<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konghucu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konghucu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2023 11:28:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>konghucu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuk Tahun Kelinci Air, Berikut Salah Satu Pemahaman Umat Khonghucu saat Ibadah di Klenteng Kwan Im Tong Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-tahun-kelinci-air-berikut-salah-satu-pemahaman-umat-khonghucu-saat-ibadah-di-klenteng-kwan-im-tong-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[konghucu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181847</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Perayaan Tahun Baru Imlek 2574, memiliki arti atau pemahaman tersendiri bagi warga keturunan Tionghoa yang menganut agama Khonghucu. Seperti salah satunya, jamaah yang berhasil ditemui Memontum.com, saat beribadah di Klenteng Kwan Im Tong, Kota Batu, Minggu (22/01/2023) tadi. &#8220;Bagi saya, Imlek 2574 atau tepat di tahun 2023, ini masuk tahun Kelinci [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Perayaan Tahun Baru Imlek 2574, memiliki arti atau pemahaman tersendiri bagi warga keturunan Tionghoa yang menganut agama Khonghucu. Seperti salah satunya, jamaah yang berhasil ditemui Memontum.com, saat beribadah di Klenteng Kwan Im Tong, Kota Batu, Minggu (22/01/2023) tadi.</p>



<p>&#8220;Bagi saya, Imlek 2574 atau tepat di tahun 2023, ini masuk tahun Kelinci Air. Ini, bagi saya punya makna bagus. Yaitu, akan banyak rejeki,&#8221; terang Asen (48), salah seorang warga dari Kota Batam, saat beribadah di Klenteng Kwan Im Tong, Kota Batu.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa tahun keberuntungan bagi yang meyakininya, itu ada dua. Yaitu, tahun Kelinci dan Naga. &#8220;Tahun keberuntungan itu ada dua, yaitu Naga dan Kelinci. Ke dua tahun itu, bagi saya bagus. Tetapi, tergantung kitanya,&#8221; ujar pria dua anak ini.</p>



<p>Mengenai nasib, dijelaskan Aseng, bahwa warga keturunan Tionghoa, memiliki shio masing-masing. Saat diketahui tahun kelahirannya, lalu dihitung berdasarkan rumus hitungan, maka akan diketahui shionya.</p>



<p>&#8220;Kita kalau Cina, itukan ada shionya masing-masing. Seperti lahir tahun berapa, terus dihitungan Cinanya bagaimana. Hasilnya berapa, pasti ketahuan shionya. Karena ada 12 shio di Cina,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sedangkan, lanjutnya, bagi yang sama shionya dengan tahun ini, maka warga keturunan penganut Khonghucu, akan melakukan sembahyang Thai Sui. Itu, dilaksanakan 15 hari setelah perayaan Imlek.</p>



<p>&#8220;Setelah hari ini, 15 hari ke depan, saya akan sembahyang Thai Sui untuk berdoa supaya dijauhkan dari bencana. Masalah besar jadi kecil dan masalah kecil tidak ada,&#8221; paparnya.</p>



<p>Soal keberuntungan tahun ini, Asen menegaskan, sesuai dengan tahun kelahirannya, dirinya ternyata masuk di Shio Kelinci Air. Oleh sebab itu, sangat optimis tahun ini akan mendapatkan keberuntungan di perjalanan hidupnya.</p>



<p>&#8220;Sesuai hitungan saya, tahun ini akan bagus. Saya sendiri, itu baru kali ini datang di Kota Batu. Dan, baru enam bulan menjalani usaha online. Karena sebelumnya, pindah-pindah negara yang sebelumnya di Jepang. Saya optimis, bahwa tahun Kelinci Air ini menjadi tahun keberuntungan saya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, tradisi umat Khonghucu sebelum esok paginya atau malam sebelum merayakan Imlek, akan melakukan ibadah yang dinamakan sembahyang Thi Kong. Kemudian setelah Thi Kong, mereka saling mengucap Imlek kepada seluruh anggota keluarga. Sedangkan, selesai merayakan Imlek, umat Khonghucu berkunjung ke saudara dan kerabatnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Imlek 2572, Sembahyang Umat Konghucu di Kediaman Masing-Masing</title>
		<link>https://memontum.com/imlek-2572-sembahyang-umat-konghucu-di-kediaman-masing-masing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2021 05:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[konghucu]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili yang jatuh hari ini (12/2), nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Umat Khonghucu khususnya di Kota Malang, dihimbau untuk tidak berkerumun dan merayakan Imlek secara virtual. Hal itu, disampaikan Ketua Majelis Agama Konghucu Kota Malang, Halim Tobing. &#8220;Jadi karena situasi pandemi seperti ini, mau tidak mau umat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum </a>Kota Malang </strong>&#8211; Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili yang jatuh hari ini (12/2), nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Umat Khonghucu khususnya di Kota Malang, dihimbau untuk tidak berkerumun dan merayakan Imlek secara virtual.</p>



<p>Hal itu, disampaikan Ketua Majelis Agama Konghucu Kota Malang, Halim Tobing. &#8220;Jadi karena situasi pandemi seperti ini, mau tidak mau umat yang merayakan Imlek, juga harus mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkerumun. Tapi, tetap kita mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek lewat virtual,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134506-polis-tidak-cair-100-nasabah-lurug-kantor-bumi-putera">Polis Tidak Cair, 100 Nasabah Lurug Kantor Bumi Putera</a></strong></p>



<p>Acara perayaan pun, juga tidak digelar di Klenteng Eng An Kiong. Hanya sembahyang, yang diikuti oleh pengurus inti. Sedangkan para umat Khonghucu, dihimbau untuk melakukan sembahyang di rumah masing-masing.</p>



<p>&#8220;Acara di klenteng sangat terbatas. Biasanya, malam menjelang Imlek kami ada sembahyang kepada altar leluhur, kepada roh-roh suci untuk mengucapkan puji syukur atas tahun 2571. Namun, untuk kali ini kita tiadakan, jadi sembahyang di rumah masing-masing. Lalu untuk hari ini (12/2) yang sembahyang di Klenteng hanya pengurus inti, sejumlah kurang lebih 20 orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tahun kerbau emas, pria yang sehari-hari juga menekuni bisnis usaha besi beton ini pun menghimbau kepada seluruh umat yang merayakan Imlek untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Tanpa mengurangi rasa hikmat dan tetap berpuji syukur atas apa yang sudah didapatkan selama tahun 2571.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134487-jelang-imlek-orderan-lampion-lesu">Jelang Imlek, Orderan Lampion Lesu</a></strong></p>



<p>&#8220;Di tahun kerbau emas ini semua tetap memperbarui diri, mengawali dengan harapan yang penuh semangat dan penuh positif. Berjuang untuk tidak pasif, dan selalu aktif, agar makna hidup tidak sia-sia. Sehingga apa yang akan dicapai dan diangan-angan kan bisa terwujud dengan semaksimal mungkin,&#8221; harap pria yang akrab disapa Halim itu.</p>



<p>Di sisi lain, dirinya juga berharap kondisi segera membaik supaya roda perekonomian kembali normal. &#8220;Dan tentunya supaya segala bentuk silaturahmi, segala bentuk hubungan manusia sebagai makhluk sosial ini, bisa kembali seperti sedia kala,&#8221; tutupnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134543</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
