<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ekspor Perdana &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekspor-perdana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 May 2023 13:44:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ekspor Perdana &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lepas Ekspor Perdana PT Camino ke Eropa, Bea dan Cukai Jatim II Ingatkan Dampak Ekonomi Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/lepas-ekspor-perdana-pt-camino-ke-eropa-bea-dan-cukai-jatim-ii-ingatkan-dampak-ekonomi-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Cukai Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189772</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jawa Timur II, melakukan pelepasan ekspor perdana PT Camino Industrial Indonesia, Selasa (30/05/2023) tadi. Pelepasan yang dilaksanakan di Kantor PT Camino Industrial Indonesia di Dusun Jatidrenges, Desa Kedung Jati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, dihadiri oleh Kepala Bea Cukai Kanwil Direktorat Jendar Bea dan Cukai Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://jombang.memontum.com"><strong>Jombang</strong> </a>&#8211; Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jawa Timur II, melakukan pelepasan ekspor perdana PT Camino Industrial Indonesia, Selasa (30/05/2023) tadi. Pelepasan yang dilaksanakan di Kantor PT Camino Industrial Indonesia di Dusun Jatidrenges, Desa Kedung Jati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, dihadiri oleh Kepala Bea Cukai Kanwil Direktorat Jendar Bea dan Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi dan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kediri, Sunaryo. Termasuk, Direktur Utama Kawasan Berikat PT Camino Industrial Indonesia, Gunawan Sebastian, Camat Kabuh serta Forkopimcam Kabuh.</p>



<p>&#8220;Hari ini adalah ekspor perdana yang merupakan tahap pertama untuk berkembang menjadi besar. Jika perusahaan ini menjadi besar, maka akan terjadi dampak ekonomi yang positif yang dapat dirasakan, khususnya oleh Kabupaten Jombang maupun masyarakat sekitar,&#8221; kata Kepala Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi.</p>



<p>PT Camino Industrial Indonesia sendiri merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jawa Timur II nomor KEP-186/WBC.12/2022 dengan hasil produksi mainan anak-anak.</p>



<p>&#8220;Pemberian fasilitas fiskal berupa kawasan berikat, ini merupakan perwujudan pelaksanaan tugas Bea Cukai sebagai industrial assistance and trade facilitator. Secara nyata, pemberian fasilitas fiskal ini membantu cash flow perusahaan. Dimana atas importasi bahan baku, bahan penolong dan mesin-mesin yang dipergunakan untuk memproduksi barang jadi. Dengan tujuan ekspor mendapatkan fasilitas penagguhan bea masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkannya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki peran dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan mendukung industri dalam negeri melalui pemberian berbagai fasilitas kepabeanan.</p>



<p>&#8220;Dengan pemberian fasilitas ini, saya harap perusahaan dapat memanfaatkan dengan benar dan taat pada aturan yang ditetapkan. Dengan demikian, di masa yang akan datang, perusahaan diharapkan dapat terus berkembang bahkan meningkatkan kemampuannya untuk memperoleh sertifikasi AEO maupun CTPAT,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada kesempatan itu, Kakanwil Bea Cukai Jatim II juga menyampaikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai oleh PT Camino Industrial Indonesia. Pihaknya akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dan dukungan maksimal agar perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang. Sehingga, mampu memberikan multiplier effect terutama economy impact bagi masyarakat dan negara.</p>



<p>Direktur Utama Kawasan Berikat PT Camino Industrial Indonesia, Gunawan Sebastian, menyampaikan bahwa saat ini jumlah penyerapan tenaga kerja pada PT Camino adalah sebanyak 691 karyawan dan ditargetkan mencapai 3.000 karyawan. Seiring dengan bertumbuhnya perusahaan merambah ke pasar Amerika dengan target ekspor USD 1,5 juta sampai dengan USD 3 juta pada tahun 2024 mendatang.</p>



