<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wali Kota Sutiaji &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wali-kota-sutiaji/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 13:01:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wali Kota Sutiaji &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Jajaki Peluang Kerja Sama Bidang Pengelolaan Sampah Terbarukan di Tiongkok</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-jajaki-peluang-kerja-sama-bidang-pengelolaan-sampah-terbarukan-di-tiongkok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai melakukan promosi UMKM pada gelaran Indonesia Fair 2023 dan penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan insfrastruktur di Tiongkok, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga fokus dalam menjajaki atau menggali peluang kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan alih teknologi terbarukan di Tiongkok, Senin (12/06/2023) tadi. Tempat pengolahan sampah yang dikunjungi, yaitu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usai melakukan promosi UMKM pada gelaran Indonesia Fair 2023 dan penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan insfrastruktur di Tiongkok, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga fokus dalam menjajaki atau menggali peluang kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan alih teknologi terbarukan di Tiongkok, Senin (12/06/2023) tadi. Tempat pengolahan sampah yang dikunjungi, yaitu berfokus pada pengelolaan sampah menjadi output multifungsi yang bernilai ekonomi. Sehingga, itu dinilai mampu menuntaskan permasalahan sampah serta menghadirkan kualitas lingkungan hidup di Kota Malang yang semakin baik.</p>



<p>“Populasi masyarakat Kota Malang yang luar biasa, apalagi dengan jumlah pendatang akan terus bertambah. Kondisi existing ini, memunculkan permasalahan banyaknya sampah rumah tangga, terutama sampah plastik. Seperti kita tahu, sampah plastik menjadi ancaman karena sangat lama terurai. Maka, dibutuhkan manajemen pengelolaan sampah yang tepat. Di sisi lain, penuntasan masalah sampah sangat urgent untuk dilakukan sampai ke titik zero waste zero emission seperti target Pemerintah Pusat,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Menurutnya, teknologi yang digunakan pada tempat pengelolaan tersebut, diklaim mampu mengolah sampah dengan tidak tersisa sedikit pun. Mulanya, sampah dipilah sesuai dengan jenisnya. Seperti material besi, plastik, maupun material organik. Bahkan melalui teknologi di sana, kantong plastik yang selama ini menjadi momok permasalahan lingkungan, dapat di proses menjadi bahan yang memiliki nilai guna sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p>Seperti batako, paving block, bata ringan, palet plastik, maupun kusen. Untuk sampah organik diolah menjadi pupuk. &#8220;Saya berada di tempat pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir. Pada hilir tadi, kami lihat saat sampah masih bercampur itu ada pemilahan. Prosesnya luar biasa, sampai hasil finishing ini ada bahan yang bisa digunakan untuk banyak material, dan tidak berbau sama sekali. Keseluruhan proses itu dikendalikan lewat control room. Inilah yang akan kita adopsi, kita usahakan, utamanya di Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika teknik-teknik modern dalam pengelolaan sampah, akan sangat diperlukan dalam upaya mendukung percepatan target Zero Waste Zero Emission. Tentu, juga akan dilakukan kolaborasi dalam mendorong percepatan tersebut.</p>



<p>“Kita belajar sampai ke Tiongkok, dimana ini negara dengan populasi terbesar di dunia. Tentu mereka juga memiliki permasalahan tentang sampah dan bagaimana mengelolanya. Negara mereka mulai dijadikan sampling untuk pengelolaan sampah dan juga dilengkapi berbagai teknologi moderen. Sehingga tidak ada salahnya kita berkolaborasi dengan hal positif itu untuk diterapkan di Kota Malang,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya jika teknologi tersebut diadopsi, maka akan memantabkan sejumlah upaya positif yang telah dilakukan oleh masyarakat maupun Pemerintah Kota Malang dalam hal pengelolaan sampah. Terlebih, juga dikolaborasikan bersama-sama.</p>



