<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>normal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/normal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2025 10:48:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>normal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pastikan Akses Warga Kembali Normal, Pemkot Malang Mulai Pasang Jembatan Bailey Sonokembang</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-akses-warga-kembali-normal-pemkot-malang-mulai-pasang-jembatan-bailey-sonokembang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bailey]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sonokembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227364</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) untuk memulai melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey, sebagai jembatan sementara Sonokembang, Senin (03/11/2025) tadi. Langkah ini, merupakan upaya Pemkot Malang untuk memulihkan akses warga yang terdampak akibat ambruknya jembatan lama. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) untuk memulai melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey, sebagai jembatan sementara Sonokembang, Senin (03/11/2025) tadi. Langkah ini, merupakan upaya Pemkot Malang untuk memulihkan akses warga yang terdampak akibat ambruknya jembatan lama.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa pemasangan Jembatan Bailey ini merupakan instruksi dari Wali Kota Wahyu Hidayat guna mempercepat penanganan pasca kerusakan Jembatan Sonokembang. Pekerjaan jembatan sementara tersebut, ditargetkan rampung dalam 20 hari. Sehingga, dalam waktu dekat warga dapat kembali menggunakan akses tersebut secara aman dan nyaman.</p>



<p>“Jembatan Bailey ini dipilih karena konstruksinya kuat dan umum digunakan sebagai jembatan sementara, terutama untuk bentang sungai yang cukup lebar. Kami mulai pekerjaan hari ini, diawali dengan pembuatan fondasi atau plendes,” jelas Dandung, Senin (03/11/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menegaskan, bahwa pembangunan jembatan sementara ini menggunakan anggaran insidental dari DPUPRPKP Kota Malang sebesar Rp 350 juta, bukan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut, digunakan untuk pekerjaan fondasi, mobilisasi dan perakitan jembatan, serta pembongkaran jembatan lama yang rusak.</p>



<p>“Awalnya kami rencanakan menggunakan BTT. Namun karena tidak ada wilayah yang terisolasi total, maka klausul kedaruratannya tidak terpenuhi. Untuk itu, kami gunakan anggaran insidental yang ada di dinas, nilainya sekitar Rp 350 juta. Informasi yang beredar bahwa anggaran mencapai Rp 2,5 miliar itu tidak benar,” tegasnya.</p>



<p>Sebelum pelaksanaan, DPUPRPKP telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Bahkan untuk menyukseskan pekerjaan ini, masyarakat juga melaksanakan tradisi bancakan atau doa bersama. Hal ini, sebagai bentuk kebersamaan dan harapan agar pembangunan berjalan lancar dan aman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p id="block-cf0a39d8-250e-4444-841d-5e6d91c84fb7">Dandung juga menambahkan, selama pembangunan Jembatan Bailey ini, jembatan bambu yang dibuat swadaya oleh masyarakat, juga tetap akan difungsikan. “Selama Jembatan Bailey ini belum terpasang, jembatan bambu juga tetap kita fungsikan untuk akses masyarakat. Nanti setelah Jembatan Bailey terpasang dan bisa diakses masyarakat, maka jembatan bambu ini akan kita bongkar,” sambungnya</p>



<p id="block-2ed8781c-3c94-48c8-986a-bc7133c0c92f">Tidak hanya membangun jembatan sementara, DPUPRPKP juga telah mengusulkan anggaran pembangunan jembatan permanen Sonokembang pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5,3 miliar. Pembangunan jembatan baru tersebut diharapkan dapat dimulai pada awal tahun 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran selesai.</p>



<p id="block-89445bac-5e73-4d3e-9e7b-95b7cdd5ff1b">“Jembatan permanen akan kita bangun baru, bukan diperbaiki. Lebarnya akan ditingkatkan dari 5,5 meter menjadi 7,5 meter dengan tambahan trotoar untuk pejalan kaki di kedua sisi,” terang Dandung.</p>



<p id="block-61436d05-3436-44b1-8307-68f6e89709ed">Sementara itu, Ketua RW 05, Miskun, menyampaikan apresiasinya atas langkah Pemkot Malang ini. “Kami sangat senang dengan pembangunan Jembatan Bailey. Ini yang ditunggu masyarakat, karena ini akses utama warga RW 5 dan sekitarnya akan segera kembali normal. Harapannya jembatan yang baru dibangun lebih kuat dan aman, sehingga menambah jalur ekonomi untuk warga RW 5 dan sekitarnya,” urainya.</p>



<p id="block-f2bd332c-537a-48bb-a45b-9134e4ea32af">Miskun mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan dengan warga untuk membantu menjaga keamanan di sekitar proyek, termasuk untuk mengawasi bahan bangunan agar tidak terjadi kehilangan atau gangguan. Dirinya juga menegaskan, akan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif selama proyek berlangsung.</p>



