<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jembatan siliwung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jembatan-siliwung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Nov 2021 11:21:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jembatan siliwung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jembatan Siliwung Situbondo Mulai jadi Tumpukan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-siliwung-situbondo-mulai-jadi-tumpukan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 11:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan siliwung]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Debit air sungai yang terus meningkat dan tingginya intensitas hujan, membuat sampah-sampah yang masuk ke aliran sungai, menjadi tersangkut dan menumpuk di Jembatan Siliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Seperti Selasa (09/11/2021) tadi, terlihat tumpukan sampah yang didominasi sampah rumah tangga, yang bercampur dengan potongan batang kayu pegunungan dan tersangkut di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Debit air sungai yang terus meningkat dan tingginya intensitas hujan, membuat sampah-sampah yang masuk ke aliran sungai, menjadi tersangkut dan menumpuk di Jembatan Siliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Seperti Selasa (09/11/2021) tadi, terlihat tumpukan sampah yang didominasi sampah rumah tangga, yang bercampur dengan potongan batang kayu pegunungan dan tersangkut di bagian bawah jembatan.&nbsp;</p>



<p>Selain menjadi pemandangan yang tidak enak dipandang mata, sampah-sampah yang menumpuk tersebut juga mulai mengeluarkan bau tidak sedap.&nbsp;</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
</ul>


<p>“Iya, beberapa hari ini kalau lewat sini, pasti bau tidak sedap. Kasihan juga warga yang melintas,” ujar salah seorang pengendara yang melintas, Tio, Selasa (09/11/2021).&nbsp;</p>



<p>Menumpuknya sampah, diketahui sudah sekitar dua pekan terakhir. Sementara tindakan dari dinas terkait, sementara masih belum ada.&nbsp;</p>



<p>“Kami berharap, secepatnya kondisi ini bisa ditangani. Karena, kalau terus dibiarkan akan semakin banyak. Kami takut sungai meluap dan masuk ke kawasan pemukiman warga,”ujar salah seorang warga Desa Kotakan, Ayik (29). <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157803</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
