<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disparbud Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disparbud-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jun 2023 13:38:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disparbud Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kolam Renang Tirta Jwalita Telan Tiga Nyawa, Komisi II DPRD Trenggalek Minta Inspektorat Audit Kinerja Disparbud</title>
		<link>https://memontum.com/kolam-renang-tirta-jwalita-telan-tiga-nyawa-komisi-ii-dprd-trenggalek-minta-inspektorat-audit-kinerja-disparbud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 14:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi II]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi II DPRD Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190522</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Buntut dari kejadian tiga bocah tenggelam di kolam renang Tirta Jwalita hingga meninggal dunia, Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek memanggil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan juga Inspektorat. Dalam kesempatan itu, Komisi II meminta Inspektorat untuk melakukan evaluasi kinerja daripada Disparbud. Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugiyanto, mengatakan bahwa kejadian tiga bocah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Buntut dari kejadian tiga bocah tenggelam di kolam renang Tirta Jwalita hingga meninggal dunia, Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek memanggil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan juga Inspektorat. Dalam kesempatan itu, Komisi II meminta Inspektorat untuk melakukan evaluasi kinerja daripada Disparbud.</p>



<p>Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugiyanto, mengatakan bahwa kejadian tiga bocah meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang Tirta Jwalita, diharapkan tidak akan terulang lagi kedepannya. Oleh karenanya, pihaknya meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja ke Disparbud Trenggalek.</p>



<p>“Hari ini kami memanggil dari Inspektorat dan juga Disparbud untuk membahas kejadian yang terjadi pada Minggu (04/06/2023) lalu. Intinya, kami tidak ingin kejadian itu kembali terjadi. Maka, kami dari DPRD meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja di seluruh OPD tidak hanya di Disparbud yang berkaitan dengan pengelolaan pariwisata,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (08/06/2023) siang.</p>



<p>Dari keterangan yang disampaikan Disparbud, Obeng-sapaan akrabnya, menilai ada indikasi kelalaian pihak petugas pengelola hingga mengakibatkan meninggalnya tiga bocah yang berenang di kolam renang tersebut. &#8220;Dalam hal ini, kami meminta Pemerintah Daerah untuk lebih serius dan profesional dalam mengelola semua aset Pemda yang didistribusikan tidak setengah-setengah. Karena keselamatan dan perlindungan konsumen, harus menjadi skala prioritas,” papar Obeng.</p>



<p>Menurutnya, kolam renang Tirta Jwalita dikenal berkelas yang jika dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana kolam renang Tirta Jwalita menyumbang PAD Sebesar Rp 100 juta pertahun. Namun, jika melihat fasilitas serta pelayanan yang diberikan tentu tidak berbanding lurus.</p>



<p>“Disparbud khususnya dalam memberikan fasilitas dari segi apapun tidak maksimal, pelayanan, peralatan termasuk keselamatan,” imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui jika Kabupaten Trenggalek ini memiliki banyak sektor pariwisata. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada dinas terkait jangan hanya memburu hasil yang besar namun juga harus melihat sisi keamanan dan kenyamanan.</p>



<p>“Lebih baik kehilangan Rp 100 juta, dari pada kehilangan nyawa, jangan hanya memburu profit tapi justru membawa korban,” tegas Politisi Partai Demokrat ini.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan bahwa dirinya akan menerima semua saran dan masukan dari para wakil rakyat. &#8220;Untuk itu, soal penerapan Standar Operasional yang layak akan kami tingkatkan,” tuturnya.</p>



<p>Dengan adanya audit di segala aspek oleh inspektorat sesuai permintaan DPRD, tentu akan menjadi bahan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di segala sektor pariwisata yang ada di Trenggalek. Sementara terkait kejadian tenggelam, disampaikan bahwa itu karena faktor pengawasan. Mengingat, ada keterbatasan personil yang bertugas di kolam renang tersebut.</p>



