<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Glintung Water Street &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/glintung-water-street/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Nov 2021 14:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Glintung Water Street &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kampung Glintung Water Street Kota Malang Angkat Festival Urban Farming</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-glintung-water-street-kota-malang-angkat-festival-urban-farming</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2021 14:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Glintung Water Street]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Glintung]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159112</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menarik wisatawan yang surut akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bersama Forum Kelompok Sadar Wisata (Forkompokdarwis) Kota Malang, menggelar Virtual Event Kampung Tematik. Kali ini atau Jumat (26/11/2021) tadi, giliran Kampung Glintung Water Street (GWS) yang unjuk kebolehan dengan Festival Urban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menarik wisatawan yang surut akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bersama Forum Kelompok Sadar Wisata (Forkompokdarwis) Kota Malang, menggelar Virtual Event Kampung Tematik. Kali ini atau Jumat (26/11/2021) tadi, giliran Kampung Glintung Water Street (GWS) yang unjuk kebolehan dengan Festival Urban Farming.</p>



<p>Ketua Forkompokdarwis Kampung GWS Ageng Wijayakusuma, menjelaskan bahwa awalnya kampung yang terletak di RW 5 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, ini memang dikonsep urban farming. &#8220;Jadi, awalnya memang wilayah ini kami tata untuk pertanian, perikanan dan peternakan di perkotaan atau yang lebih dikenal dengan nama urban farming. Di Kampung GWS ini kami menyajikan wisata edukatif. Baik pengelolaan sampah, pertanian, perikanan dan lain-lain,&#8221; terangnya.</p>



<p>Menurutnya, urban farming dipilih untuk mengangkat potensi yang ada di wilayahnya. Sehingga yang awalnya tidak bisa menjadi jujugan wisata, pada akhirnya bisa dikunjungi wisatawan karena pengembangan potensi yang dimiliki.</p>



<p>“Kami percaya setiap kampung memiliki potensi dan itu kami buktikan. Alhasil, hari ini kita sukses melaksanakan event Festival Urban Farming,” tambah Ageng.</p>



<p>Pada festival ini, terangnya, terdapat beberapa rangkaian acara yang menunjukkan betapa banyaknya potensi Kampung GWS yang sayang untuk dilewatkan pengunjung. Mulai dari demo pembuatan wedang telang, kencur, jus sawi dan nanas yang merupakan welcome drink Kampung GWS.</p>



<p>Kemudian, juga memanen hasil sayur urban farming, seperti sawi, kangkung, cabai, tomat dan aneka sayur mayur lainnya. &#8220;Awalnya kami mendapat bibit tanaman dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Lalu kemudian, kami semai dan jadi bibit-bibit baru. Di sini budidaya berbasis akuaponik, karena pupuknya dari kotoran ikan yang ada di sepanjang drainase kampung ini. Ada ikan nila dan ikan lele,&#8221; jelas Ageng.</p>



<p>Di samping itu, Ketua Forkompokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi, mengungkapkan kekagumannya terhadap Kampung GWS. Pria yang akrab disapa Ki Demang itu merasa bahwa Kampung GWS sudah mandiri dalam hal ketahanan pangan.</p>



<p>&#8220;Dari tahun ke tahun, urban farming di Kampung GWS ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa,&#8221; kagumnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Tidak hanya itu, bahkan Kampung GWS adalah satu-satunya Kampung Wisata Tematik di Kota Malang, yang tak pernah tutup selama pandemi. Pasalnya, kampung ini sudah dinobatkan menajdi Kampung Tangguh Mandiri Semeru. Karena ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang terus berjalan.</p>



<p>&#8220;Jadi, saya rasa kampung ini tidak hanya sekedar layak huni, tapi juga layak dikunjungi. Layak dikunjungi dalam rangka studi ketahanan pangan kampung. Oleh sebab itu, diangkatkan urban farming ini menjadi keunggulan kampung,&#8221; sambung Ki Demang.</p>



