<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ITS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/its/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Apr 2023 13:22:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ITS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Selama Libur Lebaran, ITS Pantau 786.309 Unit Kendaraan Masuk Keluar Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/selama-libur-lebaran-its-pantau-786-309-unit-kendaraan-masuk-keluar-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 13:22:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Melalui Intellegent Traffic System (ITS), terpantau kepadatan arus kendaraan pada tanggal 24 April 2023 untuk di wilayah Kota Batu, hingga 123.606 unit. Kendati demikian, dengan terjadinya kepadatan kendaraan tersebut, ternyata arus jalan raya masih bisa dikondisikan. Disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bahwa dilihat dari kepadatan kendaraan yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Melalui Intellegent Traffic System (ITS), terpantau kepadatan arus kendaraan pada tanggal 24 April 2023 untuk di wilayah Kota Batu, hingga 123.606 unit. Kendati demikian, dengan terjadinya kepadatan kendaraan tersebut, ternyata arus jalan raya masih bisa dikondisikan.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bahwa dilihat dari kepadatan kendaraan yang ada di wilayah Kota Batu, memang terjadi pada tanggal 24 April 2023. Dimungkinkan, hari itu wisatawan menghabiskan liburan di Kota Batu, karena besoknya arus balik ke daerahnya masing-masing.</p>



<p>&#8220;Jadi, terpantau melalui ITS terjadi kepadatan arus di wilayah Kota Batu pada tanggal 24 April 2023 yang tercatat 123.606 unit kendaraan yang dominasinya hampir seimbang antara roda dua dan empat,&#8221; terang Aries, saat berada di pusat oleh-oleh Kota Batu, Kamis (27/04/2023) sore.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rejang-lebong-ditetapkan-tersangka-dugaan-suap-fee-proyek-wabup-tak-terbukti">Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti</a></li>
</ul>


<p>Sebenarnya, menurut Aries, dari pantauan ITS juga menyebutkan selama musim liburan, kendaraan yang keluar masuk di Kota Batu mulai 19 sampai 25 April 2023 mencapai jumlah 786.309 unit kendaraan. &#8220;Kalau dihitung global selama liburan, ITS memantau ada 786.309 kendaraan yang keluar masuk Kota Batu. Tetapi, puncak kepadatan kendaraan di Kota Batu terjadi pada tanggal 24 April 2023 karena pada tanggal itu kalau dilihat di layar CCTV juga menunjukkan peningkatan arus kendaraan dan besoknya pada tanggal 25 April 2023 sedikit menurun,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kendati demikian, dengan memuncaknya kepadatan kendaraan pada tanggal 24 April 2023, bisa dikondisikan dengan baik. Untuk itu, ungkapan ekspresi diberikannya kepada Polri TNI dan OPD juga semua elemen yang telah memberikan pengamanan saat liburan lebaran.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada seluruh OPD yang terlibat secara langsung dalam pengamanan arus lebaran, juga kolaborasi dan sinergi bersama jajaran Polri dan TNI, ormas dan seluruh peran serta masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di Kota Batu,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menhan Prabowo MoU dengan ITS untuk Teknologi</title>
		<link>https://memontum.com/menhan-prabowo-mou-dengan-its-untuk-teknologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 13:50:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Menhan Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkunjung ke Institut Teknologi sepuluh November (ITS), untuk kerjasama inovasi teknologi karya anak bangsa. &#8220;Saya hari ini diundang ke kampus ITS, sebelumnya saya ke Universitas Airlangga, kita tanda tangan kerja sama Airlangga dan ITS di bidang pendidikan dan penelitian kemudian pengembangan kerja sama antara ilmu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkunjung ke Institut Teknologi sepuluh November (ITS), untuk kerjasama inovasi teknologi karya anak bangsa.</p>



<p>&#8220;Saya hari ini diundang ke kampus ITS, sebelumnya saya ke Universitas Airlangga, kita tanda tangan kerja sama Airlangga dan ITS di bidang pendidikan dan penelitian kemudian pengembangan kerja sama antara ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dan Kemhan,&#8221; kata Prabowo usai berkunjung ke ITS, Senin (06/09) tadi.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rejang-lebong-ditetapkan-tersangka-dugaan-suap-fee-proyek-wabup-tak-terbukti">Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-terkait-suap-proyek-bupati-dan-wabup-rejang-lebong-serta-3-asn-terjaring-ott-kpk">Diduga Terkait Suap Proyek, Bupati dan Wabup Rejang Lebong serta 3 ASN Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
</ul>


