<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>DKM &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dkm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 07:33:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>DKM &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seniman Jupri Abdullah Pamerkan 32 Karya Lukis Bertajuk Merajut Perbedaan dalam Kebhinekaan</title>
		<link>https://memontum.com/seniman-jupri-abdullah-pamerkan-32-karya-lukis-bertajuk-merajut-perbedaan-dalam-kebhinekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 07:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185104</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pameran tunggal tokoh bangsa yang bertajuk ‘Merajut Perbedaan Dalam Kebhinekaan’ oleh seniman Jupri Abdullah, digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (16/03/2023) tadi. Dalam gelaran itu, ada sebanyak 32 karya seni lukisan yang dipamerkan. Untuk tema tokoh bangsa sendiri, sengaja dihadirkan untuk merespon berbagai tokoh politik yang ada ditingkat Nasional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pameran tunggal tokoh bangsa yang bertajuk ‘Merajut Perbedaan Dalam Kebhinekaan’ oleh seniman Jupri Abdullah, digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (16/03/2023) tadi. Dalam gelaran itu, ada sebanyak 32 karya seni lukisan yang dipamerkan. Untuk tema tokoh bangsa sendiri, sengaja dihadirkan untuk merespon berbagai tokoh politik yang ada ditingkat Nasional maupun Daerah.</p>



<p>“Karya yang dipamerkan itu mulai dari tokoh partai, pejabat negara, pejabat daerah, dan sebagainya. Sebenarnya, ada ratusan yang ingin saya pamerkan. Tetapi karena keterbatasan tempat, maka saya hadirkan hanya 32 karya,” kata Jupri.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Kota Malang sengaja dipilih sebagai kota pertama dalam pameran tunggal tokoh bangsa yang sudah digelar untuk kali ketiga. Hal itu, karena Kota Malang dinilai menjadi kota perdamaian, yang mampu menyatukan perbedaan. Selain itu, Pemerintah Daerah juga dianggap telah mengapresiasi pameran yang digelarnya.</p>



<p>“Ini merupakan pameran tunggal tokoh bangsa yang ketiga kalinya. Artinya, di setiap pencairan tahun politik saya mengadakan pameran tokoh bangsa. Sebelumnya, saya mengadakan di Yogyakarta dan Bali, itu juga mendapat apresiasi luar biasa,” katanya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut disampaikan, dalam karya yang dipamerkan itu lebih pada aliran realis dan pop art. Itu dipilih, karena telah melekat pada dirinya dan dihafal oleh masyarakat luas. “Karena dengan gaya lukis itu, yang akan selalu diingat oleh masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Melalui ruang seni rupa itu, Jupri berusaha untuk memberikan gambaran tokoh bangsa kepada masyarakat luas. Artinya, masyarakat boleh berbeda-beda dalam menentukan pilihan, tetap tetap satu tujuan dalam kebhinekaan.</p>



<p>“Jadi, tujuannya ini juga untuk mengingatkan pada publik bahwa hal ini penting. Kita bisa melihat tokoh-tokoh yang ada di dalam seni rupa ini, untuk bisa melihat calon-calon kepemimpinan mendatang seperti apa,” lanjutnya. Sebagai informasi, gelar pameran tunggal itu dilakukan itu sejak Senin (13/03/2023) lalu hingga Minggu (19/03/2023) mendatang. Kemudian, pada Sabtu (18/03/2023) lusa akan menggelar dialog kebangsaan terkait dengan masalah presiden di mata seniman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sasar Pelajar Kota Malang, Kolaborasi Komunitas Sket Ndek Kene bersama Teras Gambar Hadirkan 108 Karya Seni</title>
		<link>https://memontum.com/sasar-pelajar-kota-malang-kolaborasi-komunitas-sket-ndek-kene-bersama-teras-gambar-hadirkan-108-karya-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183104</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas Sket Ndek Kene bersama dengan Teras Gambar, menggelar pameran karya seni di Dewan Kesenian Malang (DKM), selama lima hari. Yakni, mulai Sabtu (11/02/2023) hingga Rabu (15/02/2023) lusa, dengan menyasar para pelajar yang ada di lingkungan sekolah Kota Malang. Salah satu koordinator komunitas Sket Ndek Kene, Fajar Gusmi, mengatakan jika pameran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas Sket Ndek Kene bersama dengan Teras Gambar, menggelar pameran karya seni di Dewan Kesenian Malang (DKM), selama lima hari. Yakni, mulai Sabtu (11/02/2023) hingga Rabu (15/02/2023) lusa, dengan menyasar para pelajar yang ada di lingkungan sekolah Kota Malang.</p>



