<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>DAS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/das/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Apr 2023 12:14:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>DAS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tinjau Kawasan DAS Bedadung Jember, Bupati Hendy Minta Dukungan Perbaikan 120 DAM</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-kawasan-das-bedadung-jember-bupati-hendy-minta-dukungan-perbaikan-120-dam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Apr 2023 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Hendy]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bedadung]]></category>
		<category><![CDATA[Hendy Siswanto]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Saluran irigasi pertanian di Kabupaten Jember, ternyata banyak yang bermasalah. Hal ini terungkap, saat Bupati Jember, Hendy Siswanto, meninjau kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung Jember, Kamis (20/04/2023) tadi. Dari hasil penelusuran itu, Bupati Hendy menyebut, bahwa aliran sungai di Kabupaten Jember, berisiko tinggi terhadap banjir. Diketahui, sebanyak 120 bendungan atau dam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Saluran irigasi pertanian di Kabupaten Jember, ternyata banyak yang bermasalah. Hal ini terungkap, saat Bupati Jember, Hendy Siswanto, meninjau kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung Jember, Kamis (20/04/2023) tadi.</p>



<p>Dari hasil penelusuran itu, Bupati Hendy menyebut, bahwa aliran sungai di Kabupaten Jember, berisiko tinggi terhadap banjir. Diketahui, sebanyak 120 bendungan atau dam air di Kabupaten Jember, mengalami kerusakan.</p>



<p>Jebolnya bendungan dam air tersebut, mengakibatkan sawah di wilayah aliran irigasi mengalami gagal panen. Sehingga, butuh langkah penanganan. &#8220;Sebanyak 120 bendungan yang rusak mengakibatkan hasil pertanian bisa turun,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-mengular-di-pasar-murah-lowokwaru-sejumlah-warga-kecewa-tidak-kebagian-paket">Antrean Mengular di Pasar Murah Lowokwaru, Sejumlah Warga Kecewa Tidak Kebagian Paket</a></li>
</ul>


<p>Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi Jatim bisa turun tangan dalam membantu penanganan banjir di Kabupaten Jember. &#8220;Mohon dukungan dari Gubernur, Dinas PU Bina Marga dan SDA Provinsi dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jatim, untuk bisa membantu pembenahan daerah aliran sungai guna penanganan banjir dan bendungan di Kabupaten Jember,&#8221; ungkap bupati.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa penanganan banjir di Kabupaten Jember, harus menjadi skala prioritas. Diharapkan, Pemerintah Provinsi Jatim bisa berkolaborasi dengan Kabupaten Jember dan juga Pemerintah Pusat, dalam menangani hal ini secara serius. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belajar Normalisasi DAS, Komisi II DPRD Jombang Kunjungi Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/belajar-normalisasi-das-komisi-ii-dprd-jombang-kunjungi-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 10:30:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Guna ingin belajar terkait normalisasi dan naturalisasi Dasar Aliran Sungai (DAS), Komisi II DPRD Jombang mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/2). Komisi yang membidangi masalah fisik dan sarana prasarana ini melihat didaerahnya ada beberapa aliran sungai yang perlu dilakukan pengerukan lantaran sudah terjadi pendangkalan. Menerima kunjungan kerja DPRD Jombang ini, Sekretaris DPRD Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-trenggalek">Memontum</a> Trenggalek </strong>&#8211; Guna ingin belajar terkait normalisasi dan naturalisasi Dasar Aliran Sungai (DAS), Komisi II DPRD Jombang mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/2).</p>



<p>Komisi yang membidangi masalah fisik dan sarana prasarana ini melihat didaerahnya ada beberapa aliran sungai yang perlu dilakukan pengerukan lantaran sudah terjadi pendangkalan.</p>



<p>Menerima kunjungan kerja DPRD Jombang ini, Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek Muhtarom mengatakan kondisi aliran sungai di Trenggalek terbilang belum maksimal.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134604-modus-gandakan-uang-pakai-gentong-pria-asal-malang-diringkus-polisi">Modus Gandakan Uang Pakai Gentong, Pria Asal Malang Diringkus Polisi</a></strong></p>



