<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa UMM &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mahasiswa-umm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2022 09:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mahasiswa UMM &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mahasiswa UMM Terjun Bebas di Jembatan Suhat Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-terjun-bebas-di-jembatan-suhat-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2022 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[Terjun Bebas di Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pengendara motor Yamaha N Max Nopol KT-5407-YZ, bernama Irfan Hafizh (20), mahasiswa UMM asal Jalan Telaga Sari I, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, sekitar pukul 09.30, terjun bebas di Jembatan Sukarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (26/11/2022) tadi. Meskipun terjatuh ke dasar jembatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pengendara motor Yamaha N Max Nopol KT-5407-YZ, bernama Irfan Hafizh (20), mahasiswa UMM asal Jalan Telaga Sari I, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, sekitar pukul 09.30, terjun bebas di Jembatan Sukarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (26/11/2022) tadi. Meskipun terjatuh ke dasar jembatan sedalam sekitar 12 meter, namun korban Irfan berhasil selamat.</p>



<p>Korban, diketahui mengalami luka-luka pada bagian kakinya hingga harus dilarikan ke RSU BRI Medika Kota Malang. Sedangkan motornya, mengalami kerusakan yang cukup parah.</p>



<p>Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Ilmi, mengatakan bahwa kejadian itu bermula saat korban mengendarai motornya dari arah Barat atau Jalan MT Haryono. Sesampainya di jembatan, korban berbelok ke arah Utara, untuk menuju Jl Soekarno-Hatta.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Saat berbelok ke kiri, korban diduga kurang hati-hati, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan hingga membuat ban kendaraan selip. Setelah itu, korban terjatuh hingga masuk ke bawah jembatan. Setelah dilakukan evakuasi, pengendara berhasil diselamatkan dan dirawat di RS BRI Medika Kota Malang,&#8221; ujar Iptu Saiful.</p>



<p>Setelah petugas melakukan pemeriksaan, diketahui sebelum kecelakaan tunggal tersebut, ban belakang motor korban bocor. Namun, tetap saja dikendarai dengan kecepatan tinggi. &#8220;Pengendara motor mengakui, memaksa menaiki kendaraannya meskipun ban belakang bocor dan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya, mengalami selip saat belok di Jembatan Suhat,&#8221; ujar Iptu Saiful. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kepekaan Sensoris, Mahasiswa UMM Lakukan Pengabdian Masyarakat untuk Kepekaan Sensoris Anak</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kepekaan-sensoris-mahasiswa-umm-lakukan-pengabdian-masyarakat-untuk-kepekaan-sensoris-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175664</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masing-masing Fadlul Syahidur Rahman, Aliyatul Himamiyah, Salsabilla Irbah Zahwa Ramadhani, Anisa Qurrotun Nada dan Nandi Putri bersama dosen pendamping lapangan Dr Ir Aniek Iriany MP, melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan tema &#8216;Bhaktimu Negeri&#8217;, Rabu (21/09/2022) tadi. Kegiatan yang digelar oleh Kelompok 95 Gelombang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masing-masing Fadlul Syahidur Rahman, Aliyatul Himamiyah, Salsabilla Irbah Zahwa Ramadhani, Anisa Qurrotun Nada dan Nandi Putri bersama dosen pendamping lapangan Dr Ir Aniek Iriany MP, melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan tema &#8216;Bhaktimu Negeri&#8217;, Rabu (21/09/2022) tadi. Kegiatan yang digelar oleh Kelompok 95 Gelombang 7 tersebut, dilaksanakan di Yayasan Yatim Piatu Attawwaabiin, Jalan Mega Mendung, Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Program utama dalam kegiatan ini, yakni mengajak anak-anak di yayasan tersebut untuk membuat kreasi dari origami dan membuat Mading yang bertema luar angkasa, guna meningkatkan kepekaan sensoris dan minat belajar anak. &#8220;Dengan adanya program ini, kami bisa melihat berbagai macam perbedaan kondisi sensoris anak seperti mulai dari penglihatan, pendengaran, somatik (sentuhan) dan rasa,&#8221; kata dosen pendamping.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Kegiatan ini, tambahnya, ditujukan kepada anak tingkat Taman Kanak-kanak hingga tingkat Sekolah Dasar di yayasan tersebut. Dari kegiatan yang dilakukan dengan cara mengajak anak-anak yayasan untuk ikut serta dalam pembuatan kreasi origami berbentuk bintang dan menghias Mading, diharapkan dapat menyimpulkan bahwa terdapat beberapa anak yang dapat menangkap instruksi dari kami dengan kecepatan yang berbeda.</p>