<p id="block-4587047e-3570-42cc-b8b7-ca551e004774">Mengenai potensi kemacetan atau gangguan sementara akibat pembangunan, pihaknya menilai hal itu tidak menjadi masalah. “Tidak apa-apa (kalau macet atau akses terganggu), kan kalau Jembatan Bailey ini selesai, otomatis lebih lancar,” imbuhnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>



<p>﻿Buka panel: Featured Image Caption</p>



<p>Add a caption and/or photo credit information for the featured image.<br>Buka panel: Video/Audio EmbedBuka panel: Featured HeadlineBuka panel: Reviewer | Reviews Boxes</p>



<p>It is necessary to create a Template before adding a new review.Buka panel: Reviewer | Post Comparison Tables</p>



<p>Please insert a reviews template before adding a new comparison table.</p>



<ul>
<li>Pos</li>



<li>Blok</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Ringkasan</h2>



<p>VisibilitasPublik</p>



<p>TerbitkanHari ini pada 2:40 pm</p>



<p>URLmemontum.com/?p=227364Lekatkan pada laman teratas blogMenunggu peninjauanFormat ArtikelGaleriStandarVideoPenulisanggieharianpagimemomemontumMemontum 1Memontum 2Memontum Editorial Team 1onoyPindahkan ke bak sampah</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kategori</h2>



<p>Cari KategoriSEKITA</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dandung juga menambahkan, selama pembangunan Jembatan Bailey ini, jembatan bambu yang dibuat swadaya oleh masyarakat, juga tetap akan difungsikan. “Selama Jembatan Bailey ini belum terpasang, jembatan bambu juga tetap kita fungsikan untuk akses masyarakat. Nanti setelah Jembatan Bailey terpasang dan bisa diakses masyarakat, maka jembatan bambu ini akan kita bongkar,” sambungnya</p>



<p>Tidak hanya membangun jembatan sementara, DPUPRPKP juga telah mengusulkan anggaran pembangunan jembatan permanen Sonokembang pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5,3 miliar. Pembangunan jembatan baru tersebut diharapkan dapat dimulai pada awal tahun 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran selesai.</p>



<p>“Jembatan permanen akan kita bangun baru, bukan diperbaiki. Lebarnya akan ditingkatkan dari 5,5 meter menjadi 7,5 meter dengan tambahan trotoar untuk pejalan kaki di kedua sisi,” terang Dandung.</p>



<p>Sementara itu, Ketua RW 05, Miskun, menyampaikan apresiasinya atas langkah Pemkot Malang ini. “Kami sangat senang dengan pembangunan Jembatan Bailey. Ini yang ditunggu masyarakat, karena ini akses utama warga RW 5 dan sekitarnya akan segera kembali normal. Harapannya jembatan yang baru dibangun lebih kuat dan aman, sehingga menambah jalur ekonomi untuk warga RW 5 dan sekitarnya,” urainya.</p>



<p>Miskun mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan dengan warga untuk membantu menjaga keamanan di sekitar proyek, termasuk untuk mengawasi bahan bangunan agar tidak terjadi kehilangan atau gangguan. Dirinya juga menegaskan, akan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif selama proyek berlangsung.</p>



<p>Mengenai potensi kemacetan atau gangguan sementara akibat pembangunan, pihaknya menilai hal itu tidak menjadi masalah. “Tidak apa-apa (kalau macet atau akses terganggu), kan kalau Jembatan Bailey ini selesai, otomatis lebih lancar,” imbuhnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Bediding Landa Kota Malang, BMKG Sebut Suhu Dingin Masih dalam Batas Normal</title>
		<link>https://memontum.com/fenomena-bediding-landa-kota-malang-bmkg-sebut-suhu-dingin-masih-dalam-batas-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bediding]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223883</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa hari terakhir ini suhu udara di Kota Malang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu, dikenal dengan istilah bediding, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun pada periode musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa suhu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa hari terakhir ini suhu udara di Kota Malang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu, dikenal dengan istilah bediding, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun pada periode musim kemarau.</p>



<p>Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa suhu dingin ini disebabkan oleh dominasi angin timuran yang bersifat kering dan dingin. Kemudian, ditambah dengan kondisi langit cerah pada malam hari.</p>



<p>&#8220;Langit cerah mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam. Inilah yang menyebabkan suhu terasa lebih dingin atau istilahnya mbediding,&#8221; kata Linda, Sabtu (12/07/2025) tadi.</p>



