<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tionghoa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tionghoa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Mar 2025 04:56:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tionghoa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jaga Toleransi Beragama, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia bersama Pelajar Berbagi Takjil                       </title>
		<link>https://memontum.com/jaga-toleransi-beragama-paguyuban-sosial-marga-tionghoa-indonesia-bersama-pelajar-berbagi-takjil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220354</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sejumlah pelajar dari mulai SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, membagikan ratusan takjil untuk buka puasa, Senin (17/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di depan Pendopo Aryo Situbondo itu, bertujuan untuk merajut toleransi antar umat beragama dan mengajari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sejumlah pelajar dari mulai SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, membagikan ratusan takjil untuk buka puasa, Senin (17/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di depan Pendopo Aryo Situbondo itu, bertujuan untuk merajut toleransi antar umat beragama dan mengajari toleransi sejak dini terhadap siswa-siswi.</p>



<p>“Kegiatan pembagian takjil ini rutin kita laksanakan setiap Bulan Puasa bersama siswa-siswi SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik Santo Elias Situbondo. Tujuannya, kita mengajari pelajar dalam membangun toleransi sejak dini,” kata Ketua PSMTI Kabupaten Situbondo, Linda Indarwati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Linda menambahkan, melalui kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi contoh murid-murid SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. “Berbagi takjil atau makanan berbuka puasa ini dilakukan secara rutin. Melalui aksi ini, tentunya juga mengajari untuk menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Linda.</p>



<p>Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, ujar Linda, diharapkan juga menjadi momen untuk sama-sama berbagi di Bulan Ramadan. &#8220;Semoga murid-murid non muslim sejak dini tertanam jiwa toleransi yang kuat terhadap umat beragama di Kota Santri Situbondo ini,&#8221; papar Linda. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220354</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Situbondo bersama Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Bagikan Takjil Buka Puasa</title>
		<link>https://memontum.com/polres-situbondo-bersama-paguyuban-sosial-warga-tionghoa-bagikan-takjil-buka-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Polres Situbondo bersama Bhayangkari Cabang Situbondo dan berbagai komunitas, diantaranya Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Cabang Situbondo, Perbakin hingga Komunitas Jeepers, membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di area Jalan PB Sudirman atau tepatnya depan Mapolres Situbondo, Jumat (07/03/2025) tadi. Mereka nampak kompak turun ke jalan, guna membagikan ribuan takjil di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Polres Situbondo bersama Bhayangkari Cabang Situbondo dan berbagai komunitas, diantaranya Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Cabang Situbondo, Perbakin hingga Komunitas Jeepers, membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di area Jalan PB Sudirman atau tepatnya depan Mapolres Situbondo, Jumat (07/03/2025) tadi. Mereka nampak kompak turun ke jalan, guna membagikan ribuan takjil di depan Polres Situbondo.</p>



<p>Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengatakan bahwa Bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah. Karenanya, Polri mengajak seluruh masyarakat bersama-sama untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan peduli dengan sesama.</p>



<p>“Bagi-bagi takjil Polres Situbondo bersama Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Cabang Situbondo, Perbakin, Komunitas Jeepers dan berbagai umat beragama ini, tidak hanya diberikan kepada pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Situbondo. Namun, juga disalurkan kepada sejumlah yayasan anak yatim, tukang becak, ojek online (Ojol), juru parkir, pedagang keliling dan petugas kebersihan jalan juga mendapatkan takjil gratis,” kata Kapolres Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolres Situbondo juga menjelaskan, dengan keberkahan Bulan Ramadan ini, pihaknya berharap adanya sinergitas Polri dan masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, sejuk dan aman. “Ini bukan sekedar hanya membagikan takjil, tetapi kita memberikan edukasi terhadap masyarakat Kota Santri Situbondo tentang nilai-nilai keragaman. Sebab, dalam pembagian takjil berbuka puasa, ada komunitas warga Tionghoa dan umat beragam lainnya yang ikut berpartisipasi dalam proses pembagian takjil ini,” imbuh Kapolres Situbondo.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Cabang Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan bahwa pihaknya sangat bahagia bisa berbagi takjil buka puasa bersama Kapolres Situbondo dan jajarannya. “Kegiatan bagi takjil buka puasa ini rutin setiap tahun dilakukan oleh Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Cabang Situbondo,” jelas Linda Indrawati.</p>



