<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wali Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wali-kota-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 13:01:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wali Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Jajaki Peluang Kerja Sama Bidang Pengelolaan Sampah Terbarukan di Tiongkok</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-jajaki-peluang-kerja-sama-bidang-pengelolaan-sampah-terbarukan-di-tiongkok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai melakukan promosi UMKM pada gelaran Indonesia Fair 2023 dan penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan insfrastruktur di Tiongkok, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga fokus dalam menjajaki atau menggali peluang kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan alih teknologi terbarukan di Tiongkok, Senin (12/06/2023) tadi. Tempat pengolahan sampah yang dikunjungi, yaitu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usai melakukan promosi UMKM pada gelaran Indonesia Fair 2023 dan penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan insfrastruktur di Tiongkok, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga fokus dalam menjajaki atau menggali peluang kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan alih teknologi terbarukan di Tiongkok, Senin (12/06/2023) tadi. Tempat pengolahan sampah yang dikunjungi, yaitu berfokus pada pengelolaan sampah menjadi output multifungsi yang bernilai ekonomi. Sehingga, itu dinilai mampu menuntaskan permasalahan sampah serta menghadirkan kualitas lingkungan hidup di Kota Malang yang semakin baik.</p>



<p>“Populasi masyarakat Kota Malang yang luar biasa, apalagi dengan jumlah pendatang akan terus bertambah. Kondisi existing ini, memunculkan permasalahan banyaknya sampah rumah tangga, terutama sampah plastik. Seperti kita tahu, sampah plastik menjadi ancaman karena sangat lama terurai. Maka, dibutuhkan manajemen pengelolaan sampah yang tepat. Di sisi lain, penuntasan masalah sampah sangat urgent untuk dilakukan sampai ke titik zero waste zero emission seperti target Pemerintah Pusat,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Menurutnya, teknologi yang digunakan pada tempat pengelolaan tersebut, diklaim mampu mengolah sampah dengan tidak tersisa sedikit pun. Mulanya, sampah dipilah sesuai dengan jenisnya. Seperti material besi, plastik, maupun material organik. Bahkan melalui teknologi di sana, kantong plastik yang selama ini menjadi momok permasalahan lingkungan, dapat di proses menjadi bahan yang memiliki nilai guna sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p>Seperti batako, paving block, bata ringan, palet plastik, maupun kusen. Untuk sampah organik diolah menjadi pupuk. &#8220;Saya berada di tempat pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir. Pada hilir tadi, kami lihat saat sampah masih bercampur itu ada pemilahan. Prosesnya luar biasa, sampai hasil finishing ini ada bahan yang bisa digunakan untuk banyak material, dan tidak berbau sama sekali. Keseluruhan proses itu dikendalikan lewat control room. Inilah yang akan kita adopsi, kita usahakan, utamanya di Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika teknik-teknik modern dalam pengelolaan sampah, akan sangat diperlukan dalam upaya mendukung percepatan target Zero Waste Zero Emission. Tentu, juga akan dilakukan kolaborasi dalam mendorong percepatan tersebut.</p>



<p>“Kita belajar sampai ke Tiongkok, dimana ini negara dengan populasi terbesar di dunia. Tentu mereka juga memiliki permasalahan tentang sampah dan bagaimana mengelolanya. Negara mereka mulai dijadikan sampling untuk pengelolaan sampah dan juga dilengkapi berbagai teknologi moderen. Sehingga tidak ada salahnya kita berkolaborasi dengan hal positif itu untuk diterapkan di Kota Malang,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya jika teknologi tersebut diadopsi, maka akan memantabkan sejumlah upaya positif yang telah dilakukan oleh masyarakat maupun Pemerintah Kota Malang dalam hal pengelolaan sampah. Terlebih, juga dikolaborasikan bersama-sama.</p>



