<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Maggot &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/maggot/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 May 2022 10:26:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Maggot &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah Sampah Organik, Warga Kedungkandang Kota Malang Kelola Maggot Black Soldier Fly</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-sampah-organik-warga-kedungkandang-kota-malang-kelola-maggot-black-soldier-fly</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2022 10:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Maggot]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sampah organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168719</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sampah hingga saat ini masih menjadi persoalan. Apalagi, jika tidak segera ditangani. Salah satu satu warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yaitu Yusuf, yang mengelola Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mereduksi sampah organik. “Maggot BSF ini salah satu cara untuk menghabiskan sampah organic, menyelesaikan permasalahan persampahan khususnya sampah organic [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sampah hingga saat ini masih menjadi persoalan. Apalagi, jika tidak segera ditangani. Salah satu satu warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yaitu Yusuf, yang mengelola Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mereduksi sampah organik.</p>



<p>“Maggot BSF ini salah satu cara untuk menghabiskan sampah organic, menyelesaikan permasalahan persampahan khususnya sampah organic di hulunya, yaitu salah satunya rumah tangga,” kata Yusuf, Minggu (08/05/2022) tadi.</p>



<p>Usaha yang dirintis bersama istrinya sejak tahun 2013, ini merupakan perkembangan dari unit bank sampah yang dikelola. Menurutnya, cara budidaya Maggot BSF itu tidak terlalu rumit. Dirinya hanya perlu mengumpulkan sampah organik yang telah dihimpun dari rumah tangga, kemudian menggilingnya dengan crusher untuk dapat dimakan oleh bayi-bayi maggot.</p>



<p>“Sampah organik rumah tangga kita giling kemudian diberikan untuk makanan maggot. Untuk per 1 kg maggot, dapat menghabiskan hingga 5 hingga 10 kg sampah organik yang sudah digiling. Namun, apabila sampah tidak digiling, maggot hanya dapat menghabiskan 1 hingga 2 kg saja dalam 1&#215;24 jam,” terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Penanggulangan sampah organik yang dilakukan dengan cara budidaya Maggot BSF ini adalah kekhawatirannya terhadap penumpukan sampah. Meskipun berasal dari bahan-bahan makanan, namun persoalan sampah organik ini tidak dapat dianggap sepele.</p>



<p>“Sampah organik harus diselesaikan dari hulunya. Bisa mulai dari level RT sehingga tidak menumpuk seperti yang terjadi di TPA Leuwigajah yang ada di Bandung. Sampah di sana sempat meledak sehingga 2 desa hilang, dan 157 nyawa meninggal karena sampah organik yang menumpuk menimbulkan gas metan,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya tidak mengharapkan, Kota Malang khususnya TPA Supit Urang, mengalami hal yang serupa. Budidaya maggot menurutnya juga hal yang tidak merugikan terlebih maggot tidak mengundang maupun mengandung faktor yang menimbulkan penyakit.</p>