<p>Lanjut Prabowo mengungkapkan, pihaknya ingin menggunakan teknologi untuk pertahanan negara dengan inovasi-inovasi dari hasil karya anak bangsa, &#8220;Ternyata anak-anak mampu berbuat yg banyak dan kita godog (dampingi) sekarang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terkait Inovasi, Prabowo mengatakan, bahwa ITS sedang mengembangkan ventilator yakni oksigen genalator. Sehingga negara tidak perlu untuk import dari luar negeri.</p>



<p>&#8220;Tadi ada buatan anak bangsa inovasi kita. Insyaallah kita akan banyak kasih order pemesanan untuk anak bangsa kita sendiri,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Rektor ITS, Mochamad Ashari, menyampaikan terima kasih kepada Menhan Prabowo yang sudah bekerjasama ke beberapa perguruan tinggi, termasuk ITS.</p>



<p>&#8220;Pak Menhan sangat konsen dengan teknologi ITS, karena pertahanan itu tidak lepas dengan teknologi, kita tunjukkan karya-karya kawan-kawan yang banyak juga diteknologi,&#8221; kata Ashari</p>



<p>Selain itu, Ashari menjelaskan tentang karya inovasi yang telah dikembangkan contohnya seperti peluru 5 mm yang sudah uji coba.</p>



<p>&#8220;Ada banyak yang sempat dipamerkan itu semuanya, Pak Menhan sangat konsen untuk membuat kerja sama ini berjalan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut ia menambahkan terkait oksigen ventilator yang sedang dikembangkan juga. Sebab saat itu pandemi sedang memuncak. Banyak kekurangan tabung. Sehingga pihaknya mengembangkan oksigen listrik.&nbsp; &#8220;Kita kembangkan listrik, konsentrasi 93 persen. Normal 90 persen.&nbsp; Kemhan ingin lebih besar lagi. Ini kan kecil untuk per orang satu atau dua orang dengan kecepatan 5 liter per menit, supaya bisa dimanfaatkan di rumah sakit. Yang lebih besar, portabel mobil lah,&#8221; jelas Ashari. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA</title>
		<link>https://memontum.com/its-dan-unair-bekerjasama-pembuatan-robot-raisa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2020 11:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Robot]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/111999-its-dan-unair-bekerjasama-pembuatan-robot-raisa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) bekerjasama dengan RS Unair untuk pembuatan Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA). RAISA merupakan robot pelayan kesehatan untuk membantu dan meminimalisir kontak tenaga medis kepada pasien. Rencananya, Kamis (16/4/2020) lusa akan digunakan langsung di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair. Dari empat RAISA, baru satu yang akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) bekerjasama dengan RS Unair untuk pembuatan Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA). RAISA merupakan robot pelayan kesehatan untuk membantu dan meminimalisir kontak tenaga medis kepada pasien.</p>
<p>Rencananya, Kamis (16/4/2020) lusa akan digunakan langsung di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair. Dari empat RAISA, baru satu yang akan digunakan, karena tiga lainnya masih dalam proses pengerjaan.</p>
<p>&#8220;Jadi Kamis (16/4/2020) ini nanti sudah bisa operasional di RSUA, baru satu yang jadi. Kita sedang membuat empat yang tiga ini masih dalam proses,&#8221; kata Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng di Gedung Robotik, Selasa (14/4/2020).</p>
<p>Ashari mengatakan, satu robot yang akan digunakan pekan ini fungsinya masih robot asisten tenaga kesehatan. Nantinya, ITS juga akan menanamkan sensor temperature.</p>
<p>&#8220;Tidak perlu lagi perawat datang kemudian di ukur (suhu). Cukup dengan ini dilihat dari kamera sudah bisa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan perkembangannya, Ashari menjelaskan, jika setiap robot memiliki fungsi dan fitur macam-macam. Untuk RAISA yang akan digunakan lusa fiturnya lewat pengendalian remot yang digunakan oleh perawat dan bisa melakukan komunikasi dua arah untuk mengecek kondisi lewat camera.</p>
<p>&#8220;Karena robot ini mempunya monitor untuk komunikasi dua arah, ada fitur audionya juga. Jadi ketika pasien di tanya bagaimana keluhannya, demamnya seperti apa bisa diukur dengan robot ini. Karena robot ini juga bisa mengecek temperatur suhu badan pasien,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dirut RS Unair Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM mengatakan, selain mengurangi frekuensi RAISA juga meningkatkan kenyamanan pasien. Selain itu juga mengurangi penggunaan APD.</p>
<p>&#8220;Selain mengurangi penggunaan APD juga mengurangi transmisi tenaga medis dan meningkatkan kenyamanan pada pasien,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, jika pasien sudah merasa nyaman, imunitas tubuh juga akan bagus. Sehingga, virus dapat mati dengan sendirinya. &#8220;Virus bisa dieleminasi oleh tubuh sendiri. Kesehatan biologis dan psikologis,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, robot ini tidak mengantikan tenaga kesehatan tapi meminimalisir tenaga kesehatan untuk masuk.</p>
