<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ipuk Fiestiandani &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ipuk-fiestiandani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Jan 2022 10:41:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ipuk Fiestiandani &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Ipuk Luncurkan Banyuwangi Rebound</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-ipuk-luncurkan-banyuwangi-rebound</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 15:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi Rebound]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ipuk]]></category>
		<category><![CDATA[Ipuk]]></category>
		<category><![CDATA[Ipuk Fiestiandani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161587</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gerakan basket yang melompat tinggi untuk kemudian menyambut bola pantul yang gagal masuk ring untuk kembali dilesakkan menjadi poin menginspirasi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meluncurkan program &#8216;Banyuwangi Rebound&#8217; di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (10/01/2022). Seperti halnya gerakan rebound dalam basket itulah, Banyuwangi akan dibawa melompat kembali, setelah sempat terdampak pandemi Covid-19. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gerakan basket yang melompat tinggi untuk kemudian menyambut bola pantul yang gagal masuk ring untuk kembali dilesakkan menjadi poin menginspirasi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meluncurkan program &#8216;Banyuwangi Rebound&#8217; di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (10/01/2022). Seperti halnya gerakan rebound dalam basket itulah, Banyuwangi akan dibawa melompat kembali, setelah sempat terdampak pandemi Covid-19.</p>



<p>&#8220;Sejak wabah Covid-19 mendera seluruh dunia, banyak hal kemudian meleset dari rencana awal. Ini ibarat pebasket yang gagal melesakkan bola ke ring. Di situasi seperti inilah, kita harus rebound mengambil kesempatan tersebut untuk menuntaskannya menjadi poin atau gol,&#8221; ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Peluncuran &#8216;Banyuwangi Rebound&#8217; sendiri, dihadiri jajaran Forpimda Banyuwangi, Komandan Kodim 0825, Letkol Kav Eko Julianto, Komandan Pangkalan AL Banyuwangi, Letkol Laut (P) Ansori, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, Nova Flury Bunda, Kepala Kejaksaan Negeri, Muhammad Rawi. Termasuk, tokoh-tokoh seperti KH Suyuti Thoha, Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, Ketua PD Muhammadiyah, Dr H Mukhlis Lahuddin, Ketua LDII Banyuwangi, H Astro Djunaidi, Ketua MUI Banyuwangi, KH M Yamin, Ketua PHDI Banyuwangi, Suminto, Ketua DKB Hasan Basri, Samsudin Adlawi, Ketua HIPMI Banyuwangi, Dede Abdul Ghani, Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi, Anton, Ketua Asosiasi BPD, Rudi Hartono.</p>



<p>Banyuwangi Rebound sendiri, terang Bupati Ipuk, berangkat dari tantangan dan optimisme yang ada. Di tengah pandemi ini, angka kemiskinan naik meskipun Banyuwangi mengalami kenaikan yang terendah di Jawa Timur (0,1 persen). Pada saat bersamaan, ada tantangan dunia yang semakin terdigitalisasi.</p>



<p>&#8220;Namun, di tengah berbagai tantangan, kita masih punya optimisme. Pertumbuhan ekonomi mulai kembali positif. Roda ekonomi mulai bergerak, salah satu indikatornya adalah pembiayaan dari perbankan ke UMKM yang melonjak. Growth kredit perbankan Banyuwangi jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, budaya inovasi yang dikembangkan pemerintah terus berkembang,&#8221; terang Ipuk.</p>



<p>Dari tantangan dan optimisme inilah, papar Ipuk, arsitektur Banyuwangi Rebound dibangun. Meliputi tiga pilar dan dua pondasi penting dari gerakan Banyuwangi Rebound ini. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan pondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang ekselen dan partisipasi aktif publik.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ini bukan sekadar gerakan untuk pariwisata. Bukan pula hanya sebatas UMKM. Tapi, ini adalah gerakan yang menyeluruh. Menjangkau seluruh sektor dan pemangku kepentingan untuk membawa Banyuwangi mampu melakukan rebound,&#8221; tegas Ipuk.</p>



<p>Bupati Ipuk lantas membeber, tiga ekosistem dalam Banyuwangi Rebound. Pertama, ekosistem penanganan pandemi yang terdiri atas berbagai langkah tangani Covid-19 dan meningkatkan derajat kesehatan warga secara umum.</p>



<p>“Maka selain penanganan pandemi seperti kita menuju 100 persen vaksinasi anak, berbagai langkah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif kita integrasikan. Termasuk di dalamnya menuju zero stunting, dukungan bidan desa, suplemen gizi rakyat, memacu kegiatan-kegiatan olahraga, dan revitalisasi unit kesehatan sekolah (UKS),” tuturnya.</p>