<p>“Untuk saat ini TPA Supiturang pun telah dimodernisasi dan menerapkan sanitary landfillI. Selain itu sejumlah inisiatif ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi berkah di Kota Malang akan selaras dengan teknologi itu tadi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, berbagai upaya pengelolaan sampah di Kota Malang saat ini sudah banyak dilakukan. Seperti, Bank Sampah Malang (BSM) yang menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), sehingga dapat mengubah sampah menjadi produk kriya, fesyen, seni dan karya kreatif lainnya. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat Kota Malang untuk ikut memilah sampah dari hulu hingga ke hilir menjadi bagian penguat dari upaya mencapai Zero Waste Zero Emissions tersebut. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Difasilitasi Dubes RI, Wali Kota Malang Promosikan Penguatan Ekraf ke Pengusaha Beijing RRT</title>
		<link>https://memontum.com/difasilitasi-dubes-ri-wali-kota-malang-promosikan-penguatan-ekraf-ke-pengusaha-beijing-rrt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Beijing &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat. Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Beijing</strong> &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat.</p>



<p>Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing untuk bertemu Wali Kota Sutiaji. Pertemuan yang difasilitasi pihak Kedubes, ini dikemas santai dan membahas topik perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) baik di Kota Beijing dan juga Kota Malang.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi kreatif Kota Malang di era kepemimpinan Sutiaji patut diacungi jempol. Berbagai karya komunitas bahkan sudah menyentuh pasar kreatif di tingkat dunia, belum lagi dengan adanya MCC (Malang Creative Center) semakin memberikan ruang bagi perkembangan ekonomi kreatif Di Kota Malang.</p>



<p>Atas upayanya ini, Wali Kota Sutiaji menerima beberapa penghargaan terkait dengan ekonomi kreatif. Obsesinya membawa ekonomi kreatif Kota Malang lewat tagline &#8220;Malang Mendunia&#8221; diakui mampu memberikan dampak yang luar biasa di beberapa sektor. Sutiaji dianggap mampu mendorong peluang percepatan digitalisasi di era pandemi yang lalu.</p>



<p>Inilah yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, dihadapan para pengusaha Beijing kemarin. Dengan mengenakan busana casual, pria yang juga hobi bulutangkis ini menceritakan aktualisasi dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang, mulai dari awal perkembangan saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Malang, kebijakan ekonomi kreatif, tantangan digitalisasi di era pandemi sampai pada lahirnya MCC yang menjadi wadah inkubasi bagi kreator-kreator di Kota Malang.</p>



<p>Sutiaji menjelaskan bahwa 17 sub sektor ekonomi kreatif berhasil diakomodir semua dan pertumbuhannya sangat signifikan. Hal ini terjadi karena di Kota Malang memiliki potensi dan banyak start up. Ia juga menceritakan bahwa kedepannya sektor ekonomi kreatif menjadi masa depan ekonomi Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar penjelasan Sutiaji, rupanya memberikan kesan positif dan tertarik dengan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Para pengusaha yang hadir pun menyampaikan akan berkunjung Ke Kota Malang pada Juli mendatang dan melihat langsung aktivitas para kreator-kreator Kota Malang.</p>



<p>Dihubungi melalui telepon, Wali Kota Sutiaji membenarkan pertemuan di wisma Kedubes ini dalam rangka untuk bertukar pikiran khususnya tentang ekonomi kreatif. Menurut Sutiaji, kesempatan ini menjadi ajang belajar dan memperkaya literasi dirinya, sehingga memberikan khasanah-khasanah baru sebagai penentuan kebijakan.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji menambahkan perkembangan digitalisasi di negeri tirai bambu ini sangat luar biasa, terlebih salah satu dampak positif pandemi yaitu percepatan digitalisasi yang mengharuskan adanya proses adaptasi baru. Karena itu dirinya tidak sungkan untuk menggali hal-hal baru, utamanya keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kebijakan ekonomi kreatif.</p>