<p>Kondisi ini, menurutnya, merupakan fenomena musiman yang umum terjadi pada bulan Juli hingga September. Terutama di wilayah yang pola hujannya bersifat monsunal seperti Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Jadi ini bukan hal ekstrem. Suhunya masih normal, bahkan pernah lebih dingin dari ini di tahun-tahun sebelumnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk saat ini, suhu terendah di wilayah Kota Malang masih belum mencatatkan rekor tertinggi. Linda memperkirakan suhu di bulan Agustus berpotensi turun hingga 14-15 derajat Celsius, terutama di dataran tinggi. Namun fenomena ini tidak terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.</p>



<p>&#8220;Tergantung topografi dan letak geografisnya. Daerah dengan pola hujan monsunal seperti Jatim lebih cenderung mengalaminya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain faktor angin dan langit cerah, hujan lokal yang masih terjadi di beberapa wilayah juga turut memperkuat rasa dingin. “Hujan membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan dan menghalangi pemanasan dari sinar matahari,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Linda juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mewaspadai dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi tidak valid atau hoaks terkait cuaca ekstrem.</p>



<p>“Jaga daya tahan tubuh dengan cukup minum air putih dan vitamin. Waspadai juga embun es di dataran tinggi yang bisa berdampak pada tanaman. Sektor peternakan, khususnya unggas, juga rentan terhadap kematian akibat suhu dingin,” imbuh Linda. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arus Sungai Bondeli Mulai Normal dan Perbaikan Kerusakan Tanggul Selesai, Warga Tak Was-was Lagi</title>
		<link>https://memontum.com/arus-sungai-bondeli-mulai-normal-dan-perbaikan-kerusakan-tanggul-selesai-warga-tak-was-was-lagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bondeli]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[selesai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<category><![CDATA[was-was]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Setelah beberapa waktu diliputi kekhawatiran akibat derasnya arus Sungai Bondeli dan kerusakan tanggul, kini warga Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dapat bernapas lega. Debit air sungai telah menurun signifikan dan tanggul yang sebelumnya jebol akibat banjir lahar hujan, kini telah berdiri kokoh kembali. “Kami sempat takut, apalagi malam-malam air sempat naik. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Setelah beberapa waktu diliputi kekhawatiran akibat derasnya arus Sungai Bondeli dan kerusakan tanggul, kini warga Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dapat bernapas lega. Debit air sungai telah menurun signifikan dan tanggul yang sebelumnya jebol akibat banjir lahar hujan, kini telah berdiri kokoh kembali.</p>



<p>“Kami sempat takut, apalagi malam-malam air sempat naik. Tapi sekarang sudah tenang, alhamdulillah taludnya juga sudah diperbaiki,” ujar Marzuki, salah satu tokoh masyarakat, Rabu (14/05/2025) tadi.</p>



<p>Suasana kampung pun mulai kembali seperti biasa. Anak-anak kembali bermain di halaman, warga bisa berkebun dan beraktivitas tanpa rasa cemas seperti pekan lalu. Jalan-jalan kecil yang sempat becek mulai mengering, dan sawah warga yang sempat terendam air kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Warga menyampaikan apresiasi atas respon cepat Pemerintah Kabupaten Lumajang yang menggandeng Dinas PU SDA Jawa Timur dan UPT YKD, untuk mempercepat penanganan tanggul. Perbaikan yang dilakukan intensif ini membuahkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>



<p>Namun, warga juga tidak lengah. Dengan penuh kesadaran, mereka tetap menjaga kewaspadaan jika hujan kembali turun di wilayah hulu. &#8220;Kami sudah terbiasa hidup dekat dengan alam, jadi tetap waspada itu penting. Tapi sekarang kami jauh lebih tenang karena sudah ada tanggul baru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pemerintah daerah melalui BPBD Lumajang juga terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada tanda-tanda bahaya. Posko siaga bencana tetap berfungsi dan komunikasi antara warga dan relawan desa terus terjaga.</p>



<p>Harapan kini tumbuh kembali di Dusun Bondeli. Dengan semangat gotong royong dan dukungan pemerintah, masyarakat yakin bisa menghadapi tantangan ke depan dengan lebih siap dan tenang. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Raung Erupsi, Pemkab Lakukan Mitigasi dan Aktivitas Bandara Banyuwangi masih Normal</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-raung-erupsi-pemkab-lakukan-mitigasi-dan-aktivitas-bandara-banyuwangi-masih-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gunung Raung mengalami erupsi, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat kondisi itu, menyebabkan kolom erupsi setinggi 2.000 m di atas puncak gunung. Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik. Erupsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gunung Raung mengalami erupsi, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat kondisi itu, menyebabkan kolom erupsi setinggi 2.000 m di atas puncak gunung.</p>