<p>“Untuk saat ini TPA Supiturang pun telah dimodernisasi dan menerapkan sanitary landfillI. Selain itu sejumlah inisiatif ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi berkah di Kota Malang akan selaras dengan teknologi itu tadi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, berbagai upaya pengelolaan sampah di Kota Malang saat ini sudah banyak dilakukan. Seperti, Bank Sampah Malang (BSM) yang menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), sehingga dapat mengubah sampah menjadi produk kriya, fesyen, seni dan karya kreatif lainnya. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat Kota Malang untuk ikut memilah sampah dari hulu hingga ke hilir menjadi bagian penguat dari upaya mencapai Zero Waste Zero Emissions tersebut. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Difasilitasi Dubes RI, Wali Kota Malang Promosikan Penguatan Ekraf ke Pengusaha Beijing RRT</title>
		<link>https://memontum.com/difasilitasi-dubes-ri-wali-kota-malang-promosikan-penguatan-ekraf-ke-pengusaha-beijing-rrt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Beijing &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat. Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Beijing</strong> &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat.</p>



<p>Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing untuk bertemu Wali Kota Sutiaji. Pertemuan yang difasilitasi pihak Kedubes, ini dikemas santai dan membahas topik perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) baik di Kota Beijing dan juga Kota Malang.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi kreatif Kota Malang di era kepemimpinan Sutiaji patut diacungi jempol. Berbagai karya komunitas bahkan sudah menyentuh pasar kreatif di tingkat dunia, belum lagi dengan adanya MCC (Malang Creative Center) semakin memberikan ruang bagi perkembangan ekonomi kreatif Di Kota Malang.</p>



<p>Atas upayanya ini, Wali Kota Sutiaji menerima beberapa penghargaan terkait dengan ekonomi kreatif. Obsesinya membawa ekonomi kreatif Kota Malang lewat tagline &#8220;Malang Mendunia&#8221; diakui mampu memberikan dampak yang luar biasa di beberapa sektor. Sutiaji dianggap mampu mendorong peluang percepatan digitalisasi di era pandemi yang lalu.</p>



<p>Inilah yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, dihadapan para pengusaha Beijing kemarin. Dengan mengenakan busana casual, pria yang juga hobi bulutangkis ini menceritakan aktualisasi dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang, mulai dari awal perkembangan saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Malang, kebijakan ekonomi kreatif, tantangan digitalisasi di era pandemi sampai pada lahirnya MCC yang menjadi wadah inkubasi bagi kreator-kreator di Kota Malang.</p>



<p>Sutiaji menjelaskan bahwa 17 sub sektor ekonomi kreatif berhasil diakomodir semua dan pertumbuhannya sangat signifikan. Hal ini terjadi karena di Kota Malang memiliki potensi dan banyak start up. Ia juga menceritakan bahwa kedepannya sektor ekonomi kreatif menjadi masa depan ekonomi Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar penjelasan Sutiaji, rupanya memberikan kesan positif dan tertarik dengan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Para pengusaha yang hadir pun menyampaikan akan berkunjung Ke Kota Malang pada Juli mendatang dan melihat langsung aktivitas para kreator-kreator Kota Malang.</p>



<p>Dihubungi melalui telepon, Wali Kota Sutiaji membenarkan pertemuan di wisma Kedubes ini dalam rangka untuk bertukar pikiran khususnya tentang ekonomi kreatif. Menurut Sutiaji, kesempatan ini menjadi ajang belajar dan memperkaya literasi dirinya, sehingga memberikan khasanah-khasanah baru sebagai penentuan kebijakan.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji menambahkan perkembangan digitalisasi di negeri tirai bambu ini sangat luar biasa, terlebih salah satu dampak positif pandemi yaitu percepatan digitalisasi yang mengharuskan adanya proses adaptasi baru. Karena itu dirinya tidak sungkan untuk menggali hal-hal baru, utamanya keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kebijakan ekonomi kreatif.</p>



