Kabupaten Malang

Hadiri Groundbreaking Pabrik Infus, Wabup Malang Harap Turut Perkuat Sektor Kesehatan

Diterbitkan

-

INFUS: Wabup Lathifah saat menghadiri peletakan batu pertama Pabrik Infus. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia, yang diinisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di wilayah Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/06/2026) tadi. Seiring pelaksanaan groundbreaking itu, tentunya menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional, sekaligus mengembangkan ekosistem bisnis kesehatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi umat.

Dalam momen itu, Wabup Lathifah mengatakan bahwa pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia tidak hanya akan memperkuat sektor kesehatan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja. Termasuk, peningkatan investasi dan pengembangan potensi kawasan industri di Kabupaten Malang.

“Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia ini. Kehadiran industri kesehatan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah, merupakan langkah nyata dalam mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi dalam negeri,” kata Wabup Malang.

Wabup Lathifah berharap, investasi ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan produk kesehatan secara mandiri. Namun, juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Advertisement

“Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya ekosistem industri yang berdaya saing di Kabupaten Malang,” tambahnya.

Baca juga :

Pabrik infus yang akan dikelola melalui entitas bisnis Muhammadiyah, PT Suryavena Farma Indonesia, dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok kebutuhan kesehatan yang selama ini masih bergantung pada pihak luar. Muhammadiyah saat ini mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran pabrik tersebut, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan cairan infus dan produk kesehatan lainnya secara mandiri. Sekaligus, mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Berlokasi di atas lahan seluas 14 hektare di Kecamatan Karangploso, pembangunan pabrik ini telah melalui berbagai kajian kelayakan dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk pengembangan industri farmasi. Termasuk, dari aspek ketersediaan dan kualitas sumber daya air yang menjadi salah satu komponen utama dalam proses produksi cairan infus. Pabrik tersebut, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa pembangunan pabrik infus ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah, untuk memperkuat kemandirian bangsa di bidang kesehatan melalui pengembangan industri yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. “Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai gerakan dakwah, pendidikan dan sosial, tetapi juga berkomitmen membangun kekuatan ekonomi produktif yang mampu memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Melalui pembangunan pabrik infus ini, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian industri kesehatan nasional. Kehadiran PT Suryavena Farma Indonesia, diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem farmasi dalam negeri, sekaligus mendukung terciptanya layanan kesehatan yang lebih berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (pro/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas