<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hari Jadi Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hari-jadi-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Sep 2022 09:39:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hari Jadi Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pataka Provinsi Jatim Jer Basuki Mawa Beyo Singgah di Kabupaten Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/pataka-provinsi-jatim-jer-basuki-mawa-beyo-singgah-di-kabupaten-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2022 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175712</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Peringatan Ke-77 Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Pataka Jer Basuki Mawa Beyo dikirab ke 38 kabupaten atau kota yang ada di Jatim. Salah satunya, adalah seperti yang terlihat di Kabupaten Trenggalek. Rencananya, setelah diterima oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, lambang Provinsi Jatim tersebut akan singgah semalam di Bumi Menaksopal Trenggalek. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Peringatan Ke-77 Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Pataka Jer Basuki Mawa Beyo dikirab ke 38 kabupaten atau kota yang ada di Jatim. Salah satunya, adalah seperti yang terlihat di Kabupaten Trenggalek. Rencananya, setelah diterima oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, lambang Provinsi Jatim tersebut akan singgah semalam di Bumi Menaksopal Trenggalek.</p>



<p>Menerima Pataka ini, Wabup Syah merasa bangga karena Kabupaten Trenggalek, menjadi bagian dalam peringatan Ke-77 Hari Jadi Provinsi Jatim. &#8220;Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Trenggalek menerima kirab Pataka dari Kabupaten Tulungagung dalam rangka peringatan hari jadi ke-77 Provinsi Jawa Timur,&#8221; ucap Wakil Bupati Trenggalek, seusai menerima Pataka Jer Basuki Mawa Beyo di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Minggu (25/09/2022) siang.</p>



<p>Mantan Anggota DPRD Trenggalek itu berharap, dalam momentum ini bisa membawa berkah bagi seluruh masyarakat di Jawa Timur. &#8220;Mari kita sama-sama berdoa semoga di momentum ulang tahun ke-77 Jawa Timur, ini benar-benar membawa keberkahan dan kebahagiaan khususnya untuk seluruh masyarakat Jawa Timur dan untuk seluruh masyarakat Indonesia,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Setelah dari Trenggalek, Kasatpol PP akan mengantar Pataka ke Pacitan. Kemudian dari Pacitan, rencananya ke Ponorogo dan kabupaten-kabupaten seterusnya.</p>



<p>&#8220;Kita (Kabupaten Trenggalek) termasuk kabupaten ke-20,&#8221; kata Wabup Syah.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kasatpol PP-PPK Trenggalek, Triadi Admono, menyampaikan jika kegiatan ini masih merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim ke 77. &#8220;Jadi pada hari ini Satpol PP Trenggalek, menerima kirab pataka dari Satpol PP Tulungagung. Ini merupakan momentum rangkaian hari jadi ke-77 Provinsi Jawa Timur,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Yang di kirab, sambungnya, adalah lambang daerah Provinsi Jawa Timur. Rangkaiannya kali ini, Kasat Satpol PP Tulungagung selain menyerahkan pataka juga menyerahkan Ripta Prasasti (prasasti yang ditulis di atas daun lontar atau daun tal).</p>



<p>&#8220;Yang dibacakan oleh Bupati di masing-masing kabupaten/kota. Begitu juga nanti dari Trenggalek ke Pacitan,&#8221; tegas Triadi.</p>



<p>Dengan slogan Jatim Bangkit yang digaungkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, diharapkan dapat menambah semangat untuk Trenggalek bisa bangkit dan pulih lebih cepat. Direncanakan, pataka ini akan dikirab ke-38 Kabupaten/kota yang ada dengan jarak tempuh 2 ribu km. Berangkat Jumat (16/09/2022) lalu, saat launching rangkaian kegiatan Ke-77 Hari Jadi Jawa Timur dan dijadwalkan akan kembali ke Gedung Negara Grahadi 11 Oktober 2022 nanti.</p>