<p>&#8220;Iya benar, hari ini saya bertemu pak Djauhari, agendanya penjajakan investasi di bidang lain. Kemarinkan sudah ada infrastruktur, pengelolaan persampahan, sekarang kami coba push lagi, mudah-mudahan ada bidang lain yang bisa di optimalkan untuk investasi, dan tadi kebetulan kita banyak diskusi tentang ekonomi kreatif&#8221;, terang Sutiaji.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa langkah ini adalah kesempatan untuk belajar. Apalagi, perkembangan ekonomi kreatif kita juga sangat bagus. &#8220;Ini tentunya jadi literasi buat kami. Karena ya kita tahu, Tiongkok ini benar-benar punya potensi yang luar biasa, sumberdaya yang luar biasa, apalagi perkembangan digitalisasi nya, tanpa itu semua nggak mungkin punya hegemoni yang kuat, karena itu saya ingin banyak belajar dan menggali literasi-literasi baru,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Kenalkan Empat Produk Unggulan UMKM di Kedubes RI di China</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-kenalkan-empat-produk-unggulan-umkm-di-kedubes-ri-di-china</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kedubes]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah produk unggulan UMKM Kota Malang, dikenalkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, di Kedutaan Besar RI Beijing Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kamis (08/06/2023) tadi. Hal itu dilakukan, tentu untuk mendorong UMKM Kota Malang, agar lebih dikenal pangsa pasar secara luas. Realita itu, juga selaras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah produk unggulan UMKM Kota Malang, dikenalkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, di Kedutaan Besar RI Beijing Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kamis (08/06/2023) tadi. Hal itu dilakukan, tentu untuk mendorong UMKM Kota Malang, agar lebih dikenal pangsa pasar secara luas. Realita itu, juga selaras dengan tagline dari Kota Malang, yaitu dari Malang untuk Indonesia dan Dunia.</p>



<p>“Ini adalah salah satu ikhtiar untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang dan bisa memperluas pangsa pasar bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri sejalan dengan tagline Dari Malang untuk Indonesia dan Dunia,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kesempatan tersebut, pun menjadi momentum UMKM Kota Malang untuk go internasional. Seperti yang diketahui bahwa, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan salah satu partner dagang Indonesia yang terbesar.</p>



<p>“Ini menjadi awal memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk dari Indonesia, khususnya Kota Malang kepada dunia yang akan memperluas akses pasar UMKM. Terlebih, RRT menjadi partner dagang Indonesia yang terbesar,” tambah Wali Kota.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Sedikitnya, ada empat produk UMKM lokal unggulan Kota Malang yang dikenalkan. Diantaranya, yaitu Kalung Aksesories dari Eva Unique Accesories.</p>



<p>Dimana, ini memiliki keunggulan, mengutamakan pemanfaatan barang-barang tidak terpakai di sekitar tempat tinggal yang mampu diolahnya menjadi karya unik dan berkelas. Berkat ketekunan dan kerja keras, Eva Unique Accesories kini telah berkolaborasi dengan desainer ternama. Bahkan, karyanya pun mulai merambah pasar internasional, di antaranya Dubai, Rusia, Belanda hingga Afrika melalui event pameran offline dan pemasaran online.</p>



<p>Kemudian, UMKM Kipas dan notebook dari D&#8217;Sil Handmade, itu memproduksi berbagai macam souvenir seperti penutup bantal, tempat tissue, tas, hijab, hingga masker kain. Semua barang diproduksi secara handmade. Produk karyanya pun telah memikat konsumen dari berbagai tempat, termasuk mengirimkan produknya ke Kedutaan Besar Negara Asing di Jakarta.</p>



<p>Lalu, Daster Malangan dari Red Tulip, Marsalia Embrodiery dan Heny Dasterqu, mampu menarik para konsumen karena memiliki kaya motif. Selain itu, daster malangan tersebut berbahan katun Jepang terbaik di kelasnya, dan memiliki kekhasan dengan adanya bordiran di bagian bawah, serta dibuat secara handmade embroidery. Untuk produk yang dipromosikan bukan hanya daster semata. Termasuk, taplak meja, sandal serta tas yang banyak menarik konsumen.</p>



