<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>fotografi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fotografi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 11:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>fotografi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Batu Tourism Photography Competition Hasilkan Karya Fotografi Destinasi Wisata Tersembunyi di Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/batu-tourism-photography-competition-hasilkan-karya-fotografi-destinasi-wisata-tersembunyi-di-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 10:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar kompetisi fotografi yang bertajuk &#8216;Batu Tourism Photography Competition&#8217;. Gelaran yang dihadiri langsung Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, ternyata mampu menghasilkan karya destinasi wisata yang belum pernah viral atau tersembunyi di Kota Batu. Sementara, untuk peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, berasal dari sembilan daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar kompetisi fotografi yang bertajuk &#8216;Batu Tourism Photography Competition&#8217;. Gelaran yang dihadiri langsung Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, ternyata mampu menghasilkan karya destinasi wisata yang belum pernah viral atau tersembunyi di Kota Batu. Sementara, untuk peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, berasal dari sembilan daerah di wilayah Bakorwil III Jawa Timur.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Arif A Sidiq, mengatakan bahwa even Batu Tourism Photography Competition tahun 2023, ini merupakan even ke tiga dari agenda tahunan. Yang mana, pelaksanaan sendiri sebelumnya diselenggarakan di tahun 2021.</p>



<p>&#8220;Event Batu Tourism Photography Competition ini adalah even ketiga kalinya. Terakhir, kegiatan ini digelar pada tahun 2021. Tetapi, untuk event kali ini dikemas lebih bagus dan menarik,&#8221; terangnya Arif, seusai pelaksanaan Batu Tourism Photography Competition di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (16/03/2023) sore.</p>



<p>Pada dasarnya, ujarnya, tujuan dari event ini adalah meningkatkan kreativitas dan kapasitas seniman fotografi yang diuji kemampuannya lewat kompetisi. &#8220;Tujuan dari event ini adalah bagaimana meningkatkan kapasitas dan kreativitas para seniman fotografi, agar diuji kemampuannya. Yang kemudian, dilaksanakan workshop,&#8221; terangnya.</p>



<p>Hasil karya fotografi tersebut, tambahnya, memang akan diarahkan ke destinasi wisata yang selama ini belum pernah dikenal. Dalam artian, masih tersembunyi dan belum dikenal banyak wisatawan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?w=580&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-185133" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?resize=1024%2C630&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?resize=768%2C473&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?resize=1200%2C739&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?resize=400%2C246&amp;ssl=1 400w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?w=1535&amp;ssl=1 1535w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2023-03-13-at-17.14.37-29.jpeg?w=1480&amp;ssl=1 1480w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Sementara, untuk sejumlah pesertanya sendiri berasal dari sembilan wilayah Jawa Timur. Salah satunya, selain tuan rumah Kota Batu, juga ada dari Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.</p>



<p>&#8220;Jadi, pesertanya dari sembilan daerah di Jawa Timur. Dan, terdaftar total ada 82 peserta. Dimana, di sini yang masuk ada 194 karya. Dari jumlah itu, 15 yang masuk kategori. Dan sebanyak enam pemenang diumumkan hari ini. Ini sudah kewenangan juri yang tidak bisa diganggu gugat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan, hasil karya fotografi lewat event Batu Tourism Photography Competition yang menampilkan destinasi wisata yang belum pernah viral dan sudah dipublikasikan melalui media sosial, akan lebih dikenal lagi oleh wisatawan. Sehingga, tempat-tempat baru itu nantinya juga akan menarik dan menambah minat wisatawan untuk berkunjung.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, melalui karya fotografi yang sangat bagus dengan menampilkan karya fotografi destinasi wisata yang belum terkenal, ini bisa menjadi ketertarikan wisatawan untuk datang ke Kota Batu. Tentunya, event ini juga secara tidak langsung menjadi sarana promosi pariwisata di Kota Batu,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan ini. Harapannya, makin banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang mengadakan berbagai kompetisi untuk melihat berbagai potensi yang ada di masyarakat di Kota Batu.</p>



<p>“Saya senang dengan adanya kompetisi ini. Lomba seperti ini bisa menghidupkan motivasi masyarakat untuk maju dan melakukan yang terbaik. Selain itu, juga menjadi media sarana promosi untuk Kota Batu,” ujar Aries.</p>



