<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Muharto &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/muharto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2026 12:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Muharto &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pohon Beringin Tua Tumbang dan Timpa Rumah Warga di Muharto Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-beringin-tua-tumbang-dan-timpa-rumah-warga-di-muharto-kota-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/pohon-beringin-tua-tumbang-dan-timpa-rumah-warga-di-muharto-kota-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beringin]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pohon Beringin berukuran besar, tumbang dan menimpa rumah warga di Jalan Muharto Gang 5, RT 17 RW 06, Kota Malang, Kamis (05/03/2026) tadi. Peristiwa tersebut, diduga dipicu angin kencang, sehingga menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian rumah warga. Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Latif Widodo. Korban mengaku tidak mengetahui secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pohon Beringin berukuran besar, tumbang dan menimpa rumah warga di Jalan Muharto Gang 5, RT 17 RW 06, Kota Malang, Kamis (05/03/2026) tadi. Peristiwa tersebut, diduga dipicu angin kencang, sehingga menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian rumah warga.</p>



<p>Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Latif Widodo. Korban mengaku tidak mengetahui secara pasti, detik-detik pohon tersebut roboh. Karena pada saat kejadian, dirinya masih tertidur di lantai dua rumahnya.</p>



<p>“Kalau untuk pastinya saya tidak tahu, karena waktu itu masih tidur. Tapi kata warga, kejadiannya sekitar kira-kira pukul 08.00 WIB,” ujar Latif, saat ditemui di lokasi kejadian.</p>



<p>Menurutnya dari informasi yang didapatkan, sebelum terjadi pohon tumbang sempat ada angin kencang yang menyerupai puting beliung di kawasan tersebut. Latif mengaku sangat terkejut saat mendengar suara keras dari arah luar rumahnya. Bahkan, dia sempat mengira telah terjadi gempa bumi.</p>



<p>“Saya langsung kaget sekali, suaranya keras sekali. Saya pikir gempa atau apa. Tidak terpikir sama sekali kalau pohon ini roboh,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kejadian itu, sejumlah bagian rumah Latif mengalami kerusakan, terutama pada bagian balkon dan plafon. Dirinya memperkirakan kerusakan masih perlu dicek lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kerusakan secara keseluruhan.</p>



<p>“Plafon depan sudah pecah, balkon juga kena. Tapi belum dicek semuanya. Kalau rusak parah mungkin harus pembenahan total,” tuturnya.</p>



<p>Selain rumah Latif, pohon tumbang itu juga berdampak pada dua bangunan lain di sekitarnya. Namun, kedua bangunan tersebut diketahui tidak dihuni dan hanya digunakan sebagai gudang. Usai kejadian, Latif segera melaporkan peristiwa tersebut kepada ketua RT setempat. Tak lama kemudian petugas dari berbagai instansi, termasuk tim penanganan bencana, datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi pohon.</p>



<p>&#8220;Petugas kemudian melakukan pemotongan batang dan dahan pohon secara bertahap untuk menghindari risiko pohon bergeser dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pohon-beringin-tua-tumbang-dan-timpa-rumah-warga-di-muharto-kota-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Muharto Barat Rawan, Pemkot Malang Usulkan ke Pusat untuk Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-muharto-barat-rawan-pemkot-malang-usulkan-ke-pusat-untuk-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rawan,]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228890</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mengusulkan sejumlah pembangunan jembatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Salah satu perhatian utama, difokuskan pada kondisi Jembatan Muharto Barat, yang dinilai rentan secara konstruktif dan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mengusulkan sejumlah pembangunan jembatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Salah satu perhatian utama, difokuskan pada kondisi Jembatan Muharto Barat, yang dinilai rentan secara konstruktif dan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, mengatakan bahwa kondisi konstruksi Jembatan Muharto Barat sudah sangat mendesak dan tidak lagi cukup jika hanya dilakukan perbaikan. Karena itu, Pemkot Malang mengusulkan pembangunan jembatan secara menyeluruh kepada pemerintah pusat.</p>