<p>Salah satu koordinator komunitas Sket Ndek Kene, Fajar Gusmi, mengatakan jika pameran tersebut merupakan pameran ketiga yang digelarnya. Sasaran yang dipilih dalam pameran ini, yakni para pelajar, karena menurutnya para pelajar saat ini memiliki perspektif atau sudut pandang yang berbeda.</p>



<p>“Temen-temen dari sekolah itu punya perspektif yang berbeda. Lha anak generasi sekarang dengan dulu, kan berbeda. Kami ingin ada perjumpaan gimana penilaian dari mereka (anak sekolah) melihat gambar yang seperti ini. Selain itu, juga karena DKM menjadi tempat strategis yang bisa diampiri oleh teman-teman sekolahan,” jelas Fajar, Senin (13/02/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya, jika karya seni yang ditampilkan dalam pameran tersebut yakni lebih menggambar dengan objek out door. Namun, untuk temanya akan dikembalikan pada masing-masing perupa.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Ada yang gambar kelelahan melalui realis. Jadi, gambar realis itu objek yang dihadapi saat itu. Tapi suasana dan cara gambarnya berbeda-beda sesuai dengan keinginan hasrat atau perupanya ingin menyampaikan apa,” katanya.</p>



<p>Untuk total karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut, urainya, yakni ada 108 karya. Mulai dari karya sketsa dekoratif, skribel, kolase, hingga naga warna. Selain itu, beberapa gambar yang ditampilkan juga ada yang ilustratif dan juga ekspresif.</p>



<p>“Kalau ilustratif itu gambar lebih banyak menggunakan garis dan bentuk. Ada yang ekspresif dengan menggunakan bidang, coretan tak terduga. Meskipun objek yang dihadapi sama tapi penyikapannya macam-macam,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut, nantinya persepsi mengenai seni rupa yang hanya dimiliki orang-orang punya bakat tertentu atau ekslusif, bisa berubah. Sebab, karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut juga berasal dari latar belakang yang bermacam-macam.</p>



<p>Sementara itu, salah satu guru dari SMAN 10 Kota Malang, Farida, mengatakan jika kehadirannya tentu untuk mengapresiasi para perupa yang telah menghasilkan karya tersebut. Selain itu, pihaknya juga ingin mengenalkan karya-karya tersebut kepada para siswa.</p>



<p>“Hari ini saya bersama dengan 116 siswa, dari SMAN 10 datang untuk mengapresiasi. Kebetulan di sekolah juga ada pelajaran karya seni. Kegiatan yang bagus, untuk mengenalkan kepada anak-anak,” imbuh Farida. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event ke 2 Para Seniman Senitorium X Angkat Tema Besar &#8216;Tempe&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/event-ke-2-para-seniman-senitorium-x-angkat-tema-besar-tempe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2021 11:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[senitorium x]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat lama vakum, kelompok perupa yang tergabung dalam Senitorium X kembali menggelar pameran lukis. Event kedua usai comebacknya Senitorium X ini mengusung tema besar tempe dan bertajuk &#8216;Dinner Party&#8217;. Bertempat di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), gelaran berlangsung sejak 25-30 Maret 2021. Salah satu pendiri Senitorium X, Tamtama Anoraga, menceritakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat lama vakum, kelompok perupa yang tergabung dalam Senitorium X kembali menggelar pameran lukis.</p>



<p>Event kedua usai comebacknya Senitorium X ini mengusung tema besar tempe dan bertajuk &#8216;Dinner Party&#8217;. Bertempat di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), gelaran berlangsung sejak 25-30 Maret 2021.</p>



<p>Salah satu pendiri Senitorium X, Tamtama Anoraga, menceritakan bahwa sejak berdiri di tahun 2005, dirinya bersama 3 perupa lainnya yang tergabung di Senitorium X selalu rutin tampil dalam berbagai event.</p>



