<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ikan hias &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ikan-hias/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2022 12:30:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ikan hias &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bidik Peluang Pembudidayaan Ikan Hias Ekspor, Dinas Perikanan Tulungagung Impikan Raiser</title>
		<link>https://memontum.com/bidik-peluang-pembudidayaan-ikan-hias-ekspor-dinas-perikanan-tulungagung-impikan-raiser</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 12:30:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172981</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Dinas Perikanan Tulungagung bakal menggarap raiser ikan hias dengan melibatkan Kantor Bea Cukai Blitar. Tujuan dari kerja sama dalam hal penjualan Ikan Koki dan ikan hias lainnya yang berkualitas ekspor, itu memotong sistem penjualan ikan yang selama ini melalui Raiser di Bogor. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko, mengungkapkan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Dinas Perikanan Tulungagung bakal menggarap raiser ikan hias dengan melibatkan Kantor Bea Cukai Blitar. Tujuan dari kerja sama dalam hal penjualan Ikan Koki dan ikan hias lainnya yang berkualitas ekspor, itu memotong sistem penjualan ikan yang selama ini melalui Raiser di Bogor.</p>



<p>Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko, mengungkapkan bahwa pemikiran atau rencana tersebut berasal dari masukan Kantor Bea Cukai Blitar. Dengan langkah ini, diharapkan pemasaran ekspor ke luar negeri untuk ikan hias dari Tulungagung, memiliki brand sendiri yaitu asli Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Selama ini, kita ikut (Raiser) di Bogor. Jadi, yang punya nama adalah Bogor. Dengan cara ini, diharapkan mampu meningkatkan pembudidaya ikan hias utamanya di Tulungagung. Karena, Tulungagung termasuk segitiga emas,&#8221; ungkap Lugu Tri Handoko, saat dikonfirmasi, Senin (01/08/2022) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengaku, dengan adanya Raiser di Tulungagung, maka akan cukup strategis ketika nanti di Kediri, sudah memiliki bandara. Sehingga, Kantor Bea Cukai Blitar tertarik dan menyarankan kerja sama untuk membuat balai karantina atau raiser.</p>



<p>&#8220;Tetapi, itu harus kita kaji terlebih dahulu. Salah satunya, seperti untuk tempatnya. Boleh dilakukan oleh Dinas Perikanan, maupun swasta utamanya pembudidaya yang sudah biasa ekspor atau suplier ikan hias,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi">Pendaftaran Mudik Gratis Kota Malang Dibuka, Kuota Bertambah Jadi 344 Kursi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
</ul>


<p>Masih menurut Dinas Perikanan Tulungagung, bahwa ada beberapa yang harus dipenuhi untuk keberadaan Raiser. Mulai lahan yang harus dimiliki, kolam untuk penampungan ikan hingga kebutuhan standart lain. Termasuk, yang membuat kesulitan pihaknya yaitu harus memiliki ahli ikan sebagai akademisi yang memantau kesehatan hasil pembudidaya.</p>



<p>&#8220;Nanti harus ada dokter hewan yang mengurusinya. Sehingga, betul-betul ikan ini sehat, ikan ini tidak berpenyakit sebelum dikirim. Syaratnya, ya kita harus koordinasi dengan dinas peternakan juga untuk dokternya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Disinggung soal lokasi, Lugu belum bisa memastikan, karena masih tahap rencana. Pihaknya, berencana masih akan menggandeng pembudidaya atau suplier ikan. Ketika tidak bisa, nanti akan membentuk di Dinas Perikanan.</p>



<p>&#8220;Kita punya lahan, tapi karena itu harus ada fasilitas dan sebagainya termasuk anggaran, maka kita harus mengajukan ke Bapak Bupati,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perihal target rencana ini, dirinya menginginkan secepatnya untuk meningkatkan pembudidaya di Tulungagung. Sehingga, peluang meningkatkan perekonomian masyarakat, bisa optimal.</p>



<p>&#8220;Contohnya, selama ini kita kirim harga Rp 50 ribu. Setelah di Raiser Bogor, dijual Rp 200 ribu. Sementara namanya, juga nama Bogor,&#8221; jelasnya. <strong>(jaz/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172981</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Munas VI APKI di Blitar, Dirjen PDSPKP KKP Sampaikan Ekspor Ikan Hias Indonesia Alami Peningkatan</title>
		<link>https://memontum.com/buka-munas-vi-apki-di-blitar-dirjen-pdspkp-kkp-sampaikan-ekspor-ikan-hias-indonesia-alami-peningkatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 11:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[kkp]]></category>
		<category><![CDATA[Munas]]></category>
		<category><![CDATA[PDSPKP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) Blitar, Sabtu (02/07/2022) tadi. Hadir dalam pembukaan Munas, Bupati Blitar, Rini Syarifah, Forkopimda Kabupaten Blitar, Sekda Kota Blitar Priyo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) Blitar, Sabtu (02/07/2022) tadi. Hadir dalam pembukaan Munas, Bupati Blitar, Rini Syarifah, Forkopimda Kabupaten Blitar, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, Ketua Umum APKI Zamrullah dan 100 peserta munas dari 27 Kota/Kabupaten se Indonesia.</p>