<p>Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik.</p>



<p>Erupsi susulan juga terjadi sebanyak 3 kali pada pukul 10.25, 10.31 dan 10.35 WIB. Namun, kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13-23 mm, dan durasi 1 menit 54 detik sampai dengan 3 menit 25 detik.</p>



<p>Hingga saat ini, Gunung Raung berada pada level II atau waspada. Status tersebut berlangsung sejak Desember 2023. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak atau bibir kawah.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon kondisi itu mengatakan bahwa Pemkab telah berkoordinasi intens dengan Forkopimda terkait langkah-langkah mitigasi. Mulai dari mendata sekaligus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan bila perlu dilakukan evakuasi hingga titik mana untuk pengungsian.</p>



<p>“BPBD terus berkoordinasi, termasuk menyiapkan masker yang siap dibagikan ke warga bila memang debu vulkanik mulai mengarah ke Banyuwangi. Dan infonya, semua pendaki juga sudah turun. Kami berharap skala erupsinya terus turun,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari pantauan sementara, erupsi Gunung Raung juga tidak menggangu aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Bahkan, penerbangan di bandara tersebut berlangsung normal.</p>



<p>GM Bandara Banyuwangi Johan Seno Acton, menjelaskan bahwa paper test telah dilakukan oleh safety team bandara begitu informasi erupsi Gunung Raung diterima. Tes tersebut untuk memantau sebaran vulkanik Gunung yang berada di wilayah Banyuwangi, Jember dan Bondowoso.</p>



<p>&#8220;Tes ini merupakan standar prosedur, apabila terjadi erupsi gunung berapi. Pengetesan dilakukan setiap jam dan hasilnya hingga saat ini negatif,&#8221; kata Johan.</p>



<p>Hasil tes tersebut, tambahnya, menunjukkan bahwa sebaran abu erupsi Gunung Raung tidak sampai ke wilayah Bandara. Pun tidak mengganggu lalu lintas pesawat terbang.</p>



<p>Meski demikian, pengelola bandara tetap akan memantau perkembangan aktivitas Gunung Raung. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan situasi darurat.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, erupsi Gunung Raung pernah mengganggu aktivitas di bandara tersebut. &#8220;Semoga tidak terjadi lagi. Sampai saat ini penerbangan masih berjalan normal. Kami akan terus memantau sebaran vulkaniknya,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Johan berharap, erupsi Gunung Raung tak berlangsung lama. Sebab, aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi relatif padat selama musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasokan LPG 3 Kg Kabupaten Kediri Kembali Normal, Mas Dhito Tetap Pantau</title>
		<link>https://memontum.com/pasokan-lpg-3-kg-kabupaten-kediri-kembali-normal-mas-dhito-tetap-pantau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Masyarakat Kabupaten Kediri saat ini tidak lagi resah karena kelangkaan LPG 3 Kg. Itu karena, setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana, sangat maksimal dan membuahkan hasil positif. Sebagaimana dalam unggahan story instagram pribadinya @dhitopramono pada Jumat (04/08/2023), Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, menjelaskan kondisi LPG di berbagai kecamatan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Masyarakat Kabupaten Kediri saat ini tidak lagi resah karena kelangkaan LPG 3 Kg. Itu karena, setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana, sangat maksimal dan membuahkan hasil positif.</p>



<p>Sebagaimana dalam unggahan story instagram pribadinya @dhitopramono pada Jumat (04/08/2023), Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, menjelaskan kondisi LPG di berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri. “Pare : sudah mulai lancar, Papar kembali normal, Ngadiluwih: sudah kembali normal,” tulis Mas Dhito pada unggahan itu.</p>



<p>Kestabilan distribusi LPG tersebut, juga dirasakan di Kecamatan Kayen Kidul, Kras, Banyakan, Grogol, Kunjang, Kandat, Semen, hingga Ringinrejo.</p>



<p>Sementara dari pantauan di lapangan, stok LPG di pangkalan terlihat melimpah. Salah satunya seperti pangkalan LPG di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo.</p>



<p>Pemilik Pangkalan, Imam Taroki, mengatakan jika kondisi elpiji di wilayahnya terus berangsur membaik. Terlebih, dengan adanya penambahan kuota harian dari Pertamina.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>“Mulai Selasa (01/08/2023) sudah mulai stabil. Warga sudah tidak menunggu (LPG) lama” katanya.</p>



<p>Imam mengungkapkan, di hari biasa, pangkalan miliknya mendapatkan kuota 165 tabung. Sedangkan kare a adanya penambahan tersebut, pihaknya mendapatkan dua kali lipat dari hari biasa.</p>



<p>“Minggu yang biasa libur, kita dapat kuota 265 LPG,” bebernya.</p>



<p>Dengan stabilnya pasokan LPG ini, pun juga membuat masyarakat merasa tenang. Pasalnya, kelangkaan tersebut diketahui hampir terjadi selama dua bulan belakangan.</p>