<p>Lebih lanjut Linda mengatakan, pembagian takjil buka puasa bagi Umat Muslim yang dilakukan ini merupakan wujud toleransi umat beragama. “Ini merupakan sikap toleransi yang selama ini telah terjalin dengan baik,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Tionghua Situbondo Siap Partisipasi dalam Menurunkan Angka Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/komunitas-tionghua-situbondo-siap-partisipasi-dalam-menurunkan-angka-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 13:30:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Atasi Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Komunitas Tionghua Xihua Situbondo, turut berpartisipasi khusus terhadap penanganan masalah stunting di Kabupaten Situbondo. Perhatian itu diberikan, saat hadir di acara senyum 1000 Balita, dengan mengajak masyarakat Situbondo melawan stunting. Kegiatan ini, diselenggarakan di halaman Makodim 0823 Situbondo, Selasa (23/08/2022) tadi. Ketua Komunitas Tionghua Xihua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan bahwa perhatian itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Komunitas Tionghua Xihua Situbondo, turut berpartisipasi khusus terhadap penanganan masalah stunting di Kabupaten Situbondo. Perhatian itu diberikan, saat hadir di acara senyum 1000 Balita, dengan mengajak masyarakat Situbondo melawan stunting. Kegiatan ini, diselenggarakan di halaman Makodim 0823 Situbondo, Selasa (23/08/2022) tadi.</p>



<p>Ketua Komunitas Tionghua Xihua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan bahwa perhatian itu diberikan dengan memperbanyak edukasi dan mensosialisasikan ke instansi hingga diharapkan meluas ke lingkungan rumah. &#8220;Kami Komunitas Tionghua berpartisipasi bersama Dandim 0823 Situbondo, untuk pengentasan stunting di Situbondo. Apalagi, karena angka kasus stunting masih tinggi. Harapan ke depan, Situbondo sudah bebas stunting. Dengan ikut peran serta, Komunitas Tionghua Situbondo akan turun langsung bersama dengan Dandim melaksanakan mobile stunting dan ingin membantu pemerintah mengentaskan stunting di lokus stunting,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Komunitas Tionghua, tambahnya, akan memberi edukasi dan berpartisipasi dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Situbondo. &#8220;Di daerah pesisir Situbondo merupakan penghasil ikan laut terbanyak. Oleh karenanya, kami memberikan edukasi ke masyarakat, agar salah satunya banyak mengkonsumsi ikan laut karena bergizi tinggi,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Bahkan, pihaknya mengatakan akan melaksanaka mobile stunting di daerah terpencil di Situbondo. &#8220;Stunting menjadi indikator tingkat kemiskinan. Untuk itu, nantinya akan memaksimalkan peran kami dengan melaksanakan kegiatan mobile stunting di daerah-daerah terpencil agar dapat terjangkau. Bahkan, nantinya akan diperluas ke masyarakat pegunungan,&#8221; bebernya.</p>



<p>Linda menyebut, upaya ikut andil pencegahan stunting akan dilakukan serius, dengan menggandeng Dandim 0823 dan DP3AP2KB Situbondo. &#8220;Ke depan kita coba melakukan kerjasama dengan DP3AP2KB untuk melaksanakan program ini supaya bisa memaksimalkan peran Komunitas Tionghua Xihua Situbondo,&#8221; jelasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peran Gus Dur bagi Masyarakat Tionghoa</title>
		<link>https://memontum.com/peran-gus-dur-bagi-masyarakat-tionghoa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2022 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=162806</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kebebasan masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia, tidak terlepas dari peran penting Presiden ke empat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid. Karena atas jasa almarhum yang akrab dipanggil Gus Dur tersebut, mampu menghapuskan diskriminasi dengan dicabutnya larangan bagi warga Tionghoa merayakan Imlek. Pencabutan tersebut ditandai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Kebebasan masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia, tidak terlepas dari peran penting Presiden ke empat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid. Karena atas jasa almarhum yang akrab dipanggil Gus Dur tersebut, mampu menghapuskan diskriminasi dengan dicabutnya larangan bagi warga Tionghoa merayakan Imlek.</p>



