<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Karanganyar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karanganyar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2023 09:43:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Karanganyar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wakil Ketua DPRD Lumajang Berharap Perkara Karanganyar Rampung dan Dimiliki Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-ketua-dprd-lumajang-berharap-perkara-karanganyar-rampung-dan-dimiliki-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183647</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Bukasan, berharap agar perkara tukar guling atau tukar menukar kawasan hutan di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, bisa segera selesai. Hal itu, diungkapkan Wakil Ketua, pasca menerima puluhan warga yang mengadu ke Kantor DPRD Lumajang, Senin (20/02/2023) tadi. &#8220;Saya ingin, ini segera selesai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Bukasan, berharap agar perkara tukar guling atau tukar menukar kawasan hutan di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, bisa segera selesai. Hal itu, diungkapkan Wakil Ketua, pasca menerima puluhan warga yang mengadu ke Kantor DPRD Lumajang, Senin (20/02/2023) tadi.</p>



<p>&#8220;Saya ingin, ini segera selesai. Kalau saya melihat dari riwayatnya Dusun Karanganyar, Desa Burno, ini sudah ditempati warga dan diusulkan. Apalagi, pemerintah 2017 sudah mulai membuka ruang untuk itu dan ada peraturan presiden juga. Sehingga, artinya memang itu bisa dimiliki oleh rakyat, dengan catatan bahwa prosesnya jelas secara administrasi. Nanti, ketika dikeluarkan sertifikat oleh BPN, maka ya semua menjadi benar-benar tidak ada masalah dikemudian hari. Dan, ini bisa menjadi milik rakyat seutuhnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>H Bukasan juga menilai, bahwa masyarakat sudah berusaha mencoba untuk melakukan upaya dengan adanya program reforma agraria. Program yang dari pemerintah pusat, menerangkan bahwa bisa pelepasan kawasan hutan itu dengan catatan-catatan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Tadi itu tidak menjadi hutan kawasan dan tidak sengketa. Kemudian, pemanfaatannya jelas kemudian diakui oleh desa dan adat, bahwa tanah itu memang sudah ditempati dengan saksi yang kuat maka bisa jadi lahan itu memang dimanfaatkan untuk di lepas menjadi hak milik masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa ini sudah dilakukan proses pendataan oleh warga, sebagaimana yang disampaikan tadi. &#8220;Dari yang disampaikan tadi, saya melihat ini berarti desa belum melakukan upaya itu. Sehingga, nanti akan kita lakukan rapat kerja bersama desa camat kemudian BPN, Perhutani, kehutanan hingga Bapeda. Karena kita juga ingin tahu, bagaimana pengembangan wilayahnya dari Bapeda, seperti apa. Apakah memang itu khusus Dusun Karanganyar dan itu memang semuanya menjadi kawasan hutan atau mungkin menjadi kawasan hutan yang sudah dipakai untuk pemukiman, itukan sudah ada di situ. Kemudian, bagaimana tanggapan dari kepala desa sendiri,&#8221; ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, salah seorang warga Desa Burno, saat di ruang sidang DPRD Lumajang, juga menyampaikan bahwa dimulai perkara ini dari permasalahan akhir tahun 2019. Mereka dihadapkan dengan permasalahan yang namanya tukar menukar kawasan hutan atau tukar guling, yang ada dibeberapa desa yang diantaranya Dusun Karanganyar.</p>



<p>&#8220;Dusun Karanganyar ada sekitar kurang lebih 200 kepala keluarga (KK) dengan luasannya kurang lebih 16 hektare. Berawal dari sana, sebagian warga kami tidak mampu untuk membayar sejumlah yang sudah ditentukan oleh panitia saat itu sebesar Rp 35 ribu permeter. Karena itu sangat memberatkan bagi kami, ibaratnya tanah itu kalau dijual tidak laku Pada waktu itu, sebagian warga banyak yang takut,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183647</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manten Kopi Tandai Musim Petik di Perkebunan Karanganyar Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/manten-kopi-tandai-musim-petik-di-perkebunan-karanganyar-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 May 2022 13:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169859</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Prosesi ritual Manten Kopi mulai digelar di Perkebunan Kopi Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Minggu (29/05/2022) tadi. Komisaris Perkebunan Kopi Karanganyar, Heri Noegroho, mengatakan bahwa ritual tersebut merupakan tradisi atau budaya yang dilakukan secara rutin tiap tahun. Yakni sejak didirikan Perkebunan Kopi Karanganyar pada tahun 1874 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Prosesi ritual Manten Kopi mulai digelar di Perkebunan Kopi Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Minggu (29/05/2022) tadi.</p>



