Kota Malang
85 Ponpes di Kota Malang Sudah Berizin, Kesra Perkuat Edukasi Pesantren Ramah Anak

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan pelanggaran hak anak di lingkungan pondok pesantren. Salah satunya, melalui edukasi dan sosialisasi konsep pesantren ramah anak bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang.
Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kota Malang, Achmad Sholeh, mengatakan bahwa saat ini di Kota Malang terdapat 96 pondok pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 pondok pesantren telah mengantongi izin operasional.
“Kesra berkolaborasi dengan Kakan Kemenag Kota Malang untuk terus memberikan edukasi, terutama bagaimana pesantren ini ramah terhadap anak,” ujar Sholeh, Sabtu (06/06/2026) tadi.
Ditambahkannya, langkah preventif perlu terus diperkuat agar berbagai kasus yang melibatkan anak di lingkungan pendidikan dapat diminimalkan. Sholeh menegaskan persoalan tersebut tidak hanya berpotensi terjadi di pondok pesantren, tetapi juga di berbagai lingkungan pendidikan maupun aktivitas lainnya.
Baca juga :
“Hal seperti ini sebetulnya tidak hanya terjadi di pesantren. Di dunia pendidikan mana pun, bahkan di dunia atlet juga bisa terjadi ketika ada peluang, niat, dan kesempatan,” tambahnya.
Karena itu, Pemkot Malang bersama Kemenag akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pengelola pondok pesantren agar mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi santri. Selain itu, Pemkot Malang juga memastikan akan mendukung proses hukum apabila ditemukan pelanggaran atau tindak pidana di lingkungan pesantren.
“Pasti. Kalau sudah terjadi, kami akan mendukung penegakan hukum. Tetapi yang lebih penting adalah melakukan langkah-langkah preventif agar hal-hal seperti itu tidak terjadi,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, unsur penegak hukum juga akan dilibatkan dalam program pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi. Sehingga, potensi pelanggaran dapat ditekan sejak dini.
“Tentu pihak yang menangani hukum juga kami libatkan dalam upaya pencegahan agar hal demikian tidak terulang kembali,” imbuh Sholeh. (rsy/sit)