<p>&#8220;Sebelum sampai di Trenggalek, Pataka Jer Basuki Mawa Beyo diterima dari Kota Blitar ke Kabupaten Tulungagung. Kemudian hari ini, dierahkan ke Trenggalek. Alhamdulillah, semuanya berjalan baik dan lancar dengan harapan tentunya Jatim ini optimis bangkit sesuai dengan motonya Jatim Bangkit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Pataka Jer Basuki Mawa Beyo sendiri dikirab dari Pendopo Kongras Arum Kusumaning Bangsa, Kabupaten Tulungagung menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Dan rencananya akan dikirab kembali ke Kabupaten Pacitan pada Senin (26/09/2022) besok. Trenggalek sendiri merupakan kabupaten ke 20 yang disinggahi Pataka Jer Basuki Mawa Beyo Jawa Timur. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Peringatan Harjad Ke-828 Trenggalek Disuguhi dengan Arak-arakan 31 Tumpeng dan Prasasti Kamulan</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-peringatan-harjad-ke-828-trenggalek-disuguhi-dengan-arak-arakan-31-tumpeng-dan-prasasti-kamulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2022 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174555</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa. Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa.</p>



<p>Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna Ungu. Tampak terlihat pula, seluruh jajaran Forkopimda dan sejumlah tamu undangan, kompak mengenakan pakaian adat Jawa.</p>



<p>Prosesi Hari Jadi (Harjad) diawali dengan kirab pusaka yang dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, beserta istri Fatihatur Rohmah dari Desa Kamulan ke Pendopo Kabupaten Trenggalek. Selanjutnya, pusaka dikirab mengelilingi Alun-alun, dengan iring-iringan puluhan foto bupati dan wakil bupati yang pernah memimpin Trenggalek, juga air suci dan tumpeng agung (raksasa).</p>



<p>&#8220;Prosesi Hari Jadi Trenggalek kali ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Diawali dengan jamasan (pembersihan) pusaka Trenggalek, kemudian diinapkan semalam di Desa Kamulan. Dan hari ini diarak (kirab) dari Desa Kamulan ke Pendopo Trenggalek oleh Wakil Bupati Trenggalek beserta istri,&#8221; terang Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (31/08/2022) siang.</p>



<p>Dalam rangkaian Hari Jadi Trenggalek tahun ini, tambahnya, juga tidak lepas dari arak-arakan tumpeng raksasa sebagai simbol kemakmuran masyarakat. Jika di tahun sebelumnya, tumpeng raksasa hanya ada satu, maka di tahun ini Pemerintah Daerah Trenggalek menyiapkan 30 tumpeng mini yang nantinya akan dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Trenggalek.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selain satu tumpeng raksasa, kita juga tambah 30 tumpeng mini di tahun ini. Ini dilakukan, supaya jadi pengingat tanggal Hari Jadi Trenggalek yang jatuh tepat hari ini atau 31 Agustus. Dengan demikian, masyarakat yang hadir pun bisa kebagian keberkahan dari tumpeng-tumpeng yang sebelumnya sudah dilakukan doa bersama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Adapun yang berbeda dari prosesi Hari Jadi tahun ini, ujarnya, adalah dalam pelaksanaan ini bisa memboyong pusaka yakni Prasasti Kamulan. Pusaka ini, sebelumnya ada di Museum Kabupaten Tulungagung. Dan tepat di Ulang Tahun ke 828 ini, prasasti itu sudah ada di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kira juga sudah buatkan Joglo Kamulyan di area Pendopo Trenggalek. Semoga, ini bisa menjadi simbol kemuliaan bagi masyarakat di Trenggalek,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini berharap, sesuai tema Hari Jadi Trenggalek tahun 2022 ini yakni &#8216;Natas Nitis Netes&#8217;. Yang artinya, semua rencana bisa tuntas (tatas) dan tepat sasaran (titis) sehingga membuahkan karya atau hasil yang terbaik (netes) untuk kemajuan Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Disinggung terkait kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kota Keripik Tempe, Mas Ipin menjelaskan, akan hadir Kamis (01/09/2022) besok. &#8220;Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) direncanakan hadir beserta rombongan besok (Kamis). Kemudian, akan menandai malam puncak kerja sama antar daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),&#8221; paparnya.</p>