<p>Komisaris Perkebunan Kopi Karanganyar, Heri Noegroho, mengatakan bahwa ritual tersebut merupakan tradisi atau budaya yang dilakukan secara rutin tiap tahun.</p>



<p>Yakni sejak didirikan Perkebunan Kopi Karanganyar pada tahun 1874 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. &#8220;Ketika mulai ada musim panen, kemudian sesuai dengan tradisi dari masyarakat sini diadakan suatu acara yang dinamakan Manten Kopi,&#8221; kata Heri Noegroho.</p>



<p>Dirinya menambahkan, dalam prosesi Manten Kopi tersebut, mempertemukan kopi lanang (laki-laki) dan kopi wadok (perempuan), yang diibaratkan dengan pengantin lelaki dan pengantin perempuan. &#8220;Sebenarnya tujuannya itu adalah doa supaya pelakasanaan panen raya atau petik kopi, dari proses sampai penjualan berjalan lancar tidak ada kendala. Kemudian hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Mantan Bupati Blitar ini menyampaikan, tradisi Manten Kopi ini terus dilestarikan. &#8220;Tradisi ini akan tetap kami lestarikan. Apalagi sejak 2017, Perkebunan Kopi Karanganyar dijadikan destinasi wisata. Sehingga kita kemas sebagai salah satu warisan budaya asli Kabupaten Blitar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Heri Noegroho berharap, tradisi Manten Kopi ini agar tetap dilestarikan sebagai warisan budaya. Selain itu sebagai destinasi wisata, diharapkan bisa dikemas menjadi suatu daya tarik wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional untuk bisa melihat budaya yang ada di Perkebunan Kopi Karanganyar ini.</p>



<p>Sementara Wakil Direktur Perkebunan Kopi Karanganyar, Randu Ramaditya mengatakan, Perkebunan Kopi Karanganyar seluas sekitar 240 hektar tersebut, dalam setahun mampu mehasilkan 20 ton kopi basah. &#8220;Dari segi kuwantiti, kita memang menurun. Mudah &#8211; mudahan tahun ini bisa meningkat,&#8221; kata Randu Ramaditya.</p>



<p>Randu menandaskan, Perkebunan Kopi Karanganyar merupakan wisata budaya dan sejarah. Seiring dengan tempat tersebut, sebagai destinasi wisata. &#8220;Jadi salah satu fokus utama kami adalah konsen budaya dan sejarah. Termasuk ritual Manten kopi ini. Juga menerima tamu-tamu yang sifatnya edukasi kopi,&#8221; tandasnya. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gondang Jenggrik View, Spot Instagramable Wisata Karanganyar</title>
		<link>https://memontum.com/gondang-jenggrik-view-spot-instagramable-wisata-karanganyar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 15:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gondang Jenggrik]]></category>
		<category><![CDATA[Instagramable]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107313-gondang-jenggrik-view-spot-instagramable-wisata-karanganyar</guid>