<p>Lebih lanjut, yaitu Batik Malangan dari Soendari Batik, itu telah berperan dalam pelestarian batik di Kota Malang. Karena selain menjual produk batik, soendari batik juga memiliki kursus bagi orang-orang yang ingin dan mau belajar membatik. Mulai dari proses pencantingan, penguncian warna ataupun pewarnaan. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diundang Kedubes RI di Cina, Wali Kota Malang Siap Kenalkan Produk UMKM dan Budaya di Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/diundang-kedubes-ri-di-cina-wali-kota-malang-siap-kenalkan-produk-umkm-dan-budaya-di-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kancah Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam waktu dekat, keinginan Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memperkenalkan produk UMKM Kota Malang, di kancah Internasional bakal terealisasi. Itu karena, Kedutaan Besar RI di Cina, mengundang Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk hadir dalam event Indonesia Fair yang diadakan di Kota Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (10/06/2023) mendatang. Rencana keberangkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum Kota Malang</a></strong> &#8211; Dalam waktu dekat, keinginan Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memperkenalkan produk UMKM Kota Malang, di kancah Internasional bakal terealisasi. Itu karena, Kedutaan Besar RI di Cina, mengundang Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk hadir dalam event Indonesia Fair yang diadakan di Kota Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (10/06/2023) mendatang.</p>



<p>Rencana keberangkatan itu, pun tidak sendiri. Melainkan, akan didampingi Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana.</p>



<p>Tentu dalam kesempatan tersebut, selain memperkenalkan produk UMKM Kota Malang, juga akan memperkenalkan budaya dari Indonesia khususnya Kota Malang. Di undang oleh KBRI di Cina, menurutnya menjadi sebuah kehormatan bagi dirinya dan juga masyarakat Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tentu kita semua merasa terhormat, atas nama pribadi dan masyarakat Kota Malang, undangan dari KBRI di cina ini. Kita jadikan momentum UMKM Kota Malang go internasional, ini menjadi awalan, kita promosikan, kita kenalkan agar produk Indonesia khususnya Kota Malang bisa diapresiasi di sana. Termasuk juga budaya-budaya yang ada di Kota Malang,” jelas Wali Kota Sutiaji, Kamis (08/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyayangkan jika tidak bisa mengajak perwakilan UMKM. Namun, dirinya bersama dengan rombongan tetap membawa beberapa produk-produk UMKM yang akan diperkenalkan dan dipromosikan di event Indonesian Fair itu.</p>



<p>“Memang ini ada yang kurang lengkap, dan sangat menyayangkan kehadiran kami tidak bisa disertai dengan perwakilan UMKM, padahal harapan kami, ada (perwakilan), tapi tetap akan kami maksimalkan karena ini peluang bagi kita semua,” katanya.</p>



<p>Kemudian, mengenai produk yang akan dibawa dan dipromosikan nanti, pihaknya juga sudah menyiapkan dan tentu sudah dilakukan analisa terlebih dahulu. Tentu pihaknya berharap, masyarakat Kota Malang juga mendukung dalam kegiatan tersebut.</p>



<p>“Tentu saya berharap masyarakat Kota Malang mendukung kegiatan ini, terlebih para pelaku UMKM. Tentu ini nantinya akan menjadi kabar baik bagi perkembangan UMKM di Kota Malang dan bisa go internasional,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya berharap dengan mempromosikan budaya-budaya Kota Malang di sana, nantinya bisa semakin dikenal oleh wisatawan asing. Sehingga, Kota Malang nantinya bisa menjadi salah satu kota destinasi.</p>



<p>“Goalnya adalah bagaimana nanti Kota Malang juga menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan asing, dan Insyaallah apa yang kami paparkan jadi khasanah pengetahuan terkait budaya di Kota Malang,” imbuh Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sebagai informasi, pihaknya juga telah mendapatkan izin keberangkatan, dari Kementerian Dalam Negeri melalui surat dengan Nomor : 099/1647.e/SJ serta surat dari Gubernur Jawa Timur dengan nomor : 090/21001/011.3/2023.&nbsp;<strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikuti FGD Urgensi LLAJ, Pj Wali Kota Batu Minta Penutupan Jalan Berlubang Jadi Fokus</title>
		<link>https://memontum.com/ikuti-fgd-urgensi-llaj-pj-wali-kota-batu-minta-penutupan-jalan-berlubang-jadi-fokus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[LLAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190319</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan Kota Batu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Urgensi Sarana Prasarana LLAJ dalam Mewujudkan Keselamatan Berkendara, Rabu (07/06/2023) siang. Kegiatan yang juga dihadiri Polres Batu, Organda, Kepala OPD hingga Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, di salah satu hotel Kota Batu, itu fokus untuk menutup semua jalan yang berlubang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com/">Kota Batu</a></strong> &#8211; Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan Kota Batu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Urgensi Sarana Prasarana LLAJ dalam Mewujudkan Keselamatan Berkendara, Rabu (07/06/2023) siang.</p>