<p>&#8220;Mungkin biasanya masuk satu hari hari tiga kali bisa setengahnya. Karena sentuhan dokter pada pasien itu tidak bisa digantikan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Nasron juga menambahkan, dengan adanya robot Raisa tujuan RS Unair, yakni zero kematian akibat covid, zero nakes tertular, zero keluarga naske tertular, zero diskriminasi bisa dicapai.</p>
<p>&#8220;Harapannya pasien keluar sembuh, bukan keluar meninggal,&#8221; pungkasnya. <strong>(Riz/Ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dosen ITS Jelaskan Manfaat dan Bahaya Bilik Sterilisasi</title>
		<link>https://memontum.com/dosen-its-jelaskan-manfaat-dan-bahaya-bilik-sterilisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 08:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bilik Sterilisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini, membuat masyarakat mendapat informasi simpang siur di dunia maya dengan adanya berbagai istilah mulai disinfektan, antiseptik, hingga bilik sterilisasi. Baru-baru ini, World Health Organization (WHO) telah memberi peringatan terkait bahaya pemakaian alkohol dan chlorine pada tubuh. Melihat hal tersebut, Prof Dr rer nat Fredy [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini, membuat masyarakat mendapat informasi simpang siur di dunia maya dengan adanya berbagai istilah mulai disinfektan, antiseptik, hingga bilik sterilisasi. Baru-baru ini, World Health Organization (WHO) telah memberi peringatan terkait bahaya pemakaian alkohol dan chlorine pada tubuh.</p>
<p>Melihat hal tersebut, Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi, guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memberikan penjelasan ilmiahnya untuk mencegah kepanikan masyarakat.</p>
<p>Fredy mengungkapkan, virus baru ini (Covid-19) telah menyita banyak perhatian dari semua kalangan, mulai dari dokter, para ahli, hingga masyarakat awam. Saat ini, disinfektan dan antiseptik yang dinilai sebagai langkah preventif untuk mencegah penularan virus corona banyak diburu dan bahkan diracik sendiri oleh masyarakat. “Yang lebih menarik lagi adalah munculnya fenomena bilik sterilisasi atau sterilization chamber, saya kira hal ini dipicu oleh keberhasilan Vietnam yang turut mempopulerkan lewat dunia maya,” ujarnya, Senin (30/3/2020).</p>
<p>Setelah ramai akan berita tersebut, lanjut Fredy, semua daerah termasuk di Indonesia ikut membuat bilik sterilisasi. “Masalah mulai timbul ketika ada sentilan dari WHO terkait bahaya pemakaian alkohol dan chlorine pada tubuh,” kata dosen Departemen Kimia ITS ini.</p>
<p>Menurutnya, informasi tersebut mengingatkan pada kita bahwa bahan kimia perlu ditangani dengan benar. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai kimia sangat diperlukan, mengingat banyak masyarakat awam yang membuat disinfektan maupun antiseptik sendiri.</p>
<p>“Bila dilakukan oleh orang yang tidak punya kompetensi dan kapabilitas yang cukup dalam meramu dan menggunakan secara benar, maka akan sangat berbahaya bagi diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan dalam waktu dekat dan bisa jadi jangka panjang,” ungkap Fredy .</p>
<p>Dosen yang bergelut di bidang kemo dan biosensor ini, menjelaskan lebih dalam apa itu antiseptik dan disinfektan terlebih dahulu. Berdasarkan istilah WHO, antiseptik adalah salah satu jenis disinfektan yang menghancurkan atau menghambat mikroorganisme pada jaringan hidup tanpa mengakibatkan cedera. “Termasuk dalam klasifikasi ini adalah polyvidone iodine, chlorhexidine, dan alkohol,” terangnya .</p>
<p>Sedangkan, disinfektan berfungsi menghancurkan dan menghambat mikroorganisme patogen pada keadaan nonspora atau vegetatif.</p>
<p>Bahan-bahan berbasis kedua material yang disebut, chlorine dan etanol banyak tersedia di pasaran. Bahkan, WHO juga telah memberikan resep rekomendasi membuat hand sanitizer berbasis etanol dan Iso Propyl Alcohol (IPA). “Masalahnya, apakah masyarakat mempunyai kemampuan untuk meramu dengan benar? Bahkan di antara yang membuat tidak mengerti bagaimana memeriksa kadar alkohol dan bahan yang digunakan dengan baik,” tutur Fredy mengingatkan.</p>
<p>Dengan adanya formula WHO ini, menurut Fredy, membuat orang awam mendadak mengerti kimia. Membuat hand sanitizer sendiri menjadi pilihan masyarakat karena harganya di pasaran sangat mahal. Ada yang membuat untuk kebutuhan pribadi atau bahkan juga karena melihat peluang bisnis.</p>
<p>“Bahan baku etanol dan IPA menjadi langka dan harganya meningkat drastis, dari Rp 30 ribu per liter menjadi Rp 180 ribu per liter, akibatnya masyarakat menjadi panik karena menganggap hand sanitizer sebagai dewa penyelamat ,” ungkap Kepala Departemen Kimia ITS ini.</p>