<p>&#8220;Ke depan pariwisata, akan lebih mengutamakan keselamatan dari pada mengejar pendapatan,&#8221; ujar Sunyoto. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190522</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kecelakaan Laut di Lokasi Wisata, Komisi I Minta Disparbud Trenggalek Evaluasi Keberadaan Lifeguard</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kecelakaan-laut-di-lokasi-wisata-komisi-i-minta-disparbud-trenggalek-evaluasi-keberadaan-lifeguard</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan laut]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi I]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181194</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kecelakaan laut yang menimpa wisatawan dan mengakibatkan korban jiwa, yang terjadi di Pantai Prigi-Trenggalek, menuai perhatian Komisi I DPRD Trenggalek. Mengawali tahun 2023 ini, komisi tersebut melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek. Dalam pertemuan itu, Komisi I meminta agar Disparbud melakukan audit dan evaluasi terkait pengamanan di sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kecelakaan laut yang menimpa wisatawan dan mengakibatkan korban jiwa, yang terjadi di Pantai Prigi-Trenggalek, menuai perhatian Komisi I DPRD Trenggalek. Mengawali tahun 2023 ini, komisi tersebut melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, Komisi I meminta agar Disparbud melakukan audit dan evaluasi terkait pengamanan di sekitar lokasi. &#8220;Terhadap adanya empat wisatawan yang terseret ombak di Pantai Prigi kemarin, kita sudah memanggil dinas terkait, dalam hal ini Disparbud. Hal yang kita tanyakan, salah satunya mengenai standard keamanan di sana,&#8221; ungkap Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Alwi Burhanuddin, saat dikonfirmasi, Senin (09/01/2023) siang.</p>



<p>Dari laporan yang disampaikan dinas terkait, tambahnya, di seputaran Pantai Prigi, memang sudah terpasang papan larangan-larangan agar tidak main atau mandi di pantai. Namun, nyatanya masih banyak wisatawan atau pengunjung yang nekad mandi dan main di pantai.</p>



<p>&#8220;Melalui pemanggilan ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Alwi menegaskan, bahwa pada dasarnya keberadaan lifeguard (penjaga pantai), sudah tersedia. Bahkan, pengadaan lifeguard itu juga dibiayai dari APBD. Maka dari itu, Komisi I meminta agar pengadaan lifeguard ini bisa dievaluasi lebih lanjut.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kita juga menanyakan terkait imbauan atau larangan-larangan, standarisasi petugas lifeguard dan standarisasi pihak ketiga penyedia lifeguard. Dan hasilnya, lifeguard yang ada di Pantai Prigi, ini diketahui sebagai tenaga outsourcing (pihak ketiga),&#8221; terang Alwi.</p>



<p>Terkait legalitas lifeguard yang ada ini, Komisi I juga menanyakan apakah sudah memiliki sertifikasi atau belum. Mengingat dalam kesepakatan antara Disparbud dengan pihak ketiga, tentu sudah tertulis apa-apa saja kewajiban atau hal-hal yang harus dilakukan seorang lifeguard.</p>



<p>&#8220;Karena tadi Disparbud juga masih belum bisa menjelaskan secara rinci terkait standarisasi kerja dan operasional lifeguard, maka kita minta agar segera dilakukan audit dan evaluasi lebih lanjut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Audit dan evaluasi yang dimaksud ini, lanjutnya, mulai dari evaluasi dokumen kontrak antara Disparbud dengan pihak ketiga, maupun kompetensi lifeguard yang ada selama ini. Dengan demikian, diharapkan kesalahan dalam proses pelaksanaannya tidak akan terulang lagi. Dan kejadian-kejadian yang tak diinginkan bisa diminimalisir. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181194</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gugah Komunitas Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi, Disparbud Trenggalek Akan Gelar Gebyar Ekraf 2022</title>
		<link>https://memontum.com/gugah-komunitas-ekonomi-kreatif-pasca-pandemi-disparbud-trenggalek-akan-gelar-gebyar-ekraf-2022</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2022 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Guna memberikan wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkreasi dan memamerkan hasil karyanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek akan menggelar Gebyar Ekonomi Kreatif (Ekraf) tahun 2022. Event yang bertajuk Rumaket Greget, ini merupakan implementasi bidang ekonomi kreatif di Kota Keripik Tempe. Dalam hal ini, Disparbud juga berkolaborasi dengan Trenggalek Creative [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Guna memberikan wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkreasi dan memamerkan hasil karyanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek akan menggelar Gebyar Ekonomi Kreatif (Ekraf) tahun 2022.</p>