<p>&#8220;Pada Mading yang bertema luar angkasa ini, kami memberikan sedikit pengetahuan berupa penjelasan beberapa planet dan salah satu tokoh astronot muslim serta beberapa pantun, puisi dan juga komik pendek, agar tidak terkesan membosankan. Pada kreasi origami berbentuk bintang, kami menginstruksikan kepada anak-anak untuk menuliskan cita-cita mereka sebelum dijadikan bentuk bintang sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan kegiatan PMM ini, maka mahasiswa bisa mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. <strong>(nov/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akademisi Rhenald Kasali Beri Kiat Sukses Ribuan Mahasiswa Baru UMM</title>
		<link>https://memontum.com/akademisi-rhenald-kasali-beri-kiat-sukses-ribuan-mahasiswa-baru-umm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[maba]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175353</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penutupan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2022, menghadirkan sosok akademisi dan praktisi bidang Ekonomi, Rhenald Kasali, Kamis (15/09/2022) tadi. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya membagikan kiat sukses dan memberikan motivasi dalam menghadapi dinamika hidup masa kini. Menurutnya, saat ini kehidupan semakin maju dan berkembang. Sehingga, para mahasiswa harus mampu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penutupan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2022, menghadirkan sosok akademisi dan praktisi bidang Ekonomi, Rhenald Kasali, Kamis (15/09/2022) tadi. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya membagikan kiat sukses dan memberikan motivasi dalam menghadapi dinamika hidup masa kini.</p>



<p>Menurutnya, saat ini kehidupan semakin maju dan berkembang. Sehingga, para mahasiswa harus mampu menghadapi tantangan ke depan. Apalagi, mahasiswa saat ini juga dalam fase untuk mencari jati dirinya.</p>



<p>“Pesan saya kepada para mahasiswa tadi hindari 10 kata toxic dan jangan mudah terpengaruhi. Seperti kata cuan, passive income, quarter life crisis, apalagi insecure. Jangan terpengaruhi oleh kata seperti itu, yang nggak ada jangan dibayangkan ada, jangan mencari pembenaran,” ucap Rhenald.</p>



<p>Selain itu, dikatakan bahwa saat ini muncul tren di kalangan muda, di mana sedikit-sedikit butuh healing atau refreshing. Paradigma seperti itu menurutnya tidak perlu diadopsi. Boleh sesekali, namun jangan sampai keterusan.</p>



<p>“Semua orang hidup ada senang ada susah, adalagi orang yang mengatakan apa-apa butuh healing. Jadi orang yang sehat itu kadang-kadang mengalami jungkir balik dan kadang susah, itu biasa. Namanya manusia itu masih belajar, kalau belajar ya harus mau susah,” tegasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut, dikatakan jika sistem pendidikan zaman dahulu sudah tidak lagi relevan untuk diterapkan saat ini. Karena, menurutnya yang terpenting bagi seorang mahasiswa baru saat ini adalah mereka yang berani menghadapi segala tantangan.</p>



<p>“Karena yang membuat orang pandai dan sukses itu bukannya indeks prestasi bukan nilai sekolah yang tinggi, tetapi yang berani menghadapi tantangan. Jadi, biasakan menghadapi tantangan, itu yang penting, misalnya kerja di tempat yang berat, tidak apa-apa asalkan dia belajar,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan, mengatakan jika kehadiran seorang Prof Rhenald Kasali ini adalah sesuatu yang tepat. Pasalnya, UMM sendiri memiliki satu gagasan dengan segala pemikiran Prof Rhenald.</p>