<p>Kerja sama yang dimaksud, sambungnya, dalam hal muhibah budaya yang tidak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan berbagai macam kerja sama. Baik di bidang ekonomi, sosial dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Salah satu yang spesial pada Hari Jadi kali ini, yaitu disupport dengan berbagai macam kegiatan yakni muhibah budaya dari Provinsi DIY,&#8221; terang Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174555</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Prosesi Harjad Ke-828 Trenggalek, Bupati Arifin Serahkan Benda Pusaka untuk Dijamasi</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-prosesi-harjad-ke-828-trenggalek-bupati-arifin-serahkan-benda-pusaka-untuk-dijamasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174506</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; 31 Agustus besok, Kabupaten Trenggalek genap berusia 828. Berbagai rangkaian prosesi Hari Jadi (Harjad) Trenggalek, mulai berlangsung sejak hari ini atau Selasa (30/08/2022) tadi. Prosesi awal ini, ditandai dengan penjamasan (pembersihan) dua Pusaka Tombak Korowelang Sakembaran. Prosesi pembersihan sendiri, dilakukan di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha oleh juru Jamas KRT, dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; 31 Agustus besok, Kabupaten Trenggalek genap berusia 828. Berbagai rangkaian prosesi Hari Jadi (Harjad) Trenggalek, mulai berlangsung sejak hari ini atau Selasa (30/08/2022) tadi. Prosesi awal ini, ditandai dengan penjamasan (pembersihan) dua Pusaka Tombak Korowelang Sakembaran.</p>



<p>Prosesi pembersihan sendiri, dilakukan di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha oleh juru Jamas KRT, dr Sarjono Baskoro dan tim. Diawali penyerahan pusaka (dua Tombak Korowelang, satu Tunggul Sungsung Praja dan satu Tunggul Sungsung Naga) oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kepada juru Jamas untuk dibersihkan.</p>



<p>&#8220;Ini adalah acara rutin setiap tahun. Menjelang Hari Jadi Trenggalek 828, kita melakukan jamasan. Kita inapkan di Kamulan, karena dulu prasastinya di temukan di Kamulan. Terus kemudian, besok di kirab ke pendopo,&#8221; ucap Bupati Trenggalek, disela-sela acara jamasan, Selasa (30/08/2022) siang.</p>



<p>Disampaikan bupati muda ini, ada total empat pusaka yang di jamas. Pusaka itu, meliputi Tombak Korowelang, Tunggul Sungsung Praja dan terakhir Tombak Sungsung Nogo.</p>



<p>&#8220;Yang berbeda mungkin tahun ini, kita kedatangan tamud dari Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kebetulan, sejak kemarin Pemerintah Provinsi DIY memberikan Muhibah Budaya. Jadi budaya Mataraman, khususnya Ngayogyakarta di Trenggalek. Mungkin nanti, beliau akan datang langsung di tanggal 1. Besok acaranya tetap seperti biasanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Nanti, tambahnya, masyarakat Trenggalek juga akan melakukan ngalab berkah. Jika biasanya, jumlah tumpeng hanya ada satu. Namun pada tahun ini, Pemkab Trenggalek akan menambah 30 tumpeng kecil dengan total tumpeng 31.</p>



<p>&#8220;Ini sesuai tanggal Hari Jadi Trenggalek, yaitu tanggal 31,&#8221; tegas Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Seperti tahun sebelumnya, papar Bupati Trenggalek, kepada ASN di Trenggalek mulai besok pagi akan diminta untuk berbagi. Bentuk berbagai itu, disesuaikan dengan kemampuannya. Seperti memberikan kado kepada tetangga kanan-kiri, sebagai bentuk berbagi kebahagian di Hari Jadi.</p>