<p>&#8220;Tapi sayangnya kami sempat vakum karena kesibukan masing-masing. Lalu kemudian kami dipertemukan kembali saat event Mini Art Malang. Melihat itu, salah satu kurator seni rupa di Malang kemudian tergelitik, bagaimana kalau Senitorium X tampil sebagai suatu komunitas kembali,&#8221; ungkapnya, Sabtu (27/03).</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/129422-ngalam-bungkus-ajang-pameran-produk-kemasan-desainer">‘Ngalam Bungkus’ Ajang Pameran Produk Kemasan Desainer</a></strong></p>



<p>Dari situ para punggawa Senitorium X mulai merakit ulang apa-apa saja yang mereka kerjakan selama ini. Sehingga pada tahun 2019 mereka akhirnya tampil bersama lagi sebagai suatu komunitas di Raos Galeri Kota Batu</p>



<p>&#8220;Dan di DKM ini adalah tampilan kedua setelah cukup lama vakum,&#8221; kata pria yang akrab disapa Tomi itu.</p>



<p>Dengan mengusung tema besar tempe, keempat punggawa Senitorium X bersama 3 seniman lainnya ingin menunjukkan bahwa kuliner tempe sebetulnya adalah kebanggaan bangsa Indonesia.</p>



<p>Menurutnya tempe adalah hasil olah budaya, dimana tidak sekedar makanan, tapi sebuah olah pikir bangsa ini dalam mensiasati kebutuhan akan pangan.</p>



<p>&#8220;Tapi tidak begitu banyak yang menyadari fakta ini, walaupun mungkin setiap hari mereka berjumpa dengan tempe. Contoh saja, banyak orang luar kota ketika di Malang mencari oleh-oleh tempe. Ini faktanya, tapi yang kemudian tampak di permukaan ternyata tidak selalu menyadari hal tersebut,&#8221; terangnya.</p>



<p>Oleh karena itu melalui proyek seni ini, Senitorium X ingin mencoba untuk mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayangan pangan berupa tempe, dengan segala keunikan sejarah dan proses mengolahnya.</p>



<p>Karya seni yang tersaji pada gedung yang terletak di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen itu merupakan buah karya kolaborasi 7 perupa Malang. Yoyok Siswoyo, Tamtama Anoraga, David Sugiarto, Suryanto, Dewi Jasmine, Jamalludin, dan Koko Sujatmiko.</p>



<p>&#8220;Senitorium X setiap adakan event selalu kolaborasi dengan seniman lain yang memang dipandang memiliki visi dan misi yang sama dalam berkarya. Namun setiap tahunnya pasti berbeda-beda seniman yang kami ajak untuk kolaborasi,&#8221; tutup Tomi. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DKM #SetahunTanpaSK, Ini Tanggapan Wali Kota Sutiaji</title>
		<link>https://memontum.com/dkm-setahuntanpask-ini-tanggapan-wali-kota-sutiaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 05:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dewan kesenian malang]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dewan Kesenian Malang (DKM) akhir-akhir ini bergejolak. Pasalnya, tepat tanggal 9 Februari 2021 lalu, sudah 1 tahun Surat Keputusan (SK) tidak jua turun. Bahkan, hingga berita ini ditulis, spanduk #SetahunTanpaSK, masih menghiasi Gedung DKM yang terletak di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Baca: Hari Ini, Satu Tahun SK Kepengurusan DKM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dewan Kesenian Malang (DKM) akhir-akhir ini bergejolak. Pasalnya, tepat tanggal 9 Februari 2021 lalu, sudah 1 tahun Surat Keputusan (SK) tidak jua turun.</p>



<p>Bahkan, hingga berita ini ditulis, spanduk #SetahunTanpaSK, masih menghiasi Gedung DKM yang terletak di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134336-hari-ini-satu-tahun-sk-kepengurusan-dkm-belum-kelar">Hari Ini, Satu Tahun SK Kepengurusan DKM Belum Kelar</a></strong></p>



<p>Bahkan, melalui akun sosial media Instagram, mereka berulang kali menyentil Wali Kota Malang, Sutiaji, terkait janji penerbitan SK DKM. Karenanya, orang nomor satu di pemerintah Kota Malang, pun akhirnya angkat bicara.</p>