<p>Pencabutan tersebut ditandai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2006. Keppres yang dibuat Gus Dur tersebut mematahkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China yang dikeluarkan Presiden Soerharto di masa Orde Baru.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Humas Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Bonsu Anton Triyono, mengatakan bahwa asas Pancasila lah yang mendorong Gus Dur dekat dengan masyarakat Tionghoa.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Heterogenitas adat istiadat dan suku bangsa yang ada di Indonesia. Itu yang menjadi pokok Gus Dur mensosialisasikan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, sudah selayaknya memiliki Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB),&#8221; kata Bonsu Anton Triyono, Selasa (01/02/2022).</p>



<p>Bonsu Anton juga menjelaskan bahwa dirinya sudah lama bergaul serta berinteraksi dengan Gus Dur. &#8220;Sehingga saya mengenal bahwa di Indonesia sudah selayaknya mempunyai sifat kejujuran dan toleransi. Kalau mengaku sebagai orang Indonesia, tapi tidak memahami dan menjalankan sila Pancasila, ya mohon maaf,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ia juga mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh masyarakat Indonesia berbahagia karena dilahirkan di tengah heterogenitas Bangsa Indonesia. &#8220;Berbahagialah kita dilahirkan di Indonesia, dengan berbagai perbedaan yang ada tetapi tetap menjunjung tinggi rasa toleran,&#8221; ujar Bonsu Anton. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162806</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan Imlek, Komunitas Tionghoa Bagikan Bingkisan dan Angpao Untuk Keluarga Terdampak Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-imlek-komunitas-tionghoa-bagikan-bingkisan-dan-angpao-untuk-keluarga-terdampak-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2021 16:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bakti sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tahun baru Imlek di tahun 2021 atau tahun baru imlek 2572 jatuh pada hari Jumat (12/02). Ketua Komunitas Tionghua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan kegiatan pemberian bingkisan dan angpao ini bekerja sama dengan Komunitas Tionghua Situbondo, Jumat (12/02) &#160;&#8220;Tim Komunitas Tionghua Situbondo membagikan total 100 paket sembako (bingkisan) dan angpao bagi keluarga tionghoa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tahun baru Imlek di tahun 2021 atau tahun baru imlek 2572 jatuh pada hari Jumat (12/02). Ketua Komunitas Tionghua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan kegiatan pemberian bingkisan dan angpao ini bekerja sama dengan Komunitas Tionghua Situbondo, Jumat (12/02)</p>



<p>&nbsp;&#8220;Tim Komunitas Tionghua Situbondo membagikan total 100 paket sembako (bingkisan) dan angpao bagi keluarga tionghoa yang terdampak Covid-19.</p>



<p>&#8220;Pemberian bingkisan dan angpao tersebut dengan cara door to door (berkunjung kerumah penerima manfaat) untuk menghindari kerumunan.</p>



<p>Dengan harapan agar tahun ini banyak rezeki, sehat selalu dan menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Masyarakat juga terbantu di masa pandemi Covid-19,&#8221; harap Linda Indrawati.</p>



<p>Linda menambahkan sebelumnya menjelang imlek Komunitas Tionghua Situbondo telah melakukan bakti sosial (simpatik) bersinergi dengan Satlantas Polres Situbondo di beberapa lokasi&nbsp; membagikan masker dan buah-buahan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian penanganan Covid 19.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134541-petikan-sk-pppk-turun-204-orang-lulusan-seleksi-pppk-tahun-2019#ixzz6mH8yO9qQ" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Petikan SK PPPK Turun, 204 Orang Lulusan Seleksi PPPK Tahun 2019</a></strong></p>