<p>Dari masalah yang terus timbul, datanglah “bantuan darurat” yang bermaksud membantu dari seseorang pada lembaga tertentu. Yang mana memberikan cara sederhana membuat hand sanitizer dari bahan-bahan disinfektan yang mudah ditemui di pasaran. “Senyawa-senyawa dalam rekomendasi tersebut sebenarnya bukan untuk antiseptik, apalagi ada ide senyawa tersebut dipakai pada bilik sterilisasi,” terangnya lagi.</p>
<p>Padahal WHO sudah jelas tidak merekomendasikan cairan seperti etanol, chlorine, dan H2O2 pada bilik sterilisasi. Fredy menjelaskan bahwa bahan-bahan tersebut bersifat karsinogenik, bahkan mengakibatkan mutasi bakteri, dapat dilihat Material Safety Data Sheet (MSDS). Pendapat ini mempertimbangkan dampak negatif pada satu hingga dua tahun ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Daftar Rekomendasi WHO Untuk Disinfektan</h2>
<p>Lebih lanjut, Fredy menerangkan bahwa bilik sterilisasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu bilik itu sendiri dan bahan disinfektan yang digunakan. “Tujuan dari bilik ini adalah membunuh mikroorganisme yang menempel di badan atau di pakaian seseorang secara seketika,” urainya.</p>
<p>Disinfektan hanya akan mempengaruhi yang ada dalam ruangan bilik, walaupun residunya pun dapat keluar dalam jumlah besar. Namun yang menjadi pokok masalah bahaya dari bilik ini adalah bahan kimia yang digunakan.</p>
<p>Dari semua bahan kimia yang umum tersedia sebagai disinfektan berdasarkan Centers of Disease Control and Prevention (CDCP) dan WHO, hampir semua senyawa tersebut memiliki efek yang cukup signifikan bila digunakan kepada manusia secara langsung.</p>
<p>“Namun, ada dua senyawa yang aman digunakan, yaitu ozon dan klorin dioksida, namun tetap dengan ukuran yang telah ditentukan dan cara pemakaian yang benar,” kata Fredy.</p>
<p>Tulisan terbaru terkait terapi ozon telah dilaporkan oleh Rowen dan Robins. Ozon efektif digunakan untuk membunuh SARS Cov-2 yang merupakan penyebab Covid-19, secara aman, efektif, dan dengan biaya yang rendah. “Batas yang bisa diterima manusia terpapar oleh ozon adalah 0,06 ppm selama 8 jam per hari untuk lima hari dalam seminggu atau 0,3 PPM maksimum untuk 15 menit,” jelas Fredy.</p>
<p>Sedangkan untuk chlorine dioxide (klorin dioksida), lanjut Fredy, berdasarkan data WHO dan penelitian lain memiliki potensi untuk digunakan dalam bilik sterilisasi.</p>
<p>“Penelitian menunjukkan bahwa bila terhirup pada jangka yang pendek klorin dioksida cukup aman bagi kesehatan manusia, dengan batas konsentrasi sampai 0,3 ppm selama 15 menit tidak akan menyebabkan kematian ataupun tanda-tanda adanya gangguan kesehatan,” paparnya.</p>
<p>Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, bilik sterilisasi menggunakan Ozon dan Chlorine Dioxide memiliki potensi untuk digunakan mengatasi kasus Covid-19 dengan aman. Namun, syarat bilik sterilisasi harus dibuat dan dikontrol kualitasnya oleh tenaga ahli yang kompeten.</p>
<p>“Kontrol kualitas dari bilik yang dimaksud adalah terkait dosis dan cara penggunaan yang benar, bahan-bahan disinfektan lain selain Ozon dan Chlorine Dioxide tidak direkomendasi karena dapat mengakibatkan efek samping yang fatal dalam jangka waktu dekat maupun panjang,” ungkapnya.</p>
<p>Fredy mengatakan, dengan kondisi pandemi seperti saat ini, tentu saja semua cara perlu untuk dikerahkan dalam mengatasinya. “Saya harap hal ini dapat mengingatkan masyarakat bahwa boleh mengatasi masalah, tetapi jangan sampai menimbulkan masalah baru agar masyarakat tetap sehat selamat,” pungkasnya. <strong>(ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Puncak Pandemi Covid-19, ITS Serahkan Rekomendasi Ke Pemprov Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/menghadapi-puncak-pandemi-covid-19-its-serahkan-rekomendasi-ke-pemprov-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 08:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110206</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dalam rangka persiapan untuk menghadapi puncak pandemi virus Corona (Covid-19) yang diperkirakan terjadi pada Mei mendatang, Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PKKPBI ITS) telah mengirimkan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk segera mempersiapkan kebutuhan medis dalam menghadapi puncak pandemi Covid-19 nantinya, Senin (30/3/2020). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dalam rangka persiapan untuk menghadapi puncak pandemi virus Corona (Covid-19) yang diperkirakan terjadi pada Mei mendatang, Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PKKPBI ITS) telah mengirimkan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk segera mempersiapkan kebutuhan medis dalam menghadapi puncak pandemi Covid-19 nantinya, Senin (30/3/2020).</p>
