<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>labuh laut &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/labuh-laut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2022 08:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>labuh laut &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pantai Sine Tulungagung Gelar Prosesi Labuh Laut</title>
		<link>https://memontum.com/pantai-sine-tulungagung-gelar-prosesi-labuh-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2022 08:56:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[labuh laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Sine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170129</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menghadiri serangkaian prosesi pelaksanaan Labuh Laut 2022 Pantai Sine Kabupaten Tulungagung. Didampingi Wabup dan Forkopimda serta OPD, bupati mengungkapkan bahwa Labuh Laut adalah tradisi sebagai ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat, utamanya nelayan di pantai. &#8220;Selain rasa syukur, ini sekaligus mewujudkan rasa cinta, budaya gotong royong hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menghadiri serangkaian prosesi pelaksanaan Labuh Laut 2022 Pantai Sine Kabupaten Tulungagung. Didampingi Wabup dan Forkopimda serta OPD, bupati mengungkapkan bahwa Labuh Laut adalah tradisi sebagai ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat, utamanya nelayan di pantai.</p>



<p>&#8220;Selain rasa syukur, ini sekaligus mewujudkan rasa cinta, budaya gotong royong hingga memiliki peran penting dalam masyarakat,&#8221; ungkap Maryoto Birowo, Jumat (03/06/2022) tadi.</p>



<p>Labuh Laut menurut Maryoto, bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat, sebagai sarana melestarikan peninggalan terdahulu dari sisi adat atau tradisi. Di dalam budaya, ada satu pelajaran pendidikan dan budaya salah satu yang bagus dalam bermasyakat dan bernegara.</p>



<p>Selama pandemi, tambahnya, kegiatan &#8216;Labuh Laut&#8217; hanya ala kadarnya dan tidak seramai seperti biasa. Pemkab Tulungagung berharap, dengan mulainya new normal, maka dapat meningkatkan kunjungan yang nantinya secara tidak langsung mengangkat perekonomian warga sekitar.</p>



<p>&#8220;Ke depan, kegiatan ini bisa terlaksana terus menerus dan meningkat. Karena hampir tiga tahun, tidak ada kegiatan semacam ini sehingga banyak yang ingin melihat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Panitia Labuh Laut, Jaiman, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan peninggalan dari sesepuh secara turun temurun. Namun, baru tahun ini digelar kembali, setelah adanya pandemi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi">Stabilkan Harga Cabai, TPID Kota Malang Siapkan Intervensi Via Warung Tekan Inflasi</a></li>
</ul>


<p>Perihal pariwisata, dirinya berharap, bisa dioptimalkan sebagai bagian promosi ke wisatawan. Karena, ada adat budaya yang masih dipertahankan yaitu membawa sesajen yang dilarung di bibir pantai.</p>



<p>Pria yang juga sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tulungagung ini menegaskan, potensi yang lumayan bagus ini jika dikembangkan akan kian menarik. Karena wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri, bisa turut menumbuhkan ekonomi masyarakat.</p>



<p>Melalui promosi wisata, Jaiman menerangkan, maka Labuh Laut juga bisa mengenalkan budaya masyarakat Pantai Sine. Karena bagaimana pun, hal tersebut tidak ditemui di daerah lain. Kalaupun ada, pasti tidak sama prosesi yang dilalui dan mampu menarik wisatawan.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya wisatawan, kita bisa mengenalkan budaya,&#8221; ujar Jaiman.</p>



<p>Prosesi Labuh Laut sendiri, diawali kajatan (pembacaan hajat) oleh sesepuh setempat. Disusun dengan pembacaan doa oleh kiai kampung, supaya diberikan keberkahan, kelancaran baik selama proses hingga kedepan berjalan.</p>



<p>Rombongan kirab sesajen diiringi oleh paguyuban jaranan di belakang, bersama para sinden dan lelaki yang memakai baju adat Jawa. Suasana tambah khidmat, ketika sesepuh melemparkan bunga hingga makanan yang terbuat dari tepung dengan bermacam-macam bentuk ikan. <strong>(jaz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Minta Masyarakat Watulimo Siap Sambut Era Baru</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-minta-masyarakat-watulimo-siap-sambut-era-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 08:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[labuh laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Cengkrong]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91639-bupati-arifin-minta-masyarakat-watulimo-siap-sambut-era-baru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dalam rangka menyambut tahun baru Muharram atau satu Suro (dalam kalender Jawa), Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, menghadiri upacara adat labuh laut di Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Minggu (01/09/2019). Dalam sambutannya, Bupati Nur Arifin mengajak kepada masyarakat di wilayah pesisir selatan untuk mempersiapkan diri menyambut era baru. Bagi masyarakat Watulimo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut tahun baru Muharram atau satu Suro (dalam kalender Jawa), Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, menghadiri upacara adat labuh laut di Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Minggu (01/09/2019).</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Nur Arifin mengajak kepada masyarakat di wilayah pesisir selatan untuk mempersiapkan diri menyambut era baru.</p>
<p>Bagi masyarakat Watulimo, tentu akan diuntungkan dengan tersambungnya akses hingga ke Munjungan dan Panggul. Ditambah lagi di sisi timur tahun depan juga akan tersambung dengan Popoh dimana Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran hingga 800 miliar.</p>
<p>&#8220;Watulimo itu seringnya banyak ditempuh dari jalur Durenan lalu masuk ke Tulungagung dulu baru ke Watulimo, &#8221; ungkap Bupati, Senin (02/09/2019) pagi.</p>
<p>Bupati mengaku, jika tersambung dengan Munjungan dan Panggul serta Popoh di sisi timur, artinya wisatawan tidak harus melalui jalan yang sebelumnya, tinggal menyusuri pesisir pantai bisa sampai ke Watulimo.</p>
<p>Untuk itu, Bupati mengingatkan masyarakat untuk bersiap dengan tersambungnya akses tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak mempersiapkan diri maka wisatawan tidak masuk ke Watulimo dan justru akan keluar Watulimo, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bupati juga menyinggung minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurut Bupati, wisatawan pergi ke pantai tentu ingin menikmati keindahan alam.</p>
<p>Jika pantainya kotor tentu enggan untuk berkunjung dan memilih tempat wisata lain.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai nanti sesudah tersambung wisatawan yang biasa berkunjung di tempat kita justru keluar mencari referensi tempat lain, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, suami Novita Hardiny ini juga mengajak masyarakat untuk bersama menata tempat wisata, seperti banyaknya warung liar di tepi pantai.</p>
<p>Diharapkan bibir pantai bersih dari warung dan parkir kendaraan sehingga saat melintas akan langsung terlihat keindahan pantai yang tentu menambah menjadi daya tarik wisata.</p>
<p>&#8220;Tempat parkir dan warung ditata ulang, bisa di seberang jalan sehingga lebih rapi dan tidak menutupi pemandangan pantai, &#8221; tutur Bupati. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91639</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
