<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>toko kelontong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/toko-kelontong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jun 2021 11:27:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>toko kelontong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Toko Kelontong di Kedungkandang Terbakar, Diduga Korsleting Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/toko-kelontong-di-kedungkandang-terbakar-diduga-korsleting-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 11:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[korsleting listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[toko kelontong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145050</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Toko Kelontong &#8216;Damai&#8217;, milik Suliyanti (40) di Jl Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau tepatnya depan Polsek Kedungkandang, Sabtu (13/06), terbakar. Terlihat kepulan asap hitam dan api di dalam toko yang saat itu dalam kondisi tutup. Beruntung saat itu petugas Polsek Kedungkandang segera mengetahui kejadian itu hingga segera melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Toko Kelontong &#8216;Damai&#8217;, milik Suliyanti (40) di Jl Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau tepatnya depan Polsek Kedungkandang, Sabtu (13/06), terbakar. Terlihat kepulan asap hitam dan api di dalam toko yang saat itu dalam kondisi tutup.</p>



<p>Beruntung saat itu petugas Polsek Kedungkandang segera mengetahui kejadian itu hingga segera melakukan pemadaman bersama warga sekitar. Untuk memastikan api benar-benar padam, petugas kepilisian pun tetap mendatangkan petugas PMK Kota Malang ke lokasi kejadian.</p>



<p><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dasilva-batik-rilis-gamis-bordir-silk-motif-khas-malang-untuk-ramadan-2026">Dasilva Batik Rilis Gamis Bordir Silk Motif Khas Malang untuk Ramadan 2026</a></li>
</ul>


<p>Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi mengatakan bahwa siang itu, dia baru saja pulang dari lokasi kecelakaan kereta. &#8220;Sepulang dari kecelakaan kereta, saat tiba di Polsek Kedungkandang, saya dan anggota serta warga melihat kepulan asap keluar dari dalam toko Damai yang lokasinya berada di seberang jalan depan Polsek,&#8221; ujar Kompol Yusuf.</p>



<p>Karena toko dalam kondisi tutup, warga pun terpaksa memecah kaca untuk melakukan pemadaman. &#8220;Saya masuk mengeluarkan kardus-kardus yang terbakar. Sambil menunggu petugas PMK, kami dan warga juga melakukan pemadaman dengan air seadanya,&#8221; ujar Kompol Yusuf.</p>



<p>Sekitar 10 menit, api berhasil dipadamkan. Namun karena bagian atap masih terlihat kepulan asap, pihaknya tetap melibatkan pemadam untuk pendinginan dan memastikan api benar-benar padam.</p>



<p>Akibat kejadian tersebut, empat unit kulkas dan freezer es krim serta satu mesin kompresor hangus terbakar. &#8220;Tadi korban mengatakan kalau kerugiannya mencapai Rp 50 juta,&#8221; ujar Kompol Yusuf.</p>



<p>Dugaanya akibat korsleting listrik. &#8220;Ada kabel listrik yang tidak menempel erat di colokan stop kontak, diduga mengalami korsleting dan timbul percikan api. Percikan api itu kemudian menyambar ke tumpukan kardus kosong hingga terjadilah kebakaran,&#8221; ujar Kompol Yusuf.</p>



<p>Meskipun tidak ada korban jiwa, namun tangan Kompol Yusuf sempat tertimpa kaca saat melakukan pemadaman dan mengaluarkan barang-barang seperti kardus-kardus yang terbakar.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Risma Dorong Toko Pracangan Bertahan</title>
		<link>https://memontum.com/risma-dorong-toko-pracangan-bertahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2019 14:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disperindag Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[toko kelontong]]></category>
		<category><![CDATA[walikota surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/77100-risma-dorong-toko-pracangan-bertahan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tak dipungkiri, Surabaya &#8216;dibanjir&#8217; minimarket. Kendati demikian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin toko kelontong alias toko pracangan tetap bertahan dan berkembang. Untuk itu ia memberikan pengarahan kepada para pelaku usaha toko kelontong Surabaya di Graha Sawunggaling, komplek Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (6/2/2019). Pada kesempatan itu, sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tak dipungkiri, Surabaya &#8216;dibanjir&#8217; minimarket. Kendati demikian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin toko kelontong alias toko pracangan tetap bertahan dan berkembang. Untuk itu ia memberikan pengarahan kepada para pelaku usaha toko kelontong Surabaya di Graha Sawunggaling, komplek Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (6/2/2019).</p>
<p>Pada kesempatan itu, sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong hadir mengikuti acara tersebut. Usai pengarahan dari Wali Kota Risma, mereka juga mendapatkan training atau pelatihan dari narasumber yang sudah disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya.</p>
<p>Wali Kota Risma mengaku sengaja mengumpulkan para pelaku usaha toko kelontongan karena banyak di beberapa daerah perkotaan, toko kelontongan ini semakin lama semakin punah. Namun di Surabaya, Wali Kota Risma tidak mau hal itu terjadi.</p>
<p>Malah sebaliknya, ia menginginkan toko kelontongan itu bisa terus hidup dan semakin survive. “Saya ingin menghidupkan toko kelontongan ini, saya ingin mereka makin survive di tengah perkembangan zaman,” kata Wali Kota Risma seusai memberikan pengarahan.</p>
<p>Menurut Wali Kota Risma, memang tidak mudah untuk menghidupkan dan membuat mereka terus survive. Namun, semua itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan bersama-sama. Makanya, Pemkot Surabaya membentuk mereka perkelompok di setiap kecamatan.</p>
<p>“Kita buat koperasi per kecamatan. Progresnya pun sangat bagus, terbukti di Kecamatan Sawahan dan Rungkut. Pasti ada yang jalan dan ada pula yang tidak. Nah, nanti yang tidak jalan ini akan kita evaluasi,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77100</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