<p>Ekosistemnya berikutnya, lanjut Ipuk, adalah pemulihan ekonomi. Mulai program pengembangan UMKM, pertanian, infrastruktur, pembangunan perdesaan, hingga pariwisata telah dirancang. Semuanya didesain untuk membuka lapangan kerja serta memulihkan pergerakan ekonomi warga.</p>



<p>“Kami telah menyusun siapa mengerjakan apa plus target waktunya. Contohnya kita siapkan pembangunanan dan perbaikan 1.000 kilometer jalan, pada bulan kesekian harus tercapai target sekian, dan seterusnya. Jadi tidak menumpuk di semester II/2022 saja,” jelasnya.</p>



<p>Adapun ekosistem ketiga adalah merajut harmoni. Ikhtiar memperkuat solidaritas solidaritas sosial, mengembangkan SDM dari sisi pendidikan, menjaga keberlanjutan lingkungan, hingga memperkuat kerukunan antar umat beragama ada pada ekosistem ini. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Ternak Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-beri-layanan-pemeriksaan-kesehatan-hewan-ternak-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2021 06:52:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[dokter hewan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Ipuk Fiestiandani]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136832</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga. “Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga.</p>



<p>“Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan ternak di Banyuwangi. Agar mereka bisa bereproduksi dan berproduksi secara maksimal. Target tahun ini kami bisa melayani 10 ribu hewan ternak besar, seperti sapi dan kambing,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan, Minggu (14/03/2021).</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, tim keliling ke lokasi peternakan maupun tempat permukiman warga di desa-desa menggunakan mobil ambulans khusus ternak yang telah disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Mobil ambulans tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan khusus ternak. Seperti mikroskop, kamar hitung, alat pemeriksa berat jenis susu (laktodensimeter), hingga Ultrasonografi (USG) untuk sapi dan ternak kecil.</p>



<p>Dengan berbagai peralatan itu, tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara terpadu, dilanjutkan pemberian vitamin, obat cacing, mineral, hingga tindakan pengobatan jika memang ditemukan hewan ternak yang sakit.</p>



<p>Bagi hewan yang bisa ditangani di lokasi, terang Arief, akan langsung ditangani oleh dokter hewan dan petugas medis di tempat. Bagi hewan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, akan langsung dibawa ke klinik hewan setelah mendapat penanganan awal.</p>



<p>“Layanan ini gratis. Warga cukup membawa hewan ternaknya ke lokasi pelayanan yang telah diumumkan sehari sebelumnya oleh petugas. Jadwalnya kami bikin fleksibel asalkan dalam setahun bisa mencapai 10 ribu ekor ternak. Jadi bisa seminggu atau dua minggu sekali,” ujar Arief.</p>



<p>Tak hanya ke desa-desa, layanan ini juga rutin keliling ke pasar-pasar hewan secara bergilir.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/135968-desa-kemiren-banyuwangi-terima-sertifikasi-desa-wisata-berkelanjutan-dari-menparekraf#ixzz6p4BaqtBe" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Desa Kemiren Banyuwangi Terima Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf</a></strong></p>



<p>“Kalau ini dilakukan rutin setiap minggu untuk monitoring kejadian penyakit di lapangan. Kita kan tahu mobilitas ternak di pasar itu sangat tinggi sehingga pemeriksaannya harus lebih intensif dan rutin,” terang Arief.</p>



<p>Selain itu, layanan ini menjangkau sasaran yang lebih luas. Tidak hanya hewan ternak, tapi juga hewan peliharaan seperti kucing, anjing, iguana, dan lainnya.</p>



<p>Ditambahkannya, selain kegiatan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis ini juga melayani panggilan via telepon bagi warga yang hewan ternaknya sakit. “Kami juga punya tim dokter hewan dan tenaga kesehatan di kecamatan-kecamatan yang siap on call,” terang Arief.</p>



<p>Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta layanan kesehatan hewan keliling itu terus ditingkatkan. Ipuk berharap, dengan layanan jemput bola ini penanganan kesehatan terhadap hewan ternak tertangani semakin cepat dan tepat, untuk menekan kerugian yang dialami peternak.</p>



<p>&#8220;Apabila masalah kesehatan hewan ternak bisa segera diatasi, maka akan menghindari kerugian yang lebih besar bagi peternak,&#8221; kata Ipuk.</p>