<p>“Kali ini yang kita hadirkan adalah pemilik Rumah Perubahan, yang tidak lain tekad dan semangatnya adalah untuk mengusung masa depan. Ini juga seiring dengan tagline ‘UMM The Center For Future Of World’. Karena UMM adalah pusat pengembangan SDM yang menjawab problematika pekerjaan-pekerjaan di masa depan,” imbuh Fauzan. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Mahasiswa UMM Selesaikan Kuliah Tanpa Tugas Akhir Skripsi</title>
		<link>https://memontum.com/dua-mahasiswa-umm-selesaikan-kuliah-tanpa-tugas-akhir-skripsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 11:26:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lulus Tanpa Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168049</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Agribisnis, berhasil menyelesaikan studinya tanpa mengerjakan tugas akhir skripsi. Mereka adalah Faulicia Taurudzi Nirwanarti dan Orca Oryza Anantha Helian Thus. Kemudahan studi itu diberikan, karena kebijakan prodi Agribisnis UMM, yang memperbolehkan mahasiswanya untuk mengganti skripsi dengan publikasi jurnal bereputasi. Salah satu dosen pembimbing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Agribisnis, berhasil menyelesaikan studinya tanpa mengerjakan tugas akhir skripsi. Mereka adalah Faulicia Taurudzi Nirwanarti dan Orca Oryza Anantha Helian Thus.</p>



<p>Kemudahan studi itu diberikan, karena kebijakan prodi Agribisnis UMM, yang memperbolehkan mahasiswanya untuk mengganti skripsi dengan publikasi jurnal bereputasi. Salah satu dosen pembimbing mereka, Prof Jabal Tarik Ibrahim, menjelaskan bahwa prodi Agribisnis berkomitmen mendukung program UMM PASTI (pasti lulus tepat waktu, pasti bekerja, pasti mandiri).</p>



<p>“Yang jelas, komitmen kami di Agribisnis konsisten dan merubah mindset bimbingan skripsi sangat lama. Dengan metode ini, diharapkan tingkat kelulusan dipastikan lebih cepat, karena langsung melalui seminar hasil dan ujian,” terang Prof Jabal, Kamis (21/04/2022) tadi.</p>



<p>Sementara itu, dosen pembimbing, Ary Bakhtiar, menjelaskan bahwa ada perbedaan antara publikasi jurnal dan juga skripsi. Jika jurnal, mengharuskan naskah penelitian mahasiswa untuk dipublish minimal pada jurnal akreditasi nasional peringkat (Sinta) IV. Dibanding dengan skripsi, jurnal juga lebih ringkas dalam proses penulisan.</p>



<p>“Keberadaan TA jurnal ini sangat bagus karena penelitian mahasiswa dapat teruji dengan baik. Oleh karenanya, kami mendorong mahasiswa untuk dapat mengambil jalur jurnal sebelum menginjak semester akhir,” ucap Ary.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Sebagai mahasiswa yang lulus tanpa skripsi, Faulicia Taurudzi Nirwanarti, merasa senang dan bersyukur. Melalui TA jurnal dirinya bisa lulus lebih cepat, dibandingkan harus mengerjakan skripsi.</p>



<p>“Alhamdulillah, saya lulus kuliah tanpa membuat skripsi. Namun, saya lewat jalur publikasi yaitu dengan membuat jurnal. Saya tertarik mencoba tugas akhir jurnal ini karena konkret dan kritis dalam proses pengerjaan maupun hasilnya,” kata Faulicia.</p>



<p>Sementara itu, Orca Oryza Anantha Helian Thus, mendapat saran alternatif pengganti skripsi yakni dengan mengerjakan TA jurnal. Kemudian, dirinya mencoba untuk menuliskan jurnal tersebut dengan judul Dinamika kelompok peternak sapi perah terhadap adaptasi new normal.</p>



<p>“Alhamdulillah, saya mendapatkan bimbingan langsung dari dosen pembimbing Ary Bakhtiar SP MSi dan Prof Dr Ir Jabal Tarik Ibrahim,” terangnya.</p>