<p>“Benefitnya juga telur dan Maggot BSF punya nilau jual, selain itu juga pupanya menjadi salah satu bahan industrial untuk cat atau cangkang kapsul yang bisa dikonsumsi untuk minum obat,” terantnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Binaan Lapas Lowokwaru Budidaya Maggot BSF, Solusi Permasalahan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/warga-binaan-lapas-lowokwaru-budidaya-maggot-bsf-solusi-permasalahan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 02:35:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[Maggot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=91783</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sampah masih menjadi permasalahan yang cukup pelik di negeri ini. Tak terkecuali bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru Kota Malang, yang menghasilkan 3 kuintal sampah per hari, dari aktifitas 3.000-an tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lowokwaru. &#8220;Jika dipilah, sampah anorganik masih bisa didaur ulang menjadi beragam kerajinan. Meski tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sampah masih menjadi permasalahan yang cukup pelik di negeri ini. Tak terkecuali bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru Kota Malang, yang menghasilkan 3 kuintal sampah per hari, dari aktifitas 3.000-an tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lowokwaru.</p>
<p>&#8220;Jika dipilah, sampah anorganik masih bisa didaur ulang menjadi beragam kerajinan. Meski tidak semua, setidaknya meminimalisir masalah dengan memanfaatkan potensi. Namun, sampah organik ini cukup pelik, selain bau, sampah mengotori lingkungan dan bisa berair. Jika seperti itu lalat bermunculan. Untungnya, salah satu WBP kami dikirim Tuhan untuk menjawab permasalahan kami. Dia memiliki keahlian mengolah dan fermentasi sampah dengan Maggot jenis BSF,&#8221; jelas Kepala Lapas (Kalapas) Lowokwaru, Yudi Suseno, Selasa (3/9/2019) siang.</p>
<p><div id="attachment_91786" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-91786" decoding="async" class="size-full wp-image-91786" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Maggot yang siap dibudidayakan untuk beragam kebutuhan. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0650-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-91786" class="wp-caption-text">Maggot yang siap dibudidayakan untuk beragam kebutuhan. (rhd)</p></div></p>
<p>Disebutkan mantan Kalapas Salemba ini, daya tampung Lapas Klas I Lowokwaru ini hanya 1.200 orang. Namun dipaksa menampung 3.000-an orang dari warga Kota Malang (40 persen), Kabupaten Malang (40 persen), dan Kota Batu (20 persen).</p>
<p>&#8220;Kondisi overload ini menimbulkan beragam masalah yang cukup krusial. Salah satunya sampah, baik anorganik dan organik. Bahkan untuk sedot tinja kotoran manusia, kami sampai mengajukan 12 kali dalam setahun,&#8221; terang Yudi, pria yang berkecimpung di dunia Lapas selama 27 tahun, dan sebentar lagi menjabat Kadiv Babel pada November mendatang.</p>
<p>Maggot BSF adalah sejenis belatung atau larva yang bermetamorfosis menjadi lalat bersih dan memberikan banyak manfaat bagi manusia. Black Soldier Fly (BSF) atau Lalat Tentara Hitam (sebutan bahasa Indonesia) bukan jenis lalat hijau/lalat sampah yang bervektor penyakit. Sayangnya, fase hidupnya hanya bertahan 7 hari, selain total siklus 45 hari dari larva hingga menjadi lalat.</p>
<p><div id="attachment_91787" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-91787" decoding="async" class="size-full wp-image-91787" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Bilik budidaya telor lalat BSF. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0641-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-91787" class="wp-caption-text"><strong>Bilik budidaya telor lalat BSF. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Dari segi pemanfaatan, tiap fase maggot memiliki beragam manfaat positif. Seperti pakan ternak unggas, perikanan (lele, dan lainnya), media sebagai bahan kompos, hingga salah satu bahan campuran kosmetik.</p>
<p>&#8220;Maggot remaja bisa untuk pakan ternak dan perikanan. Untuk maggot remaja klasifikasi tertentu bisa sebagai bahan campuran kosmetik. Karena industri maggot sudah masuk pasar internasional. Bahkan tempo hari ada tinjauan tamu dari Australia. Kami tidak bisa sendiri, karena kami juga butuh stakeholders dan mitra kerja agar bisa membantu,&#8221; papar Ali Murtopo, salah satu WBP yang ditugasi mengelola maggot BSF.</p>
<p>Secara teknis, lanjut Ali, untuk mengolah sampah dan menghasilkan maggot yang baik, diolah menggunakan pola fermentasi. Dimana bahan fermentasinya menggunakan EM4 sebagai sumber organisme hidup dengan komposisi 5 tutup botol, 10 liter air, 5 tutup botol tetes tebu (molase), dan dicampurkan pada bekatul, untuk mengolah 3 kuintal sampah organik dari sisa masakan dan sayuran.</p>
<p><div id="attachment_91788" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-91788" decoding="async" class="size-full wp-image-91788" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Kalapas Lowokwaru, Yudi Suseno, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0636-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-91788" class="wp-caption-text"><strong>Kalapas Lowokwaru, Yudi Suseno, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Bahan campuran bekatul tersebut diolahkan pada sampah. Sehingga tidak menimbulkan bau menyengat,&#8221; beber Ali, yang mengaku dibantu 30 orang dari pondok kreatif Pramuka dan santri bidang perikanan dan pertanian binaan Lapas Lowokwaru.</p>
<p>Sementara untuk proses budidaya maggot hingga tumbuh menjadi lalat dan telor, butuh waktu tambahan dengan membiarkan maggot tumbuh menjadi lalat BSF yang ditempatkan di ruang tertutup. Lalat BSF berjenis kelamin jantan dan betina dikawinkan hingga bertelor. Usai kawin, lalat jantan akan mati. Sementara lalat betina mampu bertelor 500-900 buah telur, yang selanjutnya menetas menjadi larva. Usai bertelor lalat betina akan mati.</p>
<p>&#8220;Untuk menjaga keberlangsungan terus menerus (suistanable), kami fokuskan pada budidaya. Sebab dari telor lalat 10 gram, bisa menghasilkan maggot 70 kilogram dalam waktu 3 minggu,&#8221; tutur Ali, didampingi Kepala Keamanan Lapas Lowokwaru, Giyono, saat meninjau lokasi budidaya.</p>
<p>Disinggung potensi harga jual maggot BSF, Ali merujuk harga pasaran online yang ditawarkan beberapa marketplace. Ali mencontohkan, kepompong bisa dijual kisaran Rp 100-300 ribu per kilogram, telor lalat BSF Rp 1 juta per kilogram, maggot remaja Rp 7 ribu per kilogram, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Harganya cukup bervariasi. Kami belum panen dengan varian tersebut. Sebab kami baru launching sejak 10 Agustus, dan fokusnya untuk budidaya bibit maggot BSF dulu,&#8221; tandas Ali. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91783</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