<p>Kepala PKKPBI ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng mengatakan, berdasarkan data yang telah diolah dari Command Centre BUMN bahwa diperkirakan puncak pandemi Covid-19 akan terjadi di minggu pertama dan kedua pada Mei 2020.<br />
“Oleh karena itu, ITS memberikan rekomendasi bagi Pemprov Jawa Timur untuk segera mempersiapkan hal ini dengan sebaik-baiknya dan secepatnya,” ujar Arman.</p>
<p>Dosen Departemen Manajemen Bisnis ini memaparkan, rekomendasi yang diberikan ITS mencakup dua poin yang menjadi perhatian khusus. Poin pertama adalah mempersiapkan rumah sakit beserta tenaga medisnya untuk menampung pasien positif Covid-19 nantinya. “Hal ini untuk mencegah terjadinya keterbatasan ruang perawatan bagi pasien,” jelas Arman.</p>
<p>Arman menguraikan bahwa ITS memberikan beberapa usulan berupa mitigasi yang bisa dilakukan Pemprov Jawa Timur untuk menghadapi puncak pandemi Covid-19 nantinya. Usulan yang pertama adalah mengubah fungsi lahan terbuka perkantoran milik pemerintah yang berdekatan dengan rumah sakit menjadi Unit Gawat Darurat (UGD) sementara. “Adapun UGD tersebut akan menggunakan ruang isolasi modular atau yang bisa dibongkar pasang,” imbuhnya.</p>
<p>ITS juga memberikan usulan kedua untuk mengintegrasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan rumah sakit milik swasta. Integrasi ini menggunakan sistem Bawah Kendali Operasi (BKO) yang bertujuan untuk mengontrol dan mendistribusikan sumber daya kesehatan, seperti obat-obatan, ambulans, tenaga kesehatan, serta Alat Pelindung Diri (APD) di setiap rumah sakit di Jawa Timur. “Tentunya untuk jumlah rumah sakit yang akan diintegrasikan perlu pendataan dari Pemprov Jawa Timur terlebih dahulu,” ucap Arman.</p>
<p>Usulan yang ketiga adalah membentuk pusat komando penanganan Covid-19 berskala provinsi. Pusat komando ini berfungsi untuk mengintegrasikan kebutuhan medis dari Pemerintah Pusat kepada Pemprov Jawa Timur dan melakukan pemantauan jumlah tenaga medis beserta pasien positif Covid-19 di setiap daerah.<br />
“Pusat komando ini akan menggunakan sistem informasi terpadu yang mengadopsi Command Center milik BUMN di Jakarta,” tegas Arman.</p>
<p>Selain mempersiapkan rumah sakit beserta tenaga medisnya, lanjut Arman, Pemprov Jawa Timur juga harus memastikan persediaan APD untuk tenaga medis dan ventilator bagi setiap pasien positif Covid-19. Hal ini merupakan poin kedua dari rekomendasi ITS. “Poin ini merupakan hal yang terpenting demi memudahkan tenaga medis dalam menjalankan tugasnya,” sahut Arman.</p>
<p>Menurut Arman, ITS telah berusaha untuk memberikan kontribusi berupa desain bentuk fasilitas ruang isolasi modular. Selain itu, ITS juga melakukan produksi Alat Pelindung Diri (APD) yang dirancang oleh Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS sebanyak 300 unit produksi per hari. Namun, diperlukan langkah semi industri untuk diproduksi secara massal. “Adapun saat ini pesanannya telah mencapai 126 ribu, namun hanya tersisa satu bulan saja untuk menghadapi puncak pandemi ini,” terangnya.</p>
<p>Sama halnya dengan APD, ITS juga sudah mempersiapkan purwarupa ventilator yang akan diuji oleh tim dokter dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Jika lolos tes uji tersebut, ITS akan melakukan produksi massal dengan melibatkan beberapa industri yang berkaitan. “Contohnya di Amerika yang menggunakan industri otomotif yang dialihkan untuk memproduksi ventilator,” kata Arman.</p>
<p>Oleh karena itu, ITS berharap Pemprov Jawa Timur dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dan perusahaan manufaktur untuk melakukan produksi ruang isolasi modular, APD, maupun ventilator dengan biaya murah, tetapi aman secara teknis. “Dan seharusnya proses produksi ini paling lambat dilakukan pada pertengahan April,” tambah Arman.</p>
<p>Dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Business Analytic and Strategy (BAS) ini juga berharap kepada Pemprov Jawa Timur untuk segera mengkaji rekomendasi yang diberikan ITS supaya dapat segera dilaksanakan demi mempersiapkan puncak pandemi Covid-19 nantinya. “Intinya jangan terlalu lama dalam bertindak, segera lakukan langkah darurat karena ini saatnya kita bersatu menghadapi Covid-19,” pungkasnya. <strong>(Ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110206</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Surabaya Covid-19: Tunjukkan Kepedulian Pencegahan, ITS Produksi Face Shield Mask</title>