<p>&#8220;Berkaitan dengan masalah DKM setahun tidak SK, saya sampaikan bahwa ketika memperbarui kepengurusan saat itu debatable. Induk organisasi kesenian DKM atau Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M),&#8221; ungkap Wali Kota Sutiaji, Sabtu (20/02) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Sutiaji, pada akhirnya disepakati bahwa K3M yang menjadi induk organisasi karena sudah memiliki regulasi yang menaungi. Seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>



<p>&#8220;Seni itu, menjadi bagian daripada kebudayaan. Maka kemarin, saya tanya pada bagian hukum dan bagian organisasi berkaitan dengan penerbitan SK,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari penelusuran Sutiaji, berkaitan dengan problematika SK DKM, dirinya memperoleh jawaban. Semestinya, SK untuk DKM dikeluarkan oleh K3M. Karena, DKM berada di bawah naungan K3M, dimana seni menjadi bagian dari kebudayaan.</p>



<p>&#8220;Jadi, rumah besarnya adalah kebudayaan. Lalu, di dalamnya itu ada seni,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sehingga, berdasarkan penuturan Sutiaji, jika meminta SK pada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, jelas sudah diberikan kepada organisasi induknya, yaitu K3M. Sehingga, DKM mestinya mendapatkan SK bukan dari Pemkot Malang, melainkan dari K3M.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/130842-kolaborasi-tujuh-bidang-seni-di-hut-ke-47-dkm">Kolaborasi Tujuh Bidang Seni di HUT ke-47 DKM</a></strong></p>



<p>Meski begitu, pemilik kursi N1 ini menambahkan, bahwa eksistensi seniman yang ada di DKM sudah sangat diakui.</p>



