<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kampung Budaya Polowijen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung-budaya-polowijen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Mar 2023 11:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kampung Budaya Polowijen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Semarakkan Ramadan, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Lakukan Tradisi Megengan dan Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/semarakkan-ramadan-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-lakukan-tradisi-megengan-dan-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185517</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika megengan sendiri memiliki arti menahan. Tentunya, menahan dari hawa nafsu yang menggugurkan dari ibadah puasa. Selain itu, megengan juga sebagai salah satu cara untuk merekatkan kembali masyarakat sekitar atau pegiat seni budaya.</p>



<p>“Kampung Budaya Polowijen ini berkepentingan untuk mengembalikan gerakan kegiatan masyarakat dalam melestarikan adat istiadat. Dimana, megengan ini juga untuk saling maaf maafan. Sehingga, kita bisa mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan menjalankan ibadah puasa secara khusyuk,” jelas Ki Demang-sapannya.</p>



<p>Dalam tradisi tersebut juga telah disajikan makanan khas, seperti apem, dan pisang raja. Tentunya, dalam menyajikan itu juga memiliki makna tersendiri. Menurutnya, apem sendiri menandakan simbol permohon maaf, kemudian pisang raja diharapkan bisa memberikan perlindungan saat bulan Ramadan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>“Apem itu selain karena artinya permintaan maaf, juga waktu itu yang paling gampang dibuat dan bisa dimakan orang banyak. Sehingga tradisi itu sampai saat ini masih berkembang di tengah masyarakat. Kemudian jika digabungkan dengan pisang raja, menggambarkan seperti payung, yang harapannya bisa memberikan perlindungan dari godaan dalam menjalani ibadah puasa,” katanya.</p>



<p>Kemudian, tradisi nyadran ke makam salah satu Mpu Pembuat Topeng KBP, Mbah Reni, juga dilakukan. Tentunya tradisi tersebut, dilakukan dengan tujuan untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Nyadran, menurutnya menjadi acara yang penting bagi masyarakat Jawa dan hampir tidak pernah terlewat.</p>



<p>“Nyadran itu untuk membangun masyarakat menjadi seimbang dan sesuai ruh Islam. Lewat nyadran, masyarakat mampu menciptakan kemesraan rohani, antara manusia, alam, dan Tuhan. Nyadran tak hanya urusan religi, namun erat kaitannya dengan budaya, nasionalisme, bahkan pariwisata. Selain itu juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, dan agar terhindar dari penyakit,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, usai dilakukan megengan dilanjutkan dengan doa bersama menggunakan tembang macapat dan penampilan Tari Sadran. Kemudian, dilanjutkan nyadran ke makam. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185517</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Kartini, Kampung Budaya Polowijen Gandeng Perempuan Bersanggul Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-kartini-kampung-budaya-polowijen-gandeng-perempuan-bersanggul-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 13:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168078</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Kartini, Kampung Budaya Polowijen (KBP), menggandeng Perempuan Bersanggul Nusantara (PBN) melakukan berbagai macam kegiatan. Diantaranya, kegiatan lomba fashion show kebaya, tutorial berkain Jawa, dan pemutaran film Nareswari Kembang Panawijen, Kamis (21/04/2022) sore. Penggagas KBP, Ki Demang mengatakan dengan adanya kegiatan peringatan Hari Kartini, bertujuan untuk membangkitkan para Kartini di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Kartini, Kampung Budaya Polowijen (KBP), menggandeng Perempuan Bersanggul Nusantara (PBN) melakukan berbagai macam kegiatan. Diantaranya, kegiatan lomba fashion show kebaya, tutorial berkain Jawa, dan pemutaran film Nareswari Kembang Panawijen, Kamis (21/04/2022) sore.</p>



<p>Penggagas KBP, Ki Demang mengatakan dengan adanya kegiatan peringatan Hari Kartini, bertujuan untuk membangkitkan para Kartini di Indonesia pada umumnya dan ada banyak pesan moral yang bisa diambil dari sosok Kartini, wanita Jawa yang menginspirasi.</p>



