Kota Malang
Dorong Nobar Piala Dunia 2026, Wali Kota Malang Minta ASN Kenakan Jersey Tiap Jumat

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengenakan jersey tim peserta Piala Dunia 2026, setiap Jumat selama gelaran empat tahunan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan, untuk memeriahkan pesta sepak bola terbesar di dunia sekaligus mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026, menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar). Karena itu, dirinya meminta seluruh perangkat daerah ikut menyemarakkan perhelatan tersebut, baik dengan menggelar nobar maupun mengenakan jersey tim peserta Piala Dunia.
“Saya tekankan di jajaran Pemkot Malang, nobar dan memakai jersey Piala Dunia bagi ASN setiap hari Jumat. Artinya dengan ini, gerak roda ekonomi pelaku UMKM akan berputar karena antusiasme konsumen,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (18/06/2026) tadi.
Ditambahkannya, sejak Piala Dunia 2026 bergulir pada 11 Juni lalu, berbagai kafe, warung kopi, tempat nongkrong, hingga lokasi hiburan di Kota Malang mulai menggelar nobar. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum emas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet.
Baca juga :
“Piala Dunia ini jadi peluang bagi kita, bagi masyarakat, bagi pelaku UMKM. Saya yakin semuanya mendapat benefit dari ini. Dari aspek ekonomi, pelaku UMKM mendapat kesempatan meningkatkan pendapatan lewat nobar. Animonya pasti besar, ini strategi yang bagus,” katanya.
Kemudian, dikatakannya bahwa kebijakan tersebut juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026. Namun, kata Wali Kota Wahyu, pelaksanaan Nobar tidak hanya bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat, melainkan juga menjadi ruang kebersamaan dan memperkuat sportivitas melalui hiburan yang dapat dinikmati semua kalangan.
Meski begitu, Wali Kota Wahyu mengingatkan agar seluruh penyelenggara Nobar tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban lingkungan. Pengelola kafe, warung, maupun masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga.
“Saya imbau masyarakat, kafe atau warung nongkrong, semuanya tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Koordinasikan dengan aparat terkait agar suasana hiburan ini tidak mengganggu masyarakat yang lain,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)