<p>&#8220;Untuk itu, sekali lagi saya sampaikan, ayo bekerja dan bekerja. Keberadaan dan eksistensi njenengan (seniman, red) sudah sangat diakui,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Ini, Satu Tahun SK Kepengurusan DKM Belum Kelar</title>
		<link>https://memontum.com/hari-ini-satu-tahun-sk-kepengurusan-dkm-belum-kelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2021 11:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dewan kesenian malang]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134336</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Spanduk bertagar #SetahunTanpaSK terpasang di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Selasa (09/02) ini. Usut punya usut, ternyata hari ini tepat satu tahun sudah, SK kepengurusan DKM belum kunjung keluar, pasca Musyawarah Seniman yang melahirkan daftar pengurus DKM periode 2020-2023. Ketua DKM, Bobby Nugroho, mengatakan dalam sambutan acara, Wali Kota kala itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> <a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Kota Malang</a></strong> &#8211; Spanduk bertagar #SetahunTanpaSK terpasang di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Selasa (09/02) ini.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata hari ini tepat satu tahun sudah, SK kepengurusan DKM belum kunjung keluar, pasca Musyawarah Seniman yang melahirkan daftar pengurus DKM periode 2020-2023.</p>
<p>Ketua DKM, Bobby Nugroho, mengatakan dalam sambutan acara, Wali Kota kala itu mendorong segera dibentuk dan disahkannya kepengurusan.</p>
<p>&#8220;Dari sambutan Pak Wali ketika itu, beliau mengatakan harus segera dibentuk dan disahkan. Supaya, ada sinkronisasi program dengan bidang kebudayaan. Kebetulan waktu itu, masih baru pindah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, setelah dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata,&#8221; urainya.</p>
<p>Kemudian, tambahnya, setelah tersusun kepengurusan dan pengajuan pemohonan SK, hingga saat ini belum mendapat kejelasan. &#8220;Mungkin, karena banyak kepentingan jadi sampai sekarang belum keluar,&#8221; singkatnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134317-satukan-perspektif-hwdi-gelar-bimbingan-untuk-trainer-sebelum-beri-pelatihan-wirausaha-bagi-disabilitas">Satukan Perspektif, HWDI Gelar Bimbingan Untuk Trainer Sebelum Beri Pelatihan Wirausaha Bagi Disabilitas</a></strong></p>
<p>Bobby menambahkan, secara posisi, DKM adalah mitra Pemerintah Kota di bidang kesenian. Sehingga, untuk penandatanganan SK langsung di bawah Wali Kota. Upaya pengajuan SK, sudah selalu dilakukan oleh pihak DKM.</p>
<p>&#8220;Saat pengajuan SK, itu karena berpindah-pindah bidang yang menangani. Akhirnya, sempat melakukan dengar pendapat dengan pihak Pemkot. Dan dari situ, muncul masalah beda persepsi terkait payung hukum,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dia menekankan, pentingnya SK tersebut. Baginya, SK adalah kebutuhan administrasi mendasar. &#8220;Kalau orang saja punya kewajiban untuk memiliki NPWP, KTP, dan akta kelahiran, apalagi lembaga. Tanpa SK ijinnya susah, pergerakan kami juga susah,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Selama ini aktifitas DKM tanpa SK sempat mengalami beberapa kendala. Seperti, kendala legalitas secara mental gerak yang pasti berbeda.</p>
<p>&#8220;Kalau masalah paling basic misal kami mau buka rekening lembaga, nah itu harus ada NPWP. Sedangkan NPWP tidak bisa keluar tanpa SK kepengurusan. Lalu masalah pendataan lembaga di Dirjen Kebudayaan itu juga tidak bisa,&#8221; bebernya.</p>
<p>Bobby berharap, tidak akan terlalu lama kejelasan tentang SK ini. &#8220;Kalau memang ingin menghidupkan bidang kesenian, ya ayo. Kalau memang tidak, ya kita kembalikan mandatnya ke masyarakat seniman. Karena kalau tidak ada perhatian dari Pemkot, percuma kita dengar dan bermitra,&#8221; tuturnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134336</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Bidang Seni Ramaikan Event Pasar Seni DKM</title>
		<link>https://memontum.com/enam-bidang-seni-ramaikan-event-pasar-seni-dkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2020 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130426</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang  &#8211; Setelah sempat vakum, Dewan Kesenian Malang (DKM) sebagai lembaga independent dalam perawatan, pengembangan dan pemanfaatan seni, kembali akan menggeliat. Hal itu, ditandai dengan rencana persiapan pagelaran Pasar Seni yang akan dihelat pada 28 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021 mendatang. Gelaran Pasar Seni, rencananya digelar untuk memperingati ulang tahun ke-47 DKM, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong> &#8211; Setelah sempat vakum, Dewan Kesenian Malang (DKM) sebagai lembaga independent dalam perawatan, pengembangan dan pemanfaatan seni, kembali akan menggeliat.</p>
<p>Hal itu, ditandai dengan rencana persiapan pagelaran Pasar Seni yang akan dihelat pada 28 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021 mendatang.</p>
<p>Gelaran Pasar Seni, rencananya digelar untuk memperingati ulang tahun ke-47 DKM, yang jatuh pada 31 Desember 2020 nanti.</p>