<p>Kegiatan yang juga dihadiri Polres Batu, Organda, Kepala OPD hingga Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, di salah satu hotel Kota Batu, itu fokus untuk menutup semua jalan yang berlubang untuk memberikan keselamatan bagi pengendara yang melintas di Kota Batu.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa keselamatan pengguna jalan atau pengendara harus bisa terakomodir. Untuk itu, langkah utama harus ada dukungan dari insfratruktur.</p>



<p>&#8220;Untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara serta pengguna jalan yang lain, harus ada dukungan insfratruktur. Jadi, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengakomodir keselamatan pemakai jalan dengan menutup jalan berlubang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terkait penambalan atau penutupan jalan berlubang, dirinya mengatakan, bahwa memang sudah prosedur anggaran. Yang artinya, anggaran yang ada tidak bisa langsung digunakan seenaknya. Tetapi harus melalui tahapan yang dilalui.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat pengendara, sebenarnya dengan menambal atau menutup jalan berlubang, itu sudah bentuk dukungannya. Dari pada, jalannya tetap berlubang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kendati demikian, tegasnya, semua dikembalikan kepada masyarakat lagi. Dimana, di saat jalan yang sudah bagus, diharapkan tidak seenaknya menggunakannya.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, di sini masyarakat juga harus mendukung keselamatan bersama. Dan, setiap hari saya menegur Bina Marga untuk selalu mengecek jalan yang rusak. Supaya, tidak ada jalan berlubang di Kota Batu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bina Marga (DPUPRBM) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mengatasi jalan berlubang, maka setiap hari menurunkan tiga tim dengan masing-masing jumlah personil antara 5 sampai 6 orang. Sehingga, setidaknya setiap hari menangani tiga titik jalan berlubang di wilayah Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Sesuai informasi yang masuk pada kami, baik itu melalui media sosial maupun tim di lapangan, dalam dua pekan ini, sudah 50 titik lebih jalan berlubang dan di itu sudah kita lakukan penambalan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk perawatan jalan, jelasnya, dalam satu tahun dianggarkan Rp 7 miliar. Jumlah anggaran tersebut, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yang hanya Rp5 miliar. Sebelum penetapan anggaran, pihaknya juga sudah terlebih dahulu melakukan kajian harga bahan.</p>



<p>Sedangkan, anggaran tersebut hanya digunakan untuk melakukan perawatan jalan kota. Sehingga, jalan yang berstatus jalan provinsi seperti Jalan Raya Pendem, Jalan Ir. Soekarno, Jalan Pattimura, Jalan Dewi Sartika, Jalan Gajah Mada dan Jalan Trunojoyo wewenang pemeliharaan jalan berada di bawah kuasa Pemerintah Provinsi.</p>



<p>“Jumlah anggaran ada sedikit penambahan. Kami memprediksi adanya kenaikan harga bahan. Karena itu anggaran yang kami siapkan nilainya bertambah. Sehingga, ketika ada kekurangan jumlahnya tak terlalu signifikan,” ujar Alfi, kemarin.</p>