<p>&#8220;Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung kawasan logistik. Di bawah jembatan, kondisi konstruksinya sudah sangat mendesak untuk dilakukan penanganan. Jadi bukan perbaikan, tapi kami mengusulkan pembangunan,” ujar Dandung, Sabtu (20/12/2025) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Dandung, pada 2019 lalu Pemkot Malang sempat melakukan penanganan sementara berupa penguatan konstruksi tanpa membongkar total jembatan. Dampaknya pada saat itu Jembatan Muharto Barat harus ditutup untuk kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena sifatnya sementara, pembangunan jembatan dinilai harus segera direalisasikan agar tidak menimbulkan risiko keselamatan. Apalagi, arus lalu lintas di kawasan tersebut terbilang padat setiap hari,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Masih menurut Dadung, bahwa usia jembatan tersebut sudah lebih dari 30 tahun. Statusnya pun milik Pemkot Malang, namun diusulkan pembangunan sebagai upaya Pemkot di tengah situasi efisiensi anggaran.</p>



<p>Selain Jembatan Muharto Barat, Pemkot Malang juga mengusulkan pembangunan Jembatan Muharto Timur yang memiliki kondisi konstruksi hampir serupa karena dibangun pada periode yang sama. Satu jembatan lainnya yang turut diusulkan adalah Jembatan Glendang Pakem di Madyopuro, yang mengalami kerusakan akibat banjir besar tahun lalu.</p>



<p>“Kondisinya memang rusak karena terdampak banjir besar, jadi sekaligus kami usulkan ke pusat,” imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228890</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggapi Keluhan Warga, DLH Kota Malang Bakal Tata Ulang Penanganan Sampah TPS Samaan dan Muharto</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-keluhan-warga-dlh-kota-malang-bakal-tata-ulang-penanganan-sampah-tps-samaan-dan-muharto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227148</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menanggapi adanya keluhan penanganan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Samaan dan Kelurahan Muharto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menegaskan akan melakukan penataan ulang sistem pengangkutan sampah. Hal itu disampaikan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menanggapi adanya keluhan penanganan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Samaan dan Kelurahan Muharto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menegaskan akan melakukan penataan ulang sistem pengangkutan sampah. Hal itu disampaikan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu mengatakan bahwa kondisi TPS yang berada di Kelurahan Samaan memang cukup kompleks. Terlebih, lokasinya berhimpitan dengan Pasar Tawangmangu.</p>



<p>&#8220;Kami akan sampaikan ke petugas agar lebih rajin dan lebih pagi dalam mengambil sampah. Untuk masyarakat, terutama pedagang, kami minta agar tidak membuang sampah melewati jam yang sudah diatur. Kalau aturannya pukul 06.00 sampai 11.00 WIB, jangan membuang pada pukul 12.00 atau 13.00 WIB, karena itu menyebabkan penumpukan sampai di keesokan harinya,&#8221; ujar Raymond, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa TPS Samaan tidak hanya menampung sampah warga sekitar, tetapi juga menampung sampah dari aktivitas pasar. Sehingga, ada banyak tumpukan sampah yang ada di TPS tersebut.</p>



<p>“Jadi memang bukan hanya dari warga, tapi juga dari Pasar Tawangmangu,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, untuk di Kelurahan Muharto, Raymond menyebut persoalan muncul karena lokasi TPS lama di depan Rusunawa Kutobedah kini sudah menjadi kawasan permukiman. Akibatnya, para penggerobak kini membuang sampah di pinggir jalan setelah Jembatan Muharto.</p>



<p>&#8220;Untuk sementara, kami pastikan pengangkutan dilakukan tepat waktu. Para penggerobak juga hanya boleh membuang sampah sampai jam 9 pagi. Itu aturannya,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai langkah lanjutan, DLH Kota Malang berencana memfungsikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Buring agar bisa menampung sampah dari wilayah Kecamatan Kedungkandang, termasuk dari Muharto. &#8220;Selama ini sampah dibuang ke TPA Supit Urang, yang jaraknya cukup jauh. Nanti, dengan TPST Buring difungsikan kembali, semua sampah dari wilayah Kedungkandang akan dialihkan ke sana. Kami akan lakukan pengolahan yang lebih maksimal agar sampah bisa habis di lokasi,” jelasnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai usulan agar pengangkutan sampah tidak lebih dari pukul 07.00, Raymond menjelaskan bahwa aturan tersebut masih disesuaikan dengan tahapan pengumpulan sampah. “Jam 07.00 WIB itu untuk pengumpulan sampah dari rumah tangga ke kotak sampah. Dari kotak ke TPS, waktu penggerobak kami bagi, ada yang jam 09.00 WIB dan ada yang jam 11.00 WIB. Kami lakukan pagi agar jalur transportasi tidak macet,” tuturnya.</p>