<p>&#8220;Semoga barang-barang yang kami bagikan dapat menjadi berkat bagi kita semua,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Linda juga menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara dapat terlaksana. Ia juga menyampaikan harapan agar dapat memberikan contoh yang baik.</p>



<p>Meski Imlek di tengah Pandemi Covid 19, niat Komunitas Tionghua Situbondo tidak surut untuk saling membantu sesama manusia.</p>



<p>“Tradisi budaya imlek yang tetap bertahan hingga kini adalah saling membantu,&#8221; kata Ketua Komunitas Tionghua Situbondo.</p>



<p>Ia berharap di tahun shio kerbau logam ini, masyarakat Indoneia pada umumnya dan khususnya masyarakat Situbondo diberikan kesehatan dan rejeki berlimpah, segalanya tetap sehat, lancar dan maju, agar virus wabah Covid-19 ini serta bencana alam segera berlalu dan hilang, demikian harap Linda Indrawati. Di Imlek 2572 ini sejumlah bingkisan dan angpaopun yang turut dibagikan khusus kepada 100 warga Tionghua Situbondo yang terdampak ekonomi lemah akibat pandemi Covid 19.&#8221; pungkasnya <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Situbondo Dampingi Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI Bagikan Sembako ke Dapur Umum Covid- 19</title>
		<link>https://memontum.com/polres-situbondo-dampingi-komunitas-tionghoa-bersatu-xi-hua-dan-psmti-bagikan-sembako-ke-dapur-umum-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 01:59:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[polres situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116398</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Komunitas Tionghoa Xi Hua dan PSMTI didampingi Polres Situbondo memberikan paket sembako pada tiga dapur umum kampung tangguh di Desa Olean, Kecamatan Situbondo Kota dan Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Paket sembako yang dibagikan kepada tiga dapur umum desa tangguh tersebut berupa beras IR 64 sebanyak 150kg, telur ayam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Komunitas Tionghoa Xi Hua dan PSMTI didampingi Polres Situbondo memberikan paket sembako pada tiga dapur umum kampung tangguh di Desa Olean, Kecamatan Situbondo Kota dan Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Paket sembako yang dibagikan kepada tiga dapur umum desa tangguh tersebut berupa beras IR 64 sebanyak 150kg, telur ayam broiler 15 kg serta minyak filma merk syafira 12 liter 36 liter.</p>
<p>Ketua Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI, Linda Indrawati saat dikonfirmasi wartawan memontum.com mengatakan, ketiga dapur umum yang memasak kurang lebih sebanyak 300 nasi bungkus per hari tersebut benar &#8211; benar sangat membutuhkan uluran tangan dari masyarakat atau komunitas yang ada di Kabupaten Situbondo.</p>
<p>&#8221; Kami didampingi Kasat lantas, AKP Indah Citra Fitriani SIK dan Kasat Binmas, Iptu Djembadi SH, memberikan paket sembako di tiga dapur umum, diataranya dua dapur umum di Desa Olean dan satu dapur umum di Desa Tenggir, &#8221; ucap Ketua Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI.</p>
<p>Bukan hanya itu saja yang dikatakan Linda Indrawati, dia juga menjelaskan, bahwa, pemberian sembako tersebut adalah bentuk partisipasi kami dari Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI yang telah peduli kepada warga terisolasi Covid- 19.</p>
<p>&#8221; Pada saat memberikan sembako, ada satu dapur umum yang sangat minim persediaan sembako nya, untuk itu, kami berharap kepada komunitas yang ada di Kabupaten Situbondo sekiranya peduli dan juga memberikan sembako kepada dapur umum desa tangguh tersebut, semoga Kabupaten Situbondo secepatnya bebas dari Covid- 19, &#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara, Ketua dapur umum, Desa Tenggir, Dusun Tenggir Barat, RT 2 / RW 7, Irianto, mengucapkan banyak &#8211; banyak terimakasih kepada Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI yang telah peduli memberikan paket sembako kepada dapur umum desa tangguh.</p>