<p>&#8220;Iya benar, hari ini saya bertemu pak Djauhari, agendanya penjajakan investasi di bidang lain. Kemarinkan sudah ada infrastruktur, pengelolaan persampahan, sekarang kami coba push lagi, mudah-mudahan ada bidang lain yang bisa di optimalkan untuk investasi, dan tadi kebetulan kita banyak diskusi tentang ekonomi kreatif&#8221;, terang Sutiaji.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa langkah ini adalah kesempatan untuk belajar. Apalagi, perkembangan ekonomi kreatif kita juga sangat bagus. &#8220;Ini tentunya jadi literasi buat kami. Karena ya kita tahu, Tiongkok ini benar-benar punya potensi yang luar biasa, sumberdaya yang luar biasa, apalagi perkembangan digitalisasi nya, tanpa itu semua nggak mungkin punya hegemoni yang kuat, karena itu saya ingin banyak belajar dan menggali literasi-literasi baru,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Sutiaji dan Ketua Dekranasda Malang All Out Promosikan Produk UMKM di Indonesia Fair 2023</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-sutiaji-dan-ketua-dekranasda-malang-all-out-promosikan-produk-umkm-di-indonesia-fair-2023-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Beijing &#8211; Target dan harapan Wali Kota Malang, Sutiaji, agar produk UMKM Kota Malang, bisa go internasional bukan isapan jempol belaka. Dalam gelaran event Indonesia Fair yang diadakan di KBRI Tiongkok, Wali Kota dengan didampingi Ketua Dekranasda Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji, berhasil all out mempromosikan produk UMKM asli Kota Malang. Dua figur penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://memontum.com/"><strong>Beijing</strong> </a>&#8211; Target dan harapan Wali Kota Malang, Sutiaji, agar produk UMKM Kota Malang, bisa go internasional bukan isapan jempol belaka. Dalam gelaran event Indonesia Fair yang diadakan di KBRI Tiongkok, Wali Kota dengan didampingi Ketua Dekranasda Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji, berhasil all out mempromosikan produk UMKM asli Kota Malang.</p>



<p>Dua figur penting di Pemkot Malang, ini ikut bergabung di stand dekranasda Kota Malang. Mereka mempromosikan produk UMKM lokal unggulan Kota Malang seperti Kalung Aksesories dari Eva Unique Accesories, Kipas dan notebook dari D&#8217;Sil Handmade, Daster Malangan dari Red Tulip, Marsalia Embrodiery dan Heny Dasterqu serta Batik Malangan dari Soendari Batik berhasil menarik minat masyarakat RRT yang berkunjung.</p>



<p>Bukan saja produk-produk yang dipamerkan yang menarik perhatian, aktivitas Wali Kota Sutiaji dan Bunda Widayati Sutiaji dalam mempromosikan produk UMKM, pun ikut menarik perhatian duta besar seluruh dunia untuk China yang hadir sebagai tamu undangan dan lebih dari 6000 pengunjung serta Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun beserta jajarannya.</p>



<p>Buktinya, dalam sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT, Djauhari Oratmangun, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Sutiaji beserta Ketua Dekranasda Bunda Widayati Sutiaji. Bahkan secara khusus, Djauhari mengatakan semangat Wali Kota Sutiaji dan Ketua Dekranasda, Bunda Widayati Sutiaji, dalam mengembangkan potensi daerahnya patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin yang lain.</p>



<p>Mendapati atensi positif dari Duta Besar RI untuk RRT, Wali Kota Sutiaji justru merendah dan malah berterimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk ambil bagian dalam Indonesia Fair di Beijing. Dirinya juga mengatakan, bahwa kesempatan ini diharapkan bukan saja untuk mengenalkan produk unggulan UMKM Kota Malang namun juga sebagai sarana untuk memperluas gerbang ekspor bagi produk-produk unggulan ini.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Wali Kota Sutiaji juga mengatakan, apa yang dilakukannya bersama Bunda Widayati Sutiaji adalah sebuah bentuk komitmen. Menurutnya, harapannya agar produk UMKM Kota Malang bisa go internasional tidak bisa hanya melalui ucapan saja tetapi harus ada usaha nyata.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya bersama Ketua Dekranasda menghadiri acara Indonesia Fair, yang ada gelar budaya nusantara dan produk UMKM. Berbagai produk UMKM yang kami bawa sangat mewarnai pameran kali ini dan banyak Duta Besar dari seluruh dunia yang mampir ke booth Kota Malang dan menunjukkan ketertarikannya,&#8221; tutur Wali Kota Sutiaji, Sabtu (10/06/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, dirinya pun sangat berterima kasih atas atensi Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT. &#8220;Sebagai pemimpin bapak dan ibunya masyarakat Kota Malang, sudah menjadi komitmen kami dan harus konsisten, tidak bisa hanya ucapan dan harus dengan tindakan yang nyata. Alhamdulillah, tadi minatnya luar biasa dan sengaja kami berdua hadir di stand untuk turun langsung membantu mempromosikan produk yang kami bawa,&#8221; jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, turut gencar mempromosikan produk UMKM andalan Kota Malang kepada istri-istri Duta Besar yang hadir pada acara tersebut. &#8220;Produk kita sangat diminati oleh ibu-ibu istri Duta Besar yang hadir, terutama daster malang dan berbagai aksesoris yang kami bawa&#8221; jelasnya.</p>