<p>“Sosok Kartini yang menginspirasi ini, kita kaitkan dengan pemutaran film Nareswari, dimana itu memiliki arti perempuan utama. Dan perempuan utama di Indonesia ini sosok Kartini,” ucap Ki Demang, Kamis (21/04/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Ki Demang, PBN hadir di setiap momentum di KBP, tak terkecuali pada momen Hari Kartini ini. Dikatakan, bahwa mereka memberikan arahan bagaimana sosok perempuan adat Jawa yang semestinya menggunakan adat busana pakaian khas Jawa.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>“Mereka hadir untuk mengajak mengembalikan pada budaya adat tradisi tentang pakaian khas Jawa. Selain itu juga memberikan pendidikan karakter mengenai keputrian pada para wanita, ini sebagai gerakan yang penting untuk dilakukan,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PBN, Sany Repriandini, mengatakan bahwa peran sosok wanita bukan hanya di dapur, kasur, dan sumur. Namun, wanita perlu berkiprah di luar apalagi di era milenial seperti ini. Mereka bisa mengeskpor apapun di dunia luar. “Saya sebagai PBN yang berkiprah di luar, tujuan utamanya tentu harus bisa mengangkat sanggul dan busana kebaya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Sany.</p>



<p>Sany mengungkapkan, bahwa dirinya sangat peduli dengan keberadaan adat istiadat berbusana Jawa ini. Pasalnya, di setiap bulan, dirinya mengadakan pertemuan dan juga webinar untuk mengangkat sanggul dan kebaya. Bahkan, dirinya juga mengajak para milenial untuk mengunjungi situs-situs bersejarah. “Ini kita lakukan untuk mengajak milenial supaya tidak melupakan cerita yang betul-betul milik leluhur sendiri,” imbuhnya.</p>



<p>Dirinya berharap, agar generasi muda ke depan selain bisa mengangkat uri-uri budaya, juga bisa mengangkat daya pikir Kartini di masa kini. Yakni dengan berjuang ke mancanegara, namun tidak melupakan budaya leluhurnya. <strong>(cw2/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168078</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Batik Ecoprint Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Terus Diperkuat</title>
		<link>https://memontum.com/pelatihan-batik-ecoprint-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-terus-diperkuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2022 13:09:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelatihan membatik di Kampung Budaya Polowijen (KBP), kembali diperkuat. Seperti yang terlihat Sabtu (26/03/2022) tadi, dilakukan pelatihan membuat ecoprint dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Pengelola seni rupa batik KBP, Titik Nur Fajriyah, mengatakan jika metode ecoprint dipilih sebagai bentuk eksplorasi warga dalam meningkatkan kemampuan membatik mereka. &#8220;Ecoprint tidak sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelatihan membatik di Kampung Budaya Polowijen (KBP), kembali diperkuat. Seperti yang terlihat Sabtu (26/03/2022) tadi, dilakukan pelatihan membuat ecoprint dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.</p>



<p>Pengelola seni rupa batik KBP, Titik Nur Fajriyah, mengatakan jika metode ecoprint dipilih sebagai bentuk eksplorasi warga dalam meningkatkan kemampuan membatik mereka. &#8220;Ecoprint tidak sama dengan batik. Karena kalau membatik, itu ada komponen penting seperti lilin dan malam panas dan itu baru dinamakan batik. Nanti jangka panjangnya, bisa jadi pengembangan kemampuan ibu-ibu pembatik Polowijen dan bisa dikombinasikan dengan batik juga,” ujarnya.</p>



<p>Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan, terangnya, menggunakan dedaunan yang ramah lingkungan yang diperoleh dari lingkungan KBP sendiri. Dengan adanya pelatihan batik ecoprint, ditambah pembentukan sentra batik, para pembatik semakin terfasilitasi dan mampu menambah ragam motif yang sesuai dengan ciri khas kampung.</p>