<p>&#8220;Rincian barang yang diekspor sebanyak 120 Pcs atau 20 karton Dyson Supersonic dan Corale Deluxe Styling Set serta 2.395 Pcs atau 399 karton Dyson Cordless Vacuum Cleaner yang diekspor memiliki nilai devisa ekspor sebesar USD 10.224,49 atau sekitar Rp 152,99 juta. Realisasi ekspor perdana ini diharapkan menjadi pembuka pasar internasional lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Juni 2023, ujarnya, PT Camino telah memiliki rencana ekspor kids toys senilai USD 265.552 atau sekitar Rp 3,99 miliar dengan tujuan ke beberapa negara di Eropa. &#8220;Hal ini juga diperkuat dengan target ekspor yang telah ditetapkan untuk Semester II Tahun 2023 senilai USD 1.593.312 atau Rp 23,8 miliar,&#8221; imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189772</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Berangkatkan Ekspor Perdana Pro Em-1 PT AMA Menuju Shanghai</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-berangkatkan-ekspor-perdana-pro-em-1-pt-ama-menuju-shanghai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 05:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Shanghai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=153038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi resmi melepas 1 kontainer Produk Ekspor Perdana Pro Em-1 PT Agro Mitra Alimentare (AMA) dengan tujuan Shanghai Tiongkok di PT AMA, Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (09/09). &#8220;Saat ini kami mengirim 1.020 botol Pro Em-1 perdana ke Shanghai. Memang saat ini produk kami masih banyak yang menyasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi resmi melepas 1 kontainer Produk Ekspor Perdana Pro Em-1 PT Agro Mitra Alimentare (AMA) dengan tujuan Shanghai Tiongkok di PT AMA, Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (09/09).</p>



<p>&#8220;Saat ini kami mengirim 1.020 botol Pro Em-1 perdana ke Shanghai. Memang saat ini produk kami masih banyak yang menyasar lingkup domestik saja. Sebenarnya sudah banyak yang menginginkan dari negara lain akan tetapi masih terkendala dalam hal perizinan,&#8221; kata Direktur Utama PT AMA, Apt Ge Recta Geson S Si.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu Bupati Malang bersyukur bahwa produk kesehatan di Malang sudah diakui secara internasional. &#8220;Ini merupakan ikhtiar bersama terutama dari para ahli farmasi untuk untuk mencari solusi agar covid-19 bisa tertangani dengan baik. Kemudian dengan diberangkatkannya produk ekspor dari Indonesia ini artinya produk Indonesia yang berasal dari Malang sudah diakui secara global dan juga sudah diizinkan untuk beredar,&#8221; ucap HM Sanusi.</p>



<p>&#8220;Kami berharap produk ini bisa dikembangkan dengan baik sehingga harapan Malang untuk dunia ini bisa terjadi. Kemudian memang saat ini sedang kita gelorakan di Malang akan industri berbasis ekspor agar dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar,&#8221; harap HM Sanusi.</p>



<p>Pelepasan Produk Ekspor Perdana Pro Em-1 kali ini ditandai dengan pemotongan pita dan juga pemecahan kendi bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PT AMA, Bupati Malang, Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono Handoyo Koesoemah, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto (Buher), Kepala Badan POM Dr Ir Penny K Lukito MCP, dan lain sebagainya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Biak Sukses Ekspor Perdana Produk Tuna ke Singapura</title>
		<link>https://memontum.com/biak-sukses-ekspor-perdana-produk-tuna-ke-singapura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 13:01:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Tuna]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kabupaten Biak &#8211; Kabupaten Biak Numfor, Papua, melalui Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) telah sukses melakukan ekspor perdana produk perikanan ke Singapura. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut mengawal perekonomian Indonesia Timur, khususnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kabupaten Biak</strong> &#8211; Kabupaten Biak Numfor, Papua, melalui Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) telah sukses melakukan ekspor perdana produk perikanan ke Singapura. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut mengawal perekonomian Indonesia Timur, khususnya Papua.</p>



<p>Dikatakannya, Biak dapat menjadi hub ekspor untuk produk perikanan dari wilayah Papua, seperti Nabire, Jayapura, Serui, dan Bintuni, yang berada pada Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pekalongan-dua-periode-terjaring-ott-kpk">Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-progres-pembangunan-knmp-lateng-banyuwangi-menteri-kkp-beri-bantuan-dan-janjikan-kapal">Tinjau Progres Pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi, Menteri KKP Beri Bantuan dan Janjikan Kapal</a></li>
</ul>


