<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ikan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Aug 2023 08:07:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ikan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang hingga Sekda Lomba Olahan Ikan dan Kampanye Konsumsi Pangan Non Beras Non Terigu</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-hingga-sekda-lomba-olahan-ikan-dan-kampanye-konsumsi-pangan-non-beras-non-terigu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[ikan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda]]></category>
		<category><![CDATA[terigu]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194782</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, menggelar lomba diversifikasi olahan ikan dan kampanye konsumsi pangan non beras non terigu tahun 2023 di Halaman Mini Block Office, Balai Kota Malang, Rabu (02/08/2023) pagi. Dalam gelaran tersebut, turut hadir Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Sekda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, menggelar lomba diversifikasi olahan ikan dan kampanye konsumsi pangan non beras non terigu tahun 2023 di Halaman Mini Block Office, Balai Kota Malang, Rabu (02/08/2023) pagi.</p>



<p>Dalam gelaran tersebut, turut hadir Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, Ketua I TP PKK Kota Malang, Elly Jarwoko, Kepala Perangkat Daerah Pemkot Malang dan seluruh anggota kader PKK di kelurahan Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa gelaran tersebut dilakukan untuk memberikan inovasi dan kreasi dalam mengolah makanan non beras dan non terigu. Agar, dapat memberikan daya tarik bagi anak dan kebutuhan gizi nantinya dapat tercukupi dengan baik.</p>



<p>“Karena banyak kemarin saya jumpai kasus di dua kelurahan. Itu rata-rata anak-anaknya tidak mau makan nasi, sehingga karbohidratnya kurang. Nah ini makanya harus ada inovasi dan kreasi dari ibu-ibu, plus juga ada kasus anak-anak yang tidak suka makan ikan. Mungkin karena bau amisnya atau yang lain. Di sini juga kita menghindari ketergantungan kita terhadap beras,” jelas Wali Kota Sutiaji, seusai mengikuit kegiatan tersebut.</p>



<p>Melalui kegiatan tersebut, menurutnya gemar makan ikan juga dikuatkan. Sehingga, diharapkan nantinya kesehatan Balita dan kesehatan orang dewasa semakin meningkat. Selain itu, juga sebagai bentuk kesiapan dan bentuk antisipasi terhadap fenomena El Nino.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>“Jadi karena kita ada krisis energi yang berpengaruh terhadap beberapa produk yang selama ini konsentrasinya hanya terfokus pada sumber karbohidrat (beras). Ternyata gaplek (olahan dari singkong) itu juga enak dan non beras non terigu itu rasanya hampir sama dengan beras,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga mengikuti lomba memasak dengan olahan ikan. Menurutnya, dalam memasak bukan hanya kewajiban para ibu-ibu, namun urusan bersama. Sehingga harus saling bantu membantu satu sama lain.</p>



<p>“Jadi ini supaya bapak-bapak mengerti bahwa menyajikan makanan itu perlu waktu, susah payah sebetulnya. Harapannya jangan nanti dikit-dikit kita beli makanan. Takutnya kalau ada tambahan pengawet yang membuat tidak sehat. Boleh, akan tetapi diutamakan ketahanan dan keamanan tadi. Ini yang menjadi tujuan gelaran kali ini,” tutur Sutiaji.</p>



<p>Senada dengan itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa gelaran tersebut bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan mengkampanyekan agar masyarakat Kota Malang dalam mengonsumsi pangan tidak hanya berbahan pangan beras dan terigu. &#8220;Bisa komoditi lain, seperti jagung, ketela rambat, ketela pohon, sukun dan lain-lain. Kegiatan ini dalam rangka menggalakkan agar masyarakat pada umumnya ibu-ibu dalam memasak makanan juga menghadirkan menu makanan berupa ikan. Agar kesehatan tubuh anak semakin baik,” ungkap Slamet.</p>



<p>Lebih lanjut mengenai tingkat konsumsi ikan di Kota Malang, pada tahun 2022 menurutnya telah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Yaitu, pada tahun 2021 sebesar 35,5 persen dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 55 persen.</p>