<p>Ipuk sendiri sempat meninjau kegiatan layanan keliling tersebut di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo pada 11 Maret 2021 lalu. Saat itu, sebanyak 100 sapi milik warga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh petugas. &#8220;Ini pelayanan yang bagus, dan kami sangat terbantu. Dengan layanan rutin ini, ternak tidak harus sakit dahulu baru diperiksa. Kami juga langsung bisa konsultasi terntang ternak kami dengan petugas kesehatan,&#8221; ujar Mardiyanto, salah satu peternak sapi asal Desa Kalipait. <strong>(Kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136832</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Smart Santri Bupati Banyuwangi Ajak ASN Mengaji Kitab Kuning</title>
		<link>https://memontum.com/program-smart-santri-bupati-banyuwangi-ajak-asn-mengaji-kitab-kuning</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 22:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ipuk Fiestiandani]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Banyuwangi untuk mengaji kitab kuning yang selama ini menjadi korpus pembelajaran di pesantren. Hal ini sebagai bagian dari upaya penguatan spritualitas warga Banyuwangi. “Kami tidak ingin membuat para ASN menjadi santri semua. Tapi, paling tidak, akan mendapatkan siraman rohani sebagaimana para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Banyuwangi untuk mengaji kitab kuning yang selama ini menjadi korpus pembelajaran di pesantren. Hal ini sebagai bagian dari upaya penguatan spritualitas warga Banyuwangi.</p>



<p>“Kami tidak ingin membuat para ASN menjadi santri semua. Tapi, paling tidak, akan mendapatkan siraman rohani sebagaimana para santri. Sehingga akan memperkuat spiritualitas kita, iman kita, yang nantinya akan memperbaiki produktivitas dalam hidup kita semua,” ungkap Bupati Banyuwangi, <a href="https://memontum.com/tag/ipuk-fiestiandani"><strong>Ipuk Fiestiandani Azwar Anas</strong></a> saat membuka acara Smart Santri tersebut di PP. Al-Falah, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Rabu malam (10/03).</p>



<p>Kegiatan Smart Santri sendiri merupakan rangkaian pengajian kitab kuning yang digelar secara hybrid. ASN dan warga Banyuwangi yang menyimaknya secara daring melalui aplikasi zoom dan channel youtube. </p>



<p>Sedangkan sejumlah pejabat ikut mengaji secara langsung di lokasi kegiatan. Hal ini tidak saja bertujuan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes), tapi juga untuk melakukan efisiensi waktu.</p>



<p>“Kami berikhitiar agar acara ini menjadi sarana untuk belajar secara efisien dan smart. Dengan cara ini kita akan belajar kitab-kitab yang diajarkan di pesantren,” terang Ipuk.</p>



<p>Acara Smart Santri sendiri akan digelar secara regular. Digelar dua kali dalam sebulan di tiap Rabu malam. Berpindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain dan melibatkan kiai-kiai di Banyuwangi yang akan mengisinya.</p>



<p>“Semoga kita diberikan keistiqamahan untuk mengikuti acara ini. Sehingga diberikan ilmu yang bermanfaat serta bertambahnya keimanan,” harap Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/134651-antisipasi-banjir-dpu-pengairan-banyuwangi-lakukan-normalisasi-sungai">Antisipasi Banjir, DPU Pengairan Banyuwangi Lakukan Normalisasi Sungai</a></strong></p>



<p>Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Zainullah Marwan yang mengawali gelaran Smart Santri ini mengapresiasi kegiatan tersebut.</p>



<p>Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin terhadap bawahannya. Tidak sekadar dalam konteks profesional pekerjaan, tapi juga memperkuat kerohanian para bawahannya.</p>



<p>“Pada hakikatnya semua makhluk, termasuk kita manusia ini, diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun, bukan berarti kita tidak boleh bekerja. Kita harus bekerja. Tapi, harus mentaati segala pekerjaan kita sebagai bagian ibadah kepada Allah. Di sinilah, bentuk tanggung jawab seorang pemimpin. Bagaimana dengan ngaji ini, akan memberikan pemahaman bahwa pekerjaan kita adalah ibadah kepada Allah,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Falah, Buluagung itu.</p>



<p>Pada kesempatan gelaran Smart Santri yang pertama ini, kitab yang dikaji adalah Kitab Hikam karya Syekh Ibnu Athoilah al-Askandari.</p>



<p>Kitab yang ditulis oleh ulama sufi ini, banyak dibaca oleh kalangan pesantren di Nusantara dan tak sedikit yang menjadikannya sebagai pegangan dalam menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Isinya berupa nasihat-nasihat hikmah yang luhur.</p>



<p>“Hikam ini adalah bentuk jama’ (plural) dari hikmah yang artinya kebijakan. Semoga kita semua yang mengaji ini, diberikan kebijaksanaan oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya, kebijaksanaan itu, semata-mata hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang hanya Ia kehendaki,” terang Kiai Ali Hasan<br>Syadili dari Pesantren Mambaul Ulum, Sumberberas, Muncar yang menjadi narasumber dalam kajian Smart Santri edisi perdana tersebut. <strong>(kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136633</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