<p>&#8220;Yang lainnya, termasuk kembalinya Prasasti Kamulan juga jadi hal yang baru. Karena sebelumnya, prasasti ini hanya berupa replika. Sekarang yang asli sudah berada di Trenggalek dan besok sudah bisa disaksikan oleh masyarakat. Yang ingin menyaksikan, bisa melihat di bawah Joglo yang ada di depan Bhawarasa. Kita namakan Joglo Kamulyan, karena disitulah tempat prasasti Kamulan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengingat prasasti Kamulan sebelumnya ada di Museum Tulungagung, maka dalam peringatan HUT Trenggalek besok, Bupati Tulungagung juga hadir ke sini. Yakni, untuk kemudian memberi ucapan bahwasanya prasastinya telah pulang.</p>



<p>Dalam peringatan Hari Jadi 828 Trenggalek, dirinya berharap seperti jargon hari jadi Natas, Nitis, Netes. &#8220;Semoga tatas, kemudian mengerjakan segala sesuatunya titis dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik (Netes). Seperti harapannya pak presiden pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,&#8221; papar suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Sedangkan juru jamas pusaka, dalam kesempatan itu sedikit menjelaskan prosesi pembersihan tidak seperti biasanya. Hanya dilakukan pensucian dengan air dan tidak dilakukan warangan. &#8220;Hanya dibersihkan dari bahan bahan yang bisa menyebabkan rusaknya pusaka,&#8221; ujar Sarjono.</p>



<p>Dijelaskannya, ada dua pusaka milik Trenggalek yang di bersihkan, yakni Tombak Korowelang Sakembaran. Dulu, kabarnya diperoleh dari Kamulan. Korowelang sendiri ada yang berbentuk tombak dan juga keris. Untuk pusaka Kabupaten Trenggalek, sendiri berbentuk tombak.</p>



<p>&#8220;Prosesnya kita cuci dengan air, kemudian dibersihkan dan selanjutnya diberikan minyak. Fungsi minyak sendiri untuk mengawetkan. Tentunya setelah diawetkan, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan Hari Jadi, diboyong ke Kamulan, disemayamkan semalam di sana. Kemudian dikirab kembali ke Pendopo,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174506</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siapkan 2000 Dosis Vaksin, Ponpes dan MA di Trenggalek jadi Sasaran BIN</title>
		<link>https://memontum.com/siapkan-2000-dosis-vaksin-ponpes-dan-ma-di-trenggalek-jadi-sasaran-bin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 05:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Sasaran BIN]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Badan Intelijen Negara (BIN) menyiapkan sebanyak 2.000 dosis vaksin Covid-19 dengan sasaran Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah di Kabupaten Trenggalek. Sasaran yang pertama diberikan kepada siswa-siswi yang ada di MTs Negeri Trenggalek, sebanyak 1.444 dosis vaksin. Sementara itu, 600 dosis sisanya diperuntukkan untuk para santri di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah, Kecamatan Tugu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Badan Intelijen Negara (BIN) menyiapkan sebanyak 2.000 dosis vaksin Covid-19 dengan sasaran Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Sasaran yang pertama diberikan kepada siswa-siswi yang ada di MTs Negeri Trenggalek, sebanyak 1.444 dosis vaksin. Sementara itu, 600 dosis sisanya diperuntukkan untuk para santri di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah, Kecamatan Tugu.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/plh-bupati-trenggalek-penyampaian-jawaban-pu-fraksi-atas-raperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">Plh Bupati Trenggalek Penyampaian Jawaban PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Didampingi jajaran Forkopimda Trenggalek, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Timur (Kabinda Jatim), Marsma TNI Rudy Iskandar, menuturkan jika pelaksanaan vaksinasi akan diberikan kepada anak usia 12-19 tahun.</p>



<p>&#8220;Pagi ini, kita melakukan vaksinasi dengan sasaran anak usia 12 hingga 19 tahun. Ini ditujukan ketika ada kebijakan sekolah tatap muka, para anak ini lebih aman dari penyebaran Covid-19 karena sudah melakukan vaksin,&#8221; ungkap Rudy saat dikonfirmasi, Selasa (03/08).</p>