<p>Sekedar diketahui, dalam pelaksanaan kegiatan Batu Tourism Photography Competition, ini juga dirangkai dengan launching kompetensi foto dan video untuk mendokumentasikan setiap event kalender wisata tahun 2023 yang terbuka di tingkat Jawa Timur. Dan, hadiahnya akan diberikan saat event Batu Tourism Award 2023.</p>



<p>Sedangkan, muncul sebagai pemenang event Batu Tourism Photography Competition, yakni Aris Firmansyah Juara Harapan III, judulnya Ngesong River Winner. Lalu, Iswahyura Putra Wasesa Juara Harapan II, judulnya Serunya Bermain di Blumbang Macari dan Afandi Teguh sebagai Juara Harapan I, judulnya Indahnya Bunga Ladang Matahari. Kemudian, Joko Apriyo sebagai Juara III, judulnya Blis Jengkoang Hills. Dominikus Dimi Da Silva sebagai Juara II, judulnya Dusun Rejoso Kampung Kerajinan Kota Batu dan FX Ratno Wijayanto sebagai Juara I, judulnya Eksotika Lembah Mawarasa Kungkuk.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peter Wang Tampilkan 36 Karya Seni Fotografi Silang Budaya di Lasem</title>
		<link>https://memontum.com/peter-wang-tampilkan-36-karya-seni-fotografi-silang-budaya-di-lasem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran dua etnis, yakni Jawa dan Tionghoa. &#8220;Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa Kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di Pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah dan sangat eksotik,” ungkap Peter Wang, Selasa (14/02/2023) tadi.</p>



<p>Peter mengaku, jika pihaknya datang ke Kota Lasem di tahun 2005 hingga 2014. Dalam mengabadikan momen tersebut, dirinya tak sendiri, melainkan bersama dengan tim yang terdiri dari delapan orang. Sehingga, banyak sekali jepretan foto yang dihasilkan.</p>



<p>“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Yang kami tampilkan hanya ada 36 foto, karena ni kami kerucutkan hanya di persilangan budayanya saja,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, Peter juga menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran tersebut. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurutnya, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa di sana.</p>



<p>“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” katanya.</p>



<p>Sementara, potret keharmonisan dua suku juga dipamerkan dalam satu foto, yang mana digambarkan dengan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.</p>



<p>“Di sisi kiri itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan tertawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata di sana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui dokumentasi foto tersebut, Peter berharap, agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan Kota Lasem. Selain itu, juga menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang menampilkan sisi keunikan antar dua ragam budaya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Photo Club Kembali Gelar Pameran</title>
		<link>https://memontum.com/malang-photo-club-kembali-gelar-pameran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 May 2022 10:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169425</guid>

					<description><![CDATA[Memontun Kota Malang &#8211; Salah satu komunitas fotografi, Malang Photo Club, menggelar pameran karya foto dengan berbagai tema. Pameran berlangsung selama lima hari, yakni mulai Selasa (17/05/2022) lalu hingga Minggu (22/05/2022) besok. Ketua Malang Photo Club, Jayadi Sugito, menjelaskan untuk tema besar dalam pameran tersebut yakni &#8216;Nyondrek Ben Tahes&#8217;. Sedangkan, untuk tema foto yang dipamerkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontun Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu komunitas fotografi, Malang Photo Club, menggelar pameran karya foto dengan berbagai tema. Pameran berlangsung selama lima hari, yakni mulai Selasa (17/05/2022) lalu hingga Minggu (22/05/2022) besok.</p>



<p>Ketua Malang Photo Club, Jayadi Sugito, menjelaskan untuk tema besar dalam pameran tersebut yakni &#8216;Nyondrek Ben Tahes&#8217;. Sedangkan, untuk tema foto yang dipamerkan ada delapan. Diantaranya, transportasi, api, air, olahraga, gerak, merah putih, ekspresi dan tradisi.</p>