<p>Mereka berharap, agar kedepan kesempatan yang di berikan jurusanya bisa di manfaatkan dengan betul, karena menurutnya, melalui jurnal lulus kuliah lebih mudah. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168049</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Rehabilitasi Jantung Buatan, Mahasiswa UMM Menangi Medali Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/aplikasi-rehabilitasi-jantung-buatan-mahasiswa-umm-menangi-medali-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 14:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[Medali]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163342</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Prestasi membanggakan kembali diraih oleh lima mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internasional, Asean Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (AISEEF) 2022. Menggagas aplikasi rehabilitasi untuk pasien penyakit jantung bernama CardioFriends, tim mahasiswa UMM berhasil meraih medali perunggu di ajang tersebut. Ajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Prestasi membanggakan kembali diraih oleh lima mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internasional, Asean Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (AISEEF) 2022. Menggagas aplikasi rehabilitasi untuk pasien penyakit jantung bernama CardioFriends, tim mahasiswa UMM berhasil meraih medali perunggu di ajang tersebut.</p>



<p>Ajang AISEEF diinisasi oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA), bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Pada lomba tersebut, aplikasi rancangan mahasiswa harus bersaing bersama 447 tim dari 20 negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Turkey, Mesir, Singapura, USA, Philipina, Palestina, Thailand, Lebanon, Macau, Vietnam, Uni Emirate Arab, Iran, Tunisia, Macedonia, Korea, Taiwan dan Republik Serbia.</p>



<p>Tim mahasiswa UMM terdiri dari Khoiroh Yeroh, Muhammad Dodik Prastiyo, Dinda&nbsp; Putri S, Fino Ardiansyah, dan Risa Aprillia. Khoiroh menerangkan, bahwa gagasan pembuatan aplikasi CardioFriends ini berawal dari kekhawatiran anggota tim mengenai penanganan rehabilitasi para pasien penyakit jantung. Utamanya di masa-masa pandemi. Padahal, rehabilitasi jantung merupakan salah satu intervensi pengobatan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien jantung koroner&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami melihat pelayanan terhadap penyakit jantung agak terganggu dengan adanya pandemi. Oleh karenanya, kami memberikan solusi penanganan pasien jantung koroner dengan menggunakan sistem berbasis mobile health bernama CardioFriends,” ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menjelaskan, aplikasi ini dirancang untuk memudahkan perawatan pasien penyakit jantung di rumah. CardioFriends memiliki delapan fitur utama yaitu pendidikan, kepatuhan pengobatan, manajemen stress, kesehatan tubuh, aktivitas fisik, konseling kesehatan, dukungan komunitas penyakit jantung, dan pengukur kesejahteraan. Aplikasi tersebut juga tidak hanya terbatas pada smartphone, tetapi juga terintegrasi pada smartwatch dan website.</p>



<p>&#8220;Integrasi smartphone dan smartwatch ini akan memudahkan kontrol harian pada aktivitas para pasien. Sementara itu, website digunakan untuk akses pada data-data yang besar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Khoiroh menambahkan, aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan dukungan menyelesaikan tantangan, notifikasi harian, mengukur pengetahuan, tingkat obesitas dan juga mengukur tingkat stres. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163342</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UMM Kembangkan Smart Roaster Coffee Beans Based Micro Controler</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-kembangkan-smart-roaster-coffee-beans-based-micro-controler</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 09:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cafe dan kedai kopi yang semakin menjamur di Kota Malang, membuat kebutuhan akan biji kopi ikut meningkat. Untuk membantu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan alat roasting dengan teknologi Thermal Oil Jacket, yang dinamakan Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler. Menariknya, alat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cafe dan kedai kopi yang semakin menjamur di Kota Malang, membuat kebutuhan akan biji kopi ikut meningkat. Untuk membantu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan alat roasting dengan teknologi Thermal Oil Jacket, yang dinamakan Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler. </p>



<p>Menariknya, alat ini diikut sertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan berhasil mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti).</p>