<p>Kebijakan terkait waktu pembuangan dan pengangkutan sampah, menurutnya juga masih akan dibahas lebih lanjut bersama dengan lintas perangkat daerah. “Kami terus berkoordinasi dengan Diskopindag dan DPUPRPKP. Diskopindag juga menghasilkan sampah dari pasar-pasar, sementara DPUPRPKP terkait transportasi dan kondisi jalannya,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Muharto Kota Malang Ambles Akibat Gorong-Gorong Pecah</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-muharto-kota-malang-ambles-akibat-gorong-gorong-pecah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[gorong-gorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215654</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama berjam-jam pada Minggu (20/10/2024) kemarin, mengakibatkan Jalan Muharto depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambles, Senin (21/10/2024) sekitar pukul 05.30 WIB. Menurut keterangan warga, Jupri, bahwa kejadian itu bermula diawali dari retakan yang terjadi di titik lokasi ambles. Kemudian, semakin parah hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama berjam-jam pada Minggu (20/10/2024) kemarin, mengakibatkan Jalan Muharto depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambles, Senin (21/10/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.</p>



<p>Menurut keterangan warga, Jupri, bahwa kejadian itu bermula diawali dari retakan yang terjadi di titik lokasi ambles. Kemudian, semakin parah hingga akhirnya ambles.</p>



<p>&#8220;Awalnya jalan retak setelah hujan deras kemarin, lalu air yang seharusnya mengalir di selokan malah berputar dan menggerus tanah di bawah jalan. Pagi tadi sekitar jam 05.30, jalan tiba-tiba ambles,&#8221; kata Jupri.</p>



<p>Dalam kejadian tersebut, ujar Jupri, tidak ada korban jiwa. Itu karena, kondisi jalan pada saat itu sedang sepi dan tidak banyak yang melintasi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah tidak ada korban. Karena pada saat itu, jalannya juga lagi sepi,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Jupri, bahwa amblesnya jalan tersebut disebabkan oleh pecahnya gorong-gorong yang mengakibatkan air tidak mengalir sesuai jalurnya. Air kemudian merembes ke dalam tanah dan menggerus bagian bawah jalan hingga menyebabkan amblesnya permukaan jalan.</p>



<p>&#8220;Ini baru pertama kalinya terjadi di sini. Sebelumnya, jalan hanya retak saja. Nah ini nggak tau kok tiba-tiba ambles selebar ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, yang mendatangi lokasi, mengatakan jika perbaikan akan segera dilakukan ditargetkan selesai dalam waktu tiga sampai empat hari. Namun, pihaknya juga meminta kesabaran masyarakat untuk proses pengaspalan.</p>



<p>“Karena untuk aspal ini jalan harus menunggu beton benar-benar matang dulu. Kita berharap nanti maksimal satu minggu sudah bisa dilewati, jadi mohon kesabarannya dari masyarakat. Yang jelas kejadian ini kami respon cepat,” imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Jalan Muharto</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-rekayasa-lalu-lintas-di-kawasan-jalan-muharto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206331</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan diskusi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengenai kajian untuk Rekayasa Arus Lalu Lintas di Jalan Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (22/02/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, turut hadir Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Dalam sambutannya, Pj [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan diskusi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengenai kajian untuk Rekayasa Arus Lalu Lintas di Jalan Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (22/02/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, turut hadir Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa di kawasan Jalan Muharto, memang sangat mendesak. Apalagi, jalanan di kawasan tersebut juga sempit dan tiap hari selalu terjadi kemacetan yang panjang.</p>



<p>“Hal ini seperti virus dan ini sudah kami sampaikan harus ada solusi yang sifatnya mendesak. Jadi, harus segera kami selesaikan. Di Muharto ini akan ada rekayasa lalu lintas dan nanti akan ada kajian lagi. Paling tidak, banyak hal yang harus kami selesaikan, mulai bagaimana pola pergerakan, jenis kendaraan hingga bagaimana kami bisa mengatur,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, terkait dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di kawasan Muharto, pun perlu dilakukan kajian. Sehingga, diharapkan nantinya dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Malang.</p>