<p>&#8220;Kalau di Trenggalek ini kan notabenenya wilayah datatan tinggi, sehingga banyak aliran sungai yang mengalami pendangkalan. Meski sudah dilakukan normalisasi (pengerukan) pun hasilnya belusm bisa maksimal,&#8221; ucap Muhtarom.</p>



<p>Dikatakan Muhtarom, hal itu terjadi karena pasca dilakukan normalisasi aliran sungai, setiap hujan turun tanah dari pegunungan akan masuk lagi ke dasar sungai. Hingga mengakibatkan sungai menjadi dangkal.</p>



<p>&#8220;Meski begitu, kita juga akan menyelesaikan permasalahan ini dengan lebih baik. Sehingga potensi air sungai meluap (banjir) di Kabupaten Trenggalek bisa ditekan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dikonfirmasi terpisah, pimpinan rombongan Komisi II DPRD Jombang Doni Anggun mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Trenggalek adalah untuk sharing terkait normalisasi DAS yang saat ini menjadi permasalahan di Kabupaten Jombang.</p>



<p>“Sama dengan di Kabupaten Trenggalek, di Jombang masalah pendangkalan sungai masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan secara masif,&#8221; kata Doni.</p>



<p>Politisi Partai PDIP ini menceritakan di Kabupaten Jombang pernah terjadi bencana banjir. Sedangkan salah satu penyebabnya karena normalisasi pembersihan sungai belum dikerjakan secara maksimal.</p>



<p>“Misalnya saja sungai itu masuk wilayah provinsi, secara otomatis masalah koordinasi terkait administrasi dengan provinsi akan lebih lama. Dan ini yang masih lemah menurut kami,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134714-cekcok-saat-sahur-seorang-anak-di-trenggalek-tega-bacok-bapak-sendiri">Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri</a></strong></p>



<p>Ia menegaskan, hal itu harus ada langkah-langkah awal seperti koordinasi ini belum bisa terselesaikan secara maksimal. Dan diharapkan masalah inintidak mengganggu kenyamanan masyarakat atas dampak yang terjadi.</p>



<p>“Kami berharap kedepannya akan ada solusi atas permasalahan ini. Juga terkait koordinasi yang belum bisa diselesaikan secara maksimal, bisa segera mendapatkan surat balasan dari Pemerintah Provinsi,&#8221; pungkas Doni.</p>



<p>Meski demikian, pihaknya juga akan segera mengambil langkah atau upaya-upaya seperti adanya penganggaran Pemerintah Daerah. Dengan begitu, Pemerintah bisa menurunkan sejumlah alat berat terlebih dahulu sambil menunggy hal-hal yang bersifat administratif. <strong>(mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuk Musim Penghujan, BPBD Rutin Lakukan Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-musim-penghujan-bpbd-rutin-lakukan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 10:45:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Pengawasan Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[BBWS]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang tidak henti-hentinya melakukan mitigasi. Terlebih, sudah memasuki kondisi musim penghujan. Setidaknya, itu yang disampaikan Kepala BPBD, Alie Mulyanto, kepada awak media, Selasa (19/1) tadi. &#8220;Mitigasi tetap kami sampaikan kepada masyarakat. Untuk pengurangan resiko pada saat terjadi peristiwa alam yang mungkin bisa berujung bencana,&#8221; jelas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang tidak henti-hentinya melakukan mitigasi. Terlebih, sudah memasuki kondisi musim penghujan. Setidaknya, itu yang disampaikan Kepala BPBD, Alie Mulyanto, kepada awak media, Selasa (19/1) tadi.</p>



<p>&#8220;Mitigasi tetap kami sampaikan kepada masyarakat. Untuk pengurangan resiko pada saat terjadi peristiwa alam yang mungkin bisa berujung bencana,&#8221; jelas Alie.</p>



<p>Dirinya pun menyampaikan, beberapa tanda yang harus diwaspadai oleh masyarakat. &#8220;Ketika air mulai keruh tandanya akan ada banjir, ini harus diketahui. Karena bencana alam itu tidak serta merta, pasti ada tanda-tandanya,&#8221; tambahnya. Selain air keruh, tanda air mulai naik juga perlu diwaspadai oleh warga.</p>