<p>“Alhamdulillah mulai lancar sejak Senin (31/07/2023),” tutur Aldila Anggun Sasmita warga Desa Gampengrejo, Kecamatan Gampengrejo.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan tidak ada lagi kelangkaan semacam ini. Karena, LPG menjadi kebutuhan primer yang selalu dibutuhkan masyarakat.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, sejak kelangkaan LPG terjadi, hampir di setiap wilayah di Kabupaten Kediri terus dilakukan pemantauan Mas Dhito. Pihaknya melakukan pantauan langsung distribusi dari agen hingga pangkalan. Dari pantauannya Rabu (26/07/2023) lalu, Mas Dhito menemukan indikasi penyalahgunaan LPG bersubsidi tersebut.</p>



<p>Indikasinya, adanya peternak yang menggunakan tabung melon ini untuk penghangat anakan ayam maupun petani untuk pengairan. Di sisi lain, tidak adanya distribusi saat tanggal merah yang membuat pasokan LPG tersendat.</p>



<p>Kemudian, Mas Dhito juga mengupayakan adanya penambahan kuota melalui berkoordinasi dengan pihak pertamina. Saat itu, Mas Dhito bertemu dengan Eksekutif Sales Area Manager Retail Kediri Pertamina, Wira Pratama.</p>



<p>Dari pertemuan Jumat (28/07/2023) lalu tersebut, Wira mengatakan Kabupaten Kediri mendapatkan 58 ribu ekstra suplai perharinya selama empat hari. Terhitung, mulai Kamis (27/07/2023) hingga Minggu (30/07/2023).</p>