<p>“Tentu dengan kegiatan seperti ini, bisa membuat mereka terfasilitasi, selain itu bisa menambah pengetahuan sehingga bisa berkembang,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, sebagai Ketua Pokdarwis, Ki Demang Isa Wahyudi, menjelaskan jika pelatihan membatik di KBP sendiri telah berjalan hampir 5 tahun lamanya dan sudah berjalan hingga enam pelatihan. Sebanyak empat orang pembatik dari warga setempat, pun juga dihadirkan dalam pelatihan tersebut.</p>



<p>“Kami sudah 5 tahun melatih masyarakat untuk membatik. Dan itu, sudah ada enam gelombang pelatihan. Selama empat gelombang pelatihan, sudah terjaring 60 orang dan pelatihan kelima membuat desain batik dengan peserta yang sama, semuanya orang Polowijen,” ucap Ki Demang.</p>



<p>Perlu diketahui, tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni ingin menyampaikan bahwa Kampung Budaya Polowijen sudah membentuk sentra batik dan topeng. Dimana nantinya, akan dibina oleh Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian (Diskoperindag) Kota Malang. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166446</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Tradisi Islam di Jawa, Kampung Budaya Polowijen Hidupkan Kembali Riyayan Kupatan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-tradisi-islam-di-jawa-kampung-budaya-polowijen-hidupkan-kembali-riyayan-kupatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 09:41:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kupatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142986</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampung Budaya Polowijen (KBP) terus berupaya melestarikan tradisi Islam di Jawa. Salah satunya adalah Riyoyo Kupatan yang merupakan salah satu rangkaian dari Idul Fitri. &#8220;Riyoyo Kupatan merupakan ajaran Sunan Kalijaga yang sampai saat ini masih lestari terselenggara dimana-mana. Umumya diselengarakan H+7 bulan Syawal Tahun Hijriyah. Namun saya akui bahwa ada sedikit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kampung Budaya Polowijen (KBP) terus berupaya melestarikan tradisi Islam di Jawa. Salah satunya adalah Riyoyo Kupatan yang merupakan salah satu rangkaian dari Idul Fitri.</p>



<p>&#8220;Riyoyo Kupatan merupakan ajaran Sunan Kalijaga yang sampai saat ini masih lestari terselenggara dimana-mana. Umumya diselengarakan H+7 bulan Syawal Tahun Hijriyah. Namun saya akui bahwa ada sedikit penurunan dan pergeseran pelaksanaannya sendiri,&#8221; ujar Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, Jumat (21/05).</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/disdikbud-kota-malang-tegaskan-bus-sekolah-tetap-beroperasi-meski-ada-angkot-gratis-pelajar">Disdikbud Kota Malang Tegaskan Bus Sekolah Tetap Beroperasi Meski Ada Angkot Gratis Pelajar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sppi-kota-malang-targetkan-120-sppg-beroperasi-di-tahun-2026">SPPI Kota Malang Targetkan 120 SPPG Beroperasi di Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan pria yang akrab disapa Ki Demang itu, makna filosofi kupatan diambil dari bahasa arab kaffatan dan lidah orang jawa menyebutnya kupatan artinya adalah kesempurnaan. Kesempurnaan manusia apabila saling maaf-memaafkan, saling berbagi dan memberi serta saling menjalin silaturahmi.</p>



<p>&#8220;Sedangkan makna simbolis lain ketupat, kenapa memakai janur kuning agar kembali bersinar seperti Nur Muhammad. Ketupat dibuat dengan melilitkan janur satu dengan yang lain dengan maksud terjalin tali silaturahmi serta bersudut empat dan lima yang berati kiblat papat tengah pancer. Dan memakai beras dan ketan agar badan ini waras dalam ikatan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Riyayan Kupatan yang berlangsung di KBP berlangsung khidmat. Sebelum acara inti dilakukan, sebagian warga menabuh gamelan.</p>



