Kota Malang

16 Fasilitas Kesehatan di Kota Malang Layani Skrining HIV, Dinkes Ajak Warga Berisiko Periksa Dini

Diterbitkan

-

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperluas akses deteksi dini HIV melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang kini tersedia di 16 fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dilakukan, agar masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat mengetahui status kesehatannya lebih awal sekaligus memutus rantai penularan HIV.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa layanan VCT saat ini telah tersedia di seluruh puskesmas dan sejumlah rumah sakit di Kota Malang. Selain pemeriksaan, fasilitas tersebut juga menyediakan layanan pengobatan, perawatan, hingga pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa melakukan self assessment. Kalau merasa memiliki risiko, silakan melakukan VCT. Semua layanan kesehatan yang kami siapkan siap memberikan pemeriksaan,” ujar Husnul, Selasa (07/07/2026) tadi.

Dikatakannya, deteksi dini menjadi langkah penting dalam pengendalian HIV. Sebab, seseorang yang mengetahui statusnya sejak awal dapat segera menjalani terapi Antiretroviral (ARV) sehingga jumlah virus dalam tubuh dapat ditekan dan risiko penularan kepada orang lain ikut berkurang.

Advertisement

Baca juga :

“HIV harus diobati seumur hidup. Dengan terapi ARV, jumlah virus dapat ditekan sehingga risiko penularannya juga semakin kecil. Karena itu kami terus mendampingi pasien agar rutin berobat dan menerapkan perilaku hidup sehat,” jelasnya.

Hingga Mei 2026, Dinkes Kota Malang menemukan 97 kasus baru ODHIV melalui kegiatan skrining. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 persen berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Selain itu, skrining juga menyasar populasi kunci lainnya, seperti ibu hamil, wanita pekerja seks, pengguna Narkoba suntik dan waria.

Meski begitu, Husnul menegaskan bahwa penemuan kasus baru bukan berarti menunjukkan penyebaran HIV semakin tinggi. Justru, menurutnya, hal itu menjadi indikator bahwa upaya deteksi dini berjalan efektif untuk menemukan sumber penularan.

“Kami tidak melihat banyak atau sedikitnya kasus. Kalau ada kasus berarti ada sumber yang harus dicari. Dengan begitu, rantai penularannya bisa diputus,” tegasnya.

Advertisement

Selain melibatkan tenaga kesehatan, Dinkes Kota Malang juga bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendampingi ODHIV selama menjalani pengobatan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien mengonsumsi ARV sekaligus menekan potensi penularan HIV di Kota Malang. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas