<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cacar monyet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cacar-monyet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Aug 2022 11:08:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cacar monyet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Was-Was Penyakit Cacar Monyet, Dinkes Kota Malang Lakukan Deteksi Awal</title>
		<link>https://memontum.com/was-was-penyakit-cacar-monyet-dinkes-kota-malang-lakukan-deteksi-awal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 11:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi dini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174124</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satu kasus positif cacar monyet telah ditemukan di Indonesia. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, meminta para tenaga kesehatan (Nakes) untuk melakukan deteksi awal di masing-masing fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kota Malang. Imbauan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satu kasus positif cacar monyet telah ditemukan di Indonesia. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, meminta para tenaga kesehatan (Nakes) untuk melakukan deteksi awal di masing-masing fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Imbauan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor: HK.02.02/C/2752/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox di Negara Non-Endemis. Surat itu diteken Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maxi Rein Rondonuwu pada 26 Mei 2022 lalu. “Prinsipnya, Nakes harus tahu apa itu cacar monyet. Ke dua, bisa mendeteksi gejala cacar monyet,” jelas Husnul, Senin (22/08/2022) tadi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, disebutkan bahwa ada empat kriteria yang bisa dilakukan oleh Nakes usai melakukan pemeriksaan. Diantaranya yakni, konfirmasi, probable, suspek dan discharge. “Setidaknya Faskes bisa menentukan ini suspek atau tidak berdasarkan gejala dan riwayat perjalanan,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/inflasi-februari-2026-kota-malang-074-persen-cabai-rawit-dan-daging-ayam-jadi-pemicu">Inflasi Februari 2026 Kota Malang 0,74 Persen, Cabai Rawit dan Daging Ayam Jadi Pemicu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/plh-bupati-trenggalek-penyampaian-jawaban-pu-fraksi-atas-raperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">Plh Bupati Trenggalek Penyampaian Jawaban PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
</ul>


<p>Untuk antisipasi penyakit tersebut, pihaknya mengatakan akan melakukan edukasi kepada masyarakat. Melalui media poster atau media informasi maupun edukasi secara langsung. “Jadi kalau masyarakat mengalami gejala demam, badan sakit semua, ruam ruam, bintik merah dan sampai ada gelembung nya, itu harus cepat-cepat ke Faskes,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, untuk penanganan pasien yang terserang penyakit cacar monyet dapat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Sebab, penyakit cacar monyet sifatnya self limiting desease atau penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya.</p>



<p>&#8220;Artinya, penyakit yang bisa sembuh sendiri. Asalkan nggak ada komorbid dan tidak ada infeksi yang lain. Sesuai dengan masa inkubasinya, itu 21 sampai 28 hari,” tuturnya.</p>



<p>Disinggung terkait perkembangan penyakit cacar monyet di Kota Malang, ditegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi cacar monyet di Kota Malang. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh Penyakit Cacar Monyet, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Terapkan PHBS</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-penyakit-cacar-monyet-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-terapkan-phbs</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 12:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[PHBS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dunia medis kini dihebohkan mengenai penyakit Cacar Monyet, yang menyerang pada kulit. Mensikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau agar masyarakat Kota Malang selalu menerapkan Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dijelaskannya, dengan menerapkan PHBS, maka nantinya tidak ada pencemaran pada makanan dan udara. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dunia medis kini dihebohkan mengenai penyakit Cacar Monyet, yang menyerang pada kulit. Mensikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau agar masyarakat Kota Malang selalu menerapkan Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p>



<p>Dijelaskannya, dengan menerapkan PHBS, maka nantinya tidak ada pencemaran pada makanan dan udara. Karena penularan penyakit tersebut, bisa dari mana saja. “Perlu diantisipasi kesadaran dan kedisiplinan masyarakat di dalam berperilaku hidup bersih dan sehat,” ucap dr Husnul, Kamis (28/08/2022) tadi.</p>



<p>Untuk sejauh ini, menurutnya di Kota Malang masih tidak ada laporan terkait dengan masyarakat yang terserang penyakit Cacar Monyet. Baik di tingkat Puskesmas atau pun rumah sakit. Namun, pihaknya tetap akan mengimbau dan terus melakukan sosialisasi.</p>



<p>&#8220;Kita sudah sampaikan ke teman-teman yang ada di fasilitas kesehatan, apa itu penyakit Cacar Monyet. Lalu, bagaimana gejala dan bentuknya. Diharapkan, mereka mengerti dan paham. Sehingga, metika ada gejala yang masuk bisa diidentifikasi,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/inflasi-februari-2026-kota-malang-074-persen-cabai-rawit-dan-daging-ayam-jadi-pemicu">Inflasi Februari 2026 Kota Malang 0,74 Persen, Cabai Rawit dan Daging Ayam Jadi Pemicu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/plh-bupati-trenggalek-penyampaian-jawaban-pu-fraksi-atas-raperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">Plh Bupati Trenggalek Penyampaian Jawaban PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
</ul>