<p>Dalam sambutannya, Dirjen PDSPKP KKP mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor ikan hias Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada periode tahun 2017–2021. Dari yang semula USD 27,6 juta pada tahun 2017, menjadi USD34,5 juta pada tahun 2021. Dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 6,11 persen.</p>



<p>“Ini baru data ekspor yang tercatat di pabean. Sementara transaksi di domestik, lebih besar nilainya. Hanya kita belum mempunyai mekanisme pencatatan transaksi di dalam negeri,” kata Artati Widiarti, Sabtu (02/07/2022).</p>



<p>Artati menegaskan bahwa dari laporan secara sporadis selama pandemi Covid-19, peningkatannya luar biasa. Hal tersebut tidak hanya dari jenis Koi, tapi juga dari jenis ikan hias lainnya.</p>



<p>“Saya yakin perdagangan ikan hias di dalam negeri ini, sebetulnya sangat besar nilainya,” terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Dirjen PDSPKP KKP menyampaikan, menurut jenisnya permintaan ikan hias pada pasar ekspor di tahun 2021 didominasi oleh ikan hias air tawar sebesar 80,63 persen atau senilai USD 27,8 juta, dan sisanya ikan hias air laut senilai USD 19 juta.</p>



<p>“Jenis ikan hias yang paling diminati adalah Arwana Super Red dan Jardini, Cupang, Botia, Koi, Maskoki, Oscar dan lain-lain. Dan Koi ini mempunyai penggemar yang fanatik dan maki bertambah,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi">Pendaftaran Mudik Gratis Kota Malang Dibuka, Kuota Bertambah Jadi 344 Kursi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
</ul>


<p>Artati menegaskan, untuk mensiasati pasar ekspor, KKP telah meresmikan pusat Koi dan Maskoki Nusantara di reaser dan Ikan hias di Cibinong Bogor. &#8220;Kami berharap, bahwa peresmian ini dapat menghela pertumbuhan industri ikan hias secara nasional,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, ikan hias akan cepat berkembang dengan baik, jika terjadi sinergi antara pemerintah pusat, daerah, para pengusaha, akademisi, dan peneliti.</p>



<p>“Penelitian secara menerus itu harus dilakukan. Ini untuk memperbaiki kualitas,” imbuhnya.</p>



<p>Usai membuka Munas VI Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI), Dirjen PDSPKP KKP mengatakan bahwa pemerintah mendukung bahwa asosiasi itu bergerak. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Blitar, Rini Syariah mengatakan, Munas Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) ini baru pertama kali di laksanakan di Blitar. “Harapan saya, adanya Munas ini, terjadi satu kekompakan sinergi antara pemerintah, swasta, media. Semua stakeholder ini, langsung jadi satu paket. Kalau tidak kompak seperti ini, kita tidak akan terangkat. Bagaimana Koi Blitar kualitasnya dan inovasinya,” kata Rini Syarifah.</p>



<p>Lebih lanjut Mak Rini-sapaan akrab Bupati Blitar menyampaikan, budidaya Koi di Kabupaten Blitar sendiri tidak hanya ada di satu tempat. Tapi sudah terbentuk kampung-kampung Koi.</p>



<p>“Seluruh kecamatan hampir ada kampung Koinya,” jelas Mak Rini.</p>



<p>Mak Rini menambahkan, untuk melestarikan kampung Koi, pemerintah sangat mendukung peternak Koi. &#8220;Kami sangat mendukung. Kami selalu melakukan penyuluhan atau pendampingan, bagaimana kampung-kampung Koi ini sustainable. Pastikan mereka selalu budidaya hingga pemasaran,” papar Bupati Blitar. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Malang Budidaya Kutu Air Moina untuk Kebutuhan Konsumsi Ikan Hias</title>
		<link>https://memontum.com/pemuda-malang-budidaya-kutu-air-moina-untuk-kebutuhan-konsumsi-ikan-hias</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2022 13:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kutu Air Moina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=162178</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Pepatah ini cocok disematkan kepada Bayu Catur, yang saat ini sedang mengembangkan usaha budidaya pakan ikan alami dari kutu air moina. Jika dipikir secara singkat, maka orang akan berpikir, untuk apa membudidayakan kutu air? Siapa sangka, ternyata kutu air moina ini sudah tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Pepatah ini cocok disematkan kepada Bayu Catur, yang saat ini sedang mengembangkan usaha budidaya pakan ikan alami dari kutu air moina.</p>



