau pas hari raya dan alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap juga,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini Diskopindag selalu memberikan support bagi para UMKM. Terutama, mengenai perizinan merek, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pelatihan.</p>



<p>“Tetapi untuk pelatihan memang belum menyeluruh, nanti akan kami agendakan sesuai dengan intruksi Pj Wali Kota Malang. Kemudian untuk support lain yang akan kami berikan nanti mengenai promosi produk akan lebih kita berikan sepenuhnya,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah Penjual Kripik Tempe di Sanan Kota Malang Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-penjual-kripik-tempe-di-sanan-kota-malang-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194620</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rumah milik M Taufik (61), penjual kripik tempe, warga Jalan Sanan Gang III B, RT05 RW15, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (30/07/2023) sekitar pukul 18.30, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 150 juta. Diperoleh informasi, sore itu Taufik dan Khustiana sedang berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Rumah milik M Taufik (61), penjual kripik tempe, warga Jalan Sanan Gang III B, RT05 RW15, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (30/07/2023) sekitar pukul 18.30, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 150 juta.</p>



<p>Diperoleh informasi, sore itu Taufik dan Khustiana sedang berada di rumah. Namun, keduanya dibuat terkejut ketika tiba-tiba mendengar suara benda terbakar. Saat itu, Khustiana akhirnya menuju ke belakang rumah dan didapati api sudah membesar.</p>



<p>Api tampak membesar dan membakar bagian belakang rumahnya hingga segera saja dirinya memberitahukan ke suaminya dan bergegas keluar rumah untuk meminta tolong warga sekitar. Kejadian itu, juga membuat panik warga sekitar karena kebakaran berada di lokasi padat penduduk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Warga pun, segera melakukan pemadaman dengan air seadanya sambil melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan PMK Kota Malang. Bahkan, akibat kebakaran ini sempat diumumkan melalui pengeras suara di masjid, agar warga bergotong royong membantu melakukan pemadaman.</p>



<p>Tidak lama, petugas Polsek Blimbing dan petugas PMK Kota Malang tiba di lokasi guna melakukan pemadaman. Petugas dengan cepat melakukan penyemprotan katena api sudah merantak membakar seisi rumah. Sebanyak empat unit mobil PMK di kerahkan. Sementara api benar-benar dipastikan padam, setelah sekitar 60 menit kemudian.</p>



<p>Kapolsek Blimbing, Kompol Danang Yudanto, membenarkan kejadian ini. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penyebab kebakaran. &#8220;Untuk dugaan awal akibat konsleting listrik. Tapi, kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Tempe Desa Beji, Siapkan 2 Kuintal Kedelai untuk Diolah Jadi Sajian Makanan Inovasi Baru</title>
		<link>https://memontum.com/festival-tempe-desa-beji-siapkan-2-kuintal-kedelai-untuk-diolah-jadi-sajian-makanan-inovasi-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:39:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[beji,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diolah]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuintal]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sajian]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Festival Tempe yang digelar Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang berlangsung 13 sampai 15 Juli 2023, dipastikan akan berlangsung meriah. Itu karena, panitia menyiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah menjadi tempe. Sedangkan, dari kreasi kedelai menjadi tempe, ini ternyata mewujudkan inovasi baru pembuatan mie yang berasal dari kulit kedelai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Festival Tempe yang digelar Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang berlangsung 13 sampai 15 Juli 2023, dipastikan akan berlangsung meriah. Itu karena, panitia menyiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah menjadi tempe. Sedangkan, dari kreasi kedelai menjadi tempe, ini ternyata mewujudkan inovasi baru pembuatan mie yang berasal dari kulit kedelai.</p>



<p>Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, mengatakan Festival Tempe yang digelar tersebut sudah menjadi agenda tahunan. Dan, tahun 2023 ini merupakan tahun ke empat digelar acara itu.</p>



<p>&#8220;Tahun 2023 ini adalah tahun keempat digelarnya Festival Tempe. Dan, dalam kegiatan ini disiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah warga dari beberapa dusun dan tingkat rukun warga, secara bersamaan untuk dijadikan tempe. Dalam acara puncak nanti, tempe yang sudah jadi itu diolah lagi menjadi makanan,&#8221; terangnya di lokasi Festival Tempe di Desa Beji, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Sebenarnya, ujar Deny, olahan kedelai bukan hanya bisa dijadikan tempe semata. Warga pengrajin tempe, pun berhasil juga membuat olahan tempe menjadi makanan ringan. Seperti brownies, puding, sate, keripik.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, selain kedelainya yang bisa diolah, kulit kedelai juga bisa diolah menjadi mie yang selama ini dinamakan mie Sule. Mie ini pernah mendapatkan penghargaan inovasi teknologi pangan tahun 2022 lalu.</p>