<p>&#8220;Alat roaster ini tercipta dari kendala-kendala yang dihadapi oleh mitra program kami, dimana kami menggandeng Clegoef Coffee yang merupakan tempat supplier biji kopi di Malang. Setelah beberapa kali melakukan kunjungan terhadap mitra, kami mengetahui bahwa alat roasting yang ada memiliki beberapa kelemahan. Pertama produktifitas alat roasting dirasa masih kurang oleh mitra. Selain itu waktu roastingan biji kopi juga masih tergolong lambat,” ungkap salah satu anggota tim, Bagas Imam Abdillah, Rabu (20/10/2021).</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
</ul>


<p>Dalam proses pembuatan alat, Bagas dan tim bekerja sama dengan sebuah bengkel untuk membuat tabung. Sementara itu, untuk bagian alat yang lain dikerjakan sendiri. Dirinya menjelaskan, bahwa cara kerja Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler, cukup sederhana.</p>



<p>“Ketika alat di sambungkan dengan listrik, pemanas akan secara otomatis memanaskan oli yang ada di dalam alat. Oli tersebut berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata ke seluruh tabung dan mulai meroasting biji kopi. Alat ini juga dilengkapi sensor suhu PT 100 untuk mengetahui kapan alat siap untuk meroasting,” ujar Bagas.</p>



<p>Alat ini pun, tambahnya, telah digunakan selama satu bulan oleh supplier Clegoeg Coffee. Karenanya, mitra kerja sangat senang dengan adanya alat roasting ini. Pasalnya, alat ini meningkatkan produksi roasting yang awalnya dua kali seminggu, menjadi empat kali seminggu.</p>



<p>&#8220;Selain itu, setelah menggunakan alat ini, pendapatan mitra meningkat 50 persen dari pendapatan sebelum-sebelumnya,” sambung Bagas.</p>



<p>Dalam pelaksanaan Program Kreatif Mahasiswa ini, Bagas ditemani tiga anggota lainnya yaitu Gigih Imam Abdillah dan Indra Lesmana Hermawan Iswiyono dari Prodi Teknik sipil serta Diah Yasmin Anggita dari Prodi Ilmu Teknologi Pangan. Bagas mengatakan, bahwa kedepannya bersama tim ingin lebih mengembangkan alat roasting tersebut agar bisa meroasting dengan lebih efisen.</p>



<p>“Kami juga ingin mendaftarkan alat ini menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam waktu dekat,” paparnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Susu Panggang, Camilan Unik Mahasiswa UMM untuk Mengajak Masyarakat Mandiri</title>
		<link>https://memontum.com/susu-panggang-camilan-unik-mahasiswa-umm-untuk-mengajak-masyarakat-mandiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 09:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Camilan Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Panggang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155517</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kreasikan susu sapi perah menjadi produk camilan bernama susu sapi panggang. Berkat inovasi yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) ini, tim mahasiswa UMM meraih pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu anggota tim, Cynthia Angelina, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kreasikan susu sapi perah menjadi produk camilan bernama susu sapi panggang. Berkat inovasi yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) ini, tim mahasiswa UMM meraih pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).</p>



<p>Salah satu anggota tim, Cynthia Angelina, mengatakan bahwa produk ini hasil kerjasama dengan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, yang terkenal akan produk susu sapi perah. &#8220;Di sana mayoritas penduduknya bekerja sebagai peternak sapi. Sayangnya, ketika panen tiba selalu ada sisa susu yang tidak terjual. Meskipun mengalami kerugian, masyarakat tidak berupaya untuk mengolah sisa susu tersebut menjadi produk lain yang bernilai ekonomis,&#8221; ungkapnya, Sabtu (09/10/2021).</p>



<p>Berawal dari permasalahan itulah, mahasiswi yang akrab disapa Angel, bersama keempat temannya memanfaatkan susu sisa tersebut dengan membuat camilan baru nan unik yaitu susu sapi panggang. Dalam proses pembuatannya, pun mereka bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).</p>



<p>&#8220;Produk camilan ini dapat bertahan selama satu minggu setelah proses pengolahan,” sambung mahasiswi Prodi Kesejahteraan Sosial tersebut.</p>