<p>&#8221; Kami mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada Komunitas Tionghoa Bersatu Xi Hua dan PSMTI telah peduli kepada warga kami yang pada saat ini terisolasi karena virus Corona atau Covid- 19, kami juga berharap kepada Komunitas yang ada di Kabupaten Situbondo untuk peduli dan juga memberikan paket sembako untuk dapur umum kami, &#8221; ucapnya. <strong>(her/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Tionghoa Bondowoso Antusias Sambut Harjabo 2019</title>
		<link>https://memontum.com/warga-tionghoa-bondowoso-antusias-sambut-harjabo-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2019 00:57:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[Harjabo]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=86793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Nuansa berbeda mewarnai peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-200 Tahun 2019. yang digelar mulai 29 Juni hingga 6 Juli nanti. Karena, untuk kali pertama Festival Pecinan Bondowoso ikut meramaikan Harjabo 2019 yang digelar mulai 28 Juni hingga 6 Juni nanti. Tak heran, warga Tionghoa Bondowoso sangat antusiasme menyambut Festival Pecinan. Dengan dana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Nuansa berbeda mewarnai peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-200 Tahun 2019. yang digelar mulai 29 Juni hingga 6 Juli nanti. Karena, untuk kali pertama Festival Pecinan Bondowoso ikut meramaikan Harjabo 2019 yang digelar mulai 28 Juni hingga 6 Juni nanti. Tak heran, warga Tionghoa Bondowoso sangat antusiasme menyambut Festival Pecinan.</p>
<p>Dengan dana urunan, mereka sudah memasang ratusan lampion warna merah di sepanjang Jalan PB Sudirman. Warga Tionghoa Bondowoso siap menyambut Harjabo 2019.</p>
<p>”Kami ingin Festival Pecinan menyambut Harjabo 2019 meriah dan ada nuansa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata warga keturunan Tionghoa di Bondowoso yang minta namanya dirahasiakan.</p>
<p>Antusisame warga Tionghoa menyambut Festival Pecinan pun mendapat apresiasi positif dari warga Bondowoso. Salah satunya P. Saiful (55) pedagang kaki lima di Pecinan. Dia mengaku Festival Pecinan digelar tidak hanya memeriahkan, tapi juga membuat Harjabo 2019 lebih beragam .</p>
<p>”Selain itu, Festival Pecinan akan memberikan keuntungan bagi warga Bondowoso, terutama pedagang kaki lima. Karena, Festival Pecinan dikemas pasar malam, car free night, dan kesenian barongsai yang menghibur masyarakat,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso mengatakan, Festival Pecinan yang memeriahkan Harjabo 2019 memang melibatkan warga Tionghoa Bondowoso. Ini untuk menunjukan adanya keragaman Bondowoso yang indah dan tetap terjaga.</p>
<p>”Makanya, keberagaman yang indah, ini kita tunjukkan dengan Festival Pecinan Bondowoso yang dikemas dalam bentuk pasar malam, car free night, wisata kuliner, dan kesenian barongsai di sepanjang Jalan PB Sudirman dipenuhi lampion,” kata Harry.</p>
<p>Selain Festival Pecinan Bondowoso, beragam kegiatan meramaikan Harjabo 2019. Seperti 200 tumpeng sebagai simbol Bondowoso berusia 200 tahun dan hiburan musik yang menghadirkan penyanyi dangdut pantura Cak Sodik bersama grup musik New Monata.</p>
<p>”Karena itu, saya berharap dukungan media mengabarkan pada warga luar Bondowoso, agar Harjabo ke-200 Tahun 2019 bisa sukses dan menjadi destinasi wisata Bondowoso,” tandas Harry. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Barongsai, Budaya Leluhur Tionghoa yang Tak Lekang Oleh Zaman</title>