<p>Disela-sela acara, Widayati menambahkan Dekranasda sebagai wadah yang menghimpun para pengrajin memiliki andil besar untuk mendorong mereka agar dapat mengembangkan sayap hingga kancah internasional. Karenanya, Widayati mengatakan bahwa Ia akan terus promosikan produk UMKM Kota Malang melalui berbagai kesempatan, salah satunya pada Indonesia Fair yang digelar kali ini.</p>



<p>&#8220;Sebagai Ketua Dekranasda Kota Malang, sudah seharusnya kami membantu dan menjadi mitra dari Pemerintah Kota Malang, dan ini salah satu buktinya, harus saling beriringan dalam program dan kebijakan, harus nyata dalam mengimplementasikan apa yang sudah menjadi program Pemerintah Kota Malang dan menciptakan kolaborasi hexahelix yang mutual. Untuk itu saya wajib membantu dan membawa UMKM Kota Malang untuk go internasional. Ini semua panggilan nurani, mudah-mudahan ikhtiar kami disini nantinya menjadi modal yang baik bagi perkembangan UMKM Kota Malang kedepannya,&#8221; tutup Widayati.&nbsp;<strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Raih Peringkat Pertama Transaksi Jatim Bejo, Wali Kota Sutiaji Sampaikan UMKM Mamin Terbanyak</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-raih-peringkat-pertama-transaksi-jatim-bejo-wali-kota-sutiaji-sampaikan-umkm-mamin-terbanyak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim Bejo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menyabet peringkat pertama sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota dengan transaksi terbanyak dalam pemanfaatan pengadaan barang dan jasa, melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) tahun 2022. Penghargaan itu, diberikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, di Surabaya, Senin (29/05/2023) tadi. Wali Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil menyabet peringkat pertama sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota dengan transaksi terbanyak dalam pemanfaatan pengadaan barang dan jasa, melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) tahun 2022. Penghargaan itu, diberikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, di Surabaya, Senin (29/05/2023) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika penerapan aplikasi tersebut mendorong pemerintah untuk senantiasa transparan serta akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa. Di sisi lain, menurutnya juga memberikan dampak terhadap penguatan UMKM.</p>



<p>“Alhamdulillah bersyukur Kota Malang kembali meraih prestasi. Kali ini peringkat pertama pemerintah daerah dengan transaksi terbanyak Jatim Bejo. Mudah-mudahan ini memberikan penguatan untuk UMKM dan pada akhirnya memberikan efek domino penguatan ekonomi Kota Malang,” kata Wali Kota Sutiaji, seusai melakukan kegiatan Penyerahan E-Purchasing Awards Tahun 2023.</p>



<p>Untuk total transaksi belanja di Jatim Bejo tersebut, paparnya, yaitu sebesar Rp 67 miliar dan itu akan terus meningkat dari transaksi tahun sebelumnya. Transaksi paling banyak, pun ada pada sektor UMKM makanan dan minuman (Mamin).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, meminta agar penghargaan tersebut menjadi acuan semangat untuk terus melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa secara elektronik melalui Jatim Bejo maupun E-Katalog Lokal. &#8220;Tentu prestasi ini harus menjadi acuan kita untuk semakin konsisten melakukan transaksi baik melalui Jatim Bejo atau E-Katalog lokal. Karena semakin banyak transaksi akan semakin menguatkan UMKM. Progress kita harus semakin baik, kita angkat UMKM lokal agat berjaya di negeri sendiri,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada seluruh kepala daerah untuk saling mengawal E-Purchasing. Mengingat, turut mendorong pertumbuhan UMKM dan berdampak pada ekonomi daerah.</p>