<p>&#8220;Lalu acara dimulai dengan tembang mocopat dan di buka dengan Tari Beskalan. Tarian itu juga punya makna filosofi, bahwa Riyayan Kupatan sebagai penanda segeralah dimulai program, kegiatan pelestarian seni budaya kembali seperti jadwal biasanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diketahui, KBP memiliki jadwal terbanyak dalam Kalender Event Kota Malang 2021. Meski masih dalam susana pandemi Covid-19, Ki Demang bersama warga terus berupaya melangsungkan berbagai event tradisi untuk makin mengenalkan pada masyarakat luas.<strong> (mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142986</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Budaya Polowijen Laksanakan Tradisi Megengan</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-budaya-polowijen-laksanakan-tradisi-megengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 08:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139605</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komuitas Perempuan Bersanggul Nusantara Malang dan Surabaya selenggarakan tradisi Megengan Mapag Wulan Poso. Bertempat di Kampung Budaya Polowijen, lebih dari 30 perempuan bersanggul lakukan ritual tradisi dan pelestarian budaya, Sabtu (10/04) ini. Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa Komunitas Sanggul Nusantara awalnya sengaja datang untuk melakukan studi budaya. &#8220;Nah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komuitas Perempuan Bersanggul Nusantara Malang dan Surabaya selenggarakan tradisi Megengan Mapag Wulan Poso. Bertempat di Kampung Budaya Polowijen, lebih dari 30 perempuan bersanggul lakukan ritual tradisi dan pelestarian budaya, Sabtu (10/04) ini.</p>



<p>Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa Komunitas Sanggul Nusantara awalnya sengaja datang untuk melakukan studi budaya.</p>



<p>&#8220;Nah kebetulan pas dengan Mapag Wulan Poso, maka acara megengan ini kita selenggarakan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Megengan Mapag Wulan Poso, dijelaskan pria yang akrab disapa Ki Demang ini, merupakan salah satu tradisi orang Jawa yang memeluk agama Islam. Dimana selalu dilaksanakan pada saat bulan akhir menjelang bulan Ramadhan.</p>



<p>&#8220;Megengan dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan diri dan melakukan pensucian agar siap menyambut bulan puasa. Sebelum masuk bulan puasa, setidak-tidaknya orang sudah berserah dan mawas diri siap untuk melaksanakan ibadah puasa,&#8221; bebernya.</p>



<p>Lebih lanjut Ki Demang juga menjelaskan bahwa kesiapan itu dilakukan dengan meminta maaf pada sesama. Dan jajanan apem menjadi simbol saling maaf memaafkan.</p>



<p>Setelah melakukan prosesi megengan, dilanjutkan dengan nyadran atau ziarah ke makam nenek moyang dan leluhur.</p>



<p>&#8220;Itu sebagai salah satu wujud membersihkan diri kita, sekaligus meminta doa agar para pendahulu kita dilapangkan kuburnya dan diterima amalannya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tak hanya itu, dalam prosesi tersebut juga memohon doa untuk keselamatan, kemudahan, ketabahan, serta kesehatan untuk seluruh masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara, Sani Repriandini, menyatakan bahwa keikutsertaan pihaknya disini adalah bentuk dukungan akan pelestarian budaya.</p>



<p>&#8220;Kita sebagai Perempuan Bersanggul Nusantara mendukung penuh adanya pelestarian budaya, salah satunya Megengan, Mapag Wulan Poso. Kita mendukung dengan tetap berkostum kebaya dan bersanggul, yang selama ini sudah hampir tidak pernah dipakai,&#8221; terangnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139605</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD dan Disbudpar Provinsi Jatim Dorong Situs Ken Dedes Dikaji Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-dan-disbudpar-provinsi-jatim-dorong-situs-ken-dedes-dikaji-jadi-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 10:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi B]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Situs Ken Dedes sempat menjadi perhatian dalam kunjungan Komisi B DPRD Jatim di Kampung Budaya Polowijen. Pasalnya pengurus Kampung Budaya Polowijen didorong untuk mengajukan situs yang masih dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi cagar budaya. Tak hanya itu, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi, juga menghimbau Tim Ahli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Situs Ken Dedes sempat menjadi perhatian dalam kunjungan Komisi B DPRD Jatim di Kampung Budaya Polowijen. Pasalnya pengurus Kampung Budaya Polowijen didorong untuk mengajukan situs yang masih dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi cagar budaya.</p>



