<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dp5a &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dp5a/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Nov 2021 10:28:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dp5a &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DP5A Kota Surabaya Berikan Intervensi Positif kepada 1.258 Anak Terdampak Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/dp5a-kota-surabaya-berikan-intervensi-positif-kepada-1-258-anak-terdampak-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2021 10:28:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dp5a]]></category>
		<category><![CDATA[kota surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157581</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) telah memberikan intervensi terhadap 1.258 anak yang ditinggal orang tuanya karena terdampak pandemi Covid-19. Intervensi tersebut yakni dari bantuan terkait administrasi kependudukan, kesehatan, permakanan hingga bidang pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, dari total 1.258 anak terdampak Covid-19, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) telah memberikan intervensi terhadap 1.258 anak yang ditinggal orang tuanya karena terdampak pandemi Covid-19.</p>



<p>Intervensi tersebut yakni dari bantuan terkait administrasi kependudukan, kesehatan, permakanan hingga bidang pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, dari total 1.258 anak terdampak Covid-19, Pemkot Surabaya sudah memberikan intervensi sekitar 90 persen dari segi administrasi kependudukan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Mereka (anak-anak) yang sudah berusia 17 tahun, maka KK-nya bisa sendiri yang yatim piatu. Tapi yang belum, maka kita harus mengikutkan di keluarganya,&#8221; kata Antiek di Balai Kota Surabaya, Jumat (05/11/2021).</p>



<p>Selain itu, Antiek juga menyampaikan, bahwa anak-anak tersebut juga sudah mendapatkan bantuan permakanan dari Pemkot. &#8220;Untuk permakanan, dari Dinsos (Dinas Sosial) untuk anak yatim piatu juga sudah ditindaklanjuti,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa Pemkot Surabaya juga mengcover biaya kesehatan anak &#8211; anak melalui BPJS Kesehatan. &#8220;Ketika kemarin mereka orang tuanya ada, maka BPJS-nya bisa dari kantor orang tuanya. Ketika sekarang orang tuanya tidak ada (meninggal), maka dialihkan oleh Pemkot dan dibiayai. Itu sudah 99 persen terlaksana,&#8221; ungkap dia.</p>



<p>Sementara itu, terkait bidang pendidikan, Antiek mengaku bahwa anak-anak terdampak Covid-19 juga sudah difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Baik itu jenjang SD, SMP, SMA atau SMK maupun yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Kalau mereka di sekolah negeri tentunya sudah tidak membutuhkan SPP. Tapi biaya hidup untuk hal lain, kita juga fasilitasi bantuan dari Pemkot. Termasuk juga itu sudah kita ajukan ke Kemensos (Kementerian Sosial),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut ia juga menyampaikan, selain bantuan dari Pemkot, Kemensos RI juga memberikan intervensi langsung kepada anak-anak terdampak Covid-19. &#8220;Jadi sudah kita ajukan ke Kemensos, mereka (anak-anak) mendapat bantuan tiap bulan kemudian masuk ke rekening anak-anak yang bersangkutan. Selain itu, ada pula bantuan berupa Sembako dan alat sekolah,&#8221; jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Dalam intervensi tersebut, Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan stakeholder. Baik itu sinergi bersama Badan Usaha Milik Swasta (BUMN), maupun perusahaan swasta. Salah satunya yakni terkait program anak asuh.</p>



<p>&#8220;Ada dari BUMN dan yang lain, mereka minta mengambil anak asuh dan kita fasilitasi untuk diambil anak asuh. Jadi kalau misal ada lembaga ingin intervensi, ya kita berikan yang belum dapat intervensi,&#8221; kata dia.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Antiek juga mengaku bahwa saat ini Pemkot Surabaya juga tengah memikirkan terkait pengasuhan dari anak-anak tersebut. Terutama, terhadap anak di bawah umur yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.</p>