<p>Di Kampung GWS juga melakukan budidaya ikan, seperti lele dan nila. Bahkan, tiap drainase di kampung tersebut dipenuhi dengan ikan segar yang siap dibudidaya dan siap dipanen untuk diolah menjadi bahan makanan, seperti bakso lele, nugget lele dan sempol lele. Spot foto menarik dan mural di sepanjang kampung, pun tidak kalah ketinggalan untuk makin memanjakan wisatawan yang berkunjung di Kampung GWS.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si turut mengapresiasi gelaran Virtual Event Kampung Tematik. &#8220;Pemkot Malang melalui Disporapar pastinya mengucapkan selamat dan sukses atas paksanaan kegiatan Festival Urban Farming di Kampung GWS. Di mana gelaran ini sukses dilaksanakan secara hybrid, offline dan online,&#8221; terang Ida.</p>



<p>Ke depan, Pemkot Malang berharap Forkompokdarwis Kampung Tematik terus bersinergi dengan pemerintah untuk kembali menggeliatkan wisata di Kota Malang. &#8220;Semoga selalu tetap berinovasi. Terlebih bagi Kampung GWS semoga ke depan semakin dikuatkan budidaya ikan, urban farming, maupun kreasi produk olahan barang bekas,&#8221; terang Ida. <strong>(mus/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Kampung Berdaya Melalui Festival Urban Farming Purwantoro</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-kampung-berdaya-melalui-festival-urban-farming-purwantoro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2020 12:21:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Urban Farming Purwantoro]]></category>
		<category><![CDATA[Forkom Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Glintung Water Street]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127144</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) mengadakan festival urban farming di Balai Pertemuan RW 05 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (8/11) tadi. Dalam festival tersebut, berbagai kegiatan ditampilkan. Seperti, kontes perikanan, pertanian dan bunga bias, hidroponik, kuliner by GWS (Glintung Water Street) serta terdapat lomba mewarnai untuk anak-anak. Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) mengadakan festival <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_urban" target="_blank" rel="noopener noreferrer">urban farming</a> di Balai Pertemuan RW 05 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (8/11) tadi. Dalam festival tersebut, berbagai kegiatan ditampilkan. Seperti, kontes perikanan, pertanian dan bunga bias, hidroponik, kuliner by GWS (Glintung Water Street) serta terdapat lomba mewarnai untuk anak-anak.</p>
<p>Ketua RW 05 Purwantoro, Ageng Wijaya Kusuma, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan event terakhir di Tahun 2020. Dengan tujuan, untuk menciptakan kampung yang mandiri dan berdaya.</p>
<p>&#8220;Kita ingin nantinya bisa menciptakan masyarakat yang berdaya. Yaitu, bagaimana masyarakat bisa berdaya kalau kampungnya sendiri belum berdaya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, tambah Ageng, kegiatan tersebut juga untuk mengenalkan kepada anak-anak terhadap lingkungan sekitar. Agar kedepannya, mereka lebih mencintai lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kita giatkan menanam, kita ajak mereka. Jadi, mereka senang tetapi juga mendapat ilmu baru. Itu yang ingin kami ajarkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dirinya mengatakan, bahwa saat ini kegiatan urban farming di RW 05 berjalan cukup baik. Karena, mulai banyak yang belajar menanam dan sudah sekitar 30 persen warga yang melakukan urban farming. Kemudian, hasilnya akan dijual dan digunakan untuk pembangunan kampung.</p>
<p>&#8220;Sementara hasilnya paling banyak adalah dari sayuran hijau dan lombok. Hasil dari pada penanaman atau panen, dipakai untuk pembenahan, pembangunan dan perbaikan jalan,&#8221; imbuh pria yang juga sebagai ketua Pokdarwis.</p>
<p>Masih menurut Ageng, dengan langkah tersebut, harapannya RW 05 bisa terus berkembang dan menjadi kampung yang mandiri. &#8220;Sebenarnya, di sini sudah sejak 2016, mulai ada urban farming. Ada pelatihan dari Pokja 3 Kota Malang, yang mana pelatihan itu terus berkembang ke peternakan dan perikanan. Jadi harapannya, nanti bisa semua dan mengembangkan juga dari hidroponiknya,&#8221; paparnya. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127144</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