<p>Dikatakannya, pelaksanaan vaksinasi ada 2 lokasi. Yang pertama di sekolah tingkat pertama MTsN Trenggalek dan yang kedua di Ponpes Qommarul Hidayah, Kecamatan Tugu.</p>



<p>&#8220;Jadi sasaran kita sementara ini madrasah dan pondok pesantren. Karena ke depan kalau sudah waktunya ada kebijakan untuk melaksanakan sekolah offline, mereka sudah tervaksin semua,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyambut baik upaya yang dilakukan BIN untuk mendorong terwujudnya Herd Community di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Saya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek, sangat berterima kasih. Dalam hal ini Kabinda beserta jajaran dan BIN pusat yang all out. Tidak hanya jumlah vaksinasi yang dikirim, tapi juga sasaran para pelajar, kita ingin secepat mungkin para pelajar tervaksin,&#8221; terang Bupati Arifin.</p>



<p>Ia menambahkan, apabila nanti memasuki PPKM level 3, 2 dan bahkan level 1 atau sudah dimungkinkan pembelajaran tatap muka. Maka semua tenaga pengajar dan siswa ini benar-benar sudah siap.</p>



<p>&#8220;Kalau kemarin kita sudah pastikan semua tenaga pengajar melakukan vaksinasi, kali ini muridnya. Jadi nanti jika suatu saat PTM bisa dilakukan, mereka sudah siap untuk menjalaninya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bupati muda ini juga berharap, jika vaksin yang didapat dari BIN ini bisa membahagiakan bagi warga Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Karena yang kita tau, saat ini Trenggalek masih kekurangan stok vaksin untuk tahap kedua. Mudah-mudahan, vaksin yang diberikan BIN ini bisa bermanfaat dan membantu kita menyelesaikan proses vaksinasi menyeluruh di Kabupaten Trenggalek,&#8221; pungkas suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Seperti yang terlihat dilokasi, meskipun tahapan vaksinasi dilakukan secara masal. Namun jalannya vaksinasi di MTsN Trenggalek ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.</p>