<p>“Memang perlu ada kajian oleh Forum Lalin. Insyaallah ini dapat terealisasi di tahun ini. Untuk sementara ini bisa nanti akan kami uji terus. Sebab, di Jalan Muharto ini memang urgent,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa melalui Forum LLAJ tersebut, telah disiapkan penanganan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Untuk jangka pendek yang dilakukan yakni rekayasa Lalin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Diantaranya, kita mencoba untuk melarang kendaraan untuk berbelok kanan di waktu tertentu. Jadi, nanti dari arah Timur Kedungkandang itu tidak boleh belok kanan ke makam Polehan. Kemudian, pasar di sana itu juga harus bubar sesuai dengan ketentuan. Kalau pukul 07.00 WIB sudah bubar, ya harus bersih. Makanya di Forum Lalin ini semua stakeholder juga harus ikut. Baik yang PKL di Pasar Muharto ataupun di Kebalen, itu harus bersih,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Kemudian, lanjutnya, juga membatasi kendaraan besar untuk tidak boleh masuk dalam area Jalan Muharto, baik dari timur ke barat ataupun sebaliknya. Selain itu, juga akan melibatkan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas).</p>



<p>“Itu akan kita lakukan pembinaan secara on the spot. Kemudian pemasangan rambu, kita coba langsung penerapan di lapangan. Tentu kami juga harus berkomunikasi dengan Polresta Malang,” ucapnya.</p>



<p>Untuk kendaraan besar yang tidak diperbolehkan melalui kawasan tersebut, nantinya akan diarahkan melalui Jalan Mayjend Sungkono atau Ki Ageng Gribig, kalau dari arah timur (Gor Ken Arok). Apabila dari arah barat maka harus melalui Jalan Gatot Subroto.</p>



<p>“Sehingga kendaraan besar itu mulai dari Jalan Juanda itu akan kita larang. Termasuk nanti juga akan kita pasang untuk rambu larangan belok kanan yang dari arah timur mau masuk ke kuburan kembar di Polehan itu,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, mengenai penanganan jangka menengah dan jangka panjang yang disiapkan oleh Dishub Kota Malang, yakni memberikan kajian untuk melakukan pelebaran kaki simpang. Namun, hal tersebut harus dilakukan step by step (bertahap). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Rumah Ambrol Muharto, DPUPRPKP Malang Sebut Bangunan Tak Berjarak Sempadan Sungai Salahi Aturan</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-rumah-ambrol-muharto-dpuprpkp-malang-sebut-bangunan-tak-berjarak-sempadan-sungai-salahi-aturan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 11:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=167089</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ambrolnya sejumlah rumah di Jalan Muharto, Kota Malang, membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memberikan respon. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, mengatakan jika bangunan di kawasan tersebut telah menyalahi aturan. “Itu kan bangunan tepat berada di bibir sungai. Nah, itu tak berjarak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ambrolnya sejumlah rumah di Jalan Muharto, Kota Malang, membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memberikan respon. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, mengatakan jika bangunan di kawasan tersebut telah menyalahi aturan.</p>



<p>“Itu kan bangunan tepat berada di bibir sungai. Nah, itu tak berjarak sama sekali dengan sempadan sungai, yang artinya sudah menyalahi aturan yang ada,” kata Diah, Rabu (06/04/2022) tadi.</p>



<p>Menurutnya, masyarakat yang tinggal dibibir sungai, harus paham mengenai kondisi itu. Karena, aspek sosial dan kemanusiaan, harus didahulukan. Apalagi, mereka yang tinggal di situ, memang terpaksa karena tak memiliki tempat tinggal lain.</p>



<p>“Kita harus lihat orangnya. Kalau mereka mampu, nggak mungkin beli di situ. Jadi, ya kita mesti memahami secara sosial lah,” lanjutnya.</p>



<p>Dijelaskan, sebenarnya ada dua opsi dalam penanganan bangunan bibir sungai. Opsi pertama adalah relokasi dan kedua membangun plengsengan. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam dua opsi tersebut.</p>