<p>&#8220;Kami merasa, DKM dituntut untuk dapat bersikap bijak dalam memposisikan lembaga sebagai rantai penghubung dalam fenomena missing link antar generasi dan peradaban seni saat ini. Kerelaan pengembangan kesenian tradisi oleh seniman muda dan ketulusannya merawat akar seni, menjadi kunci pembuka sekat antar generasi,&#8221; jelas Ketua Panitia Pasar Seni, Uddin Noor, saat melakukan jumpa pers, Senin (21/12) siang.</p>
<p>Ditambahkan, gelaran nantinya juga akan didukung oleh enam bidang seni berbeda dari DKM. Diantaranya, meliputi seni musik, tari, sastra, teater, rupa, film dan media baru.</p>
<p>Selama seminggu, ujarnya, Pasar Seni akan menggelar workshop kerajinan tradisi, topeng bubur kertas, raket jabung, musik ( didgeridoo, rinding), mulas wayang kulit.</p>
<p>Tidak ketinggalan, ada pergelaran tari dari Sanggar Citra Natya Budaya, Shakuntala, Sentra Budaya, Nava Kendedes, Sekar Tanjung.</p>
<p>Lalu, launching antologi puisi penyair Malang Raya &#8216;Sajak Dwiawangga Dunia Tak Lagi Dingin&#8217; juga akan berlangsung saat Pasar Seni. Ada pula, pentas musik dari Kak Fery, Bejo Rinding, Azis Franklin, Soegeng Rawoeh dan orasi kebudayaan oleh Yusri Fajar.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berharap, pengunjung dapat menikmati berbagai macam seni yang sesuai dengan selera masing-masing. Nanti juga akan ada stan-stan yang menampilkan produk seni, ada stan industri kreatif, stan Museum Musik Indonesia (MMI) dan pemutaran dokumentasi Digitalisasi Relief Candi Jago,&#8221; paparnya.</p>
<p>Uddin merasa, potensi seni di Kota Malang, sangatlah besar. Sehingga, patut diberi wadah untuk menyalurkan dan memperkenalkan kepada masyarakat luas. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130426</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tatap MUSIM 2020, DKM Bersiap Menjadi Mitra Pemkot Malang</title>
		<link>https://memontum.com/tatap-musim-2020-dkm-bersiap-menjadi-mitra-pemkot-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 15:55:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105541-tatap-musim-2020-dkm-bersiap-menjadi-mitra-pemkot-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dewan Kesenian Malang (DKM) akan menggelar Musyawarah Masyarakat Seniman (MUSIM) 2020 pada 9 Februari mendatang. Musyawarah tersebut digelar sebagai bentuk konsistensi DKM dalam geliat seni dan budaya di Kota Malang. Dalam musyawarah yang rencananya akan digelar di Balaikota Malang tersebut, DKM akan memilih 21 dewan seniman. Dalam MUSIM 2020 tersebut, DKM juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Dewan Kesenian Malang (DKM) akan menggelar Musyawarah Masyarakat Seniman (MUSIM) 2020 pada 9 Februari mendatang. Musyawarah tersebut digelar sebagai bentuk konsistensi DKM dalam geliat seni dan budaya di Kota Malang. Dalam musyawarah yang rencananya akan digelar di Balaikota Malang tersebut, DKM akan memilih 21 dewan seniman.</p>
<p>Dalam MUSIM 2020 tersebut, DKM juga tengah mempersiapkan diri untuk bisa menjadi mitra bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam hal ini DKM berusaha menjadi mitra Pemkot Malang dalam menentukan kebijakan-kebijakan seputar seni dan budaya di Kota Malang. Selain itu, DKM juga berusaha untuk menjadi kurator independent untuk membantu Pemkot Malang dalam hal seni dan budaya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-105542" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0154-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0154-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0154-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0154-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0154-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;DKM menemukan momentum untuk mereformasi diri, membenahi diri kembali. Untuk menjadi lebih baik lagi, untuk memikul tanggung jawab tugas &#8211; tugas yang berat. Ini diwujudkan dalam MUSIM 2020,&#8221; jelas Prof. Dr. Djoko Saryono, M. Pd, Ketua Panitia Pengarah MUSIM 2020, saat ditemui jumpa pers di Gedung DKM Jl. Majapahit no. 3, Malang (3/2/2020).</p>
<p>Djoko mengatakan, situasi sosial kultural dan organisasi yang menuntut seniman untuk berorganisasi. Hal ini lah yang menurut dia juga menjadi tantangan bagi DKM untuk merubah diri. Dimana sebelumnya, DKM hanya terkesan aktif sebagai pemborong atau seperti event organizer (EO) dalam sebuah perhelatan. Dan tentu saja, reformasi ini juga dimaksudkan untuk menaungi kegiatan dab kreatifitas masyarakat seniman di Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Masyarakat seniman adalah sebuah lembaga tempat terhimpunnya para seniman. Berkiprah, mengabdi, bergerak dalam seni,&#8221; jelas lelaki yang juga penulis buku ini.</p>
<p>Dalam hal ini, Djoko melihat kesempatan baik. Maka di dalam MUSIM 2020 mendatang, juga akan dilakukan perubahan AD ART, serta merubah komposisi Dewan Seniman, untuk menjalankan roda organisasi ke depannya.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya juga kami akan memilih formatur. Dewan Seniman nanti akan memilih para pengurus. Kita akan memetakan program program bersama,&#8221; pungkasnya.<strong> (iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105541</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