<p>Diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari DPUPRBM Kota Batu, total ruas jalan di Kota Batu mencapai 422 kilometer. Dengan panjang jalan provinsi 39 kilometer, panjang jalan kota 175 kilometer dam panjang jalan lingkungan 208 kilometer.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Stunting di Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Kumpulkan 400 Kader Posyandu dan Ingatkan Kolaborasi</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-stunting-di-kota-malang-wali-kota-sutiaji-kumpulkan-400-kader-posyandu-dan-ingatkan-kolaborasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2023 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 400 Kader Posyandu di Kota Malang, mengikuti kegiatan deteksi dini dalam pencegahaan stunting, yang diselenggarakan oleh Pemkot Malang, di salah satu hotel Kota Malang, Rabu (31/05/2023) siang. Dalam hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika jumlah anak yang mengalami stunting di Kota Malang, ada sebanyak 3.222 dari 37 ribu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Sebanyak 400 Kader Posyandu di Kota Malang, mengikuti kegiatan deteksi dini dalam pencegahaan stunting, yang diselenggarakan oleh Pemkot Malang, di salah satu hotel Kota Malang, Rabu (31/05/2023) siang.</p>



<p>Dalam hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika jumlah anak yang mengalami stunting di Kota Malang, ada sebanyak 3.222 dari 37 ribu anak. Sehingga, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, untuk menuntaskan angka tersebut secara maksimal.</p>



<p>“Upaya penanggulangan stunting ini tentu butuh yang namanya kolaborasi, karena yang bisa kerja tuntas ya dengan bersama-sama. Maka, ini semua kader dikumpulkan, untuk memberikan literasi bagaimana upaya preventif itu dilakukan,” jelas Wali Kota Sutiaji, seusai memberikan arahan.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika kerja sama dengan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) juga sangat diperlukan. Sehingga, dari sebelum menikah, para remaja sudah mendapatkan bekal pengetahuan.</p>



<p>“Jadi dari sebelum menikah mereka sudah mengerti apa yang harus dilakukan, tata cara ketika sudah berumah tangga seperti apa dan bagaimana, itu kami sudah bekerjasama dengan Kementerian Agama,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, pengetahuan mengenai kehidupan setelah pernikahan dinilai juga penting dan dibutuhkan. Sehingga, pendampingan dari masing-masing posyandu, para kader dan nutrisionis diperlukan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Nanti setelah dia menikah, bagaimana literasi ketika akan mengandung, itu pendampingannya dengan nutrisionis, kemudian ketika nanti pasca melahirkan juga didampingi oleh para kader dan para nutrisionis, termasuk juga dengan posyandu. Sekarang posyandu itu sudah ada untuk lansia, posyandu anak, dan remaja meskipun posyandu remaja itu masih hitungan jari,” tuturnya.</p>



<p>Untuk target penurunan angka stunting di Kota Malang, sesuai dengan RPJMD yakni di angka 14 persen. Namun, pada tahun 2022, Kota Malang berhasil mencapai angka 8 koma sekian persen. Sehingga, angka tersebut nantinya diharapkan bisa turun dengan maksimal.</p>



<p>“Sementara ini, untuk angka bulan timbang stunting di Kota Malang yaitu sekitar 8,9 persen, itu sudah by name by address. Termasuk juga ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, tapi juga ada dari Dinsos, Disdukcapil yang berkaitan dengan masalah data, PUPR berkaitan dengan masalah air dan sanitasi lingkungan, serta Dispangtan berkaitan dengan ketahanan pangannya,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Raih Peringkat Pertama Transaksi Jatim Bejo, Wali Kota Sutiaji Sampaikan UMKM Mamin Terbanyak</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-raih-peringkat-pertama-transaksi-jatim-bejo-wali-kota-sutiaji-sampaikan-umkm-mamin-terbanyak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim Bejo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menyabet peringkat pertama sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota dengan transaksi terbanyak dalam pemanfaatan pengadaan barang dan jasa, melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) tahun 2022. Penghargaan itu, diberikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, di Surabaya, Senin (29/05/2023) tadi. Wali Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menyabet peringkat pertama sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota dengan transaksi terbanyak dalam pemanfaatan pengadaan barang dan jasa, melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) tahun 2022. Penghargaan itu, diberikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, di Surabaya, Senin (29/05/2023) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika penerapan aplikasi tersebut mendorong pemerintah untuk senantiasa transparan serta akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa. Di sisi lain, menurutnya juga memberikan dampak terhadap penguatan UMKM.</p>