<p>“Plengsengan kita terhambat, karena harus koordinasi dulu dengan provinsi kan,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Untuk upaya relokasi yang sebenarnya menjadi opsi utama bagi masyarakat Kota Malang, ternyata tidak bisa dilakukan oleh Pemkot Malang. Dikatakannya, karena Pemkot Malang masih belum memiliki lahan untuk mendirikan Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Meskipun sebenarnya, Rusunawa di Kota Malang sendiri juga ada.</p>



<p>“Rusunawa di Kota Malang ini sebetulnya ada dua. Tetapi nyatanya, sudah penuh semua. Kita belum punya satu lokasi untuk membangun Rusunawa lagi. Jadi, opsi relokasi belum memungkinkan sekarang,” ujarnya.</p>



<p>Untuk mengatasi persoalan bangunan di bibir sungai, dikatakan Diah, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Provinsi Jawa Timur. Sebab jika melakukan opsi plengsengan, Pemkot Malang selain tidak ada anggaran untuk hal tersebut, wewenang pelaksanaan hanya dari Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR RI.</p>



<p>“Nanti kita bersurat, telpon, kirim foto lapangan. Kita sampaikan kondisi lapangan kalau seumpama ada dana isidentilnya di Provinsi Jatim bisa dialihkan kesini,” ungkapnya.</p>



<p>Mengenai anggaran, dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi ataupun Pusat, memiliki dana isidentil. Yang mana, bisa melakukan pembangunan plengsengan di kawasan bibir sungai Kota Malang.</p>



<p>“Selama ada dana dan ada lahan sebenarnya selesai. Saya yakin PUPR ada anggaran. Nanti kita komunikasikan agar segera tertangani,” terangnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">167089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Lokasi Rumah Ambrol di Muharto, Wali Kota Malang Sampaikan Bantuan dan Tempat Sementara untuk Korban</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-lokasi-rumah-ambrol-di-muharto-wali-kota-malang-sampaikan-bantuan-dan-tempat-sementara-untuk-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 09:22:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=167056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung lokasi rumah ambrol di Jalan Muharto Gang 5B RT05 RW06 Kota Malang, Rabu (06/04/2022) tadi. Dalam kesempatan itu dirinya menjanjikan akan memberikan dana bantuan sebesar Rp 3 juta, untuk tiap KK yang terdampak. Hal itu dilakukan, karena untuk solusi jangka panjang masih membutuhkan proses dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung lokasi rumah ambrol di Jalan Muharto Gang 5B RT05 RW06 Kota Malang, Rabu (06/04/2022) tadi. Dalam kesempatan itu dirinya menjanjikan akan memberikan dana bantuan sebesar Rp 3 juta, untuk tiap KK yang terdampak. Hal itu dilakukan, karena untuk solusi jangka panjang masih membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara cepat.</p>



<p>“Kita pikirkan yang 11 KK dahulu. Pertama, nanti untuk kesiapan dari kami mungkin Rp 3 juta per KK dahulu ya,” ujar Wali Kota Sutiaji, Rabu (06/04/2022) tadi.</p>



<p>Selain itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga tetap akan melakukan komunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur, untuk bisa mengatasi bangunan rumah-rumah yang berada di bibir sungai. &#8220;Kami akan carikan rumah untuk pengungsian dan dananya diambilkan dana dari kami. Saya akan telepon UPT di Rusunawa, biar bisa menempati di sana dahulu,” lanjutnya.</p>



<p>Menurutnya, mencari tempat tinggal untuk mereka yang menjadi korban, tidak mudah. Jika Rusunawa tidak memungkinkan untuk ditempati, maka 11 KK yang terdampak rumah longsor akan dicarikan lokasi lain untuk bisa ditempati sementara.</p>



<p>“Cari tempat nggak gampang, ada milik pemerintah tetapi itu sudah masuk set plan RT/RW. Ya nanti kita carikan tempat untuk bernaung yang 11 KK itu. Kalau memang Rusun siap, nanti kami yang menanggung biayanya,” tuturnya.</p>



<p>Disisi lain, Wali Kota Sutiaji mengapresiasi tindakan warga yang telah melakukan mitigasi sejak dini. Oleh sebab itu, dalam kejadian yang terjadi Selasa (05/04/2022) kemarin, dipastikan tidak ada korban jiwa dan perabotan yang ikut hanyut.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>“Tidak ada korban jiwa. Jadi, Pak RT sudah menyampaikan memang sudah ada mitigasi. Pemkot Malang juga sampaikan bahwa lokasi-lokasi ini rawan,” katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, dirinya juga turut mengapresiasi pada Lippo Mall, yang turut aktif memberikan bantuan untuk warga yang terdampak tersebut.</p>