<p>&#8220;WPPNRI 717 memiliki komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi seperti tuna, tongkol, cakalang, kerapu, lobster dan kepiting,&#8221; kata Artati secara daring pada acara Ekspor Perdana Produk Perikanan dari Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (28/08) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, produk yang diekspor antara lain yaitu, tuna loin (150 kilogram), kepiting (350 kilogram) dan lobster (30 kilogram) yang dikirim ke Singapura melalui jalur udara. Artati mengungkapkan, ekspor ini menjadi langkah awal yang baik bagi Kabupaten Biak Numfor untuk dapat memasarkan produknya ke luar negeri.</p>



<p>&#8220;Tentunya langkah selanjutnya adalah meningkatkan jumlah ekspor dan memperluas pasar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Artati berharap ekspor selanjutnya yang akan direncanakan pada September 2021 dapat direalisasikan. Terlebih lagi ada peningkatan yang sangat siginifikan, baik dari sisi volume dan nilai ekspor, yakni produk tuna whole frozen sebanyak 25 ton dengan tujuan Singapura melalui jalur laut. Sehingga rangkaian ekspor perdana produk perikanan yang dilakukan secara bertahap di bulan Agustus-September 2021 akan mencapai 28 ton.</p>



<p>Karenanya, dia meminta peran serta nelayan lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan ekspor. Diharapkan, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Swasta dalam pembinaan kepada nelayan untuk menghasilkan produk kualitas ekspor,&#8221; terangnya.</p>



<p>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan turut mengapresiasi atas keberhasilan Kabupaten Biak Numfor dalam menjawab tantangan ekspor perdana produk perikanan. “Saya memahami untuk menggerakkan ekspor komoditas perikanan, tentu bukan lah suatu pekerjaan yang mudah karena diperlukan kesiapan baik teknis dan regulasi, apalagi tugas inisiasi ekspor dari Biak dan Tual diinisiasi pada bulan Maret 2021 dan terealisasinya sekarang ini (Sabtu, 28/08),” kata Luhut secara daring juga.</p>



<p>Menurutnya, ekspor perdana komoditas perikanan dari Biak Numfor pada hari ini, membuktikan bahwa semua masalah akan terselesaikan dengan komitmen besar untuk maju, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu mewujudkan negara Indonesia yang tangguh.</p>



<p>Adapun Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu mewujudkan ekspor perdana produk perikanan dari wilayahnya.</p>



<p>Herry mengungkapkan, bahwa pengelolaan sumber daya ekonomi merupakan keniscayaan untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan sektor perikanan. “Dan sektor perikanan merupakan unggulan dan andalan Kabupaten Biak Numfor dan wilayah teluk Cenderawasih/Saireri,” ujar Herry.</p>



<p>“Launching ekspor perdana ini, menandai bahwa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk jangka panjang akan terus melakukan ekspor hasil laut, khususnya yang memiliki nilai ekspor tinggi seperti ikan tuna, kepiting dan lobster,” tuturnya.</p>



<p>Sementara Direktur Usaha dan Investasi, Catur Sarwanto yang hadir di Biak menjelaskan bahwa ekspor hari ini tak lepas juga dari peran aktif KKP, khususnya Ditjen PDSPKP yang bertanggung jawab di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak, melakukan sejumlah pengembangan seperti membangun Integrated Cold Storage (ICS), Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), 100 unit kapal 3 GT lengkap dengan alat tangkap, penyediaan sarana rantai dingin untuk nelayan berupa sarana cool box dan chest freezer.</p>



<p>Selain infrastruktur, KKP melalui Ditjen PDSPKP juga melakukan pengembangan sumber daya manusia melalui edukasi seperti pelatihan dan bimbingan teknis kepada masyarakat perikanan berupa peningkatan kapasitas kelembagaan dari sebelumnya bersifat soliter, kemudian berkelompok dan saat ini telah bergabung dalam lembaga koperasi perikanan.</p>



<p>Selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan usahanya, sejumlah nelayan telah difasilitasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digunakan nelayan untuk pembelian kapal dan modal kerja melaut. Dalam pengelolaan usahanya, nelayan penerima KUR telah bekerjasama dengan koperasi Karper untuk menjual hasil tangkapan dan sekaligus pembayaran angsuran &#8220;Semoga ekspor ini menjadi awal yang baik bagi Biak, bagi Papua dan berdampak positif bagi kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,&#8221; ucapnya. <strong>(hms/kkp/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152056</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