<p>“Jadi, ekstra supply sampai hari minggu nanti. Kalau kondisinya sudah normal, tanggal merah di hari reguler kita akan tetap salurkan,” tuturnya waktu itu.<strong>(pan/sit/kom)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal Masih Sulit Diterima Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-masih-sulit-diterima-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 09:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115505-new-normal-masih-sulit-diterima-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia hingga kini masih terus menjadi perhatian pemerintah. Mengingat jumlah penderitanya masih menunjukan adanya peningkatan di beberapa daerah. Salah satunya yang terbaru adalah penerapan &#8216;New Normal&#8217;. &#8216;New Normal&#8217; dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Beberapa daerah pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia hingga kini masih terus menjadi perhatian pemerintah. Mengingat jumlah penderitanya masih menunjukan adanya peningkatan di beberapa daerah. Salah satunya yang terbaru adalah penerapan &#8216;New Normal&#8217;. &#8216;New Normal&#8217; dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat.</p>
<p>Beberapa daerah pun juga telah membuat aturan terkait penerapan New Normal, tentunya hal itu juga diimbangi dengan upaya pencegahan Covid-19. Untuk itu, masyarakat nantinya juga diharapkan dapat mengikuti aturan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah.</p>
<p>Di Kabupaten Malang, penerapan New Normal sendiri dimulai sejak Senin (1/5/2020) lalu. Penerapan transisinya dilakukan setelah wilayah Malang Raya yang juga termasuk di Kabupaten Malang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana hal ini juga dimaksudkan sebagai percepatan penanangan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.</p>
<p>Dosen Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mahatva Yoga berpendapat, melihat kenyataan yang ada, keberadaan &#8216;New Normal&#8217; sendiri dirasa masih sulit diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, hal itu dikarenakan masyarakat Indonesia yang memiliki culture budaya yang sudah melekat lama, sehingga tidak mudah untuk menerima perubahan.</p>
<p>&#8220;Mengapa demikian?, Karena sebagian masyarakat kita masih komunal, nilai-nilai yang ada berasal dari unsur kebersamaan atau cenderung berdekatan secara fisik. Contoh kecilnya, dalam perhelatan sebuah tradisi, selametan dan bahkan nongkrong di cafe yang sukanya berkerumun,&#8221; ujar dia melalui pesan singkat.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, cepat lambatnya masyarakat bisa beradaptasi dengan New Normal ini tergantung dari sebarapa besar dan kuat upaya yang dilakukan pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan yang akan dibuat serta diterapkan. Menurutnya, dalam hal ini pemerintah harus benar-benar tegas dalam menerapkan aturan new normal ini.</p>
<p>&#8220;Karena kita tidak tahu sampai kapan corona ini akan berakhir, hal itu sama seperti kita yang dulu pernah hidup berdampingan dengan virus Flu Burung dan SARS. Selain itu, jika dilihat dari aspek yang lain, masyarakat masih merasa terbebani dikarenakan kenormalan baru itu juga masih memberikan dampak ekonomi, diantaranya mereka harus membeli perlengkapan kebersihan diri,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Terlebih lagi menurutnya dirasa cukup sulit bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah, dimana saat ini juga banyak masyarakat yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19.</p>
<p>&#8220;Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan sangat mudah, namun bagi masyarakat kelas menengah ke bawah ini cukup sulit, bahwa sebagian besar masyarakat saat ini melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Alasannya karena tuntutan ekonomi, berdiam tinggal di rumah akan mati, keluar rumah juga akan mati. Ya lebih baik keluar mencari rezeki. Itu yang pernah dikatakan salah satu masyarakat menengah ke bawah,&#8221; urainya.</p>
<p>Maka dari itu, dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun daierah harus bisa saling bahu-membahu untuk menciptakan new normal ini sebagai normalitas yang akan dilaksanakan oleh masyarakat nantinya.</p>
<p>&#8220;Semoga masyarakat paham dan mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan sekecil mungkin dengan mengubah pola hidup mereka menjadi higienis,&#8221; pungkasnya.<strong> (iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal Life, Hidup Bersama Corona dan Virus Lainnya, Beban Ganda Penyakit</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 17:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ganda]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya.....????]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115240-new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com. SARS CoV 2 atau yang dikenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com.</p>
<p>SARS CoV 2 atau yang dikenal dengan Covid 19, telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di lebih dari 120 negara, orang yang meninggal lebih dari 100 ribu orang dan lebih dari 1 juta orang sembuh dari Covid 19. Di Indonesia, Covid 19 telah menginfeksi lebih dari 20 ribu orang, lebih dari 1000 orang meninggal dan lebih dari 6000 orang sembuh dari Covid 19.</p>
<p>Lockdown merupakan salah satu kebijakan yang digunakan untuk memutus rantai penularan dan menurunkan kasus infeksi Covid 19. Ini disebabkan Covid 19 pola penularan memiliki kesamaan dengan influenza, menginfeksi antar manusia sangat cepat. Sehingga mengurangi aktifitas manusia sangat diperlukan dan diharapkan dapat menghentikan penularan Covid 19 di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Beberapa negara di dunia telah membuka Lockdown, seiring terjadinya penurunan kasus Covid 19 pada orang, memulai sebuah kehidupan yang baru. Ketika Lockdown diterapkan, setiap orang wajib beraktifitas dari rumah termasuk bekerja, menggunakan teknologi informasi dalam berkomunikasi, bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari, Negara memberikan berbagai fasilitas termasuk biaya kehidupan terhadap tiap penduduk yang terdampak Covid 19.</p>