<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto, menambahkan bahwa potensi longsor bisa kembali terjadi kapan saja. Sebab, menurut BMKG perubahan cuaca ekstrem masih akan terus terjadi,l. Sehingga, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi.</p>



<p>“Masih berpotensi, karena yang namanya perubahan cuaca ekstrem mulai dari musim penghujan dan kemarau sampai dengan awal Mei atau lebaran nanti,” ucap Alie.</p>



<p>Menurutnya, ada dua penguatan yang harus dilakukan, pertama pada manusianya dan kedua kawasannya. Untuk penguatan pada manusia yakni dilakukan sosialisasi, agar bisa melakukan mitigasi lebih dini dan penguatan Early warning system (EWS).</p>



<p>“Yang kita kuatkan adalah manusianya. Artinya, bahwa waspada ini penting bagi masyarakat di daerah sekitar aliran sungai,” terangnya. <strong>(hms/cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">167056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor Muharto, Sebanyak 7 Kamar Mandi Warga Ambrol</title>
		<link>https://memontum.com/longsor-muharto-sebanyak-7-kamar-mandi-warga-ambrol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 16:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106991-longsor-muharto-sebanyak-7-kamar-mandi-warga-ambrol</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Sebanyak 7 bagian rumah warga ambrol akibat longsornya plengsengan Sungai Brantas di Jl Muharto Gang VB, RT 03/RW 09, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (24/2/2020) pukul 15.00. Diantaranya rumah Ny Mantap (50) kerusakan pada kamar mandi, Slamat Nyoto (47) kondisi warungnya rusak parah. Supeni (50) kondisi kamar mandinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 7 bagian rumah warga ambrol akibat longsornya plengsengan Sungai Brantas di Jl Muharto Gang VB, RT 03/RW 09, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (24/2/2020) pukul 15.00.</p>
<p>Diantaranya rumah Ny Mantap (50) kerusakan pada kamar mandi, Slamat Nyoto (47) kondisi warungnya rusak parah. Supeni (50) kondisi kamar mandinya rusak parah, Eko Sasmito (45) kamar mandinya rusak parah, Riyadi (43) kondisi kamar mandi rusak parah, Tohir (37) kamar.mandi rusak parah, dan Heri (37) yang juga mengalami kerusakan pada kamar mandi. Bangunan rumah bagian belakang para korban ini ambrol masuk ke dalam Sungai Brantas. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106993" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0105-copy.jpg?resize=740%2C341&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="341" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0105-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0105-copy.jpg?resize=300%2C138&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0105-copy.jpg?resize=600%2C277&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0105-copy.jpg?resize=200%2C92&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya pada Senin (24/2/2020) pukul 12.00. Arus air Sungai Brantas cukup kencang dan tinggi hingga membuat plengsengan sapanjang 25 m ambrol. Akibat ambrolnya plengsengan ini, bagian belakang rumah warga pun tertarik hingga ikut ambrol ke sungai.</p>
<p>Beruntung saat itu tidak ada korban jiwa namun korban materill akibat longsor ini cukup besar karena barang-barang milik warga banyak yang ikut terjatuh ke sungai.</p>
<p>Kejadian ini mengundang perhatian hingga banyak petugas yang datang ke lokasi. Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan BPBD Kota Malang datang ke lokasi membantu warga.</p>
<p>Lurah Kota Lama Bambang Heriyanto menyebut bahwa posisi plengsengan yang ambrol tepat di belikan Sungai Brantas.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106992" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0265-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0265-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0265-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0265-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200224-WA0265-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Arus sungai yangbderas terus menerus menghantam plengsengan hingga mengalama penggerusan hingga terjadi longsor. Kita imbau kepada masyarakat yang rumahnya dekat dengan sungai supaya selalu waspada apalagi saat ini sedang musim hujan. Kerusakan plengsengan ini akan kami laporkan ke provinsi,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengungkapkan usai kejadian, Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang mengatakan bahwa pihaknya mengimbau kepada warga yang rumahnya dekat plengsengan yang ambrol supaya untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga yang aman.</p>