<p>Tak hanya itu, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi, juga menghimbau Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memiliki perencanaan lebih terukur dalam melegalitaskan ODCB.</p>



<p>&#8220;ODCB di Kota Malang ada 755, yang baru ditetapkan sebagai cagar budaya sebanyak 32. Tim hanya satu dan beranggotakan 7 orang. Jadi diharapkan TACB punya rencana lebih terukur. Setahun mau tambah berapa, kapasitas tim bisa melaksanakan berapa,&#8221; ungkapnya, Sabtu (13/03).</p>



<p>Pihaknya juga mendorong agar budaya menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>&#8220;Di tengah globalisasi ini, budaya akan menjadi penting untuk menunjukkan keunikan dan diferensiasi kita di tengah persaingan. Maka dari itu Pemkot harus getol perhatikan budaya,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Dwi Supranto, menyampaikan bahwa situs Ken Dedes tidak hanya di Polowijen ini saja.</p>



<p>&#8220;Kalau situs Ken Dedes kan sebenarnya ada banyak versi, disini ada, di seberang sana juga ada. Hanya bagaimana kita bisa menggali nilai kesejarahan itu dari sisi artefaktualnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sehingga hal tersebut bisa menjadi kunci dimana letak persis petilasan Ken Dedes. Oleh karena itu, disampaikan, Dwi memang perlu banyak kajian.</p>



<p>&#8220;Kajian itu bagian dari proses untuk menetapkan situs yang sebenarnya,&#8221; singkatnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134386-sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung#ixzz6oz6KEsyw" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</a></strong></p>



<p>Untuk ODCB seluruh Provinsi Jatim disampaikan Dwi ada sebanyak 1.1483. Dimana 755 diantaranya terletak di Kota Malang.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa dari sekian banyak ODCB, diklasifikasikan menjadi 5 jenis. &#8220;Pertama benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangan Dwi, Disbudpar Provinsi Jatim memiliki keterlibatan berupa stimulus pada tiap kota maupun kabupaten untuk menggerakkan potensi yang dimiliki tiap wilayah. &#8220;Contohnya kami memberdayakan masyarakat sekitar cagar budaya yang ada di kabupaten atau kota. Bagaimana masyarakat cagar budaya bisa terlibat dalam pelestarian sehingga bisa berdampak bagi ekonomi masyarakat sekitar. Kalau masyarakat sudah merasa mendapat manfaat dari keberadaan cagar budaya saya pikir unsur perlindungan dan pelestarian akan mengikuti,&#8221; urai Dwi Supranto. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Monitoring Pariwisata, Komisi B DPRD Jatim Datangi Kampung Budaya Polowijen</title>
		<link>https://memontum.com/monitoring-pariwisata-komisi-b-dprd-jatim-datangi-kampung-budaya-polowijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 08:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi jatim]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur sambangi Kampung Budaya Polowijen, Sabtu (13/03) ini. Kunjungan ini dalam rangka memonitor usaha pariwisata yang sudah dilakukan oleh desa dan kampung wisata yang ada pada kota maupun kabupaten di Jawa Timur saat pandemi Covid-19. Turut hadir pula Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur sambangi Kampung Budaya Polowijen, Sabtu (13/03) ini. Kunjungan ini dalam rangka memonitor usaha pariwisata yang sudah dilakukan oleh desa dan kampung wisata yang ada pada kota maupun kabupaten di Jawa Timur saat pandemi Covid-19. Turut hadir pula Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Dwi Supranto, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dian Kuntari, dan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Kota Malang, Isa Wahyudi.</p>



<p>Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Daniel Rohi, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui sejauh mana dampak Covid-19 terhadap pariwisata.</p>



<p>&#8220;Selain itu kita juga berdiskusi mendengar apa saja aspirasi dari para pengelola.</p>