<p>Berkaitan dengan mitigasi sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) yang rawan longsor, pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).</p>



<p>&#8220;Kami sudah komunikasikan dan sampaikan kepada BBWS beberapa wilayah rawan. Nanti akan ada mitigasi atau pencegahan, karena secara normatif itu daerah inspeksi BBWS,&#8221; paparnya.</p>



<p>Masih menurut Alie, penanggulangan bencana ada tiga tahapan. Sebelum bencana, saat bencana, dan pasca bencana.</p>



<p> &#8220;Sebelum bencana kita tetap lakukan SES (Sosialisasi Edukasi dan Simulasi) kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi bencana yang masif. Rutin kita program, mengedukasi masyarakat kesiap siagaan,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Sebut Wilayah Sekitar DAS Rawan Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-sebut-wilayah-sekitar-das-rawan-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 08:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Alarm EWS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musim penghujan membuat Kota Malang dilanda bencana. Tidak hanya banjir, namun juga bencana longsor. Bahkan longsor yang terjadi Senin (18/01) kemarin di Perumahan Griya Sulfat, hingga menghanyutkan warga. Berkaitan dengan itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Alie Mulyanto, meminta masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, semua wilayah di DAS (Daerah Aliran Sungai) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musim penghujan membuat Kota Malang dilanda bencana. Tidak hanya banjir, namun juga bencana longsor. Bahkan longsor yang terjadi Senin (18/01) kemarin di Perumahan Griya Sulfat, hingga menghanyutkan warga.</p>



<p>Berkaitan dengan itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Alie Mulyanto, meminta masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, semua wilayah di DAS (Daerah Aliran Sungai) rawan longsor.</p>



<p>&#8220;Semua wilayah se Kota Malang, sepanjang DAS itu rawan longsor. Ada beberapa titik yang kami petakan,&#8221; jelasnya, pada Selasa (19/01) tadi.</p>



<p>Titik tersebut, jelasnya, antara lain mulai dari Penanggungan, Oro-Oro Dowo, Tlogomas, hingga ke timur yaitu Gadang, dan Kebonsari. Alarm EWS (Early Warning System) yang dimiliki BPBD, pun semua menyala. Titik yang ditunjukkan EWS seperti di Bareng, Sudimoro, Bukit Barisan dan Sawojajar.</p>



<p>&#8220;Di titik tersebut, EWS kita nyala semua. Karena memang info dari BMKG (Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika), ada peningkatan curah hujan karena La Nina,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Peningkatan tersebut, ujar Alie, terdapat indeks curah hujan mencapai 40 persen. Yang artinya apabila biasanya ketinggian hanya 1 meter, saat ini naik hingga 1.4 meter.</p>



<p>&#8220;Jadi intensitas dan durasi hujan ada peningkatan. Intensitas hidrometrologi, jadi air hujan akan turun secara luar biasa. Dan nanti puncaknya hingga bulan Februari,&#8221; papar Alie.</p>



<p>Dirinya turut menambahkan, sejak awal tahun sudah ada lebih dari 3 titik longsor di Kota Malang. &#8220;Awal tahun ada beberapa titik longsor. Yaitu di Oro-Oro Dowo, Bandulan, Muharto, Bunulrejo, Janti, dan Kemantren. Itu titik-titik rawan sekali, karena posisi mepet sungai, pokoknya daerah yang disekitar DAS itu rawan semua,&#8221; tegasnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPC PDIP Kota Probolinggo Tanam Ribuan Pohon Produktif di DAS Taman Maramis</title>
		<link>https://memontum.com/dpc-pdip-kota-probolinggo-tanam-ribuan-pohon-produktif-di-das-taman-maramis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 08:17:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[DPC PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Maramis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132266</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dalam rangka melestarikan daerah aliran sungai (DAS), DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Probolinggo melakukan penanaman pohon produktif. Penanaman pohon itu, juga dilakukan dalam rangkaian merayakan HUT ke-48 PDI Perjuangan. Kegiatan tersebut melibatkan struktural dari DPC, PAC, ranting hingga Fraksi dan simpatisan. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Rudi Ghafur, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Dalam rangka melestarikan daerah aliran sungai (DAS), DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Probolinggo melakukan penanaman pohon produktif.</p>