<p>“Alhamdulillah bersyukur Kota Malang kembali meraih prestasi. Kali ini peringkat pertama pemerintah daerah dengan transaksi terbanyak Jatim Bejo. Mudah-mudahan ini memberikan penguatan untuk UMKM dan pada akhirnya memberikan efek domino penguatan ekonomi Kota Malang,” kata Wali Kota Sutiaji, seusai melakukan kegiatan Penyerahan E-Purchasing Awards Tahun 2023.</p>



<p>Untuk total transaksi belanja di Jatim Bejo tersebut, paparnya, yaitu sebesar Rp 67 miliar dan itu akan terus meningkat dari transaksi tahun sebelumnya. Transaksi paling banyak, pun ada pada sektor UMKM makanan dan minuman (Mamin).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, meminta agar penghargaan tersebut menjadi acuan semangat untuk terus melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa secara elektronik melalui Jatim Bejo maupun E-Katalog Lokal. &#8220;Tentu prestasi ini harus menjadi acuan kita untuk semakin konsisten melakukan transaksi baik melalui Jatim Bejo atau E-Katalog lokal. Karena semakin banyak transaksi akan semakin menguatkan UMKM. Progress kita harus semakin baik, kita angkat UMKM lokal agat berjaya di negeri sendiri,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada seluruh kepala daerah untuk saling mengawal E-Purchasing. Mengingat, turut mendorong pertumbuhan UMKM dan berdampak pada ekonomi daerah.</p>



<p>“Tentu harapan kita ketika sektor UMKM semakin banyak terserap pengadaan barang dan jasa di Jatim, maka setiap pertumbuhan di Jatim akan memberikan ruang penurunan tingkat pengangguran terbuka. Makin tumbuh makin inklusif, makin tumbuh makin berkurang kemiskinan, makin tumbuh makin berkurang pengangguran, makin tumbuh meningkat kesejahteraan. Saya rasa ini misi besar kita semua bagi kita semua sebagai sebuah bangsa, misi besar kita semua sebagai kepala daerah di setiap kabupaten dan kota,” jelas Khofifah.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, aplikasi Jatim Bejo ini merupakan program dari Pemprov Jatim berupa E-Marketplace untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa dengan melibatkan UMKM sebagai penyedianya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Opening Ceremony Forda 1 Jatim 2023, Gubernur dan Wali Kota Malang Kompak Tekankan Jaga Sportivitas</title>
		<link>https://memontum.com/opening-ceremony-forda-1-jatim-2023-gubernur-dan-wali-kota-malang-kompak-tekankan-jaga-sportivitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[FORDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Opening Ceremony]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189576</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, turut meriahkan opening ceremonial Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) 1 Jawa Timur 2023 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Sabtu (27/05/2023) malam. Turut hadir dalam gelaran itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Sutiaji, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, turut meriahkan opening ceremonial Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) 1 Jawa Timur 2023 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Sabtu (27/05/2023) malam.</p>



<p>Turut hadir dalam gelaran itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Dewan Pengawas Forda 1 Jatim, Sri Untari, Ketua Komite Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Hayono Isman, Ketua Kormi Jatim, Hudiyono, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang.</p>



<p>Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan itu menyampaikan jika nantinya dari masing-masing penggiat olah raga KORMI bisa menguatkan tradisi dari daerahnya masing-masing. Sehingga, harapannya ke depan, bisa untuk terus dikenalkan, disosialisasikan dan dikembangkan.</p>



<p>“Kekuatan tradisi di masing-masing daerah bisa dikembangkan dengan format masing-masing tradisi dan budayanya. Kalau itu tidak dikenalkan hingga tidak dikembangkan, saya khawatir suatu saat anak cucu kita tidak bisa melihat dokumen-dokumen yang kita lakukan sekarang ini,” kata Gubernur Khofifah, dalam sambutannya.</p>



<p>Karena itu, tambahnya, melalui kegiatan Forda 1 Jatim, pihaknya juga memperkenalkan kepada masyarakat se Jawa Timur bahwa ada olah raga tradisional yang bersifat rekreatif. Dimana harapannya juga bisa membangun sportivitas antar sesama.</p>



