<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>meninggal misterius &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/meninggal-misterius/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2022 10:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>meninggal misterius &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seorang Nenek di Kota Malang Ditemukan Meninggal secara Misterius dengan Besimbah Darah di Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-nenek-di-kota-malang-ditemukan-meninggal-secara-misterius-dengan-besimbah-darah-di-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 03:35:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan Tidak Bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal misterius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus meninggalnya Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Jumat (25/11/2022) tadi, masih dalam penyelidikan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Sekedar diketahui, perempuan tua atau Nenek Nanik, ditemukan meninggal dunia dengan bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus meninggalnya Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Jumat (25/11/2022) tadi, masih dalam penyelidikan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Sekedar diketahui, perempuan tua atau Nenek Nanik, ditemukan meninggal dunia dengan bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) sore.</p>



<p>Diperoleh keterangan, sore itu tubuh Nanik ditemukan oleh keluarga anak angkatnya, saat berkunjung ke rumah. Saat ditemukan, pada bagian wajah korban dipenuhi darah segar. Selain itu, juga didapati beberapa luka di bagian kepalanya.</p>



<p>Ketua RT 16 RW 08, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Jumari, mengungkapkan bahwa saat itu dirinya mendapat informasi kejadian dari Isa, adik anak angkatnya korban, yang bernama Rahmat Irwanto alias Iwan (40). &#8220;Mbak Isa melapor ke saya sekitar pukul16.00. Kemudian, istri saya diajak untuk melihat kondisi jenazah. Diketahui, ada luka yang diduga bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala kiri korban. Kemudian saya melapor ke Ketua RW dan Lurah Sukun,&#8221; ujar Jumari, di lokasi kejadian.</p>



<p>Jumari juga ikut menyusul ke rumah korban untuk ikut melihat kondisi korban. Dirinya mengatakan, selain bekas pukulan benda tumpul, di bagian kepala depan sebelah kanan juga terdapat beberapa gores luka sayatan kecil. &#8220;Untuk darah ini, kemungkinan keluar dari luka bekas pukulan benda tumpul. Untuk lukanya, ini kira-kira seukuran mata palu dan lukanya masih baru,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga tidak lama kemudian, petugas Polsek Sukun dan Tim Inafis Polresta Malang Kota tiba di lokasi kejadian. Setelah hampir dua jam melakukan olah TKP, petugas keluar dengan membawa tiga kantong plastik. &#8220;Setelah itu, korban dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang. Saat ini, keluarga sudah meminta agar dilakukan visum kepada korban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lapas-kelas-1-malang-gelar-buka-bersama-libatkan-keluarga-wbp">Lapas Kelas 1 Malang Gelar Buka Bersama Libatkan Keluarga WBP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-jember-terbitkan-surat-edaran-larangan-penggunaan-fasilitas-dinas-selama-libur-lebaran">Pemkab Jember Terbitkan Surat Edaran Larangan Penggunaan Fasilitas Dinas Selama Libur Lebaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-idul-fitri-disdikbud-malang-minta-orang-tua-awasi-aktivitas-anak">Libur Idul Fitri, Disdikbud Malang Minta Orang Tua Awasi Aktivitas Anak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/revitalisasi-pasar-besar-via-kpbu-masuk-tahap-lanjutan-pemkot-malang-segera-bersurat-ke-kemenkeu">Revitalisasi Pasar Besar Via KPBU Masuk Tahap Lanjutan, Pemkot Malang segera Bersurat ke Kemenkeu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-2026-dpuprpkp-klaim-jalan-poros-di-kota-malang-100-persen-bebas-lubang">Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPRPKP Klaim Jalan Poros di Kota Malang 100 Persen Bebas Lubang</a></li>
</ul>


<p>Jumari juga mengatakan, bahwa Nanik menjadi korban dugaan pembunuhan karena bekas luka yang dialaminya. &#8220;Sehari-harinya, korban hanya tinggal bersama anak angkatnya bernama Iwan,&#8221; ujar Jumari.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Nanik tidak menikah dan merawat Iwan sejak kecil.</p>