<p>Februari 2020, Indonesia mengumumkan Covid 19 telah terjadi di Indonesia, menerapkan PSBB atau yang dikenal dengan Pembatasan Sosial Skala Besar. Tujuan dari PSBB adalah memutus rantai penularan Covid 19 dan jumlah infeksi Covid 19 pada orang/penduduk di Indonesia. PSBB berbeda dengan Lockdown, PSBB masih memungkinkan orang untuk melakukan aktifitas di luar rumah dan memungkinkan untuk terinfeksi oleh Covid 19 dan menambah jumlah kasus orang yang terinfeksi Covid 19.</p>
<p>Per tanggal 26 Mei 2020, Indonesia mulai mewacanakan New Normal atau memulai sebuah tatanan baru kehidupan. Adanya New Normal diharapkan ekonomi bangsa kembali berjalan normal dan aktifitas kehidupan berjalan seperti semula, termasuk sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, Industri, pabrik, perkantoran bisa menjalankan aktifitasnya kembali dalam menopang kehidupan masyarakat dan negara.</p>
<p>Saat ini, Indonesia masih mengalami pertumbuhan kasus infeksi Covid 19 dan belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan kasus infeksi Covid 19, termasuk kasus kematian masih bertambah. Kabar baik adalah, telah diadakan uji cepat terhadap Covid 19, hasil uji cepat menunjukkan hasil reaktif terhadap Covid 19. Hasil uji cepat ini memberikan makna secara imunologi, bahwa sistem kekebalan tubuh memberikan respon terhadap benda asing, dalam hal ini adalah Covid 19.</p>
<p>Semakin banyak yang memberikan hasil reaktif terhadap Covid 19, memberikan makna bahwa komunitas atau masyarakat, telah terdapat respon dari tubuh terhadap benda asing/agen infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun observasi atau kajian lebih dalam dibutuhkan, uji cepat reaktif dan hasil PCR positif, orang tersebut memiliki gejala klinis yang ringan atau parah, dari aspek virology dibutuhkan kajian Covid 19 termasuk tipe yang virulensi/keganasannya tinggi atau rendah.</p>
<p>Penerapan New Normal Life membutuhkan syarat ketat dan masyarakat harus patuh terhadap persyaratan tersebut. Jika melanggar atau tidak mematuhi persyaratan tersebut, kemungkinan akan terinfeksi oleh Covid 19 bisa terjadi. Persyaratan tersebut antara lain : pembatasan penumpang pada moda transportasi, pemakaian masker ketika keluar rumah, penerapan protokol kesehatan pada fasilitas umum, tempat ibadah, terminal, bandara, stasiun kereta, Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional, rumah sakit dan puskesmas maupun pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan agen infeksi termasuk Covid 19.</p>
<p>Ini disebabkan Indonesia memiliki beban ganda penyakit yaitu penyakit infeksi dan non infeksi, sehingga orang bisa memiliki lebih dari 1 penyakit dan menjadi pemberat ketika terinfeksi oleh Covid 19.</p>
<p>Dunia pernah mengalami pandemi, mulai dari spanish flu 1918, Flu Asia 1950- an, Flu Burung dan H1N1 pandemik, SARS, Mers CoV dan saat ini (2019-2020), SARS-CoV 2 atau yang lebih dikenal dengan covid 19. Di awal terjadinya kasus Covid 19, banyak sekali ditemukan kematian yg disebabkannya. Seiring dengan waktu, kematian semakin berkurang. Banyak ditemukan orang tanpa gejala (OTG) namun positif covid 19.</p>
<p>Fenomena ini memberikan sinyal, bahwa sistem kekebalan tubuh pada diri kita mulai beradaptasi dan mengenali covid 19, bukan benda asing lagi seperti di awal terjadinya kasus covid 19. Covid 19 saat ini belum ada obatnya. Hampir sama dengan virus-virus lain seperti HIV, Cytomegalovirus, Rubella. Salah satu bentuk pertahanan terhadap serangan virus adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Nenek moyang kita sudah menerapkan budaya minum jamu maupun empon-empon. Kandungan jamu dan empon-empon mampu menjadi imunomodulator terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga memiliki respon yang baik ketika ada benda asing/virus yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Budaya nenek moyang yang kedua adalah ilmu silat yang didampingi dengan teknik pernafasan. Berdasarkan hasil penelitian kekuatan fisik dan psikologi yang baik, memicu timbulnya interleukin pro inflamasi, yang berperan cukup penting dalam menangkal infeksi penyakit, khususnya virus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Penulis/editor :</strong></p>
<p><em>Januar Triwahyudi</em></p>
<p><strong>Narasumber :</strong></p>
<p><em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><strong>Pendidikan :</strong></p>
<p><em>S1: Biologi FST Unair<br />
S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair<br />
S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><strong>Praktisi :</strong></p>
<p><em>Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation<br />
Dosen UIN Sunan Ampel</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal, Istilah Baru di Masyarakat, Sebuah Harapan dan Tantangan</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-istilah-baru-di-masyarakat-sebuah-harapan-dan-tantangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 03:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115154-new-normal-istilah-baru-di-masyarakat-sebuah-harapan-dan-tantangan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah diumumkan kasus Corona pertama kali di Indonesia awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo, sebagian besar masyarakat masih terlihat belum ada kepanikan dan update perkembangan virus lebih banyak terfokus pada pemberitaan negara lain yang terkena wabah Covid-19 ini. Hingga pertengahan Maret 2020, masyarakat disuguhkan oleh istilah-istilah baru yaitu Lockdown, Social [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah diumumkan kasus Corona pertama kali di Indonesia awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo, sebagian besar masyarakat masih terlihat belum ada kepanikan dan update perkembangan virus lebih banyak terfokus pada pemberitaan negara lain yang terkena wabah Covid-19 ini. Hingga pertengahan Maret 2020, masyarakat disuguhkan oleh istilah-istilah baru yaitu Lockdown, Social Distancing, Work From Home (WHF) atau bahkan mulai familiar dengan istilah bahan medis/kimia Desinfektan dan Handsanitizer.</p>
<p>Di Malang Raya pun tak terkecuali, istilah tersebut mulai marak diperbincangan setelah di awal April 2020 Pemerintah Kota Malang mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pertama walaupun akhirnya belum disetujui oleh Pemprov Jatim dengan berbagai macam pertimbangan. Alhasil masyarakat disuguhi istilah baru PSBB, yang terkadang masih banyak masyarakat yang sering salah ucap dalam perbincangan. PSBB sebuah istilah singkatan baru yang sebelumnya kita lebih familiar dengan istilah PBB (Pajak Bumi &amp; Bangunan ataupun Persatuan Baris Berbaris), PSPB merupakan singkatan dari Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa yang bagi mereka yang kategori masuk zona OLD tentu ingat betul istilah ini.</p>
<p>Fenomena ini tak lepas dari perhatian Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Zaenudin ST MAP. Berikut wawancara dengan Januar Triwahyudi, wartawan Memontum.com.</p>
<p>Bang Jee, panggilan mantan Ketua KPU Kota Malang, dua periode ini, menyampaikan jika langkah yang diambil Pemkot Malang dengan melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya akan diberlakukan awal Juni 2020 ini, adalah sebuah keputusan maksimal yang sementara bisa diambil dengan menerapkan hidup norma baru atau new normal life. Apalagi di beberapa media pers online, sudah banyak statement Walikota Malang yang tidak akan memperpanjang masa PSBB dan memberlakukan New Normal.</p>
<p>“Masalahnya apakah ini bentuk keyakinan pemimpin kita bahwa penyebaran virus corona ini akan mampu ditekan penyebarannya. Atau ini juga merupakan langkah memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk kembali tidak panik akibat dampak yang ditimbulkan pandemi covid-19 ini. Tentu masyarakat akan menilai bentuk kesungguhan Walikota untuk menyelesaikan persoalan ini dengan tidak menambah persoalan-persoalan baru, baik soal transparansi sebagai Pejabat pengelola Negara (Pejabat Publik) atau perilaku-perilaku yang tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Jadi pemimpin itu tantangan terberatnya adalah harus mampu merasakan apa yang dirasakan masyarakatnya dan mampu memberi suri tauladan bagi yang dipimpinnya,” kata politikus berkaca mata ini saat dihubungi via teleconverence, Rabu (27/5/2020).</p>
<p>Untuk itu, lanjut Politisi yang juga merupakan Direktur Eksekutif Rumah Baca Cerdas (RBC) ini, Pemerintah Kota Malang harus mampu menjelaskan kepada masyarakat sejelas-jelasnya apa maksud dan tujuan dari New Normal ini dan serta targetnya apa. Agar tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda di masyarakat. Lebih lanjut Walikota harus memberikan progress atas pelaksanaan PSBB yang diberlakukan kemarin secara transparan. Karena terlepas apapun nama-nama program yang telah diambil, pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada semua sektor.</p>
<p>Tantangan bagaimana nanti stimulus yang akan diambil untuk menggerakan roda perekonomian, bagaimana dampak sosial budayanya, bagaimana pengamanan jaring sosialnya sampai pada bagaimana pemerintah kota malang mengevaluasi semua kebijakan yang sudah dilakukan secara transparan agar masyarakat bisa kembali menaruh harapan dan kepercayaan pada pemimpinnya, terlebih setelah adaptasi memasuki masa New Norma nanti.</p>
<p>Memberi harapan kepada masyarakat adalah sebuah keniscayaan sebagai bagian, bahwa pemimpin telah hadir dan memikirkan rakyatnya, mendorong masyarakat untuk tertib dan displin menjalankan aturan-aturan adalah kewajiban pemangku kekuasaan. Tapi yang jauh lebih diharapkan masyarakat adalah semangat untuk bangkit kembali adalah kerja gotong royong bersama semua pihak dan pemerintah sebagai garda terdepan.</p>
<p>Menuntut masyarakat untuk selalu patuh tentu tidak menjadi fair apabila para Pejabat Publiknya juga tidak mengikuti kaidah-kaidah Good Governance.</p>
<p>“Saya juga berharap kita semua pada posisi masing-masing, baik dalam sekala kepala rumah tangga tentu harus bisa beradaptasi menghadapi kondisi sekarang ini dengan memberikan ketauladanan di lingkungan keluarga. Demikian juga misal kita sebagai ketua RT atau RW akan bertanggungjawab terkait keteladanan itu di wilayahnya. Apalagi setingkat aparatur negara, baik itu Lurah, Camat, Walikota, Gubernur bahkan Presidenpun juga harus mampu memberi keteladanan dan memberi spirit bagi masyarakat yang dipimpinnya,” papar Bang Jee.</p>
<p>New Normal akan kembali menjadi perbincangan dan istilah yang trend di masyarakat. Tentu ini semua, semoga menjadi harapan bersama untuk tumbuh dan bangkit memasuki era adaptasi baru. New Normal jangan dijadikan alat untuk menjauhkan silaturahmi dan merubah budaya luhur kita. New Normal menjadi tonggak baru utuk menunjukan rasa kebersamaan, senasib dan sepenanggungan, menjadikan ruang evaluasi diri bagi setiap insan bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Ini juga sebagai momentum bagi para pemimpin untuk menunjukkan jati diri kesungguhan untuk benar-benar memperjuangkan dan memikirkan nasib rakyatnya.<strong> (yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115154</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