<p>Vaksinasi dilaksanakan di gedung pertemuan sekolah, sedangkan siswa yang akan divaksin dipanggil 25 siswa per-gelombang. Sisanya menunggu di ruang kelas menanti giliran dipanggil. Infrastruktur yang ada, cukup memadai dan mendukung pelaksanaan vaksinasi secara protokol kesehatan. Selain itu vaksinasi masal ini juga didukung dengan upaya testing dan tracing. Sehingga bila ada siswa yang terpapar dapat segera diketahui. Bahkan BIN juga menyiapkan mobil laboratorium dalam kegiatan ini, sehingga test lanjutan bisa segera dilakukan bila ada siswa yang positif Swab Antigen. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pusaka Trenggalek Dijamasi Jelang Hari Jadi</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pusaka-trenggalek-dijamasi-jelang-hari-jadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 07:38:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=91533</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jelang hari jadi ke-825 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan prosesi jamasan pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Upacara tersebut dilakukan untuk membersihkan beberapa pusaka Kabupaten Trenggalek yang diantaranya berupa 2 Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Projo, Songsong Tunggul Nogo Panji Lambang Kabupaten, dan Parasamya Purna Karya Nugraha. Dalam upacara jamasan kali ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jelang hari jadi ke-825 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan prosesi jamasan pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Upacara tersebut dilakukan untuk membersihkan beberapa pusaka Kabupaten Trenggalek yang diantaranya berupa 2 Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Projo, Songsong Tunggul Nogo Panji Lambang Kabupaten, dan Parasamya Purna Karya Nugraha.</p>
<p>Dalam upacara jamasan kali ini, nuansa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat terasa cukup kental. Selain pada prosesi adat jamasan, busana yang dikenakan para tamu undangan juga menggunakaan nuansa Keraton, mulai penutup kepala (blangkon) dengan mondolan di belangkang hingga jarik.</p>
<p>&#8220;Prosesi penjamasan pusaka yang didahului dengan selamatan sebagai simbol wujud syukur atas limpahan keberkahan dari Allah SWT, &#8221; UNGKAP Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Jumat (30/08/2019).</p>
<p>Dalam jajaran ini, pusaka-pusaka dibersihkan dengan air yang berasal dari 14 sumber air 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Sebelum dibersihkan, pusaka terlebih dahulu diserahkan oleh Bupati kepada juru jamas, K.R.T. dr. Sarjono Baskoro.</p>
<p>&#8220;Jamasan pusaka merupakan momentum yang sangat penting dalam prosesi Hari Jadi ke-825 Trenggalek, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bupati menambahkan, Upacara adat jamasan pusaka ini dilakukan dalam rangka meneruskan adat yang diwariskan oleh para leluhur pendahulu Trenggalek.</p>
<p>Jamasan pusaka bukannya karena kesaktiannya, melainkan sebagai simbol dalam adat Jawa selalu ada pusaka yang dulu digunakan untuk berjuang, sedangkan sekarang digunakan sebagai simbol untuk mengenang perjuangan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dengan terus dilestarikannya adat budaya seperti ini akan dapat menggugah hati dan semangat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu, &#8221; pungkas Arifin.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91533</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Ziarah Makam Leluhur Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-ziarah-makam-leluhur-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 07:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91529-bupati-arifin-ziarah-makam-leluhur-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 825 Tahun 2019 besok, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melakukan ziarah makam leluhur. Ziarah makam leluhur ini sudah menjadi tradisi yang tak dapat dipisahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek. Bersama jajaran Forkopimda, tokoh ulama serta beberapa pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 825 Tahun 2019 besok, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melakukan ziarah makam leluhur. Ziarah makam leluhur ini sudah menjadi tradisi yang tak dapat dipisahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Bersama jajaran Forkopimda, tokoh ulama serta beberapa pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek, Bupati Arifin melakukan ziarah ke makam para leluhur Kabupaten Trenggalek, dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blankon di kepala.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-22308" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2019/08/IMG-20190830-WA0090-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Memulai ziarahnya kali Ini, Bupati dan rombongan mengunjungi makam Mbah Kawak atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Ki Joyo Lengkoro.</p>