<p>&#8220;Jadi, tujuan dari festival ini tentunya untuk mengenalkan lebih jauh, bagaicaranya pengolahan kedelai menjadi tempe. Lalu, bagaimana selanjutnya olahan tempe itu bisa diproses ke olahan lain. Dan, untuk kulit kedelainya juga bisa diolah menjadi mie. Tentunya, disinilah masyarakat luas juga bisa mengetahui bahwa Desa Beji adalah sentra produksi tempe di Kota Batu,&#8221; urainya.</p>



<p>Mengenai pengrajin tempe, jelas Deny, tercatat sejak Januari 2023 di Desa Beji sebanyak 263. Sedangkan, setiap harinya untuk kedelai yang dibutuhkan setiap harinya oleh para warga pengrajin tempe ini mencapai 7 ton.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami berharap dari tempe ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, melalui Festival Tempe ini tentunya secara langsung wisatawan dan masyarakat luar akan mengenal edukasi tempe dan bisa berkunjung disini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Harga Kedelai Terus Meroket, Tempe di Kota Malang Terimbas</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-harga-kedelai-terus-meroket-tempe-di-kota-malang-terimbas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 12:57:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai mahal]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179509</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Imbas kenaikan harga kedelai, membuat harga tempe dan tahu di Kota Malang, menjadi meroket. Hal tersebut, menjadi penyumbang inflasi Kota Malang pada bulan November 2022, yakni sebesar 8,12 persen. Hal itu, tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Dari pantauan Memontum.com saat mengunjungi salah satu pedagang, di Pasar Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Imbas kenaikan harga kedelai, membuat harga tempe dan tahu di Kota Malang, menjadi meroket. Hal tersebut, menjadi penyumbang inflasi Kota Malang pada bulan November 2022, yakni sebesar 8,12 persen. Hal itu, tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com saat mengunjungi salah satu pedagang, di Pasar Kota Malang, Muhammad Syifa, mengatakan jika kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak awal tahun 2022. Sehingga, itu berimbas pada penjualan harga tempe dan tahu.</p>



<p>“Dari awal tahun kedelai memang sudah naik. Tapi tidak langsung tinggi, setiap harinya naik dikit dikit tapi kan lama lama jadi bukit. Yang awalnya Rp 6 ribu sekarang jadi Rp 15 ribu perkilonya,” ucap Syifa saat dikonfirmasi, Selasa (06/12/2022) tadi.</p>



<p>Meskipun begitu, dirinya mengaku tempe yang dijualkan masih dengan harga yang sama dan tetap, yakni Rp 5 ribu. Namun, dirinya mengakali dengan memperkecil ukuran tempenya.</p>



<p>“Tetap jual harga Rp 5 ribu, tapi ukurannya dikecilkan kalau nggak gitu nggak dapat untung,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sekda-budiar-dorong-perangkat-daerah-kabupaten-malang-tingkatkan-kualitas-penyusunan-lppd">Sekda Budiar Dorong Perangkat Daerah Kabupaten Malang Tingkatkan Kualitas Penyusunan LPPD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut dikatakan, jika jelang Nataru tahun ini tidak menutup kemungkinan jika mengalami kenaikan harga. Meskipun, kenaikan itu tidak besar, hanya sekitar Rp 1 ribu per balok tempe.</p>



<p>“Jelang nataru mungkin akan mengalami kenaikan dari Rp 5 ribu ke Rp 6 ribu, dengan ukuran yang sama,” lanjutnya.</p>



<p>Namun, menurutnya dengan kenaikan harga tersebut sedikit mempengaruhi permintaan konsumen, meskipun tidak signifikan. Tetapi, jika memasuki hari libur atau hari besar, penjualan tempe akan ditambah.</p>



<p>“Kalau untuk penjualan sedikit turun. Dari biasanya bawa 12 potong yang besar, sekarang hanya 10 potong saja. Tapi kalau hari besar atau sabtu minggu saya tambah sedikit, dikira-kira,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, kenaikan harga kedelai tersebut juga mempengaruhi kenaikan harga segala jenis tempe mulai dari tempe kedelai, tempe kacang tanah, hingga mendol (olahan tempe). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179509</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event ke 2 Para Seniman Senitorium X Angkat Tema Besar &#8216;Tempe&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/event-ke-2-para-seniman-senitorium-x-angkat-tema-besar-tempe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2021 11:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[senitorium x]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat lama vakum, kelompok perupa yang tergabung dalam Senitorium X kembali menggelar pameran lukis. Event kedua usai comebacknya Senitorium X ini mengusung tema besar tempe dan bertajuk &#8216;Dinner Party&#8217;. Bertempat di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), gelaran berlangsung sejak 25-30 Maret 2021. Salah satu pendiri Senitorium X, Tamtama Anoraga, menceritakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat lama vakum, kelompok perupa yang tergabung dalam Senitorium X kembali menggelar pameran lukis.</p>



<p>Event kedua usai comebacknya Senitorium X ini mengusung tema besar tempe dan bertajuk &#8216;Dinner Party&#8217;. Bertempat di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), gelaran berlangsung sejak 25-30 Maret 2021.</p>



