<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Malang Heritage &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/malang-heritage/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2023 10:18:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Malang Heritage &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Eksistensi Kayutangan Heritage Mulai Berikan Dampak ke UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/eksistensi-kayutangan-heritage-mulai-berikan-dampak-ke-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 10:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181760</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, kini semakin diminati dan banyak dikunjungi wisatawan. Realita itu, sontak membawa dampak kepada beberapa UMKM. Salah satu pelaku UMKM dengan produk Jamu, Sujiatin (58), mengatakan bahwa dengan adanya beberapa event yang sering digelar di Kayutangan Heritage, memberikan berkah bagi produknya. Sebab, produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, kini semakin diminati dan banyak dikunjungi wisatawan. Realita itu, sontak membawa dampak kepada beberapa UMKM.</p>



<p>Salah satu pelaku UMKM dengan produk Jamu, Sujiatin (58), mengatakan bahwa dengan adanya beberapa event yang sering digelar di Kayutangan Heritage, memberikan berkah bagi produknya. Sebab, produk jamu produksinya, terus meningkat.</p>



<p>“Alhamdulillah, beberapa kegiatan seperti even, yang dilakukan selama ini sangat memberikan dampak yang baik. Namun, berbeda saat tidak ada even. Seperti saya, itu hanya melayani melalui pesanan dan kadang juga lewat online,” ujar Uci-sapaan akrabnya, Jumat (20/01/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa produk jamu miliknya, untuk produksi perharinya bisa mencapai antara 45 sampai 50 botol jamu. Namun, jumlah itu juga bergantung pada pesanan yang diterima. Sedangkan untuk harga jamu persatu botolnya, sekitar Rp 5 ribu dengan salah satu pangsa pasarnya adalah Pulau Bali.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Untuk pendapatan pastinya, itu kami masih belum bisa mengkalkulasi. Karena, pangsa pasar kami juga layanan secara online. Seperti kemarin, itu ada yang pesan 50 botol, untuk dikirimkan ke Bali,” paparnya.</p>



<p>Masih menurut Uci, bahwa jamu produksi yang dipasarkannya, itu memiliki beragam jenis. Seperti, Jamu Temulawak, Jamu Kunyit Asem dan sebagainya. &#8220;Usaha ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu dan bertahan hingga sekarang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pengalaman hampir serupa, pun dirasakan pelaku UMKM lain, di Kayutangan Heritage. Adalah Dewi Indatanti Yuliani, yang memasarkan produk kue basah, kue kering dan juga jamu, yang merasa bahwa keberadaan Kayutangan Heritage, sangat memberikan arti.</p>



<p>“Alhamdulillah, keberadaan Kayutangan Heritage, sangat memberikan arti. Apalagi, saya memulai ini dari bawah dan sekarang sudah agak naik. Jadi, terasa sekali dampaknya. Terlebih, saya juga ikut grup UMKM. Jadi, setiap ada event apa, saya selalu ikut,” kata Dewi.</p>



<p>Sebagai pelaku UMKM kue basah dan kue kering, seperti donat, roti, risol, lumpia hingga nastar, dirinya berharap, agar UMKM yang ada di Kayutangan Heritage, nantinya bisa terus mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Sehingga, hal itu akan berimbas pada peningkatan produk yang dihasilkan.</p>