<p>“Tentu harapan kita ketika sektor UMKM semakin banyak terserap pengadaan barang dan jasa di Jatim, maka setiap pertumbuhan di Jatim akan memberikan ruang penurunan tingkat pengangguran terbuka. Makin tumbuh makin inklusif, makin tumbuh makin berkurang kemiskinan, makin tumbuh makin berkurang pengangguran, makin tumbuh meningkat kesejahteraan. Saya rasa ini misi besar kita semua bagi kita semua sebagai sebuah bangsa, misi besar kita semua sebagai kepala daerah di setiap kabupaten dan kota,” jelas Khofifah.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, aplikasi Jatim Bejo ini merupakan program dari Pemprov Jatim berupa E-Marketplace untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa dengan melibatkan UMKM sebagai penyedianya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kerap Jadi Sasaran Bunuh Diri, Wali Kota Malang Usulkan Pengaman untuk Antisipasi</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kerap-jadi-sasaran-bunuh-diri-wali-kota-malang-usulkan-pengaman-untuk-antisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189692</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan jembatan di Kota Malang, yang acapkali menjadi sasaran percobaan bunuh diri hingga membuat korbannya meninggal, menjadi perhatian serius Wali Kota Malang, Sutiaji. Terutama, keberadaan Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), yang sempat ramai karena mengakibatkan korbannya meninggal. Disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, bahwa jembatan (Suhat, red) merupakan kewenangan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Keberadaan jembatan di Kota Malang, yang acapkali menjadi sasaran percobaan bunuh diri hingga membuat korbannya meninggal, menjadi perhatian serius Wali Kota Malang, Sutiaji. Terutama, keberadaan Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), yang sempat ramai karena mengakibatkan korbannya meninggal.</p>



<p>Disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, bahwa jembatan (Suhat, red) merupakan kewenangan dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sehingga, pihaknya akan mengusulkan dan memberitahukan permasalahan tersebut, agar segera diberikan pengamanan.</p>



<p>“Jembatan Suhat itu bukan domain kami (Pemkot Malang), karena Jembatan Suhat itu di wilayah jalan provinsi. Tapi, kita akan sarankan ke sana dan mudah-mudahan ada undang-undang yang baru berkaitan dengan masalah jalan ini,” kata Wali Kota Sutiaji, Senin (29/05/2023) siang.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang seperti itu. Sebab, hal itu dinilai dapat merugikan diri sendiri dan juga keluarga.</p>



<p>“Bunuh diri memang urusan pribadi. Tetapi begitu, kita melihat ada orang yang melakukan hal tersebut lalu kita biarkan, itu menjadi masalah hukum yang lain. Jadi, jangan sampai melakukan bunuh diri,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan jika di Jembatan Suhat tersebut akan diusulkan mengenai pengamanannya pada pihak provinsi. &#8220;Itu kan bukan kewenangan kami karena itu di wilayah jalan Provinsi. Kalau mengusulkan bisa, kita usulkan itu. Cuma, meskipun kita kasih pagar atau pengaman, namanya orang bunuh diri akan mencari celah yang lainnya,” ujar Dandung.</p>



<p>Namun, apabila di jembatan tersebut akan dipasang pengaman, maka harus memperhitungkan beban dari jembatan. Kemudian harus dianalisa dan harus dilakukan kajian. &#8220;Jembatan Suhat itu kan kekuatannya saat ini sudah mulai berkurang. Dulu itu sudah pernah dan sudah lama diusulkan untuk pengamanan itu. Saya juga lebih sepakat kalaupun ada pengaman itu untuk orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan,” imbuh Dandung.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Opening Ceremony Forda 1 Jatim 2023, Gubernur dan Wali Kota Malang Kompak Tekankan Jaga Sportivitas</title>
		<link>https://memontum.com/opening-ceremony-forda-1-jatim-2023-gubernur-dan-wali-kota-malang-kompak-tekankan-jaga-sportivitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[FORDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Opening Ceremony]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189576</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, turut meriahkan opening ceremonial Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) 1 Jawa Timur 2023 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Sabtu (27/05/2023) malam. Turut hadir dalam gelaran itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Sutiaji, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, turut meriahkan opening ceremonial Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) 1 Jawa Timur 2023 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Sabtu (27/05/2023) malam.</p>