					<description><![CDATA[Bendungan Berlatar Belakang Gunung Lawu Memontum Malang &#8211; Pagi berselimut awan mendung menutupi sebagian bukit dan gunung Lawu. Sinar matahari perlahan menyembul di sisi Timur Bendungan Gondang. Pemandangan cukup langka bisa dinikmati di lokasi wisata Dusun Jenggrik, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Pagi itu, satu dua orang warga melintasi jembatan bendungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Bendungan Berlatar Belakang Gunung Lawu</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pagi berselimut awan mendung menutupi sebagian bukit dan gunung Lawu. Sinar matahari perlahan menyembul di sisi Timur Bendungan Gondang. Pemandangan cukup langka bisa dinikmati di lokasi wisata Dusun Jenggrik, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Pagi itu, satu dua orang warga melintasi jembatan bendungan Gondang, bertegur sapa dengan pihak keamanan. Warga setempat yang bekerja sebagai petani, mulai berangkat ke lahan garap.</p>
<p><div id="attachment_107317" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107317" decoding="async" class="size-full wp-image-107317" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="BENDUNGAN GONDANG : Berlatar Gunung Lawu. (sos)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107317" class="wp-caption-text">BENDUNGAN GONDANG : Berlatar Gunung Lawu. (sos)</p></div></p>
<p>Oso, editor Memontum.com menyempatkan diri mampir ke lokasi wisata desa yang namanya mungkin belum cukup kondang. Namun, pemandangan di lokasi (cek Gmaps : Jembatan Selfi Jurang Jejek) cukup istimewa.</p>
<p>Beberapa warga masih belum tepat menyebut nama lokasi wisata yang dikelola karang taruna desa setempat. Belum ada papan nama besar di lokasi. Saya, sempat bertanya apa namanya.</p>
<p>Masuk dari pedukuhan Njenggrik, pengunjung melewati tiang-tiang bambu berhias lampion kertas. Merah putih biru, bermacam warna menghiasi kayu lokasi. Tempat parkirnya cukup luas.</p>
<p>Belum ada yang berjaga. Saya dan 2 ponakan saya lalu mampir. Banyak ban susun berhias berwarna terpasang. Ban berfungsi semacam meja. Tempat duduknya berbahan bambu.</p>
<p><div id="attachment_107316" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107316" decoding="async" class="size-full wp-image-107316" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="GONDANG : Dibangun di lahan 96,23 hektare, sebagian masuk Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Ngargoyoso. (sos) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107316" class="wp-caption-text">GONDANG : Dibangun di lahan 96,23 hektare, sebagian masuk Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Ngargoyoso. (sos)</p></div></p>
<p>Banyak bunga tertanam menghiasi lokasi. Berdiri pula, semacam bangunan berbahan kayu dan bambu menjadi titik view&#8211;pandang setinggi sekitar 15 meteran. Dari sini, panorama Bendungan Gondang tampak jelas.</p>
<p>Di lokasi ini, pengunjung disuguhi pemandangan Bendungan Gondang dengan background Gunung Lawu. Sayang, Rabu pagi, langit berawan mendung. Tapi tetap, suasana sejuk dan udara segar dapat dirasakan pengunjung.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/I2AzWSaFPqQ" width="750" height="333" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br />
<em>VIDEO : Gondang Jenggrik View di Desa Ganten Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar. (sos)</em></p>
<p>Ya, lokasi ini jauh dari kebisingan kota. Sangat cocok menjadi jujukan rekreasi ringan. Sekedar melepas lelah atau mengurangi stress dengan menikmati pemandangan Bendungan Gondang.</p>
<p>Jika panorama pagi sedemikian mengesankan, entah bagaimana rasanya di kala senja atau matahari terbenam. Perbukitan dan gunung Lawu sangat jelas terlihat. Lalu lokasi wisata itu apa namanya?</p>
<p><div id="attachment_107315" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107315" decoding="async" class="size-full wp-image-107315" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="MURAH : Pengunjung bisa berfoto sepuasnya. (sos) " width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107315" class="wp-caption-text">MURAH : Pengunjung bisa berfoto sepuasnya. (sos)</p></div></p>
<p>Seorang warga menyebutnya Jembatan Selfie Jurang Jejek. Penamaan Jembatan Selfie Jejek Karanganyar nantinya akan sama dengan nama lokasi jembatan Selfie Jejek di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar.</p>
<p>Sejarahnya, lokasi ini pernah ditumbuhi pohon trembesi besar dekat jurang. Meski dekat jurang, trembesi ini kokoh berdiri. Sebab itu, ada warga yang menyebut lokasi wisata tersebut dengan Trembesi Jejek.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3541" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lokasi wisata ini masih belum terdokumentasikan atau terpublikasikan, baik di media daring maupun media sosial. Padahal, panorama di sini cukuplah eksotis dan menarik.</p>
<p>Biaya masuk murah meriah hanya Rp 2000 per orang. Parkir sepeda motor Rp 5000 + 1 orang dan parkir Mobil Rp 10 ribu. Biaya masuk ini dikelola karang taruna setempat yang nantinya dipakai untuk perawatan lingkungan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107314" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Memontum.com, lokasi wisata di Desa Ganten Kerjo Karanganyar ini sangatlah layak dinamakan Gondang Jenggrik View (GJJ/GOJEV). Kenapa?</p>
<p>Bendungan bernama Gondang adalah poin interest lokasi. Jejek sendiri menyebut eksplisit kondisinya berupa jurang. Jenggrik akan lebih memperkenalkan nama dusun di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. View menunjukkan memang titik pandang terbaik ke arah bendungan berlatar Gunung Lawu berada di lokasi ini.</p>
<p>Bendungan Gondang dibangun di lahan 96,23 hektare masuk 2 Kecamatan yakni Kecamatan Ngargoyoso dan Kerjo, sejak Kamis, 5 Mei 2019, diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Bendungan ini mampu memenuhi kebutuhan air areal pertanian seluas 4.680 hektar di Sragen dan Karanganyar. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