<p>&#8220;Makanya yang pertama kali didatangi adalah Makam Mbah Kawak. Dalam sejarahnya, Mbah Kawak dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tokoh yang ikut berperan dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Trenggalek, &#8221; tutur Bupati Arifin, Jumat (30/08/2019) siang.</p>
<p>Selain itu, Mbah Kawak juga merupakan orang yang merawat Roro Amiswati, putri dari Kerajaan Majapahit atau ibu dari Menaksopal saat terkena penyakit.</p>
<p>&#8220;Dari makam Mbah Kawak, ziarah kemudian berlanjut ke komplek makam Setono Gedong di Kelurahan Ngantru. Di tempat ini dimakamkan Bupati pertama Trenggalek dan beberapa Bupati lainnya, termasuk juga makam Kapolres Trenggalek yang pertama, Rustamaji, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dari Setono Gedong kemudian menuju ke Makam Ki Ageng Menaksopal yang terletak di komplek makam Setono Bagong. Menaksopal merupaka tokoh yang cukup berjasa dalam menjadikan wilayah Trenggalek yang dulunya merupaka rawa menjadi lahan pertanian yang subur.</p>
<p>Dari makam Menak Sopal, ziarah dilanjutkan ke makam Kanjeng Jimat Mangun Negoro di komplek makam Margo Ayu di Desa Ngulan Kulon Kecamatan Pogalan. Rangkaian ziarah kemudian berakhir di makam Adipati Widjoyo Koesoemo dan Adipati Ario Poerbonegoro di Astono Girimulyo di Desa Sumber Kecamatan Karangan.</p>
<p>&#8220;Dengan ziarah ini kita ingin meneruskan perjuangan para sesepuh yang sudah membangun Trenggalek dari masa ke masa, &#8221; ungkap Bupati.</p>
<p>Pihakbya berharap, kedepannya nanti para penerus bangsa bisa melanjutkan perjuangan &#8211; perjuangan pendahulu demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ke depan kita harus istiqomah untuk melanjutkan perjuangan-perjuangan beliau dalam menata Kabupaten Trenggalek ini untuk kesejahteraan masyarakat, &#8221; tegasnya.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91529</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sakral, Prosesi Hari Jadi Trenggalek ke 825, Harapkan Kerjasama dengan DIY Lebih Baik</title>
		<link>https://memontum.com/sakral-prosesi-hari-jadi-trenggalek-ke-825-harapkan-kerjasama-dengan-diy-lebih-baik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 07:34:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=91525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Prosesi Hari Jadi ke 825 Trenggalek tahun 2019 dilaksanakan secara meriah dari tahun &#8211; tahun sebelumnya. Mesti berlangsung meriah, namun peringatan Hari Jadi ini tidak meninggalkan unsur kesakralan dari tahun ke tahun. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prosesi hari jadi ini diawali dengan penjamasan pusaka Kadipaten yakni 2 Tombak Korowelang yang dicuci menggunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Prosesi Hari Jadi ke 825 Trenggalek tahun 2019 dilaksanakan secara meriah dari tahun &#8211; tahun sebelumnya. Mesti berlangsung meriah, namun peringatan Hari Jadi ini tidak meninggalkan unsur kesakralan dari tahun ke tahun.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prosesi hari jadi ini diawali dengan penjamasan pusaka Kadipaten yakni 2 Tombak Korowelang yang dicuci menggunakan air dari 14 sumber keramat di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. Penjamasan ini, rutin dilakukan tiap tahun sekaligus upaya merawat pusaka Kabupaten.</p>
<p>Pusaka yang sudah dibersihkan ini kemudian dititipkan semalam di lokasi Prasasti Medang Kamulyan di Desa Kamulan Kecamatan Durenan. Penanggalan dalam prasasti ini dijadikan tanggal lahirnya Kabupaten Trenggalek dan kembali diarak menuju pendopo Kabupaten keesokan harinya atau yang lebih dikenal dengan Kirap Pusaka untuk kembali disimpan.</p>
<p>Dalam prosesi hari jadi, hal yang paling ditunggu masyarakat adalah Kirab Pusaka dan perebutan sedekah bumi, tumpeng Agung dan air jamasan yang diyakini warga masyarakat bisa membawa keberkahan.</p>
<p>Dalam sambutannya di Hari Jadi ke 825 Trenggalek tahun 2019 Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir di pendopo Agung Manggala Praja Nugraha.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek beserta tamu undangan dan masyarakat pada umumnya yang mau meluangkan waktu menjadi bagian dari puncak Hari Jadi Trenggalek tahun ini, &#8221; ucapnya, Sabtu (31/08/2019).</p>
<p>Ia juga bersyukur karena prosesi Hari Jadi ke 825 Trenggalek tahun 2019 ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar. Di moment ini pihaknya juga ingin meneguhkan poros Selatan bisa terbangun, salah satunya membangun kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Yogyakarta dalam hal ini Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.</p>