<p>Sehingga Pemerintah Provinsi bisa memberikan solusi agar pariwisata di Jatim, Malang Raya khususnya, bisa terus berkembang. Mengingat jumlah wisawatan yang datang per tahun di Kota Malang sendiri sekitar 6 juta orang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sehingga menurut Daniel, pariwisata bisa menjadi sumber potensi ekonomi. Meski usaha untuk melestarikan budaya patut diapresiasi, masyarakat masih perlu menyiapkan satu pariwisata budaya yang sifatnya berkelanjutan.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134327-dapoer-bibuu-sajikan-sate-ayam-sambal-matah-dengan-potongan-daging-besar#ixzz6oykWOn48" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Dapoer Bibuu, Sajikan Sate Ayam Sambal Matah dengan Potongan Daging Besar</a></strong></p>



<p>&#8220;Tapi yang paling penting adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sini. Saran kita, cagar budaya sebagai obyek wisata, itu perlu legalitas,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sehingga melalui kunjungannya itu, Komisi B DPRD Provinsi Jatim itu memberikan dorongan kepada pengelola di Kampung Budaya Polowijen untuk melakukan pendaftaran asesmen terhadap situs budaya yang ada.</p>



<p>&#8220;Kalau jadi cagar budaya, nanti akan memberikan peluang untuk mendapatkan akses bantuan dan pendanaan bagi berbagai pihak,&#8221; imbuh Daniel.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya juga mengusulkan adanya promosi pariwisata dengan memanfaatkan sosial media</p>