<p>“Tingkat konsumsi ikan di Kota Malang mengalami peningkatan dan di tahun 2022 kemarin urutan ke sembilan di tingkat Provinsi Jawa Timur,” imbuh Slamet.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194782</post-id>	</item>
		<item>
		<title>60 Anggota Polres Probolinggo bersama Warga Bersih-bersih Kawasan Tempat Pelelangan Ikan Randuputih</title>
		<link>https://memontum.com/60-anggota-polres-probolinggo-bersama-warga-bersih-bersih-kawasan-tempat-pelelangan-ikan-randuputih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersih-bersih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ikan,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pelelangan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[randuputih]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193146</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Banyaknya sampah berserakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Randuputih, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, membuat Polres Probolinggo, merasa prihatin. Karenanya, petugas Polres Probolinggo pun tergerak sehingga langsung turun melakukan pembersihan di sekitar lokasi, Kamis (13/07/2023) tadi. Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan bahwa kegiatan peduli lingkungan tersebut juga merupakan kegiatan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Banyaknya sampah berserakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Randuputih, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, membuat Polres Probolinggo, merasa prihatin. Karenanya, petugas Polres Probolinggo pun tergerak sehingga langsung turun melakukan pembersihan di sekitar lokasi, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan bahwa kegiatan peduli lingkungan tersebut juga merupakan kegiatan dari program Kapolri yang dilaksanakan serentak dari jajaran Polda hingga Polsek. Pihaknya menerjunkan sebanyak sekitar 60 personel, untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di TPI Dringu, secara bergotong royong.</p>



<p>Kegiatan tersebut, pun juga mendapatkan sambutan hangat oleh warga setempat. Warga pun kemudian ikut bersama pihak kepolisian membersihkan sampah.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>AKBP Arsya juga menyampaikan pesan Kapolri, bahwa, kegiatan tersebut merupakan edukasi bagi masyarakat agar peduli kepada lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di lingkungan masyarakat</p>



<p>“Jangan biarkan sampah-sampah berserakan di sekitar kita. Selain membuat pemandangan yang tidak enak dan menimbulkan bau yang kurang sedap, sampah juga dapat menimbulkan penyakit,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu warga setempat, Tri, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang peduli. Kepedulian untuk melakukan bersih-bersih di tempat aktifitas dan kurang diperhatikan oleh warga.</p>



<p> &#8220;Terima kasih kepada bapak kepolisian atas kegiatan pembersihan sampah ini. Kami harap akan ada kegiatan seperti ini lagi ke depannya,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193146</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Varian Menu Ikan, Pemkab Lamongan Gandeng PKK Eksplor Masakan Otak-otak</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-varian-menu-ikan-pemkab-lamongan-gandeng-pkk-eksplor-masakan-otak-otak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[eksplor]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[ikan,]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[menu]]></category>
		<category><![CDATA[otak-otak]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, menggelar Lomba Masak Otak-otak di Halaman Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (21/06/2023) tadi. Lomba ini, digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-454 Tahun 2023. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa Pemkab Lamongan terus mendorong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, menggelar Lomba Masak Otak-otak di Halaman Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (21/06/2023) tadi. Lomba ini, digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-454 Tahun 2023.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa Pemkab Lamongan terus mendorong dalam pembuatan menu masakan baru yang lebih baik untuk dapat diperkenalkan ke luar daerah Lamongan. Karenanya, dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah, kerap mendapat sambutan yang baik dari berbagai pimpinan daerah. Dimana, salah satu yang menjadi bahan cerita adalah terkait kuliner Lamongan, yang luar biasa dapat bertahan di daerah.</p>



<p>Bahkan, tambahnya, branding yang diberikan untuk masakan orang Lamongan, selalu enak dan memiliki daya saing. Karenanya, ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dan digelorakan untuk mencapai inovasi varian baru. Terlebih, untuk potensi ikan di Lamongan yang tinggi juga perlu pula dibarengi dengan konsumsi ikan yang tinggi pula dan bisa berdampak pada penurunan angka stunting Lamongan.</p>



<p>“Potensi ikan kita besar. Karenanya, terus kita dorong agar sebanding dengan konsumsinya. Ini salah satu treatment dan cara agar masyarakat mempunyai kesadaran mengkonsumsi ikan bagi penurunan angka stunting,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lomba yang terbuka untuk masyarakat umum dari berbagai daerah di Lamongan, ini diikuti kurang lebih 50 peserta dengan sebagian besar adalah kaum Hawa. Terkecuali, seorang warga yakni Shokib, asal Plumpang Sukodadi dan Budiharto dari Kecamatan Sambeng. Pihaknya mengaku, memperoleh informasi dari media sosial juga dari grup WhatsApp.</p>



<p>“Tahu informasi lomba ini dari media sosial. Otak-otak yang saya buat namanya Otak-otak Jeliteng. Ini tidak menggunakan kelapa tapi menggunakan bumbu rawon atau kluwek. Harapannya, nanti bisa menjadi juara,” ungkap Shokib.</p>