<p>Penanaman pohon itu, juga dilakukan dalam rangkaian merayakan HUT ke-48 PDI Perjuangan. Kegiatan tersebut melibatkan struktural dari DPC, PAC, ranting hingga Fraksi dan simpatisan.</p>



<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Rudi Ghafur, mengatakan salah satu program politik PDI Perjuangan adalah soal lingkungan. Sehingga menjadi perhatian PDI Perjuangan untuk melakukan pelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang DAS wilayah Taman Maramis, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.</p>



<p>&#8220;DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo menyiapkan ribuan pohon. Hari ini, seribu pohon yang ditanam dalam rangka perayaan HUT,&#8221; katanya, Minggu (17/01) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Ketua Komisi di DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, penanaman pohon ini menjadi konsen kami PDI Perjuangan. Karena ini, sesuai dengan pesan dari Ibu Megawati.</p>



<p>&#8220;Sesuai intruksi dari Ketua Umum PDIP, penanaman ini bukan hanya seremonial saja. Selanjutnya akan dilakukan perawatan pohon tersebut demi keberlangsungan kehidupan masyarakat</p>



<p>Pohon yang ditanam bukan hanya pohon keras seperti pohon angsana, tetapi juga pohon produkif seperti pohon jeruk, mangga, kelengkeng yang nantinya pohon-pohon tersebut memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tujuan utama kami, adalah melestarikan lingkungan, yang nantinya seperti sungai ini menjadi warisan generasi selanjutnya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Rencanakan Normalisasi DAS Teraliri Lahar Dingin</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-rencanakan-normalisasi-das-teraliri-lahar-dingin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2020 20:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[gunung semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129091</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, berencana menormalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dialiri lahar dingin Gunung Semeru. Langkah itu, salah satunya untuk mengantisipasi jebolnya Tanggul Bondeli. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa dampak yang diakibatkan dari lahar dingin yang berpusat di Curah Koboan tersebut, mengakibatkan tanggul DAS terkikis sepanjang 15 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, berencana menormalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dialiri lahar dingin Gunung Semeru. Langkah itu, salah satunya untuk mengantisipasi jebolnya Tanggul Bondeli.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa dampak yang diakibatkan dari lahar dingin yang berpusat di Curah Koboan tersebut, mengakibatkan tanggul DAS terkikis sepanjang 15 meter.</p>
<p>&#8220;Jadi, tanggul yang terkikis lahar dingin menurut pangamatan kami sekitar panjang 15 meter. Untuk perlu dilakukan upaya agar tidak jebol,&#8221; kata Sekda saat meninjau DAS yang dialiri lahar dingin Semeru di Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Jumat (4/12).</p>
<p>Selain itu, tambah Sekda Kabupaten Lumajang, bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat dengan menormalisasikan aliran sungai.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan, untuk memastikan persekitaran pemukiman penduduk di Dusun Bondeli, tetap aman. Karena, beberapa penyebab terkikisnya tanggul, salah satunya diperkirakan aliran arus sungai yang masih belum rata, akibat proses pengambilan pasir yang dilakukan oleh penambang terlalu menepi.</p>
<p>&#8220;Menurut kami, berubahnya aliran sungai yang seharusnya mengalir keseluruh permukaan, hanya mengalir di pinggiran,&#8221; terangnya.</p>
<p>Karenanya, Agus Triyono mengimbau kepada penambang, agar proses pengambilan pasir atau batu tidak terlalu menepi.<br />
Sehingga, apabila terjadi lahar dingin, tidak berpotensi mengakibatkan tanggul jebol. Apalagi, material di Curah Koboan sampai saat ini masih menumpuk.</p>
<p>&#8220;Saya berharap, seluruh penambang yang berada di DAS Rejali, Curah Koboan dan Bades, agar sewaktu proses pengambilan pasir atau batunya, dapat memperhatikan tanggul sungai di kanan kirinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan sejumlah langkah tersebut, nantinya dapat mengurangi resiko yang berdampak terhadap pemukiman penduduk setempat. <strong>(kom-lmj/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129091</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