		<link>https://memontum.com/surabaya-covid-19-tunjukkan-kepedulian-pencegahan-its-produksi-face-shield-mask</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 12:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Face Shield Mask]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109867</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kepeduliannya untuk membantu mencegah penyebaran wabah Corona atau Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang telah menjadi pandemi di dunia saat ini. Setelah sebelumnya berinovasi merancang sejumlah perangkat disinfeksi, kini ITS juga memperkenalkan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask yang diproduksi sendiri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kepeduliannya untuk membantu mencegah penyebaran wabah Corona atau Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang telah menjadi pandemi di dunia saat ini. Setelah sebelumnya berinovasi merancang sejumlah perangkat disinfeksi, kini ITS juga memperkenalkan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask yang diproduksi sendiri.</p>
<p>Djoko Kuswanto ST, Kepala Laboratorium Integrated Digital Design Departemen Desain Produk Industri ITS selaku inventor mengungkapkan, target produksi dari Face Shield Mask ini dapat memenuhi 500 sampai 1.000 item setiap hari. “Sejak Sabtu (21/3/2020) lalu, gagasan ini telah diupayakan untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Dikatakan Djoko, panic buying menjadi salah satu bentuk respon masyarakat terhadap merebaknya Covid-19 ini. “Dunia medis pun ikut terguncang, dengan berkurangnya APD, akibat panic buying, yang sebetulnya sangat dibutuhkan tenaga medis,” ujarnya.</p>
<p>Jumlah APD yang kian menurun inilah, menurut Djoko, yang menggugah ITS bersama Asosiasi Printer 3D Indonesia ikut memberikan bantuan APD dengan memproduksi Face Shield Mask ini. Djoko yang juga Koordinator Asosiasi Printer 3D Indonesia chapter Jatim ini menjelaskan, Face Shield Mask dipilih karena mudah dibuat dengan estimasi waktu pembuatan yang terbilang cepat.<br />
“Apalagi, masker menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020)</p>
<p>Berdasarkan dari data yang diterima Laboratorium Integrated Digital Design ITS, saat ini kebutuhan masker mencapai 270.000 buah. Didukung fakta tersebut, Djoko menuturkan bahwa akan ada dua jenis prosedur produksi yang diterapkan. Tujuannya adalah efisiensi kerja produksi. Metode 3D Printing, kata Djoko, menjadi opsi pertama. “Cara kerjanya adalah dengan menata bahan berupa lelehan sehingga menjadi benda yang dikonsepkan,” terangnya menyederhanakan cara kerja additive 3D Printing.</p>
<p>Kelebihan metode 3D Printing sendiri, menurut Djoko, yaitu barang dapat terproduksi lebih detail sesuai yang dirancang. Akan tetapi, untuk kondisi gawat seperti saat ini, 3D Printing memakan waktu produksi yang cenderung lama. Maka, lanjutnya, alat yang dikenal dengan CNC Router menjadi opsi untuk mengatasi hal itu.</p>
<p>CNC Router merupakan mesin yang dilengkapi dengan digital signal processing (DSP) dalam proses memotong atau mengukir suatu bahan tertentu. Secara singkat, Djoko menuturkan bahwa sistem kerja dengan CNC Router adalah substractive atau dengan melakukan pengurangan. “Dari bahan yang utuh, bahan diukir sedemikian rupa sehingga menjadi produk yang diinginkan,” bebernya.</p>
<p>Dengan menggunakan bantuan CNC Router, bekerja sama dengan Laboratorium Protomodel ITS, kecepatan produksi Face Shield Mask ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan, khususnya di Jawa Timur dengan permintaan yang telah mencapai 35.000 buah. Djoko menyebutkan, satu CNC Router memiliki kecepatan produksi hampir sama dengan 200 sampai 400 printer sekaligus. “CNC Router kemudian kami pilih sebagai cara yang diprioritaskan,” ujarnya.</p>
<p>Dari dua prosedur yang diterapkan, diambil juga dua bahan yang menjadi komposisi satu jenis dari APD ini. Kata Pendiri Rumah Prototesis Indonesia ini, digunakan dua jenis plastik untuk membuat masker darurat ini. Yaitu plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Polyethylene terephthalate (PET). Masker darurat ini pun harus diproduksi dengan memerhatikan keamanan bahan yang digunakan.</p>
<p>Kedua jenis plastik yang dipilih, menurut Djoko, adalah dua jenis plastik yang aman digunakan termasuk untuk kepentingan medis. Pasalnya, dua jenis plastik itu juga dapat digunakan sebagai pengemas bahan pangan. Selain itu, baik plastik HDPE dan PET, keduanya sama-sama mudah ditemukan di pasaran. “Kemudahan ini begitu mendukung proses produksi, di tengah anjuran untuk social distancing,” sebutnya.<br />
Mengenai distribusi produk, ia menyampaikan, topeng masker ini hanya diperuntukkan bagi lembaga klinis yang membutuhkan. Memperjelas pernyataannya, ia menyebutkan pembagian yang tanpa biaya ini, memiliki alur prosedur distribusi yang tidak sembarangan. “Kami tidak ingin ada kesalahan penyaluran kepada yang kurang membutuhkan,” tegasnya.</p>
<p>Tim yang ada terbagi menjadi empat divisi, yaitu pendataan permintaan, produksi, perakitan, dan distribusi. Hal itu merupakan salah satu bentuk upaya mencegah terjadinya kesalahan dalam penyaluran masker gratis ini. Mengikuti rekomendasi dari jajaran dekanat Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS, permintaan yang akan diproses adalah yang mengikuti alur pemesanan kebutuhan.<strong> (ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109867</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakor Bersama Tim Peneliti ITS, Wabup Akui Ada Penurunan Tanah di Banjir Tanggulangin</title>