<p>Event yang bertajuk Rumaket Greget, ini merupakan implementasi bidang ekonomi kreatif di Kota Keripik Tempe. Dalam hal ini, Disparbud juga berkolaborasi dengan Trenggalek Creative Network (TCN) yang notabene menjadi rujukan dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif untuk menuju Kabupaten Trenggalek Kreatif.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mengatakan bahwa nantinya ada berbagai kegiatan dalam Gebyar Ekraf perdananya ini. &#8220;Nanti akan ada bazar UMKM, pameran ekonomi kreatif, parade pengantin nusantara, parade fashion batik casual khas Trenggalek dan juga ada pertunjukan kolosal serta talk show soal ekonomi kreatif,&#8221; ungkapnya, Selasa (15/11/2022) siang.</p>



<p>Kegiatan ini, tambahnya, juga sekaligus membangkitkan komunitas ekonomi kreatif di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya sempat terhenti (vacum) akibat pandemi Covid-19. &#8220;Dari berbagai komunitas ini, nantinya akan unjuk kebolehan. Sehingga, diharapkan Pemerintah Daerah bisa tau dan memfasilitasi komunitas-komunitas ini untuk lebih berkembang kedepannya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Trenggalek, Gatut Rudianto, menambahkan Gebyar Ekonomi Kreatif ini dilaksanakan pada 25-26 November 2022 mendatang. &#8220;Kegiatannya dilaksanakan 2 hari pada 25-26 November di halaman Pasar Pon Trenggalek,&#8221; kata Gatut.</p>



<p>Diharapkan, ujarnya, setelah event ini diselenggarakan para komunitas ekonomi kreatif kembali bangkit dan berkembang. Dengan demikian, setor ekonomi di Kabupaten Trenggalek bisa pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Dalam kesempatan itu, Disparbud Trenggalek juga akan memberikan anugerah Seratus Desa Wisata (Sadewa). Sebelumnya, Pemkab Trenggalek telah meluncurkan program Sadewa, yakni program untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di tingkat desa.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk mencari momen kolaborasi masing-masing bidang dalam satu dinas itu sangat sulit. Akan tetapi, dalam event ini kita bisa berkolaborasi dengan bidang lain diluar ekonomi kreatif,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Melalui program Sadewa ini, Pemerintah Daerah menargetkan untuk merintis 100 destinasi wisata baru dari 152 desa dan 5 kelurahan di Bumi Menak Sopal. &#8220;Adanya anugerah Sadewa ini diharapkan bisa memacu kreasi hingga memaksimalkan potensi desa wisata baik dari segi konsep, budaya maupun dengan kreasi yang disuguhkan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dengan begitu, sambungnya, diharapkan pelaku usaha jasa wisata bisa lebih baik dan sektor ekonomi di desa-desa bisa tumbuh dan berkembang.</p>