<p>Jumari sendiri juga mengungkapkan, mengenai perilaku ganjil yang dilakukan oleh Iwan, saat korban ditemukan meninggal bersimbah darah. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah itu ada hubungannya. &#8220;Saat saya mendatangi rumah korban bersama Ketua RW dan Lurah Sukun, ternyata Iwan ada di dalam rumah sambil membawa handuk. Setelah itu handuknya dipakai untuk membersihkan darah yang ada di lantai,&#8221; ujarnya</p>



<p>Jumari pun heran, dengan perilaku ganjil tersebut. Karenanya, Iwan pun juga sempat ditanyainya. &#8220;Kata Iwan, dibersihkan agar tidak anyir,&#8221; jelasnya. Usai kejadian itu, Iwan sudah dibawa ke Polresta Malang Kota, untuk diperiksa.</p>



<p>Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, saat dikonfirmasi pada Jumat (25/11/2022) tadi, mengatakan bahwa pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dan penyelidikan. &#8220;Untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, masih menunggu hasil autopsi. Apakah jatuh ataukah ada penyebab lain. Sehingga, nanti bisa diketahui setelah hasil autopsinya keluar,&#8221; ujar AKP Bayu. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berangkat Sakit Perut, Grab Bike Tertunduk</title>
		<link>https://memontum.com/berangkat-sakit-perut-grab-bike-tertunduk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 14:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Grab Bike]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal misterius]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64597-berangkat-sakit-perut-grab-bike-tertunduk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sakit perut membawa maut bagi seorang pengendara sepeda motor Grab Bike (ojek online), Minggu (18/11/2018) sore di pinggir jalan Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Musibah menimpa Basuki (34) warga Dusun Sengon RT09/RW03, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pukul 14.00, ia terlihat duduk di atas motor dengan posisi tertunduk. &#8220;Kemungkinan kena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Sakit perut membawa maut bagi seorang pengendara sepeda motor Grab Bike (ojek online), Minggu (18/11/2018) sore di pinggir jalan Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. </p>
<p>Musibah menimpa Basuki (34) warga Dusun Sengon RT09/RW03, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pukul 14.00, ia terlihat duduk di atas motor dengan posisi tertunduk. </p>
<p>&#8220;Kemungkinan kena serangan jantung hingga korban meninggal mendadak. Bahasa jawanya angin duduk. Yang jelas tidak ada tanda kekerasan,&#8221; urai Kompol Untung BR, Kapolsek Singgosari kepada Memontum.com. </p>
<p>Dua kali, korban seolah terbangun saat seorang saksi bernama Aisyah (16) berusaha membangunkan korban. Sebanyak dua kali korban terbangun dan kemudian tertunduk. </p>
<p>Saksi tersebut merupakan calon penumpang yang hendak pulang. Kejadian menimpa korban berada tepat depan swalayan Alfamart Banjararum atau tempat bekerja saksi Aisyah. </p>
<p>Curiga kondisi korban tidak sehat, saksi segera memberitahu temannya. Korban kemudian langsung dibawa ke RS Mardi Waluyo. Sayangnya, hidup korban hanya sampai siang tadi.</p>
<p>Informasi musibah tersebut juga ditindaklanjuti pihak kepolisian. Anggota Polsek Singosari mendatangi lokasi kejadian, memeriksa keterangan saksi dan keluarga korban. </p>
<p>Dari keterangan keluarga korban terungkap, korban berangkat dengan mengeluhkan sakit perut Minggu siang. Kondisi sakit, korban memaksakan diri untuk bekerja demi pemenuhan hidup sehari-hari anak dan istrinya.</p>
<p>Diperiksa petugas, kondisi tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Sebab itu, keluarga menolak penyelidikan dan menerima kejadian sebagai musibah murni. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64597</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