<p>Dalam pembuatannya, dirinya menjelaskan bahwa camilan ini diawali dengan memasak susu hingga setengah matang. Kemudian, memasukkan bahan-bahan tambahan yang diaduk hingga tercampur dengan baik. Jika sudah mengental, adonan didiamkan lalu menyimpannya hingga bisa dibentuk dengan mudah.</p>



<p>&#8220;Terakhir, kami tinggal memotong sesuai seleran dan memanggangnya,” tutur Angel.<br>Tidak hanya terbatas pada proses pembuatan camilan susu sapi panggang, namun mereka juga mendampingi warga dalam pemasaran produk tersebut. Selain itu, tim PKM ini juga membantu pihak desa untuk mengurus perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).</p>



<p>“Dengan diurusnya PIRT ini, maka akan meningkatkan jaminan mutu dan nilai jual dari produk camilan ini. Kami berharap dengan adanya PKM ini dapat membantu perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu kami juga berharap program ini bisa terus menjadi kegiatan berkelanjutan serta mampu menjadikan camilan ini sebagai suatu produk unggulan bagi Desa Ngroto,” paparnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155517</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UMM Ciptakan Antibakteri Daging Ayam dari Daun Belimbing Wuluh</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-ciptakan-antibakteri-daging-ayam-dari-daun-belimbing-wuluh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2021 07:03:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antibakteri Daging Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Belimbing Wuluh]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=154960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Program Kreatifitas Mahasiswa-Riset (PKM-RE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meneliti dan menciptakan antibakterial yang cukup ampuh untuk daging ayam. Adapun PKM dengan judul &#8216;Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Sebagi Antibakteri Terhadap Salmonella Typhi Pada Daging Ayam&#8217;, ini telah lolos tahap pendanaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).Ketua tim, Hanifa Adani, menjelaskan ide [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Program Kreatifitas Mahasiswa-Riset (PKM-RE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meneliti dan menciptakan antibakterial yang cukup ampuh untuk daging ayam. Adapun PKM dengan judul &#8216;Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Sebagi Antibakteri Terhadap Salmonella Typhi Pada Daging Ayam&#8217;, ini telah lolos tahap pendanaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).<br>Ketua tim, Hanifa Adani, menjelaskan ide tersebut muncul dari kegiatannya membaca jurnal-jurnal sebelumnya yang meneliti terkait antibakteri. &#8220;Selain itu, menurut saya sebagian besar ayam yang ada di pasar dan rumah potong masih mengandung zat Salmonella. Padahal zat tersebut memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi. Kedua hal tersebut akhirnya menggerakkan saya beserta tim melaksanakan PKM yang berbasis riset,&#8221; ujarnya, Sabtu (02/10/2021).<br>Mahasiswi yang akrab disapa Hanifa itu memaparkan, bahwa selama proses riset penelitian, mereka menemukan adanya zat flavonoid pada daun belimbing wuluh. Adapun zat ini memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan pada kandungan makanan dan mencegah berkembangnya zat buruk salmonella pada daging ayam. Hal tersebut menjadikan daun belimbing wuluh sebagai sumber antibakteri.<br>“Daun belimbing wuluh yang mengandung flavonoid menjadikannya sebagai sumber antibakteri yang berfungsi menagkal zat salmonella pada daging ayam” imbuhnya.<br>Proses pembuatan antibakteri sendiri memakan waktu tiga hingga empat minggu. Dimana pembuatannya harus melalui proses ekstrasi. Pada proses ini daun belimbing wuluh dipotong-potong, dikeringkan, kemudian dihancurkan hingga halus. Setelah itu, ditambahkan pelarut dan diuapkan hingga mendapat ekstrak kental. Ekstrak kental itulah yang bisa digunakan menjadi antibakteri.<br>“Kita cukup memasukkan daging ayam dan merendamnya bersama dengan antibakteri tersebut,” sambung Hanifa.<br>Mahasiswa kelahiran Tulungagung ini berharap, hasil dari riset dan penelitian terkait antibakteri ini bisa memberikan wawasan baru bagi masyarakat. Selain itu, kedepannya bisa menjadi produk untuk menjaga kandungan daging ayam serta dapat dipasarkan secara komersil.<br>“Kami tentu berharap penelitian ini mampu memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat terkait antibakteri. Semoga bisa segera diproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat luas agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh orang lain,” jelasnya.<br>Saat ini, pihaknya tengah memproses submit jurnal dan akan mematenkannya di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). &#8220;Kami meneliti sejak Mei hingga Juli 2021 lalu, sempat terkendala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga. Tapi kami mencari alternatif dengan melakukan pertemuan secara online. Akhir dari projek PKM ini adalah submit jurnal dan mematenkannya di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI),&#8221; terangnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-mahasiswa-umm-lulus-tanpa-skripsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 08:40:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lulus Tanpa Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152031</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pada umumnya, mahasiswa bisa lulus dari perguruan tinggi jika sudah menempuh atau membuat skripsi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), M Fitrah Ashary Bangun, Andhika Rahmat, dan Igo Ilham Hilabi. Ketiganya, mampu lulus kuliah tanpa skripsi berkat publikasi ilmiah yang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pada umumnya, mahasiswa bisa lulus dari perguruan tinggi jika sudah menempuh atau membuat skripsi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), M Fitrah Ashary Bangun, Andhika Rahmat, dan Igo Ilham Hilabi. Ketiganya, mampu lulus kuliah tanpa skripsi berkat publikasi ilmiah yang telah mereka rampungkan.</p>