<p>&#8220;Termasuk pengasuhan, kami juga masih komunikasikan. Kalau mereka yang tidak punya pengasuhan dari keluarganya, maka Pemkot sudah menyiapkan tempat di UPTD Kalijudan untuk mereka yang tidak punya keluarga,&#8221; terangnya<strong>. (ade/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157581</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DP5A bersama TP PKK Surabaya Sosialisasi Deteksi Dini Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
		<link>https://memontum.com/dp5a-bersama-tp-pkk-surabaya-sosialisasi-deteksi-dini-pencegahan-dan-penanganan-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 09:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dp5a]]></category>
		<category><![CDATA[kota surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155363</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) bersama PKK Kota Surabaya, sosialisasikan deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19.  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 itu berdampak besar pada sektor ekonomi, sosial, budaya dan beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) bersama PKK Kota Surabaya, sosialisasikan deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19. </p>



<p>Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 itu berdampak besar pada sektor ekonomi, sosial, budaya dan beberapa sektor lainnya. Karenanya, banyak keluarga yang kehilangan pekerjaan di tengah situasi yang tidak menentu ini. Sehingga, banyak orang yang stres dan sangat mungkin ada kekerasan di dalam keluarga.&nbsp;</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>“Nah, ini kita berusaha bagaimana mengantisipasi hal ini sejak dini,” kata Rini, Kamis (07/09/2021).</p>



<p>Menurut Rini, bahwa ibu-ibu itu mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan kepedulian dan empatinya. Sehingga, diharapkan bisa melihat dan mengamati keluarga atau tetangganya yang barangkali mengalami kekerasan di tengah pandemi ini.</p>



<p>Lebih lanjut Rini menambahkan, jika ditemukan adanya kekerasan, maka dirinya meminta untuk segera melaporkan atau mengkomunikasikan kepada Pemkot Surabaya melalui DP5A. Sehingga, dapat segera diatasi dan didampingi.</p>



<p>“Pemkot juga siap membantu mendampingi kalau misalnya sudah parah dan harus melaporkan kepada pihak kepolisian. Tapi, sebenarnya itu bisa dicegah melalui pendampingan psikologis dan lainnya,” ujarnya</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sebenarnya perlakuan semacam ini bisa dicegah sebelum adanya pernikahan. Sehingga, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya ini juga meminta kepada ibu-ibu PKK yang ikut dalam sosialisasi itu untuk mencarikan pasangan anak-anaknya yang benar dan baik. Apalagi, pernikahan itu seumur hidup.&nbsp;</p>



<p>“Insyaallah kalau memilih pasangan yang baik akan memperlakukan istri dan anaknya juga dengan baik,” ujarnya.</p>



<p>Sebab itu, dirinya berharap sinergi antara PKK dengan kader-kader yang ada di bawah DP5A bisa mengantisipasi kekerasan dalam keluarga. Karena, mereka nanti akan turun bersama-sama ke bawah untuk mengantisipasi semua ini.&nbsp;</p>



<p>Melalui cara ini, dirinya berharap Surabaya terus menjadi kota yang ramah anak dan selalu menjadi kota yang tentram, aman dan damai.</p>



<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Surabaya, Antiek Sugiharti, memastikan bahwa sosialisasi kali ini untuk memberikan pembekalan kepada para kader PKK di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.&nbsp;</p>



<p>Antiek menambahkan, bahwa mereka akan diberi pembekalan tentang bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan. Apabila, ditemukan ada kekerasan perempuan dan anak di lingkungan mereka masing-masing.</p>



<p>“Kader PKK ini nantinya akan turun bareng dan bersinergi dengan kader PKBM (pusat krisis berbasis masyarakat) yang ada di tingkat kecamatan dan juga bersinergi dengan Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) yang ada di tingkat kelurahan. Jadi, mereka akan turun bersama-sama ke bawah untuk memberikan pendampingan,” tambah Antiek.</p>



<p>Dirinya juga memastikan, bahwa sebelum memberikan pembekalan kepada kader PKK, dirinya sudah melakukan pembekalan juga kepada anak-anak SD dan SMP, guru BK dan juga Bunda Paud.&nbsp;</p>



<p>“Berharap dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, kekerasan kepada perempuan dan anak di dalam keluarga dapat dicegah di Kota Surabaya,” ujarnyanya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155363</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