<p>Diterangkan dr Husnul, penyakit tersebut menyerang semua umur, baik muda maupun tua. Untuk gejala-gejalanya yang muncul pada penyakit tersebut yakni badan terasa lesu, sakit semua, demam dan kulit muncul rua merah.</p>



<p>“Sebenarnya, bentuknya hampir sama seperti gangguan penyakit kulit pada sebelumnya,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, penyakit Cacar Monyet disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Di mana virus tersebut adalah bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus yang menyebabkan cacar. Sebelum menyerang di tahun 2022, kasus tersebut menyerang negara Afrika tengah dan barat. Kini sudah menyebar ke beberapa negara lain, akibat dari perdagangan hewan impor. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cacar Monyet, Pakar Unair: Jangan Terlalu Khawatir, Tetap Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/cacar-monyet-pakar-unair-jangan-terlalu-khawatir-tetap-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2019 11:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[monkeypox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=85172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan mengenai wabah cacar monyet (monkeypox) di Singapura. Kabar ini berhembus setelah seorang pria asal Nigeria dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut. Merespon hal itu, otoritas setempat segera melarikannya ke ruang isolasi di National Centre for Infectious Desease (NCID) dan melakukan karantina guna mencegah penyebaran virus. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan mengenai wabah cacar monyet (monkeypox) di Singapura. Kabar ini berhembus setelah seorang pria asal Nigeria dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut.</p>
<p>Merespon hal itu, otoritas setempat segera melarikannya ke ruang isolasi di National Centre for Infectious Desease (NCID) dan melakukan karantina guna mencegah penyebaran virus.</p>
<p>Beberapa foto penderita cacar monyet beredar luas di linimasa, sehingga cukup meresahkan sejumlah masyarakat Indonesia.</p>
<p>Mengingat letaknya yang berdekatan dengan negeri singa. Tetapi, pemerintah Indonesia telah melakukan tindakan preventif berupa pemasangan detektor di pelabuhan dan bandara untuk mendeteksi suhu tubuh warga negara asing maupun lokal yang datang dari luar negeri, khususnya Singapura.</p>
<p>Mengenal Virus Cacar Monyet atau Monkeypox, Guru Besar Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof. Dr. drh. Suwarno, Msi., turut angkat bicara. Ia menegaskan bila masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dan tetap waspada terhadap cacar monyet. Sebab, dinas kesehatan belum menemukan keberadaan inang dari virus tersebut di sini.</p>
<p>“Biasanya, penderita monkeypox dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 sampai 21 hari. Tapi bisa berakibat fatal jika pasien mengalami infeksi sekunder atau komplikasi,” terang Prof. Soewarno saat ditemui di ruang kerjanya, Selass (28/5).</p>
<p>Dia menuturkan, bahwa persentase kasus fatal hanya sebesar satu hingga sepuluh persen. Dan, sebagian besar di antaranya terjadi pada kelompok usia dini yang berumur sembilan sampai lima belas tahun. Bahkan, pernah berdampak pada kematian anak-anak di Afrika.</p>
<p>Dunia medis mengklasifikasikan cacar monyet ke dalam kategori zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Tetapi, mulai terdapat kecenderungan menular antar manusia. Termasuk baru ditemukan (new emerging desease), yakni pada tahun 1958 dan terlokalisir di Afrika sampai dengan sebelum 2003.</p>
<p>“Baru pada tahun 2003 meluas ke Amerika (47 kasus), tahun 2018 menuju Inggris (3 kasus) dan Israel (1 kasus), serta tahun 2019 di Singapura ini,” ujar penemu spray flu burung ini.</p>
<p>Virus monkeypox (MPV) merupakan anggota dari genus Orthopoxvirus dari famili Poxviridae. Mirip dengan variola (cacar manusia), vaccinia (virus anak sapi), cowpox (virus sapi dewasa) dan camelpox (virus unta). Ukurannya mencapai 140-260nm, dengan panjang 220-450nm, beramplop, sedikit pleomorfik, inti berbentuk halter dengan lateral tubuh, simetri kompleks dengan genom linier dan memiliki panjang genom 196.858bp.</p>
<p>“Sebelum cacar monyet, dunia dikejutkan oleh munculnya penyakit cacar pada manusia atau variola. Jika menginfeksi kulit, tingkatannya dalam dan akan meninggalkan bekas berupa bopeng. Tetapi sudah berhasil dibasmi sejak 1970-an. Jadi ada semacam hubungan tertutup juga antara keduanya,” jelas alumnus FKH UNAIR tahun 1987 itu.</p>
<p>Saat ini terdapat dua clade MPV, yang dikenal dengan istilah Congo Basin dan West African. Namun, secara patogenitas maupun gejala klinik serta epidemiologik terdapat perbedaan. Infeksi yang ditimbulkan oleh Congo Basin lebih parah dibanding West African. Juga bisa menimbulkan resiko kematian yang lebih tinggi pada penderitanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