<p>Selain itu, Budiharto yang merupakan pekerja di Kota Malang, ini mengaku bahwa dirinya sampai mengupayakan pulang-pergi dari Malang ke Lamongan, saat pelaksanaan technical meeting dan pelaksanaan lomba. &#8220;Iya ini saya kan dari Malang. Kebetulan, memang kerja di Malang. Kemarin itu technical meeting dan saya bela-belain ke sini. Kemudian tadi malam itu dari Malang langsung ke Sambeng, untuk menyiapkan bahan masakan. Saya tahu ini dari grup UMKM Sambeng. Kalau Otak-otak saya ini diaplikasikan dengan saus asam manis,” terangnya.</p>



<p>Kepala Dinas PMD, Zamroni, mengatakan bahwa dalam lomba ini diharapkan mampu menambah khazanah dan kekayaan cita rasa otak-otak sebagai oleh-oleh khas Lamongan. &#8220;Untuk penilaian lomba, telah didatangkan tiga juri dari Indonesian Chef Association Chef Ari Wahyu, Chef Chidir Hariadi dan Chef Farikh Makhfudh,&#8221; ujarnya. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Budidaya Ikan Koi di Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-budidaya-ikan-koi-di-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 08:06:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ikan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132668</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sektor perikanan di Indonesia, memang memiliki potensi yang sangat besar. Berbagai jenis budidaya ikan, banyak dijalankan oleh masyarakat. Salah satunya, adalah budidaya ikan koi yang memiliki nilai jual yang tinggi. Ikan yang merupakan jenis ikan mas atau kaper ini, memiliki potensi bisnis yang besar. Selain warnanya yang cantik, ikan ini juga banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sektor perikanan di Indonesia, memang memiliki potensi yang sangat besar. Berbagai jenis budidaya ikan, banyak dijalankan oleh masyarakat. Salah satunya, adalah budidaya ikan koi yang memiliki nilai jual yang tinggi.</p>



<p>Ikan yang merupakan jenis ikan mas atau kaper ini, memiliki potensi bisnis yang besar. Selain warnanya yang cantik, ikan ini juga banyak diburu pecinta ikan. Meski pun, untuk segi perawatan juga membutuhkan perawatan ekstra.</p>



<p>Imam, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, RT 05/ RW 02, Kecamatan Wonoasih, adalah salah satu pembudidaya ikan koi yang ada di Kota Probolinggo. Dirinya memiliki kolam yang terbilang cukup besar, di belakang rumahnya.</p>



<p>”Saya dahulu tertarik budi daya ikan koi, karena melihat warnanya yang cantik dan sering diburu orang,” ujarnya.</p>



<p>Sejak setahun lalu, dirinya mulai mencoba budidaya ikan koi. Setelah sebelumnya, budidaya ikan gurami dan sejenis ikan konsumsi lainnya. &#8220;Kemudian mencoba ikan koi, ternyata perawatannya tidak terlalu sulit,” ungkap Imam.</p>



<p>Hanya saja, kondisi itu berbalik saat memasuki musim penghujan. Perawatannya, cenderung berbeda dengan saat musim panas. Karena ikan yang mempunyai warna cantik tersebut sangat peka dengan perubahan suhu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bila air tidak segera diganti, tambah Imam, maka ikan koi akan mudah terserang cacar maupun jamur. Penyebaran cacar maupun jamur, ini pun biasanya sangat cepat. Sehingga, dengan muda menular ke ikan yang lain.</p>



<p>“Kalau sudah terkena ingsang harus segera diganti dan diberi obat jamur khusus ikan. Dengan kolam yang bersih maka kondisi ikannya terjaga dan sehat,” urainya, Rabu (20/01) tadi.</p>



<p>Sedangkan makanan ikan koi sendiri sejenis makanan palet ikan khusus berprotein tinggi. Sehingga, warna ikan koi akan semakin bagus. “Kalau makananya bagus, warna ikan juga akan semakin bagus. Ikan koi diburu karena warnanya.</p>



<p>“Jenis ikan koi yang dibudidaya adalah ikan koi jenis showa dan koi sanke. Hanya saja, koi yang paling diburu, warnanya polos. Meski berukuran kecil, ikan ini tetap mempunyai warna yang bagus dan akan tetap dibeli konsumen,” ungkap Imam.</p>



<p>Untuk bibit ikan koi, dirinya menjual dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan untuk ukuran, sekitar 15 sampai 20 centimeter (cm). Sedangkan untuk ukuran 25 – 30 cm, harganya ada yang Rp 60.000 sampai Rp 80 per ekor. Semuanya, tinggal tergantung dari warna ikannya. <strong>(geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132668</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