<p>Turut hadir dalam gelaran itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Dewan Pengawas Forda 1 Jatim, Sri Untari, Ketua Komite Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Hayono Isman, Ketua Kormi Jatim, Hudiyono, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang.</p>



<p>Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan itu menyampaikan jika nantinya dari masing-masing penggiat olah raga KORMI bisa menguatkan tradisi dari daerahnya masing-masing. Sehingga, harapannya ke depan, bisa untuk terus dikenalkan, disosialisasikan dan dikembangkan.</p>



<p>“Kekuatan tradisi di masing-masing daerah bisa dikembangkan dengan format masing-masing tradisi dan budayanya. Kalau itu tidak dikenalkan hingga tidak dikembangkan, saya khawatir suatu saat anak cucu kita tidak bisa melihat dokumen-dokumen yang kita lakukan sekarang ini,” kata Gubernur Khofifah, dalam sambutannya.</p>



<p>Karena itu, tambahnya, melalui kegiatan Forda 1 Jatim, pihaknya juga memperkenalkan kepada masyarakat se Jawa Timur bahwa ada olah raga tradisional yang bersifat rekreatif. Dimana harapannya juga bisa membangun sportivitas antar sesama.</p>



<p>“Karena Forda 1 Jatim baru dilaksanakan, maka saya mengharapkan para peserta bisa menjunjung sportivitas,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap jika melalui gelaran tersebut nantinya bisa sukses dalam pelaksanaan, sukses dalam prestasi dan sukses dalam ekonomi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>




<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="419" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?resize=600%2C419&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-189578" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/05/Opening-Ceremony-Forda-1-Jatim-2023-Gubernur-dan-Wali-Kota-Malang-Kompak-Tekankan-Jaga-Sportivitas-2.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p>“Sukses pelaksanaan, kami sudah menyiapkan ini tempat-tempat yang dipakai oleh para atlet. Selanjutnya, tentu sportivitas harus kita jaga. Kalau sukses prestasi, tentu kita berharap karena ini yang pertama dan ditempatkan di Kota Malang, maka kita mengharap agar di urutan pertama, kalau Porprov kemarin kita di urutan ke dua,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menegaskan agar para peserta, tidak boleh selalu berpacuan pada bonus. Sebab, olah raga menurutnya juga sebagai kekuatan mental, untuk menjaga sportivitas dalam bertanding.</p>



<p>“Tetap junjung sportivitas. Jangan mengharapkan bonus, karena itu urutan selanjutnya. Tapi itu pasti ada. Olah raga itu juga sebagai kekuatan mental kita, kekuatan sportivitas kita,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, melalui gelaran tersebut, menurutnya juga akan meningkatkan mobilisasi yang terjadi masyarakat, dan berpengaruh pada perputaran perekonomian di Kota Malang.</p>



<p>“Di situ tentu terjadi hilirisasi, mesti butuh tempat nginap, butuh jajan, sehingga ada perputaran ekonomi di sana. Ini yang saya kira menjadi kekuatan kita semua. Sehingga yang kami keluarkan ini mungkin ada APBD sekian, tapi lebih dari itu, dampaknya ini perlu kita soroti. Sehingga olah raga ini sehat jasmani, rohani, dan ekonomi,” tuturnya.</p>



<p>Di sisi lain, Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman, mengucapkan selamat kepada Kormi Jatim atas keberhasilan penyelenggaraan Forda 1 Jawa Timur setelah kehadirannya sejak tahun 2011. Pihaknya menyadari, bahwa keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Sebagai informasi, gelaran Forda I Jatim 2023 diikuti oleh 21 kabupaten dan kota se-Jawa Timur, dengan total 2.200 atlet dan 500 official dari 31 induk organisasi olah raga (Inorga) dan 119 jenis olah raga didalamnya. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Investor Asing Minati Gedung MCC, Wali Kota Sutiaji Harapkan Ekraf Tumbuh hingga Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/investor-asing-minati-gedung-mcc-wali-kota-sutiaji-harapkan-ekraf-tumbuh-hingga-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[MCC]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika perusahaan yang dimiliki oleh Jack Ma yaitu Alibaba, berencana akan mengunjungi gedung bertingkat delapan itu. Menurutnya, pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Tiongkok, juga sudah melakukan survei ke Gedung MCC tersebut.</p>