<p>Salah satu dosen pembimbing, Dr R Iqbal Robbie SE MM, mengatakan bahwa memperbanyak pilihan tugas akhir sudah dilakukan Prodi Manajemen sejak beberapa tahun lalu. &#8220;Dalam proses pengajuan, tugas akhir jurnal hampir sama dengan skripsi yaitu mahasiswa harus mengajukan Surat Keputusan (SK) pembimbing, melakukan bimbingan dengan dosen dalam proses pengerjaan jurnal, dan terakhir melakukan verifikasi ketika jurnal telah diterbitkan,&#8221; ujarnya, Sabtu (28/8) tadi.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Meski miliki kesamaan pada pengajuan, nyatanya terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara skripsi dan jurnal ilmiah. &#8220;Perbedaan paling mencolok dari keduanya ada di bagian publikasi. Jurnal mengharuskan naskah penelitian mahasiswa untuk dipublish minimal pada jurnal akreditasi nasional peringkat (Sinta) dua dan jurnal internasional bereputasi. Dibanding skripsi, jurnal lebih ringkas dalam proses penulisan,” terang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa ketiga mahasiswa tersebut unik, karena mereka telah mempersiapkan jurnal jauh-jauh hari sebelum mereka memperoleh SK pembimbing. Hal tersebut mempersingkat proses pengerjaan yang mereka lakukan.</p>



<p>“Keberadaan TA jurnal ini sangat bagus karena penelitian mahasiswa dapat teruji dengan baik. Oleh karenanya, kami mendorong mahasiswa untuk memproduksi jurnal sebelum menginjak semester akhir,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu mahasiswa yang lulus tanpa skripsi, Andhika Rahmat, mengakui bahwa pegerjaan jurnal ini tergolong singkat. Dimana penulisannya sendiri hanya memakan waktu dua minggu. Sementara proses publikasi dan verifikasi jurnal memakan waktu tiga bulan.</p>



<p>“Saya tertarik mencoba tugas akhir jurnal karena konkret dan kritis dalam proses pengerjaan maupun hasilnya. Selain itu saya sudah mempelajari kasus untuk jurnal saya sejak menjadi mahasiswa baru. Hal tersebut memudahkan saya dalam proses pengerjaan TA,” kata mahasiswa asal Ternate tersebut.</p>



<p>Kedepannya, Andhika berharap kampus bisa mendorong mahasiswa untuk berani berkarya melalui TA jurnal. Para mahasiswa pun juga diharapkan bisa mengerti bahwa menulis jurnal itu sangat menarik. “Jika kedua hal tersebut dapat tercipta, maka akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Baik dalam penyelesaian tugas akhir kuliah maupun akreditasi jurusan,” ujarnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152031</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