<p>“Pameran ini kami selenggarakan supaya kami aktif kembali, di tahun ini yang ketujuh dengan tema Nyondrek Ben Tahes. Artinya memotret supaya sehat,” ucap Jay Tan-sapaan akrabnya, saat ditemui di EJSC Bakorwil, Sabtu (21/05/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskannya, untuk puluhan karya foto yang ada, diambil dari para anggota klub yang sudah terdaftar secara resmi. Dengan demikian, setiap bulan para penikmat hunting itu akan menyerahkan sebanyak 10 foto yang akan menjadi karya pameran di tiap tahunnnya.</p>



<p>“Kami mengambil temanya setiap bulan. Di pameran tahun ini, kami mengandalkan delapan tema. Setiap anggota akan mengirimkan 10 foto dan akan diseleksi lagi mana foto yang terbaik, kami juga memberikan penghargaan kepada mereka sebagai apresiasi karyanya,” imbuhnya.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, dalam pameran tersebut tidak hanya mengambil satu genre seni fotografi saja melainkan semua genre fotografi, seperti street photography, landscape hingga makro. Apalagi, pameran ini sempat mati suri selama tiga tahun belakang karena pandemi Covid-19 yang melanda.</p>



<p>“Pandemi Covid-19 ini menjadi salah satu berkah tersendiri bagi para anggota kami, untuk tetap produktif. Anggota kami juga tidak hanya fokus di Kota Malang saja melainkan di seluruh Indonesia,” lanjutnya.</p>



<p>Jay Tan memaparkan, pameran itu juga diisi dengan Workshop Macro Photograpy bersama Monica Anantyowati, salah seorang seorang anggota MPC yang sudah dikenal sebagai pakar di bidang foto makro. Serta, ada pula Photographer Talk, atau bincang foto yang digelar secara offline dan online.</p>



<p>Sebagai informasi, pengunjung dapat menikmati pameran mulai dari pukul 09.00 hingga 21.00 setiap hari. Dengan adanya pameran dan workshop seperti ini dirinya berharap, mampu mengembalikan gairah dunia fotografi baik di Malang maupun luar Malang.<strong> (cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169425</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Masyarakat Lebih Dekat Dengan Alam, Warga Wagir Ikuti Workshop Potret Pakai HP</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-masyarakat-lebih-dekat-dengan-alam-warga-wagir-ikuti-workshop-potret-pakai-hp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sumbersuko]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118507-ajak-masyarakat-lebih-dekat-dengan-alam-warga-wagir-ikuti-workshop-potret-pakai-hp</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Warga Dusun Semplak Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang mengikuti workshop memotret dengan menggunakan Handpone (HP), Minggu (5/7/2020) kemarin. Selain untuk menyalurkan hobi, workshop yang berlangsung di Pendopo Kembang Kopi ini juga untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan alam, menghargai lingkungan, menikmati berbagai momen dan memunculkan nilai lebih dari suatu objek dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Warga Dusun Semplak Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang mengikuti workshop memotret dengan menggunakan Handpone (HP), Minggu (5/7/2020) kemarin.</p>
<p>Selain untuk menyalurkan hobi, workshop yang berlangsung di Pendopo Kembang Kopi ini juga untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan alam, menghargai lingkungan, menikmati berbagai momen dan memunculkan nilai lebih dari suatu objek dalam sebuah foto.</p>
<p>&#8220;Tujuan kegiatan ini adalah mengabadikan momen dalam foto dengan menggunakan peralatan seadanya,&#8221; ujar Sugi pemantik diskusi.</p>
<p>Dikatakan Sugi, seperti pada saat liburan,itu akan menjadi lebih praktis tanpa harus membawa seperangkat kamera SLR. Salah satu teknik yakni dengan menggunakan garis untuk menonjolkan objek yang diinginkan dapat digunakan untuk mempertegas obyek mana yang ingin ditunjukkan oleh sang fotografer.</p>
<p>&#8220;Mengabadikan momen istimewa dalam sebuah foto menjadi hobi baru sebagian orang. Namun, apakah foto tersebut dapat menunjukkan pesan yang ingin disampaikan?itupun belum tentu, &#8221; tandasnya.</p>
<p>Untuk proses diskusi berlangsung selama 2 jam, dimulai pukul 10.00 &#8211; pukul 12.00. Kegiatan ini tanpa dipungut biaya tetapi peserta diharapkan mendonasikan buku untuk koleksi bacaan anak di perpustakaan Pendopo Kembang Kopi. <strong>(Sur/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118507</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