<p>“Karena Pak Dubes sudah melakukan survei, harapannya nanti infonya Jack Ma dengan Ali Babanya ke sini (Gedung MCC). Jadi dari kedubes, sudah mengutus perwakilannya,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, apabila nanti Pemkot Malang bisa menjalin kerja sama dengan Jack Ma, maka diharapkan dapat menggeliatkan para pelaku Ekraf di Jawa Timur, untuk ke kancah Internasional. &#8220;Karena dari kedubes sudah mengutus, maka nanti itu biar urusannya Pak Dubes. Jadi, bisa menyambungkan dan untuk menggairahkan Ekraf di Indonesia. Untuk kapannya masih belum tahu, masih dilakukan survei,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Gedung MCC tersebut, dibangun untuk mewadahi 17 sub sektor Ekraf, yakni, arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fesyen, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV dan musik.</p>



<p>Kini, dari 17 sub sektor yang telah mengisi MCC, terdapat 200 pelaku ekraf yang berkolaborasi, diantaranya seperti aplikasi dengan jumlah 65 jenis. Kemudian, kriya 43 unit dan kuliner 55 jenis. Selain itu, juga ada fashion, fotografi, game, arsitektur, desain komunikasi dan visual (DKV), televisi dan radio dan lainnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan PAD Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Dorong OPD Penghasil Lebih Maksimal</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-pad-kota-malang-wali-kota-sutiaji-dorong-opd-penghasil-lebih-maksimal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[OPD]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189233</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot Pendapat Asli Daerah (PAD) kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Penghasil di lingkungan Pemkot Malang, Rabu (24/05/2023) pagi. Turut hadir di kegiatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot Pendapat Asli Daerah (PAD) kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Penghasil di lingkungan Pemkot Malang, Rabu (24/05/2023) pagi. Turut hadir di kegiatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto dan jajaran OPD penghasil di lingkungan Pemkot Malang.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan jika untuk meningkatkan PAD adalah tugas dari semua pihak. Jadi, bukan hanya Bapenda. Karena itu, banyak hal yang bisa dilakukan, yang salah satunya dengan memanfaatkan aset yang dimiliki oleh Pemkot Malang.</p>



<p>Selain itu, menurutnya, juga harus memanfaatkan sistem digitalisasi yang saat ini semakin berkembang. Seperti, pembayaran pajak, pembayaran retribusi, maupun e-parkir, melalui Quick-Responses Code Indonesian Standart (Q-RIS).</p>



<p>“Harapannya dengan digitalisasi ini semakin dikuatkan. Karena ke depan ini akan semakin maju, dan transparansinya ada. Itu tentu terukur dan bisa kita pantau setiap saat, real timenya bisa,” paparnya.</p>



<p>Pihaknya menegaskan, jika dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut tidak boleh membebani masyarakat. Tentu harus berbasis pada kajian-kajian yang ada, tidak serta merta ditingkatkan. Karena dalam hal ini tentu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Untuk itu kami juga ucapkan terima kasih, kami komitmen bersama dengan Pak Ketua DPRD Kota Malang, untuk peningkatan PAD itu. Karena nanti jika pendapatan ini naik, maka nanti yang merasakan pembangunan juga masyarakat,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika pihaknya mendorong Bapenda untuk melibatkan para pemangku wilayah seperti camat dan lurah. Sehingga, setiap ada aktivitas yang terjadi di wilayahnya berkaitan dengan retribusi pajak bisa turut untuk diawasi.</p>



<p>“Jadi bukan hanya penghasil sini saja, tapi tadi saya sampaikan juga ke Pak Handi, bahwa lurah dan camat itu juga mempunyai tugas yang sama, karena mereka yang mempunyai wilayah. Seperti untuk mengawasi reklame, resto, dan sebagainya, karena ini tugas kita semuanya,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengatakan jika optimalisasi tersebut, merupakan bagian dari persiapan awal untuk penentuan target pendapatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2024. &#8220;Jadi kami ingin dari sisi pendapatan itu dioptimalkan sebanyak-banyaknya dengan catatan ada keseimbangan, jangan sampai membebani masyarakat. Karena semakin tinggi pendapatan otomatis belanja pun yang nantinya akan kembali ke masyarakat itu akan semakin tinggi juga. Artinya kami ingin pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat terutama kebutuhan primernya betul-betul dapat terpenuhi,” jelas Made.</p>