<p>Salah satu pendiri Senitorium X, Tamtama Anoraga, menceritakan bahwa sejak berdiri di tahun 2005, dirinya bersama 3 perupa lainnya yang tergabung di Senitorium X selalu rutin tampil dalam berbagai event.</p>



<p>&#8220;Tapi sayangnya kami sempat vakum karena kesibukan masing-masing. Lalu kemudian kami dipertemukan kembali saat event Mini Art Malang. Melihat itu, salah satu kurator seni rupa di Malang kemudian tergelitik, bagaimana kalau Senitorium X tampil sebagai suatu komunitas kembali,&#8221; ungkapnya, Sabtu (27/03).</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/129422-ngalam-bungkus-ajang-pameran-produk-kemasan-desainer">‘Ngalam Bungkus’ Ajang Pameran Produk Kemasan Desainer</a></strong></p>



<p>Dari situ para punggawa Senitorium X mulai merakit ulang apa-apa saja yang mereka kerjakan selama ini. Sehingga pada tahun 2019 mereka akhirnya tampil bersama lagi sebagai suatu komunitas di Raos Galeri Kota Batu</p>



<p>&#8220;Dan di DKM ini adalah tampilan kedua setelah cukup lama vakum,&#8221; kata pria yang akrab disapa Tomi itu.</p>



<p>Dengan mengusung tema besar tempe, keempat punggawa Senitorium X bersama 3 seniman lainnya ingin menunjukkan bahwa kuliner tempe sebetulnya adalah kebanggaan bangsa Indonesia.</p>



<p>Menurutnya tempe adalah hasil olah budaya, dimana tidak sekedar makanan, tapi sebuah olah pikir bangsa ini dalam mensiasati kebutuhan akan pangan.</p>



<p>&#8220;Tapi tidak begitu banyak yang menyadari fakta ini, walaupun mungkin setiap hari mereka berjumpa dengan tempe. Contoh saja, banyak orang luar kota ketika di Malang mencari oleh-oleh tempe. Ini faktanya, tapi yang kemudian tampak di permukaan ternyata tidak selalu menyadari hal tersebut,&#8221; terangnya.</p>



<p>Oleh karena itu melalui proyek seni ini, Senitorium X ingin mencoba untuk mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayangan pangan berupa tempe, dengan segala keunikan sejarah dan proses mengolahnya.</p>



<p>Karya seni yang tersaji pada gedung yang terletak di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen itu merupakan buah karya kolaborasi 7 perupa Malang. Yoyok Siswoyo, Tamtama Anoraga, David Sugiarto, Suryanto, Dewi Jasmine, Jamalludin, dan Koko Sujatmiko.</p>



<p>&#8220;Senitorium X setiap adakan event selalu kolaborasi dengan seniman lain yang memang dipandang memiliki visi dan misi yang sama dalam berkarya. Namun setiap tahunnya pasti berbeda-beda seniman yang kami ajak untuk kolaborasi,&#8221; tutup Tomi. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tempe Berbalut Cokelat Jadi Camilan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/tempe-berbalut-cokelat-jadi-camilan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 11:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79577-tempe-berbalut-cokelat-jadi-camilan-kekinian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Empat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat produk inovasi camilan mengenyangkan, yakni Cokelat Tempe. Ini untuk mengubah mood buruk menjadi baik bagi setiap orang, terutama yang hobi ngemil. Camilan yang satu ini berbahan dasar tempe yang merupakan makanan tradisional, dengan digabungkan dengan balutan cokelat. Ini dibuat karena dua jenis makanan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Empat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat produk inovasi camilan mengenyangkan, yakni Cokelat Tempe. Ini untuk mengubah mood buruk menjadi baik bagi setiap orang, terutama yang hobi ngemil.</p>
<p>Camilan yang satu ini berbahan dasar tempe yang merupakan makanan tradisional, dengan digabungkan dengan balutan cokelat. Ini dibuat karena dua jenis makanan tersebut banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Nah, kami ditantang oleh pembina koperasi mahasiswa Unusa untuk menyatukan kedua bahan tersebut, akhirnya kami membuat beberapa jenis makanan dengan bahan dasar tempe dan cokelat tersebut,&#8221; kata salah satu anggota Kopma Unusa, Ita Safitri saat Gelar Produk di Unusa, Selasa (26/2/2019).</p>
<p>Dari tempe coklat sendiri, terdapat tiga macam yang dibuat. Yakni keripik Cokelat Tempe, Bola Lumpur, dan Nuget Cokelat.</p>
<p>Ita mengatakan, awalnya cukup bingung untuk menyatukan dua jenis makanan yang berbeda tersebut. Karena selama ini cokelat identik dengan makanan yang manis-manis. Sedangkan tempe lebih ke makanan asin.</p>
<p>&#8220;Setelah saya membuat dan diuji cobakan pada teman-teman, banyak respons baik. Ada beberapa masukkan kurang manis dan lain-lain langsung saya perbaiki. Akhirnya jadi seperti ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79577</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