<p>&#8220;Warga yang terdampak longsor ini supaya sementara untuk mengungsi ke rumah tetangga yang aman. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan,&#8221; ujar Alie. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Truk Tabrak Sepeda Motor dan Pagar Salon, Bapak Gendong Bayi Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/truk-tabrak-sepeda-motor-dan-pagar-salon-bapak-gendong-bayi-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2017 11:38:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/350-truk-tabrak-sepeda-motor-dan-pagar-salon-bapak-gendong-bayi-selamat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gempar wilayah Jalan Jalan Muharto Gang 5b, RT01/RW06, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (16/10/2017) jelang Maghrib saat dentuman keras truk menabrak pagar salon. Nyawa seorang bapak yang menggendong bayi dan seorang pria selamat. Nyaris, truk ukuran besar N 9824 IU pemompa semen itu menabrak seorang bapak dan bayi berusia 4 bulanan. Tak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gempar wilayah Jalan Jalan Muharto Gang 5b, RT01/RW06, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (16/10/2017) jelang Maghrib saat dentuman keras truk menabrak pagar salon. Nyawa seorang bapak yang menggendong bayi dan seorang pria selamat.</p>
<p>Nyaris, truk ukuran besar N 9824 IU pemompa semen itu menabrak seorang bapak dan bayi berusia 4 bulanan. Tak henti-hentinya, warga mengelukan keselamatan Eko pramono (29) warga Lesanpuro gang 2, Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Saya tadi di luar. Lalu masuk ke dalam. Sekitar dua menitan, ada suara keras lama, saya tidak menyangka, truk menabrak pagar depan salon, &#8221; cerita Pramono. Banyak orang mempertanyakan pemilik sepeda motor Mio Merah P 6625 WR. Pramono adalah pengunjung salon Mella.</p>
<p>Sore itu, Pramono menggendong Anindita Keysa Maharani, bayi berusia 4 bulan. Ia memarkir sepeda motor miliknya depan Salon Nella. Sang Istri Firdatul Laili (25) tengah nyalon. Sepeda motor Pramono ringsek masuk di bawah kolong depan truk.</p>
<p> <em><strong>SELAMAT :</strong> korban selamat, Pramono dan Ragil. <strong>(sos)</strong></em></p>
<p>Bukan hanya Pramono yang selamat. Juga Ragil Prasetyo (23) warga Muharto Gang 5, Kedungkandang, Kota Malang. Sekitar Pukul 17.00, ia asyik bermain hp di tembok Salon Citra. Salon berada di sisi utara salon Nella.</p>
<p>&#8220;Saya langsung loncat. Saya main hp. Yang saya pikirkan, ada bapak gendong bayi tadi. Apalagi waktu lihat sepeda motor di bawah truk, &#8221; urai Ragil kepada memontum.com. Ia pun bernafas lega, sebab bapak yang menggendong bayi ternyata selamat. Ia berdiri di depan salon lain seberang lokasi kejadian.</p>
<p>Informasi lain didapat, ada 3 sepeda motor juga rusak ringan dan berhasil dievakuasi. Namun hingga Maghrib, sepeda motor Pramono belum dapat dievakuasi.</p>
<p>Anggota Lalu Lintas Polres Malang Kota, anggota Polsek Kedungkandang sudah berada di lokasi kejadian. Akibat kejadian sore itu, menyebabkan arus lalu lintas padat di jalan Muharto-menyambungkan menuju Kedungkandang dan Polehan.</p>
<p>Jalur kampung Muharto ini memang cukup padat pada sore hari. Arus kendaraan berlalu lalang. Menurut seorang saksi, sopir truk molen tidak dapat melewati jalan selebar 6 meteran karena berpapasan dengan sebuah bentor. &#8220;Sebelumnya, truk molen bisa lewat, tapi gak bisa truk inj saat bentor lewat,&#8221; ungkap Ragil.</p>
<p>Hingga pukul 18.30 truk masih di lokasi dan jalan masuk Muharto Gang 5 diblokade. Hanya sepeda motor yang dapat memasuki wilayah ini. Pihak kepolisian masih mendalami kronologis kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.<strong> (sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">350</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