<p>“Harapannya ke depan, tentu bisa lebih meningkat lagi. Paling tidak, UMKM yang ada di Kota Malang, bisa semakin meningkat. Karenanya, penting adanya pelatihan dan pendampingan,&#8221; ujar Dewi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181760</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Walikota Malang Resmikan Kayutangan Sebagai “Ibukota Heritage”</title>
		<link>https://memontum.com/walikota-malang-resmikan-kayutangan-sebagai-ibukota-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 02:58:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kayu Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91484-walikota-malang-resmikan-kayutangan-sebagai-ibukota-heritage</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana tempo Doloe terluhat kental di sepanjang Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Jumat (30/8/2019) siang. Bahkan Walikota Malang Drs H Sutiaji bersama para pejabat Pemkot Malang juga tampak memakai baju tempo doloe. Hal itu terjadi saat Wali Kota Malang, Sutiaji, meresmikan kawasan Jalan Basuki Rahmat atau yang akrab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana tempo Doloe terluhat kental di sepanjang Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Jumat (30/8/2019) siang. Bahkan Walikota Malang Drs H Sutiaji bersama para pejabat Pemkot Malang juga tampak memakai baju tempo doloe.</p>
<p>Hal itu terjadi saat Wali Kota Malang, Sutiaji, meresmikan kawasan Jalan Basuki Rahmat atau yang akrab disebut Kayu Tangan sebagai “Ibu Kota Heritage”. Acara peresmian kawasan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.<br />
Didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, Wali Kota Malang bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, serta Kepala OPD dan beberapa tamu undangan kompak mengenakan pakaian khas tempoe doloe. Hal ini makin menguatkan kesan heritage yang ingin ditampilkan dalam kawasan tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91486" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0025-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebelum sampai di kawasan Kayutangan, Wali Kota Malang beserta rombongan berkumpul di Balai Kota Malang dan berjalan menuju lokasi dengan menggunakan mobil jeep jadul dari Willys. Pemilihan Kayutangan sebagai Ibukota Heritage, dikarenakan pada kawasan ini masih terdapat bangunan kuno peninggalan masa lalu. Hal ini menjadi daya tarik kekuatan dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif yang sedang digenjot oleh Pemkot Malang.</p>
<p>“Disini sudah Kampung Heritage yang menguatkan posisi Kayutangan sebagai Ibukota Heritage, kedepan kita akan kembangkan hal ini,” kata Sutiaji.</p>
<p>Selain sektor ekonomi kreatif, lanjut Sutiaji, peresmian Ibukota Heritage juga meningkatkan sektor pariwisata dan diharapkan mampu menarik wisatawan baik dari mancanegara maupun sektor domestik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91485" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190831-WA0023-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kebetulan pada tahun depan, bandara di Malang akan menjadi bandara internasional, sehingga Kayutangan bisa berpotensi menjadi tujuan wisata internasional,” ujar Sutiaji.</p>
<p>Dikatakan pula pada tahun 2020 kawasan Jalan Kayutangan akan dibuat satu arah, demi memudahkan dan membuat wisatawan nyaman menikmati lokasi tersebut. “Mediannya kita geser dan kita lebarkan trotoar untuk space pejalan kaki,” ungkap Sutiaji. <strong>(*/gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Serahkan Penghargaan ke Pemenang Festival Kendaraan Hias dan Kontes Vlog Wisata Heritage Kota Malang 2019</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-serahkan-penghargaan-ke-pemenang-festival-kendaraan-hias-dan-kontes-vlog-wisata-heritage-kota-malang-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 09:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Kendaraan Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91148-pemkot-malang-serahkan-penghargaan-ke-pemenang-festival-kendaraan-hias-dan-kontes-vlog-wisata-heritage-kota-malang-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang memberikan penghargaan kepada pemenang Festival Kendaraan Hias 2019. Pemberian penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Wali Kota Malang, H.Sutiaji, kepada pemenang pada hari Senin (26/8/2019) saat pelaksanaan apel pagi di halaman Balaikota. Selain memberikan penghargaan kepada sejumlah pemenang kendaraan hias, Sutiaji juga memberikan penghargaan kepada pemenang Kontes Video [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Pemerintah Kota Malang memberikan penghargaan kepada pemenang Festival Kendaraan Hias 2019. Pemberian penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Wali Kota Malang, H.Sutiaji, kepada pemenang pada hari Senin (26/8/2019) saat pelaksanaan apel pagi di halaman Balaikota. Selain memberikan penghargaan kepada sejumlah pemenang kendaraan hias, Sutiaji juga memberikan penghargaan kepada pemenang Kontes Video Blog (Vlog) Museum Mpu Purwa 2019.</p>
<p>Pemberian penghargaan diawali dengan pemberian penghargaan berupa piala dan uang tunai kepada pemenang Kontes Vlog Museum Mpu Purwa 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Kontes pembuatan vlog mengenai kawasan Wisata Heritage ini dimulai sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 4 Agustus 2019 di mana peserta meng-upload video vlog ke instagram pribadi. Penghargaan diberikan kepada Fery Soebrata sebagai juara 1, Kurniawan Anshari sebagai juara 2, dan Markus Virnanda Luvi sebagai juara 3. Selain pemberian penghargaan kepada tiga besar pemenang, Pemkot Malang juga memberikan penghargaan kepada pemenang video favorit yang diraih oleh Eka Brilian dan apresiasi pelajar yang diberikan kepada Rafa dan Tuan Bonar Alehandro .</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91150" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0073-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selanjutnya, Sutiaji memberikan penghargaan kepada Pemenang Festival Kendaraan Hias 2019 untuk kategori masyarakat umum, kelurahan, komunitas, dan media diberikan kepada Kelurahan Polowijen yang berhasil meraih juara 1, Kelurahan Purwodadi sebagai juara 2, dan Kelurahan Kesatrian sebagai juara 3. Penghargaan Festival Kendara Hias selanjutnya diberikan untuk kategori OPD, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi, Media, dan Stakeholder Pariwisata di mana penghargaan juara 1 diberikan kepada Dinas Pendidikan Nasional, PDAM sebagai juara 2, dan Kecamatan Blimbing sebagai juara 3.</p>