<p>Jika dipikir secara singkat, maka orang akan berpikir, untuk apa membudidayakan kutu air?</p>



<p>Siapa sangka, ternyata kutu air moina ini sudah tidak asing bagi pecinta ikan hias. Karena makanan untuk ikan hias, salah satunya adalah dari kutu air moina. Kutu air menjadi salah satu pakan favorit, karena ukurannya sesuai bukaan mulut ikan dan tentunya memiliki nilai protein yang cukup tinggi.</p>



<p>Selain ikan hias, sejak lama zooplankton ini juga dijadikan sebagai salah satu sumber pakan alami benih ikan konsumsi. Kandungan protein kutu air bisa mencapai 66 persen dan lemak 6 persen. Sehingga, sangat cocok bagi benih ikan yang masih dalam tahap pertumbuhan.</p>



<p>Bayu Catur sendiri mengatakan, jika mengandalkan pakan pabrikan untuk ikan hias, maka sulit mendapatkan keuntungan. Karena, kebutuhan biaya akan habis untuj biaya di pakan.</p>



<p>Karenanya, dirinya sebagai peternak ikan, harus cerdik mengatasi dan mencari solusi yang baik dalam beternak ikan hias dengan biaya yang murah. &#8220;Bukan hanya bisa hemat pakan. Memberikan makanan ikan hias dengan kutu air moina bisa menghasilkan ikan yang sehat,” ujarnya saat ditemui di Jalan Bayam Dalam RT8 RW2, Kota Malang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi">Pendaftaran Mudik Gratis Kota Malang Dibuka, Kuota Bertambah Jadi 344 Kursi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
</ul>


<p>Selain ikan lebih sehat dan warnanya bagus bagus, tambahnya, kutu air moina juga banyak dicari pembeli. Hal ini masih ditambah dengan harga kutu air moina yang sangat stabil, berbeda dengan ikan hias yang harganya turun naik.</p>



<p>“Saat ini selain jual ikan hias, saya juga banyak menjual kutu air moina. Terlebih saat musim hujan seperti ini, permintaan kutu air moina semakin meningkat,” kata Bayu.</p>



<p>Bayu mengaku, selain memaksimalkan budidaya kutu air moina di sekitar rumahnya, dirinya juga mengajak beberapa teman untuk bermitra dengan usahanya. Karena dirinua merasa perlu, bantuan untuk melayani penjualan yang terus meningkat jumlahnya.</p>



<p>Dalam membudidaya, terangnya, diperlukan teknik khusus agar kutu air moina bisa menghasilkan dan sukses. Serta, tidak terkontaminasi dengan kutu air jet.</p>



<p>“Kalau kutu air moina terkontaminasi kutu air jet, akibatnya bisa sangat berbahaya untuk ikan hias khususnya ikan cupang. Untuk itu, perlu hati-hati saat membudidayakannya,” paparnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peternak Ikan Cupang Kediri, Terus Menggeliat</title>
		<link>https://memontum.com/peternak-ikan-cupang-kediri-terus-menggeliat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 14:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Cupang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=57641</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Budidaya ikan hias di wilayah Jawa Timur khususnya Kediri, dari waktu ke waktu tidak pernah sepi peminat. Berbagai jenis ikan hias silih berganti seiring minat dan hobi masyarakat. Diantara berbagai jenis ikan hias, salah satu jenis ikan hias yang masih terus awet digemari penghobi adalah ikan cupang . Penghoby dan pemburu ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Budidaya ikan hias di wilayah Jawa Timur khususnya Kediri, dari waktu ke waktu tidak pernah sepi peminat. Berbagai jenis ikan hias silih berganti seiring minat dan hobi masyarakat. Diantara berbagai jenis ikan hias, salah satu jenis ikan hias yang masih terus awet digemari penghobi adalah ikan cupang .</p>
<p>    Penghoby dan pemburu ikan cupqng belum lengkap bila tidak berkunjung ke Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri. </p>
<p>    Di kelurahan paling timur Kota Kediri ini, terdapat ratusan rumah tangga yang beternak ikan cupang, baik sekedar sebagai penghasilan tambahan ataupun pekerjaan utama.</p>
<p>    Seperti Ariadi warga Desa Ketami RT. 1 RW. 1 Kota Kediri yang telah memulai budidaya ikan hias cupang sejak tahun 1991.</p>
<p>Jenisnya pun juga beragam mulai dari jenis ikan cupang plakat, serit, Halfmoon, giant dan ikan cupang jenis koi ada di pekarangan kolam milik Pak Lek sebutan akrab sosok Ariadi ini. </p>
<p>    Ketika ditanya omzet dari penjualan ikan hias cupang, Ariadi mengaku dalam satu bulannya mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57641</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