<p>“Karena Forda 1 Jatim baru dilaksanakan, maka saya mengharapkan para peserta bisa menjunjung sportivitas,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap jika melalui gelaran tersebut nantinya bisa sukses dalam pelaksanaan, sukses dalam prestasi dan sukses dalam ekonomi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>




<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="419" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?resize=600%2C419&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-189578" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p>“Sukses pelaksanaan, kami sudah menyiapkan ini tempat-tempat yang dipakai oleh para atlet. Selanjutnya, tentu sportivitas harus kita jaga. Kalau sukses prestasi, tentu kita berharap karena ini yang pertama dan ditempatkan di Kota Malang, maka kita mengharap agar di urutan pertama, kalau Porprov kemarin kita di urutan ke dua,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menegaskan agar para peserta, tidak boleh selalu berpacuan pada bonus. Sebab, olah raga menurutnya juga sebagai kekuatan mental, untuk menjaga sportivitas dalam bertanding.</p>



<p>“Tetap junjung sportivitas. Jangan mengharapkan bonus, karena itu urutan selanjutnya. Tapi itu pasti ada. Olah raga itu juga sebagai kekuatan mental kita, kekuatan sportivitas kita,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, melalui gelaran tersebut, menurutnya juga akan meningkatkan mobilisasi yang terjadi masyarakat, dan berpengaruh pada perputaran perekonomian di Kota Malang.</p>



<p>“Di situ tentu terjadi hilirisasi, mesti butuh tempat nginap, butuh jajan, sehingga ada perputaran ekonomi di sana. Ini yang saya kira menjadi kekuatan kita semua. Sehingga yang kami keluarkan ini mungkin ada APBD sekian, tapi lebih dari itu, dampaknya ini perlu kita soroti. Sehingga olah raga ini sehat jasmani, rohani, dan ekonomi,” tuturnya.</p>



<p>Di sisi lain, Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman, mengucapkan selamat kepada Kormi Jatim atas keberhasilan penyelenggaraan Forda 1 Jawa Timur setelah kehadirannya sejak tahun 2011. Pihaknya menyadari, bahwa keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Sebagai informasi, gelaran Forda I Jatim 2023 diikuti oleh 21 kabupaten dan kota se-Jawa Timur, dengan total 2.200 atlet dan 500 official dari 31 induk organisasi olah raga (Inorga) dan 119 jenis olah raga didalamnya. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Investor Asing Minati Gedung MCC, Wali Kota Sutiaji Harapkan Ekraf Tumbuh hingga Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/investor-asing-minati-gedung-mcc-wali-kota-sutiaji-harapkan-ekraf-tumbuh-hingga-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[MCC]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika perusahaan yang dimiliki oleh Jack Ma yaitu Alibaba, berencana akan mengunjungi gedung bertingkat delapan itu. Menurutnya, pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Tiongkok, juga sudah melakukan survei ke Gedung MCC tersebut.</p>



<p>“Karena Pak Dubes sudah melakukan survei, harapannya nanti infonya Jack Ma dengan Ali Babanya ke sini (Gedung MCC). Jadi dari kedubes, sudah mengutus perwakilannya,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, apabila nanti Pemkot Malang bisa menjalin kerja sama dengan Jack Ma, maka diharapkan dapat menggeliatkan para pelaku Ekraf di Jawa Timur, untuk ke kancah Internasional. &#8220;Karena dari kedubes sudah mengutus, maka nanti itu biar urusannya Pak Dubes. Jadi, bisa menyambungkan dan untuk menggairahkan Ekraf di Indonesia. Untuk kapannya masih belum tahu, masih dilakukan survei,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Gedung MCC tersebut, dibangun untuk mewadahi 17 sub sektor Ekraf, yakni, arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fesyen, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV dan musik.</p>



<p>Kini, dari 17 sub sektor yang telah mengisi MCC, terdapat 200 pelaku ekraf yang berkolaborasi, diantaranya seperti aplikasi dengan jumlah 65 jenis. Kemudian, kriya 43 unit dan kuliner 55 jenis. Selain itu, juga ada fashion, fotografi, game, arsitektur, desain komunikasi dan visual (DKV), televisi dan radio dan lainnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189443</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