<p>Terkait penganugerahan Sadewa ini, Disparbud Trenggalek akan menjaring 12 desa wisata ke dalam nominasi untuk ditentukan menjadi enam destinasi desa wisata terbaik. Enam desa wisata terbaik nantinya akan mendapatkan uang pembinaan, trophy dan juga sertifikat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Generasi Milenial Mengenal Seni Budaya, Disparbud Trenggalek Gelar Festival Tari Klasik</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-generasi-milenial-mengenal-seni-budaya-disparbud-trenggalek-gelar-festival-tari-klasik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 05:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[tari klasik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128615</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dalam rangka mendorong generasi muda untuk melestarikan seni kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek menggelar Festival Tari Klasik Tahun 2020. Festival yang digelar secara virtual ini bertempat di GOR SMAN 1 Trenggalek. &#8220;Melalui pagelaran seni ini, Pemkab Trenggalek ingin mendorong masyarakat Trenggalek khususnya para generasi muda untuk ikut melestarikan,mencintai, dan mengembangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dalam rangka mendorong generasi muda untuk melestarikan seni kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek menggelar Festival Tari Klasik Tahun 2020. Festival yang digelar secara virtual ini bertempat di GOR SMAN 1 Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Melalui pagelaran seni ini, Pemkab Trenggalek ingin mendorong masyarakat Trenggalek khususnya para generasi muda untuk ikut melestarikan,mencintai, dan mengembangkan keragaman seni budaya dari Trenggalek,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto, Senin (30/11/2020) siang.</p>
<p>Ia menyebut, kegiatan ini merupakan kerjasama bak gayung bersambut antara Disparbud Trenggalek dengan pelestari seni tradisi, guru, pengelola sanggar tari, dan pelaku seni lainnya.</p>
<p>&#8220;Semangat melestarikan budaya tari klasik masih terlihat kuat. Hari ini kita membuktikan bahwa perang melawan covid, kita masih tetap semangat menjalankan aktifitas kewajiban diantaranya melestarikan seni budaya tradisi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Festival ini terbagi menjadi 2 kategori, mulai dari kategori tingkat Sekolah Menengah Atas sederajat dan kategori masyarakat umum.</p>
<p>Festival Tari Klasik ini juga merupakan rangkaian kegiatan Satusfes Tahun 2020 yang sempat tertunda akibat adanya pandemi covid-19.</p>
<p>&#8220;Kami berharap Festival Tari klasik dapat terus berlanjut demi menyambung kelestarian seni budaya dari Kabupaten Trenggalek,&#8221; kata Sunyoto.</p>
<p>Lebih lanjut, Sunyoto mengatakan, dengan kegiatan ini sesuatu yang dianggap jadul atau jaman dulu ternyata dapat bersanding dengan yang kekinian.</p>
<p>Beberapa seni tari yang ditampilkan adalah seni tari khas Kabupaten Trenggalek dimana salah satunya Turonggo Yakso.</p>
<p>&#8220;Turonggo Yakso sebagai seni tradisi khas Trenggalek harus kita angkat sebagai icon yang menunjukkan jati diri daerah yang berbasis kultur agraris,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pihaknya juga menilai, dalam acara ini terdapat setitik harapan seni budaya Trenggalek dapat terus eksis dan mengakar di tengah-tengah derasnya budaya milenial yang tengah digandrungi kaum muda. <strong>(mil/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi New Normal, Disparbud Trenggalek Terapkan SOP</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-new-normal-disparbud-trenggalek-terapkan-sop</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2020 06:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115741-hadapi-new-normal-disparbud-trenggalek-terapkan-sop</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dalam rangka menghadapi era New Normal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Trenggalek tengah mempersiapkan beberapa langkah. Sepeti yang diketahui, Kabupaten Trenggalek terkenal akan potensi wisata alam yang luar biasa. Tak heran banyak wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Kota Keripik Tempe ini. Pasca pandemi Covid-19 melanda tanah air, seluruh lokasi wisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dalam rangka menghadapi era New Normal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Trenggalek tengah mempersiapkan beberapa langkah. Sepeti yang diketahui, Kabupaten Trenggalek terkenal akan potensi wisata alam yang luar biasa. Tak heran banyak wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Kota Keripik Tempe ini.</p>
<p>Pasca pandemi Covid-19 melanda tanah air, seluruh lokasi wisata ditutup, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek. Menghadapi era New Normal yang nantinya akan dilakukan secara bertahap, tempat-tempat wisata di Kabupaten Trenggalek akan kembali dibuka denga tetap menerapy protokol kesehatan yang ada</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KabupatenTrenggalek Sunyoto mengatakan dengan adanya new normal yang digagas pemerintah, pembukaan tempat wisata dibukaharus mempunyai pedoman SoP (Standart operasional Prosedur).</p>