<p>Made juga menyinggung, jika retribusi parkir di Kota Malang belum optimal. Sehingga, pihaknya menargetkan jika akan menaikkan pendapatan retribusi parkir, bukan berarti meningkatkan tarif parkirnya.</p>



<p>“Tarifnya ditetapkan cuma optimalisasi titik-titik kebocoran itu dimana. Kami selalu menyampaikan kepada Dinas Perhubungan, kenaikan target pendapatan retribusi parkir itu bukan untuk menambah tarif parkir atau setoran parkir yang ada sekarang. Tapi lebih ke bagaimana titik-titik parkir yang sekarang belum tergarap, kemudian bagaimana efisiensi di lapangan terkait dengan pungutan pajak itu harus dioptimalkan. Sebenarnya dari itu saja sudah bisa menaikkan,” tutur Made. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Apresiasi Buku Spektrum Kota Malang 2018-2023, Harapkan Bisa Tingkatkan Literasi</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-apresiasi-buku-spektrum-kota-malang-2018-2023-harapkan-bisa-tingkatkan-literasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2023 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189037</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran launching dan bedah buku spektrum Kota Malang 2018-2023 di Gedung Malang Cereative Center (MCC), Sabtu (20/05/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, ini sangat mengapresiasi dengan dilaunchingnya buku tersebut. Menurutnya, hal itu bisa meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran launching dan bedah buku spektrum Kota Malang 2018-2023 di Gedung Malang Cereative Center (MCC), Sabtu (20/05/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, ini sangat mengapresiasi dengan dilaunchingnya buku tersebut.</p>



<p>Menurutnya, hal itu bisa meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Kota Malang. &#8220;Saya berikan apresiasi yang luar biasa, karena di dalam buku itu macamnya banyak yang dibahas. Ada tentang Kayutangan Heritage dan ada masalah etnis. Nanti, insyaallah akan diperbanyak untuk diteruskan ke perpustakaan atau di sekolah-sekolah Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Sutiaji, seusai melaunching buku.</p>



<p>Pihaknya berharap, dengan diterbitkannya buku tersebut, tentu bisa menjadi pemantik bagi masyarakat Kota Malang, untuk berkontribusi menuangkan pikiran, yang berkaitan dengan starting poin untuk peradaban. &#8220;Ini memang masih ada sembilan orang penulis di dalam bukunya. Bisa jadi, ked depan nanti tidak hanya itu. Tetapi semua orang akan memberikan kontribusi pikirannya berkaitan dengan starting poin kita untuk peradaban,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, penerbit buku spektrum Kota Malang 2018-2023, Gedeon Soerja, menyampaikan jika buku tersebut diterbitkan untuk Kota Malang, yang saat ini tengah memasuki usia ke 109 tahun. Di dalamnya menceritakan opini dari para penulis, bagaimana Kota Malang selama tahun 2018 hingga tahun 2022.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Secara garis besar, buku ini menceritakan opini dari teman-teman penulis, dari sisi mereka itu seperti apa di tahun 2018 hingga 2022. Buku itu juga bukan profiling Wali Kota, tapi untuk ulang tahun Kota Malang kemarin ke 109,” ucap Gedeon.</p>



<p>Lebih lanjut, sosok penulis di dalam buku tersebut tentunya juga harus membawa dampak positif untuk Kota Malang. Mereka (para penulis) juga berasal dari latar belakang yang berbeda. &#8220;Mereka yang masuk sini ada yang dari budayawan, sastrawan, penulis perempuan, akademisi, arsitektur kemudian juga dari etnis Tionghoa dan pemenang lomba penulisan tentang Kayutangan Heritage. Tentu juga mereka yang naskahnya siap, dan kriterianya masuk di kita,” jelasnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ke depan akan ada series lanjutan untuk buku tersebut dan juga akan menggandeng beberapa penulis lainnya. Menurutnya, siapapun boleh untuk mengirimkan tulisannya, namun itu akan dikurasi terlebih dahulu. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189037</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