<p>Disinggung mengapa tertarik mengunjungi Kampung Budaya Polowijen, politisi PDIP itu mengatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui apa saja yang perlu dikembangkan dan disupport sebagai ikon pariwisata di Kota Malang. &#8220;Dan fokus kami pada Kampung Budaya Polowijen karena unik. Di kota pelajar, muncul karena swadaya masyarakat. Perlu kita dorong hingga menjadi besar,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Diakui Daniel, untuk pengembangan pariwisata bisa saja mengusulkan anggaran pada Pemerintah Provinsi melalui anggota DPRD Daerah Pemilihan (dapil) Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau ada atau tidaknya dana yang nantinya dianggarkan, itu bisa usulkan lewat anggota DPRD yang punya dapil di sini. Bisa juga dari dana hibah Disbudpar. Sebab itu, pihak pengelola harus sigap siapkan proposal sesuai dengan prioritas yang ingin dikembangkan,&#8221; jelas Daniel. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wartawan Senior Berikan Petuah, Warga Kampung Budaya Polowijen Berikan Apresiasi</title>
		<link>https://memontum.com/wartawan-senior-berikan-petuah-warga-kampung-budaya-polowijen-berikan-apresiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 13:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Malang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=77618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rangkaian acara demi acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019 terus bergulir. Pun tak ketinggalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Usai khotmil Qur&#8217;an, santunan anak yatim di Panti Asuhan Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, serta ziarah makam Ki Ageng Gribig dan beberapa wartawan senior yang telah mendahului, Sabtu (9/2/2019). Kali ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Rangkaian acara demi acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019 terus bergulir. Pun tak ketinggalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Usai khotmil Qur&#8217;an, santunan anak yatim di Panti Asuhan Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, serta ziarah makam Ki Ageng Gribig dan beberapa wartawan senior yang telah mendahului, Sabtu (9/2/2019). Kali ini, tak kalah menarik dan pertama kali, Silahturahmi Wartawan Antar Lintas Generasi, yang dihelat di Ocean Garden Trunojoyo, Kota Malang, Minggu (10/2/2019).</p>
<p>Ketua Panitia HPN Malang Raya, Cahyono mengatakan kegiatan peringatan HPN merupakan kegiatan rutian tahunan. Namun agenda yang diusung, sebagian besar ada agenda baru. Kalaupun agenda lama, hanya tempatnya yang berpindah.</p>
<p><div id="attachment_77620" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-77620" decoding="async" class="size-full wp-image-77620" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Wartawan Senior Berikan Petuah, Warga Kampung Budaya Polowijen Berikan Apresiasi" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Wartawan-Senior-Berikan-Petuah-Warga-Kampung-Budaya-Polowijen-Berikan-Apresiasi.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-77620" class="wp-caption-text">Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda menerima cinderamata dari warga Kampung Budaya Polowijen (KBP). (rhd)</p></div></p>
<p>&#8220;Dalam khotmil quran kemarin diikuti sekitar 10 jurnalis bersama puluhan santri dan ustadz membaca Al-Quran 30 juz. Disela-sela Khotmil Quran, beberapa jurnalis melakukan ziarah ke makam para ulama dan makam para wartawan senior. Di antaranya makam Ki Ageng Gribig, makam Syaikh Jailani, alm. Wiharjono, alm. Yogi, dan alm. M Jupri,&#8221; jelas Cahyono, mendampingi Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda.</p>
<p>Selanjutnya, dalam Silahturahmi Wartawan Antar Lintas Generasi, panitia mengundang sekitar 25 wartawan senior, baik yang masih aktif, purna tugas, maupun berpindah profesi. Layaknya reuni, para wartawan legenda Malang Raya terlihat gayeng, dan tersirat kembali semangat mengingat jaman-jaman suka duka saat berjuang menjadi kuli tinta. Mereka bercerita dan berpesan kepada wartawan generasi milenial, di jaman yang serba mudah seyogyanya wartawan tak boleh terlena dan tetap komitmen menjaga idealismenya.</p>
<p><div id="attachment_77622" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-77622" decoding="async" class="size-full wp-image-77622" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda mengapresiasi kehadiran para wartawan senior. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0050-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-77622" class="wp-caption-text"><strong>Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda mengapresiasi kehadiran para wartawan senior. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Yang saya lihat wartawan sekarang, tidak turun liputan tapi bisa punya berita. Apalagi karya copas. Bukan masalah sakti atau cerdas, mana idealismemu? Bagaimana tanggung jawabmu, mana harga dirimu? Gunakan kecanggihan teknologi dengan cara yang baik. Investigasi dan pecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Dan yang terpenting melek hukum pada pos kalian,&#8221; pesan Yunanto, mantan wartawan Suara Indonesia, yang mengaku pernah dikirimi bingkisan potongan kepala manusia ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Plt Walikota Malang Resmikan Pasar Topeng di Kampung Budaya Polowijen</title>
		<link>https://memontum.com/plt-walikota-malang-resmikan-pasar-topeng-di-kampung-budaya-polowijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 17:05:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Topeng]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Walikota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/49433-plt-walikota-malang-resmikan-pasar-topeng-di-kampung-budaya-polowijen</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Malang &#8211; Bertempat di Kampung Budaya Polowijen pada hari Senin (30/7/2018) telah dilaksanakan Peresmian Pasar Topeng oleh Plt Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji. Menguri-uri budaya merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai wujud apresiasi kita pada peradaban yang ada. Sutiaji mengatakan bahwa budaya &#8211; budaya malangan sudah sangat hadir dan sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Malang</strong> &#8211; Bertempat di Kampung Budaya Polowijen pada hari Senin (30/7/2018) telah dilaksanakan Peresmian Pasar Topeng oleh Plt Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji. Menguri-uri budaya merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai wujud apresiasi kita pada peradaban yang ada. Sutiaji mengatakan bahwa budaya &#8211; budaya malangan sudah sangat hadir dan sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari di kampung ini.</p>
<p>&#8220;Kampung &#8211; kampung tematik yang hadir di kota Malang adalah murni hasil karya dan kreativitas masyarakat sekitar tanpa ada campur tangan dari Pemerintah; Pemerintah hanya memfasilitasi ide-ide dari masyarakat&#8221; ujar Sutiaji.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/07/IMG-20180730-WA0167-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-10765" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Saya berharap, lanjut Sutiaji, Kampung Budaya Polowijen mampu menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang memberikan alternatif tujuan wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Apresiasi positif juga akan selalu kami berikan pada penggagas dan masyarakat sekitar atas terbentuknya kampung ini, harapannya kampung ini juga dapat memberikan multiflier efek bagi masyarakat Polowijen&#8221; tandasnya.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa asing dari 20 negara ini juga menampilkan langsung cara pembuatan topeng dengan menghadirkan para seniman pengrajin topeng dari Malang Raya.<strong> (hms/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49433</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