		<link>https://memontum.com/barongsai-budaya-leluhur-tionghoa-yang-tak-lekang-oleh-zaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 13:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Barongsai]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76820-barongsai-budaya-leluhur-tionghoa-yang-tak-lekang-oleh-zaman</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tiga ekor barongsai dengan diiringi tabuhan khas kesenian pecinan melenggak-lenggok menyusuri gang-gang sempit, di kawasan Kampung Tambak Bayan, Surabaya. Dengan atraktif ketiga barongsai itu mengunjungi kediaman rumah warga sekitar untuk sekedar memintai angpau. Tampak warga cukup antusias, ada rona bahagia ketika ikon khas China ini menghampiri rumahnya. Anak-anak yang berseliweran kesana kemari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Tiga ekor barongsai dengan diiringi tabuhan khas kesenian pecinan melenggak-lenggok menyusuri gang-gang sempit, di kawasan Kampung Tambak Bayan, Surabaya. Dengan atraktif ketiga barongsai itu mengunjungi kediaman rumah warga sekitar untuk sekedar memintai angpau. Tampak warga cukup antusias, ada rona bahagia ketika ikon khas China ini menghampiri rumahnya.</p>
<p>Anak-anak yang berseliweran kesana kemari menambah kesan harmonis di tahun barunya warga keturunan etnis Tionghoa tersebut. Sesekali bocah-bocah itupun mengasihkan seuntai amplop merah untuk mereka berikan kepada sang barongsai.</p>
<p><div id="attachment_76864" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-76864" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9789-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="BUDAYA LELUHUR : Tiga Ekor Barongsai dengan di iringi tabuhan khas kesenian pencinan mengunjungi rumah warga dengan menyusuri gang-gang sempit di kawasan Kampung Tambak Bayan Surabaya hanya untuk meminta ampao pada Hari Raya Imlek 2570, Selasa (5/2)" width="500" height="300" class="size-full wp-image-76864" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9789-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9789-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9789-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-76864" class="wp-caption-text"><strong>BUDAYA LELUHUR : Tiga Ekor Barongsai dengan di iringi tabuhan khas kesenian pencinan mengunjungi rumah warga dengan menyusuri gang-gang sempit di kawasan Kampung Tambak Bayan Surabaya hanya untuk meminta ampao pada Hari Raya Imlek 2570, Selasa (5/2) (Memo X/rofido)</strong></p></div></p>
<p>Usai berkeliling di gang-gang kampung, tiga barongsai itu juga mengunjungi Yayasan Darma Mulia yang tak jauh dari pemukiman warga. “Tiap tahun ya seperti ini karena ini tradisi kami yang harus tetap dijaga,” ungkap Lim Kem Hao koordinator acara, di sela-sela pertunjukan, Selasa (5/2).</p>
<p>Pria yang lekat dipanggil Cak Gepeng ini mengaku jika tradisi ini bermula pada tahun 2013 silam. Menurut pengamatannya, tiap tahun warga sangat antusias untuk menyaksikan pertunjukkan ini.</p>
<p>Meski Kampung Pecinan Tambak Bayan ini dihuni mayoritas warga keturunan Tionghoa, tak jarang pula beberapa warga etnis lokal seperti Jawa dan Madura membaur menjadi satu untuk merayakan Tahun Baru Imlek.</p>
<p>“Saya lihat bukan hanya keturunan China saja yang gemar menyaksikan. Tapi banyak juga kok warga pribumi yang hadir menonton ini,” akunya</p>
<p>Sementara itu, usai rumahnya didatangi oleh ketiga barongsai, Wijaya selaku warga sekitar bangga sekaligus senang karena bisa memberikan angpau. Karena menurutnya hal itu adalah sebuah tradisi dari leluhur yang harus tetap dilestarikan.</p>
<p>“Senang kalau ada barongsai bisa ngasih angpau. Karena sedari dulu inilah tradisi kami. Semoga warga Indonesia keturunan Tionghoa tak lupa demgan tradisi mereka semdiri,” tutupnya. <strong>(sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76820</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