<p>“Terkait Penerapan New Normal nanti, yang dilakukan Disparibud baik itu kepariwisataannya dan seni budayanya harus mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. Sehingga yang kita lakukan, kami punya pedoman SoP (Standart operasional Prosedur),” ucap Sunyoto saat dikonfirmasi dikantornya, Jumat (05/06/2020) pagi.</p>
<p>Pihaknya menegaskan jika pedoman SoP yang bakal diberlakukan pada tempat wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek sudah persiapkan.</p>
<p>“SoP tentang Kepariwisataan dan kebudayaan Ini masih kita godok insyaalloh kalau sudah jadi nanti akan kita simulasikan, dan selanjutnya kita sosialisasikan ke seluruh stakeholder,” imbuhnya.</p>
<p>Ia tidak menampik jika nantinya akan terjadi lonjakan pengunjung saat tempat wisata mula dibuka. Oleh karenanya, sesuai pedoman yang ada akan ada pembatasan jumlah pengunjung yang tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas tempat wisata tersebut.</p>
<p>“Pengunjung pariwisata kedepan akan kita batasi paling tidak 50 persen. Misal Pantai prigi kapasitas 500 pengunjung maka antisipasinya paling tidak 250 pengunjung. Di pintu masuk tempat wisata ada check suhu tubuh, sehingga kalau orang tersebut sakit tidak diperbolehkan berkunjung ke tempat wisata,” kata Sunyoto.</p>
<p>Selain itu sesuai dengan protokol Kesehatan Covid-19 dengan jaga jarak dan bersentuhan langsung antara pengunjung dan petugas retribusi, Sunyoto mengaku punya inovasi dalam pelayanan kepada pengunjung di era new normal.</p>
<p>“Ke depan harus ada pemesanan kunjungan tempat wisata melalui aplikasi,” tegasnya.</p>
<p>Masih terang Sunyoto, yang menjadi pemikiran dari Disparibud adalah terkait resepsi pernikahan dan pementasan seni ditengah pandemi Covid-19 harusnya seperti apa, karena hal itu merupakan salah satu tugas dari Disparibud.</p>
<p>“Penerapannya bagaimana kita lihat nanti, selain harus jaga jarak, harus ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti protokol kesehatan,” pungkas Sunyoto. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadin Pariwisata: Pengembangan Wisata di Trenggalek Demi Kesejahteraan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/kadin-pariwisata-pengembangan-wisata-di-trenggalek-demi-kesejahteraan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2019 08:55:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99005-kadin-pariwisata-pengembangan-wisata-di-trenggalek-demi-kesejahteraan-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah pariwisata, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai bekerja extra. Salah satunya dengan menarik sejumlah investor agar mau membantu membangkitkan kawasan wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek agar lebih maju dan berkembang. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan bahwa dalam pengembangan pariwisata yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah pariwisata, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai bekerja extra. Salah satunya dengan menarik sejumlah investor agar mau membantu membangkitkan kawasan wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek agar lebih maju dan berkembang.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan bahwa dalam pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Trenggalek, diharapkan selain berperan memajukan Trenggalek melalui potensi wisatanya namun juga menjadi yang peran penting bagi masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>&#8220;Semua tempat pariwisata di Trenggalek muaranya untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar daerah wisata. Jadi, jika pengembangan wisata dilakukan maka masyarakat bisa ikut ambil bagian dengan membuka warung, galeri dan lainnya, &#8221; tutur Sunyoto saat dikonfirmasi, Sabtu (02/11/2019) siang.</p>
<p>Selanjutnya untuk mengembangkan kawasan wisata tersebut, pihaknya mengatakan akan terus bergerak dengan membuka destinasi-destinasi baru yang dikerjakan bersama Perhutani untuk dikelola oleh masyarakat.</p>
<p>Tak hanya itu, beberapa waktu lalu Bupati Trenggalek juga mendatangkan investor yang akan menjadi bagian untuk mendukung pengembangan wisata sekaligus mau berinvestasi di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Wisata &#8211; wisata yang ada di Trenggalek cukup banyak. Akan tetapi yang membedakan adalah pengelolaannya, apakah dikelola oleh Pemerintah, Investor atau oleh masyarakat atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sunyoto mencontohkan Kawasan Wisata Tebing Lingga di Kecamatan Suruh, Air Terjun Coban Rambat di Kecamatan Watulimo yang sudah dikelola oleh masyarakat.</p>