<p>Selain memberikan sejumlah penghargaan kepada pemenang Festival Kendaraan Hias 2019, Pemkot Malang juga turut memberikan penghargaan kepada pemenang Festival Sepeda Pancal Hias yang juga dilaksanakan bersamaan dengan Festival Kendaraan Hias. Pemenang Festival Sepeda Pancal Hias 2019 untuk kategori SMP, SMA, dan SMK diberikan kepada SMPN 27 Malang sebagai juara 1, SMK Telkom sebagai juara 2, dan SMPN 18 Malang sebagai juara 3.</p>
<p>Dalam apel pagi ini, Walikota Malang Sutiaji menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah dibangun dengan baik serta memberikan apresiasi kepada pemenang lomba-lomba.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91149" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190826-WA0080-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Prestasi yang selalu kita peroleh, mudah-mudah terus bisa kita optimalkan” Ujarnya. Sutiaji juga menambahkan bahwa adanya lomba-lomba tujuannya adalah untuk memacu dan juga untuk menunjukkan semangat kita semua.<strong> (hms/gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekonstruksi Taman Chairil Anwar, Kuatkan Malang Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/rekonstruksi-taman-chairil-anwar-kuatkan-malang-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2019 15:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kayoe Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Chairil Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84173-rekonstruksi-taman-chairil-anwar-kuatkan-malang-heritage</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menguatkan Malang Heritage di kawasan Kayoe Tangan, Pemkot Malang melalui Dinas Pertamanan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang berupaya mempercantikan dan mempertegas fungsi Taman Chairil Anwar yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat. Plt. Kepala Disperkim, Diah Ayu Kusumawardani, mengatakan, langkah menata kembali (rekonstruksi) Taman Chairil Anwar mempertimbangkan 2 (dua) hal, yakni aspek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Menguatkan Malang Heritage di kawasan Kayoe Tangan, Pemkot Malang melalui Dinas Pertamanan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang berupaya mempercantikan dan mempertegas fungsi Taman Chairil Anwar yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat.</p>
<p>Plt. Kepala Disperkim, Diah Ayu Kusumawardani, mengatakan, langkah menata kembali (rekonstruksi) Taman Chairil Anwar mempertimbangkan 2 (dua) hal, yakni aspek kesejarahan dan aspek sosial.</p>
<p><div id="attachment_84174" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-84174" decoding="async" class="size-full wp-image-84174" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190514-WA0025-copy.jpg?resize=650%2C987&#038;ssl=1" alt="Konsep Taman Chairil Anwar. (ist)" width="650" height="987" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190514-WA0025-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190514-WA0025-copy.jpg?resize=198%2C300&amp;ssl=1 198w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190514-WA0025-copy.jpg?resize=600%2C911&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190514-WA0025-copy.jpg?resize=200%2C304&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-84174" class="wp-caption-text"><strong>Konsep Taman Chairil Anwar. (ist)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Aspek sejarah menghantarkan rekonstruksi pada konsep monumental. Ini karena hasil evaluasi skala visual dengan perkembangan yang ada, patung Chairil Anwar tidak nampak secara menonjol pada view kota. Masyarakat harus lebih tahu sejarah monumental patung Chairil Anwar. Sehingga dilakukan peningkatan skala visual dengan cara meninggikan posisi patung,&#8221; papar Diah Ayu.</p>
<p>Sementara aspek sosial, rekonstruksi taman dibobotkan pada respon dan langkah upaya Pemkot untuk menata taman sehingga dapat menampung aktivitas komunitas pecinta taman di area tersebut.</p>
<p>&#8220;Taman Chairil Anwar memiliki luas area 240, 28 M2, berbentuk segitiga dengan pedestrian yang mengelilingi. Adapun anggaran untuk tata ulang Taman Chairil Anwar sebesar Rp 166.561.000,&#8221; terang Diah Ayu, yang kini juga menjabat Asisten Administrasi Pembangunan.</p>
<p>Secara terpisah, Walikota Sutiaji menegaskan, keberadaan Taman CA yang memiliki nilai histori yang tinggi, mampu menguatkan Kota Malang sebagai kota heritage. Di Indonesia sendiri, kota yang memiliki patung Chairil Anwar, hanya ada 2 kota, yakni Jakarta dan kota Malang. Namun yang dinilai khas dan bobot historynya tinggi hanya di kota Malang.</p>
<p>&#8220;Karena yang di Jakarta, patung Chairil Anwar disandingkan dengan tokoh tokoh lainnya, serta berada dalam gedung Monas. Sementara di kota Malang berdiri sendiri dan berada di ruang terbuka,&#8221; jelas Sutiaji.</p>
<p>Dalam catatan sejarah, Chairil Anwar dengan syair-syair yang melegenda dan menebarkan semangat juang seperti &#8220;Aku&#8221;, &#8220;Si Binatang Jalang&#8221;, serta &#8220;Karawang Bekasi&#8221;, pernah hadir dan terlibat aktif dalam pergerakan kebangsaan di kota Malang. Tepatnya 25 Pebruari 1947 hingga 6 Maret 1947.</p>
<p>Penyair yang terlahir 26 Juli 1922 ini hadir di kota Malang pada Sidang Pleno ke &#8211; 5 Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Gedung Societiet Concordia (sekarang gedung Sarinah, red). Sidang pleno itu pula yang menjadi cikal bakal keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.</p>
<p>Potret kesejarahan itulah yang menjadi pijak program tata ulang Taman CA, sekaligus menguatkan Malang City Heritage. Pasalnya, keberadaan Taman Chairil Anwar seakan menjadi Triangle View bersama Gereja Katolik Hati Kudus yang didirikan tahun 1905 (sebelah gedung concordia), dan keberadaan toko OEN yang berdiri sejak 1930. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84173</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