<p>Dikatakan Arifin, hal ini menjadi awal untuk membuka jalan kemajuan ekonomi khususnya di wilayah selatan Jawa, khususnya Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Sinergit yang kita harapkan yang pertama adalah dengan kedekatan sejarah seperti yang nuansa yang dipakai dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek kali ini dan budayanya. Karena memang, Panggul dan Sumbreng (sebutan Munjungan dulu) dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, &#8220;imbuhnya.</p>
<p>Terlebih Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu dikenal karena Hamengkubowono X memberikan fasilitas kepada petinggi Republik dalam hal ini Soekarno Hatta untuk bekerja menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota negara</p>
<p>Mengingat di Trenggalek ini juga masih menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, maka sejarah yang ditinggalkan ini menjadi hal yang spesial.</p>
<p>&#8220;Harapannya adalah sekali lagi ini sebagai pertanda bahwa poros Yogyakarta (Nasional) yang dibangun di masa kepemimpinan Joko Widodo mulai dari Yogyakarta &#8211; Prigi dan Malang lewat koridor selatan bisa berjalan dengan baik. Karena Trenggalek sudah punya kerjasama konkrit dengan Keraton Yogyakarta maupun dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, &#8221; pungkas Arifin.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harapkan Berkah, Ratusan Masyarakat Trenggalek Berebut Tumpeng Raksasa</title>
		<link>https://memontum.com/harapkan-berkah-ratusan-masyarakat-trenggalek-berebut-tumpeng-raksasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 07:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=91520</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Puncak Peringatan Hari Jadi Trenggalek tak terlepas dari gunungan tumpeng raksasa. Demi mendapatkan berkah, ratusan warga Trenggalek rela berdesak &#8211; desakan merebutkan gunungan tumpeng raksasa tersebut. Berebut tumpeng raksasa pada puncak perayaan Hari Jadi Trenggalek sudah menjadi tradisi rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Sejumlah masyarakat menganggap jika makanan yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Puncak Peringatan Hari Jadi Trenggalek tak terlepas dari gunungan tumpeng raksasa. Demi mendapatkan berkah, ratusan warga Trenggalek rela berdesak &#8211; desakan merebutkan gunungan tumpeng raksasa tersebut.</p>
<p>Berebut tumpeng raksasa pada puncak perayaan Hari Jadi Trenggalek sudah menjadi tradisi rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Sejumlah masyarakat menganggap jika makanan yang ada di gunungan tumpeng raksasa tersebut membawa berkah bagi siapapun yang mendapatkan dan memakannya.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91523" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Salah satu warga yang turut berebut tumpeng raksasa mengaku senang, Meski harus menunggu sejak pagi hari. &#8220;Sudah dari pagi disini. Memang ingin menyaksikan peringatan Hari Jadi dan ingin ikut berebut tumpeng raksasa, &#8221; ucap Imam saat dikonfirmasi, Sabtu (31/08/2019) siang.</p>
<p>Ia merasa antusias, karena moment ini hanya dirasakan setahun sekali pada perayaan Hari Jadi saja. Imam juga berharap pada peringatan Hari Jadi Trenggalek ke 825 kali ini bisa lebih meriah dan lebih baik dari tahun ke tahun.</p>
<p>&#8220;Setiap Hari Jadi pasti saya ikut berebut tumpeng raksasa, karena konon katanya yang bisa mendapatkan makanan yang ada didalam tumpeng raksasa hidupnya bisa lebih berkah, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sebelum diperebutkan masyarakat, tumpeng raksasa Hari Jadi Trenggalek ini terlebih dahulu diarak keliling alun &#8211; alun bersama 2 pusaka dan panji &#8211; panji Kabupaten Trenggalek menuju pendopo Agung.</p>
<p>Usai dilakukan serangkaian prosesi RITUAL dan doa bersama, tumpeng raksasa yang diletakkan di halaman pendopo siap diperebutkan dan dinikmati bersama.</p>
<p>Meskj awalnya tradisi berebut tumpeng raksasa ini hanya diikuti oleh masyarakat Trenggalek saja, namun sekarang tradisi ini juga diminati masyarakat luar Trenggalek. Menurut kepercayaan warga dari luar daerah, yang ikut berebut tumpeng raksasa tradisi ini merupakan lambang kebersamaan antar warga masyarakat dan mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Tak sedikit pula, masyarakat yang justru mewajibkan diri untuk selalu andil dan mengikuti setiap proses jalannya Peringatan Hari Jadi Trenggalek setiap tahunnya. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91520</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