		<link>https://memontum.com/rakor-bersama-tim-peneliti-its-wabup-akui-ada-penurunan-tanah-di-banjir-tanggulangin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 11:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Penurunan Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107873-rakor-bersama-tim-peneliti-its-wabup-akui-ada-penurunan-tanah-di-banjir-tanggulangin</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengakui adanya dugaan penurunan tanah (subsidence) yang menjadi pemicu banjir di Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Karena itu, menyebabkan air banjir yang menggenangi kedua desa itu tak kunjung surut selama dua bulan terakhir. Berdasarkan datanya, penurunan tanah itu menyebabkan lahan menjadi genthong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengakui adanya dugaan penurunan tanah (subsidence) yang menjadi pemicu banjir di Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Karena itu, menyebabkan air banjir yang menggenangi kedua desa itu tak kunjung surut selama dua bulan terakhir.</p>
<p>Berdasarkan datanya, penurunan tanah itu menyebabkan lahan menjadi genthong hingga menyebabkan air hujan tak bisa mengalir kemana-mana. Namun tetapi berada di lokasi lahan yang genthong sebagai dampak penurunan tanah itu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107874" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200305_102012-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200305_102012-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200305_102012-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200305_102012-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200305_102012-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Memang ada penurunan tanah (subsidence) tapi tidak merata. Karenanya kami minta ITS meneliti secara keseluruhan mulai drainase, geogolisnya hingga tata ruang perumahannya,&#8221; terang Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, Kamis (5/3/2020) usia rakor bersama Kapolresta, Dandim Sidoarjo, tim peneliti ITS serta sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa.</p>
<p>Selain penelitian, Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur ini memaparkan juga bakal melanjutkan status tanggap darurat yang berakhir tanggal 3 Maret 2020 itu. Hal itu lantaran dari anggaran tanggap darurat Rp 2,7 miliar masih tersisa sebesar Rp 1 miliar.</p>
<p>&#8220;Memang untuk dapur umum sudah selesai. Tapi untuk menghidupkan 16 unit pompa air kan butuh operasional. Makanya sisa anggaran Rp 1 miliar itu yang akan digunakan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Begitu juga soal penertiban bangunan di sempadan sungai dan normalisasi sungai bakal tetap dikerjakan. Namun akan dikerjakan setelah musim hujan habis.</p>
<p>&#8220;Kalau dikerjakan sekarang tidak efektif normalisasi itu. Karena tanah kerukan akan digunakan tanggul penahan sungai,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara ada 7 tim peneliti dari ITS dalam rapat itu. Mereka terdiri dari ahli geologi, hidrologi, tata ruang kota dan pakar sipil infrastrukrur.</p>
<p>&#8220;Kami sudah ada gambaran mana saja yang mau difollow up soal penelitiannya. Karena ini permintaan Pemkab Sidoarjo maka semua akan dikaji termasuk soal penurunan tanah dan sistem drainasenya,&#8221; papar Kepala Pusat Penelitian ITS, Aji Pamungkas yang juga ahli tata ruang kota ini.</p>
<p>Sedangkan ahli geologi ITS, Amin Widodo mengakui penelitian Tahun 2016 ada penurunan struktur tanah sekitar 8 sentimeter. Hal itu berdasarkan kajian penelitian di Desa Banjarasri, Kedungbanteng dan Desa Kalidawir saat itu.</p>
<p>&#8220;Tanda penurunan tanah itu ya lahannya ngantong. Jadi air nggak bisa kemana mana saat hujan. Tapi penyabab lainnya juga banyak bangunan liar sempadan sungai dan drainasenya mengalami penyempitan. Jadi hujan bukan menjadi penyebab utama banjir di Tanggulangin,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Penjajakan Kerjasama dengan ITS</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-penjajakan-kerjasama-dengan-its</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2019 12:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[smart city]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84779-bupati-lumajang-penjajakan-kerjasama-dengan-its</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML., melakukan penjajagan kerja sama dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) tentang Program Smart City, Selasa (21/05/2019) di Ruang Pertemuan Rektor ITS. Hal yang menjadi bahan rapat antara lain terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dalam kerja sama Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, sebagai bentuk peningkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML., melakukan penjajagan kerja sama dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) tentang Program Smart City, Selasa (21/05/2019) di Ruang Pertemuan Rektor ITS.</p>