<p>Untuk kawasan wisata yang di Blow Up investor diantaranya Pantai Mutiara dan hutan Mangrove Pantai Cengkrong di Kecamatan Watulimo. &#8220;Terkait lokasi wisata yang akan dikembangkan ini, para investor juga sudah membawa desain yang luar biasa. Kalau nanti semua bisa terealisasi, dipastikan tempat wisata di Trenggalek akan bagus sekali, dan akan membawa dampak yang positif untuk masyarakat, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Pihaknya juga menegaskan beberapa hal penting yang harus disiapkan untuk mengembangkan kawasan wisata, mengingat masih ada kaitannya dengan lahan milik Perhutani seperti Hutan Mangrove. Secara tidak langsung investasinya nanti akak bermuara ke pihak Perhutani.</p>
<p>Bupati Trenggalek juga pernah mengatakan hal tersebut, dan pihaknya juga akan memfasilitasi itu. Artinya bisa dikerjakan antara Perhutani dengan Pemerintah saja, kalau ada investor datang tinggal masuk lewat Pemerintah.</p>
<p>Masih terang Sunyoto, karena membuat Kerja Sama Operasional (KSO) itu tidak mudah, maka Pemkab harus segera menyesuaikan dan mengarahkan ke hal yang positif untuk kemajuan wisata di Trenggalek.</p>
<p>Seperti yang telah didiskusikan dengan Kementerian dan Dinas Pariwisata Provinsi terkait pengembangan Dilem Wilis di Kecamatan Bendungan. Selain ada Dilem Wilis, disana sudah ada peternakan, pertanian dan juga Agro Adventure.</p>
<p>Dan pelibatan investor dalam sektor pariwisata untuk memberikan kemajuan lokasi wisata menjadi hal yang lumrah dilakukan. Mengingat, pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar negara.</p>
<p>&#8220;Jadi Investor bebas masuk sepanjang tempat tempat wisata tidak di kelola oleh Pemerintah , seperti pantai Mutiara, Pantai Cengkrong dan Pantai Damas. Sedangkan destinasi wisata yang sudah dikelola Pemerintah, investor tetap boleh berinvestasi tapi hanya sebatas menambah dan mempercantik saja, &#8221; pungkas Sunyoto. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparbud Trenggalek Tindaklanjuti Penemuan Arca</title>
		<link>https://memontum.com/disparbud-trenggalek-tindaklanjuti-penemuan-arca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 18:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Arca]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43917-disparbud-trenggalek-tindaklanjuti-penemuan-arca</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur akan terus melakukan obvservasi dalam tindak lanjut penemuan arca yang menyerupai patung Ganesha dengan tinggi 60 centimeter di Desa Gondang Kecamatan Tugu, Selasa (5/6/2018). Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Joko Irianto mengatakan, pihaknya akan mengundang Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur akan terus melakukan obvservasi dalam tindak lanjut penemuan arca yang menyerupai patung Ganesha dengan tinggi 60 centimeter di Desa Gondang Kecamatan Tugu, Selasa (5/6/2018).</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Joko Irianto mengatakan, pihaknya akan mengundang Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.</p>
<p><div id="attachment_9043" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-9043" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Penemuan situs arca yang mirip patung ganesha" width="650" height="366" class="size-full wp-image-43918" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-9043" class="wp-caption-text"><em>Penemuan situs arca yang mirip patung ganesha</em></p></div></p>
<p>“Ini temuan luar biasa yang bisa menjadi catatan sejarah kita, sehingga menjadikan lokasi temuan situs itu bisa menjadi potensi wisata. Tapi kami akan koordinasi dengan Balar dan BPCB. Soalnya mereka yang paham bagaimana cara merawat,” ucapnya</p>
<p>Menurutnya, koordinasi untuk menindaklanjuti potensi wisata akan terus dilakukan mulai dari masyarakat setempat hingga pihak yang bisa memahami penemuan situs tersebut. Dengan adanya potensi wisata maka akan memberikan dampak positif juga demi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Saya juga kaget atas penemuan kemarin, namun dengan adanya penemuan tersebut mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua khususnya Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.</p>
<p>Joko menambahkan, terkait penemuan arca dan setelah dilakukan observasi di temukan sejumlah struktur batuan bata merah yang diduga merupakan situs peninggalan masa kerajaan.</p>
<p>Selain batuan berukuran 25 cm tersebut berserakan di sekitar lokasi penemuan arca. Selain yang berserakan, juga ditemukan tumpukan batu bata yang masih tertata rapi, namun posisinya masih tertimbun tanah.</p>
<p>“ Kalau dari pengamatan awal, kemungkinan ini situs besar juga. Seperti kita lihat di sini ada struktur batu bata lama dan dimungkinkan ini merupakan sebuah bangunan,apakah itu candi atau yang lain,’’ pungkas Joko Irianto. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43917</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