<p>Hal yang menjadi bahan rapat antara lain terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dalam kerja sama Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan Sekda Kab. Lumajang, Susiyanto, SH.; Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Patria Dwi Hastiadi, AP, M.Si; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.Eng; Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST.,M.Sc.; Dekan Fakultas Teknologi Elektro, Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T.; dan beberapa pejabat ITS terkait</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa hal yang potensial, antara lain: pengolahan produk hasil pertanian untuk meningkatkan nilai jual sektor Pertanian; sistem pengukuran data penambangan yang akurat di terminal induk pasir sehingga dapat diketahui secara pasti lalu lintas pasir yang keluar dari Lumajang; layanan pengaduan yang terintegrasi, terutama di bidang kesehatan dan administrasi kependudukan; penanganan tata kelola sampah; dan penataan kawasan pariwisata. Bupati menekankan bahwa Lumajang akan menjadi laboratorium dalam menerapkan hasil kajian-kajian akademis di ITS.</p>
<p>Atas rencana tersebut, Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., menyambut baik rencana kerja sama ini. Dari sisi teknologi dan SDM, ITS memiliki banyak program yang sesuai dengan cita-cita pengembangan Kab. Lumajang.</p>
<p>ITS juga siap membantu Kabupaten Lumajang dalam pengelolaan Dana Desa melalui pendampingan proses perencanaan hingga pelaksanaan agar dana desa dapat lebih bermanfaat bagi desa. Rektor ITS menyampaikan bahwa ITS siap menjadikan Kabupaten Lumajang sebagai laboratorium ITS melalui skema kerjasama.<strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84779</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub Gandeng ITS, Kembangkan Kapal Pelra Berbahan Bambu</title>
		<link>https://memontum.com/kemenhub-gandeng-its-kembangkan-kapal-pelra-berbahan-bambu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2019 11:28:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Pelayaran Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83048-kemenhub-gandeng-its-kembangkan-kapal-pelra-berbahan-bambu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kemaritiman, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) didaulat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengembangkan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada daerah-daerah perairan di Indonesia. Amanah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/3 2019). Naskah MoU [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kemaritiman, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) didaulat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengembangkan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada daerah-daerah perairan di Indonesia. Amanah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/3 2019).</p>
<p>Naskah MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. Pada kesempatan tersebut, Kemenhub juga menyerahkan 46 kapal dari 200 unit yang ditargetkan dibangun. Dengan rincian, tahun 2017 sebelumnya dibangun 24 unit, tahun 2018 dibuat 94 unit, tahun 2019 ini targetnya akan dibangun 32 unit, dan tahun 2020 akan dibangun 50 unit lagi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83051" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Budi mengatakan, harapannya kapal ini dapat menyambung konektivitas angkutan masyarakat di daerah-daerah perairan di Indonesia untuk tol laut maupun kapal perintis. Dari 46 kapal, saat ini yang dibawa di Surabaya ada 12 kapal tipe GT 32.</p>
<p>“Harapan kami semua kapal Pelra ini mendukung program konektivitas masyarakat, dan Pemda (Pemerintah Daerah, red) dapat memanfaatkan kapal ini sebaik-baiknya. Kapasitas kapal ini sebanyak 24 penumpang, barang bisa 10 ton dengan kecepatan 9 knot,” papar Budi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83050" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Budi, dengan memberikan bantuan kapal Pelra ini, ia menginginkan budaya kearifan lokal pembuatan kapal pinisi itu tetap dilestarikan oleh masyarakat.</p>
<p>“Saat ini bahannya masih pakai kayu, tapi ITS mempunyai ide untuk menggantikannya dengan bambu, selain efisiensi bahan, mudah didapatkan dan bambu juga dapat dibudidayakan secara cepat dibandingkan dengan kayu,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83048</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
